Posts Tagged With: Yunho

FF Super Junior Island {Part 7}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 7

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Leght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Yunho, BOA as Peri Hutan

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Kenapa kau ingin ke Super Junior Island?? Kebahagiaan seperti apa yang kau cari??”

Pertanyaan yang di keluarkan oleh Panterpan, seseorang yang umurnya lebih kecil dariku tepat menghujam jantungku. Aku tak pernah benar-benar berpikir Kebahagian seperti apa yang ku cari di Super Junior Island. Tiba-tiba Yunho membuka pintu dengan kasar dan berteriak.

“Keadaan Gawat!!! Dia Datang.. Kita Harus Bersiap Berperang!!!”

“APA!!! Dia datang lagi. Jangan biarkan dia menguasai pulau ini.”

Panterpan langsung mengambil pedang yang tergantung di dinding. Perang?? Siapa yang datang??  (Hwaaa.. Cepet berlindung Kyu.. *Author lari mondar-mandir*)

“Hei.. Kalian mau kemana?? Siapa yang datang??”

“Bajak laut Kapten Hooky datang, dia ingin mengambil alih pulau ini. Keadaan bahaya, kami akan berperang, Kau disini saja Kyu.”

“TIDAK!! aku ikut dengan kalian.”

(Kyaaa… Kyu, jangan cari masalah dech.. Aku bantuin kamu pake doa aja.. *Tugas Author kan harus ikutin Kyu terus* Hiks..)

————————-*****————————-

Suara riuh mulai terdengar memekakkan telinga. Di pantai pasir putih itu bertengger sebuah kapal kayu dengan berbendera tengkorak Bajak Laut Kapten Hooky. Aku, Panterpan, berserta Peri-peri yang lain segera menuju Pantai.

Bulu kudukku merinding melihat pasukan Bajak laut yang mengacungkan pedang. Untuk sesaat aku terdiam, bukan karena takut tapi takjub. Baru kali ini aku melihat tengkorak hidup, tepatnya pasukan tengkorak hidup. (Kyaaa.. aku benci setan-setanan.. Om Jin bantu aku keluar dari sini.. *Om Jinnya gak ada Author* Hiks..)

Adrenalinku bergejolak. Ini seperti game yang sering aku mainkan. Semangatku terkumpul, aku mulai menyerbu pasukan tengkorak. Pedang mengayun dari tanganku menebas tengkorak – tengkorak itu menjadi potongan tulang tak berbentuk. (Bagus Kyu.. Lanjutkan.. *Author ngintip-ngintip dari tempat persembunyian*)

Dek kapal bajak laut ini tempat aku bertarung dengan para tengkorak. Di atas tiang-tiang kapal, aku melihat Panterpan sedang bertarung dengan seorang yang memakai topi Bajak Laut. Tapi hanya dia yang berwujud manusia, bukan tengkorak. Mungkin dia itu Sang Kapten.

(Kapten Hooky ganteng gitu tapi kenapa anak buahnya tengkorak semua.. Jangan-jangan dia hantu yang nyamar jadi manusia.. *Plakkk*)

*Byuurrrr*

“PANTERPAN!!!”

Bunyi air yang keras dan ku dengar Yunho berteriak memanggil Panterpan. Aku tak melihat Panterpan dan Kapten Hooky di atas tiang. Aku segera belari ke pinggir kapal menghampiri Yunho yang terbang tak jauh dariku.

“Apa yang terjadi??”

“Panterpan dan Kapten Hooky jatuh ke laut.”

“Gawat, Peri tidak bisa terkena air. Kami tidak bisa menolongnya. Apa Panterpan akan mati??”, kata Peri BoA.

————————-*****————————-

Hempasan arus laut menerpaku, cukup keras. Walaupun masih di daerah pantai, laut ini dalam dan terdapat karang-karang batu. Tanpa berpikir panjang tadi aku langsung terjun ke laut untuk menolong Panterpan. Aku harus cepat menemukannya sebelum aku kehabisan nafas.

Samar-samar aku melihat seseorang berenang membawa tubuh yang tak berdaya. Ku tajamkan pandanganku, sekarang aku yakin dia Kapten Hooky, tubuh tak berdaya yang dibawanya itu Panterpan. Mau di bawa kemana Panterpan??

Aku berenang mengejar kapten Hooky yang menghilang di celah karang batuan. Disini sangat gelap, cahaya matahari tak sampai di celah karang ini. Aku terus berenang memasuki celah yang sempit ini.

Di penghujung celah ini bermuara sungai bawah tanah. Napasku masih memburu cepat. Akhirnya aku dapat menghirup oksigen dengan bebas. Sepertinya aku berada di dalam goa yang dialiri sungai bawah tanah. Udara lembab disini sangat menyengat, bahkan lumut tumbuh subur di dinding-dinding goa.

Tak jauh dari tempatku, aku melihat Panterpan yang tergeletak tak sadarkan diri berlumur darah dan Kapten Hooky yang memegang belati. (Kyaaa.. Kapten Hooky mau bunuh Panterpan?!)

“HENTIKAN!!!”

Tanpa pikir panjang aku menerjang tubuh kapten Hooky, pisau itu terlempar. Ku pukul dia sekali, hanya pukulan ringan karena aku masih kelelahan berenang tadi.

“Apa yang kau lakukan!!”

“Harusnya aku yang bertanya padamu, mau kau apakan Panterpan!!! Sebelum kau membunuhnya, kau harus berhadapan dulu denganku!!”

Aku mengumpulkan sisa-sisa tenagaku. Aku sudah berhutang banyak sama Panterpan, orang yang sangat baik hati yang mengizinkan orang asing sepertiku tinggal dengannya. Matipun tak apa, selama aku masih bernafas tak akan ku biarkan dia menyakiti Panterpan. (Kyu keren.. Tapi kayaknya kamu gak pernah bela Aku klo lagi ditimpukin fans kamu.. *coz Author yang selalu buat Kyu sengsara*)

“MEMBUNUH?! Kau salah paham..”

————————-*****————————-

Panterpan masih tak sadarkan diri. Bahu Panterpan terluka karena membentur karang batu saat terjatuh tadi. Sekarang bahu itu sudah di perban dengan sobekan baju.

“Apa dia baik-baik saja??”

“Tenang saja, dia sudah tidak apa-apa. Pendarahannya juga sudah berhenti. Kita tunggu dia sadar baru kita keluar dari goa ini.”

Aku salah paham. Ku kira Kapten Hooky yang membuat Panterpan terluka, ternyata dia mengeluarkan belati untuk menyobek bajunya yang sekarang menjadi perban Panterpan. (Omo.. Jadi aku salah paham juga tadi.. maapin aku yah kapten ganteng.. *Author mulai ngerayu*)

“Kenapa kau menolongnya?? Bukannya kau musuh Panterpan??”

“Musuh?? hahaha.. Apa kau pikir setiap orang yang bertengkar atau berkelahi mereka adalah musuh??”

“Maksudmu??”

“Kami hidup di sebuah pulau dan berteman dari kecil. Dia sudah seperti saudara dan juga rival sejatiku, perang ini seperti permainan. Aku tak benar-benar ingin menguasai pulaunya, diapun tahu itu. Walaupun kami berperang tapi kami tidak saling membunuh.”

Aku tidak terlalu paham maksudnya. Jika mereka seperti saudara tapi kenapa mereka berperang. Tiba-tiba hatiku merasa hampa, aku tidak tahu karena aku tak pernah merasa punya saudara. (Kyu.. Jangan sedih, kan ada aku yang selalu menemani..)

“Oh, iya. Aku baru sadar kau bukan peri kan?? Bagaimana kau bisa di pulau ini dan kenal Panterpan??”

Aku menceritakan perjalananku sampai kesini karena ingin ke Super Junior Island.

“Apa yang kau tau tentang Super Junior Island??”

“Aku hanya tau pulau itu akan memberikan kebahagiaan, tapi tidak ada yang tahu dimana letak pulau itu, bahkan pulau itu tidak tercatat di peta.”

“Apa kau tahu kisah tentang penghuni pulau itu??”

“Penghuninya?? Tidak tahu.”

“Tidak sembarang orang dapat pergi ke Super Junior Island dan tinggal disana. Super Junior Island ditinggali oleh 12 pemuda yang memiliki kekuataan super. Mereka dapat berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam waktu yang sangat singkat. Jika kau ingin tinggal di pulau tersebut kau harus mendapatkan persetujuan dari 12 orang itu.”

Aku baru mendengar kisah tentang 12 pemuda itu. Hebat sekali mereka dapat berpindah-pindah tempat. Aku jadi penasaran dengan 12 pemuda itu.(Wah.. enaknya 12 orang itu bisa keliling dunia gratis donk, gak pake ongkos..)

“Tapi.. Tidak mungkin lagi bagiku untuk ke Super Junior Island.”

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tak ada tempat yang tidak aku ketahui. Aku tahu dimana Super Junior Island. Apa kau mau berlayar bersamaku??”

————————-*****————————-

Hembusan angin laut mengacak-acak rambutku. Sebatas mata memandang hanya ada laut dan laut. Kapal kayu Kapten Hooky dengan kokohnya menerjang hempasan ombak. Aku di dek kapal sendirian memandang laut, aku belum terbiasa suasana kapal ini yang semua awak kapalnya tengkorak hidup.(Apa lagi aku.. dari tadi merinding.. setan pergilah, jauh-jauh.. *Author ngumpet dipojokan*)

Aku mengenang kembali kejadian sesaat sebelum aku berlayar di kapal ini. Panterpan akhirnya kembali sadar. Lukanya dapat cepat sembuh berkat serbuk bunga yang di bawa para Peri.

“Benar kau akan pergi ke Super Junior Island bersama Kapten Hooky??”

“Ya.”

“Apa kau sudah tau kebahagian seperti apa yang kau cari??”

Panterpan menanyakan pertanyaan yang sama. Tapi aku sudah pada keputusanku.

“Aku tidak tahu kebahagian seperti apa yang aku cari. Tapi, jika aku tidak mencarinya maka aku tidak akan bahagia.”

Panterpan tersenyum padaku, memunculkan lesung pipitnya. (Aigooo.. Panterpan manis banget.. Lebih manis dari kopi yang aku minum.. *Ya, iyalah Black Coffee yang Author minum kan pait..*)

“Baiklah, kau pergilah. Temukan Super Junior Island. Ingat Kyu, kebahagianmu ada dalam dirimu sendiri. Terima kasih kau telah menolongku.”

Kata-kata Panterpan masih terngiang-ngiang di telingaku, Kebahagianku ada di dalam diriku sendiri. Apa maksudnya??

Suara deburan ombak yang keras membuyarkan lamunanku. Kulihat awan gelap menggantung dilangit, ombak menerjang semakin keras membuat kapal sidikit bergoyang. Apa yang terjadi??

“Kyu.. Cepat kesini..”

Kapten Hooky memanggil dari atas. Aku segera menuju ke tempatnya yang ada di ruang kendali kapal.

“Apa yang terjadi??”

“Kita akan memulai petualangan yang sebenarnya.”

“Apa maksudmu??”

“Kita akan memasuki daerah Segitiga Bermuda.”

“APA!!!”

Setahuku Segitiga Bermuda itu adalah tiga pulau yang membentuk segitiga. Kapal yang masuk ke daerah itu tak akan bisa pulang, menghilang bagai di telan bumi. Ada yang bilang daerah itu mempunyai gravitasi yang besar yang membuat kapal tenggelam, ada yang memprediksi kapal hancur karena badai, dan masih banyak prediksi lain, tapi tak satupun teori yang benar-benar membuktikan bagaimana kapal-kapal itu menghilang tak berbekas.

Apa benar kami akan memasuki daerah paling keramat di dunia itu?? Ku lihat Kapten Hooky menyeringai. Aku rasa dia benar-benar serius. Detak jantungku bertambah cepat. Kulihat awan semakin gelap, tak ada tanda-tanda sinar matahari masuk, ombak mulai meninggi. Pertanda badai besar akan datang.

(Dimana sebenarnya letak Super Junior Island?? Apa mereka akan selamat melewati Segitiga Bermuda??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 8.. hehehe…)

____________________TBC____________________

Ini bakal tetep jadi FF favorit aq.. Padahal ini karya kedua.. Tp di FF ini aq bisa bebas berimajinasi sepuasnya, ciptain duniaku sendiri.. Hahaha..

Dan part 7 ini paling aq suka pas adegan nyebur ke dalam laut.. Pokoknya itu adegan paling aq suka..

Nah, kalian udah baca kan? Udah donk.. Jangan lupa tinggalin comment juga..

Gamsahamnida.. 😀

Advertisements
Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , | 8 Comments

FF Super Junior Island {Part 6}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 6

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Leght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Yunho as Peri Hutan

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Terima kasih Wookie. Kalau tidak ada kamu bisa-bisa aku mati.”

“Iya. Tapi jika tidak di beritahu Kyu, aku tidak akan kesini tepat waktu. Apa yang membuatmu seperti ini?? Aku tidak meracunimu.”

Wookie Potter yang di bilang penyihir jahat telah menyadarkan Snow White. Semuanya mengira Wookie Potter lah yang meracuni Snow White. Karena setelah memakan apel pemberian Wookie Potter, Snow White langsung membeku. Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan Snow White membeku dan hampir mati??

“Saat aku memakan apel pemberianmu, apel itu tersangkut di tenggorokanku dan tidak dapat tertelan. Aku menjadi kesulitan bernapas, aku tidak dapat mengendalikan kekuantan ku, aku mulai hilang kesadaran dan membeku.”

(Jadi gara-gara keselek apel, Snow White hampir mati dan mengancam keselamatan dunia?? Aku baru tahu apel begitu menakutkan..)

“Lain kali aku tidak akan memberimu apel lagi.”

“Iya. Aku rasa mulai sekarang aku tidak mau memakan apel lagi. Oh, kamu yang menyelamatkanku. Namamu Kyu?? Sepertinya aku baru pertama kali melihatmu??”

Snow White memandangku. Terlihat dia seseorang yang dingin. Tetapi kebaikan hatinya terpancar saat dia tersenyum. (Omo.. Dewa Cupit memanah ribuan panah cinta kehati ku saat Prince Snow White tersenyum.. *Author lebay.. Inget, udah punya Om Jin..*)

“Iya, namaku Kyu. Aku pendatang baru disini.”

“Terima kasih Kyu. Bagaimana aku membalas kebaikanmu??”

“Aku memang sedang butuh bantuanmu. Aku dengar kau juru kunci disini. Aku ingin keluar dari tempat ini, karena aku ingin ke Super Junior Island.”

“Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa membantumu. Kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, jadi aku tidak dapat membuka pintu untukmu. Tapi ada orang yang dapat menolongmu.”

————————-*****————————-

Puri Wookie Potter sangat ajaib. Sapu, kain pel, dan kemoceng melayang membersihkan puri ini sendiri. Seperti di taman, di dalam sini juga terdapat piano, biola, terompet, dan alat music lainnya tanpa ada orang yang memainkannya tetapi membuat alunan nada yang indah. Wookie Potter mungkin sangat menyukai music.

Aku kembali ke Puri ini bersama Wookie Potter. Di tempat ini tersembunyi pintu yang akan mengantarkanku kembali ke lorong pintu tempat Om Jin berada. Snow White memberitahuku ada juru kunci selain dia, orang itu adalah Wookie Potter. Dia juga tak keberatan membantuku keluar dari sini.

(Penyihir jaman sekarang baik-baik yah, ganteng lagi.. klo gtu mah aku gak takut lagi sama penyihir..)

“Kau juru kunci juga??”

“Ya, begitulah. Nah, disini pintunya.”

Kami telah menaiki tangga spiral sampai ke puncak puri ini dan terlihatlah Pintu berbentuk bintang yang sama saat aku akan memasuki dunia ini.

“Kau masuklah.”

“Terima kasih Wookie. Jika kau kesepian lagi, kau dapat memainkan ini.”

Aku membuka sorban yang menutupi kepalaku dan memberikan PS-P. (Omo.. Kyu kayak tukang sulap aja.. Lagi itu keluar teko dari balik rok, sekarang keluar PS-P dari balik sorban..)

“Apa ini??”

“Ini games. Begini cara mainnya.”

Aku memberikan contoh memainkannya. Muka Wookie Potter langsung bersinar, menatap takjub ke PS-P pemberianku.

“Ini.. Untukku.. Terima kasih Kyu.”

“Sama-sama. Kita berpisah disini sekarang. Sebaiknya kau menghapuskan sihir Pangeran Yesung.”

“Baiklah. Semoga kau sampai ke Super Junior Island. Kita akan bertemu lagi disana.”

Aku tak begitu mendengar perkataan terakhir Wookie Potter. Lorong penuh pintu dikanan kiri, aku kembali lagi ke sini. (asiiiikkkkk… gak sabar ketemu om jin lagi..)

————————-*****————————-

“Ini pintu terakhir yang bisa saya bukakan untuk tuan. Jika tuan salah memilih pintu lagi, saya tidak bisa membantu tuan untuk ke Super Junior Island lagi.”

(Om Jin.. Aku padamu.. Bogoshipeo.. *Mata Author bersinar-sinar liat Om Jin*)

Jangtungku berdegup kencang. Sesuai kata Om Jin ini kesempatan terakhirku menuju Super Junior Island. Aku telah 2 kali memilih pintu yang salah. Untuk ketiga kalinya aku memperhatikan pintu-pintu ini.

Pintu yang terbuat dari coklat, pintu dari akar, pintu berukirang tengkorang, pintu bamboo, pintu seukuran lubang tikus, atau pintu yang lainnya. Yang mana?? Yang mana pintu menuju Super Junior Island?? (Tenangin dirimu Kyu.. Ini kesempatan terakhir..)

Mataku menjelajahi setiap pintu. Kuambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ku tunjuk sebuah pintu besar yang terbuat dari akar yang berwarna hijau. (Yakin itu pintu yang benar Kyu..)

“Baiklah saya akan membukakan pintu ini. Tugas saya sudah selesai, tuan bukan majikan saya lagi.”

            (Andweee.. baru ketemu sebentar, masa mau pisah lagi.. Sini buat aku aja teko Om Jin biar aku jadi majikan Om Jin yang baru.. *Plakkkk*)

“Terima kasih Om Jin. Tanpa Om Jin aku tak bisa merasakan begitu dekat dengan mimpiku. Apa ini pertemuan terakhir kita??”

“Jika tuan dapat ke Super Junior Island, tuan dapat bertemu dengan saya lagi. Terima kasih, teko pemberian tuan sangat nyaman. Sekarang tuan masuklah.”

             (Andweee.. aku gak mau pisah sama Om Jin.. nanti Om Jin harus sering-sering telpon aku.. *Emangnya Om Jin udah punya HP??*)

————————-*****————————-

Ku mantapkan kaki menginjak dunia di balik pintu besar berlilit akar hijau. Hal pertama yang langsung menarik perhatianku, aku melihat lagi paman bertelinga kelinci yang ku temui di pinggir hutan dekat desaku.

Kenapa Paman kelinci itu ada disini?? Mau pergi kemana lagi paman kelinci itu?? Aiiisshhh, Paman kelinci itu berlari cepat masuk ke Hutan. Aku segera mengejar paman kelinci itu.

“Paman.. Paman kelinci..!!!”

Paman kelinci itu segera berhenti mendengar panggilanku. Aku segera menyusul paman kelinci itu.

“Ada perlu apa?? Aku sedang terburu-buru.”

“Paman kenapa ada disini?? Aku melihat paman di dekat Hutan Keramat. Aku mencari-cari paman di Hutan Keramat, orang-orang desa tidak percaya aku melihat paman bertelinga kelinci.”

“Kau orang desa disana?? Bagaimana bisa orang biasa sepertimu sampai ke tempat ini??”

Aku menceritakan pertemuanku dengan a Ladin saat mencari paman kelinci hingga aku dapat ke tempat ini berkat bantuan Om Jin.

“Kau memasuki pintu yang salah. Disini bukan Super Junor Island. Ah, aku hampir terlambat.”

Paman kelinci segera pergi meninggalkanku sendiri. Tak dapat ku percaya, aku memasuki pintu yang salah lagi. Tempat apa ini?? Apa aku harus hidup selamanya disini?? (Uwaaaa.. Kyu terjebak di sini donk.. Klo Kyu gak bisa ke Super Junior Island, aku gak bisa ketemu sama Om Jin lagi.. *Author gak mikirin nasib Kyu, cuma mikirin Om Jin*)

————————-*****————————-

Pepohonan disini sangat besar, dahannya membentang seolah ingin menggapai langit. Akar besar yang muncul ke permukaan menjadi tempat dudukku. Sinar matahari mengintip melalui dedaunan. Kepalaku tertunduk memandang tanah berlumut yang lembab.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?? Aku tak dapat kembali ke desa dan tak dapat ke Super Junior Island. Plek, seseorang menyetuh pundakku. Aku terkejut tanpa ku sadari tiba-tiba muncul sosok di depanku.

“Kenapa kau terlihat murung?? Siapa namamu??

“Namaku Kyu. Aku sedang bingung, tak tau mau kemana. Kau siapa??”

“Aku Panterpan. Jangan bersedih, aku tak suka melihat orang bersedih.Untuk sementara kau bisa tinggal di tempatku sampai kau punya tempat yang di tuju. Selamanya tinggal bersamaku juga tak apa.”

(Aku juga boleh ikut nginep juga donk.. Aku mau tidur bareng Panterpan aja, bosen sama Kyu terus.. *Plakkk*)

Panterpan ini kira-kira remaja, ku rasa lebih muda sedikit dari aku. Dia memakai pakaian serba hijau dengan topi dan sepatu yang berbentuk runcing. Dia memiliki senyum yang sangat ramah, orang yang sangat bersahabat.

“Ayo, aku akan mengantarkanmu berkeliling daerah sini.”

Aku mengikuti Panterpan, seseorang yang baru ku kenal. Aku tak bisa berpikir apa-apa lagi. Setidaknya ada seorang teman dapat mengengeyahkan perasaan gundah dihatiku.

Kami berjalan melewati padang bunga edelweiss. Sempat terpikir olehku, bunga edelweis, bunga lambang keabadian bukannya hanya tumbuh di puncak gunung. Kami mulai memasuki lagi hutan yang dikelilingi pohon-pohon besar.

“Ini adalah kediaman peri hutan. Disini tempat tinggalku. Dan rumah yang disana itu rumahku.”

Di padang rumput yang dikelilingi ketat pohon-pohon besar, Rumah-rumah melayang diatas kepalaku, dari dalam rumah keluar masuk orang-orang bersayap transparant, mungkin itu yang dimaksud peri-peri hutan.

Hanya ada satu rumah yang tak melayang. Sebuah pohon paling besar yang ku temui disini berdaun rimbun berwarna putih, pada batangnya yang berwarna hijau terlihat samar sebuah pintu, rumah Panterpan.

“Hei.. Yunho, kesini kau.”

Panterpan memanggil seorang peri yang sedang terbang. Peri itu langsung menuju tempat kami berdiri.

“Kau bawa siapa kesini??”

“Dia Kyu, dia akan tinggal disini. Kyu, kenalkan ini teman dekatku, Yunho. Nanti kau bisa berkenalan dengan peri-peri yang lain. tenang saja, mereka sangat ramah, kau pasti betah tinggal disini.”

“Selamat datang Kyu. Maaf aku tak bisa lama, aku ada urusan penting.”

Yunho terbang meninggalkan kami. Dia sama seperti peri yang lainnya, memiliki sayap transparant dipunggungnya. Aku rasa ada yang aneh disini. (Apa yang aneh Kyu??)

“Katamu disini tempat tinggal peri hutan. Semua peri bersayap, tetapi hanya kau saja yang tak memiliki sayap??”

           (Iya, yah.. Panterpan gak punya sayap..)

“Memang aku tak punya sayap, aku tak bisa terbang tapi aku bisa berlari sangat cepat.”

Panterpan langsung berlari seperti hembusan angin sampai aku tak dapat melihat sosoknya saat ia berlari. Dia sudah sampai di rumah pohonnya.

             (Ohh.. pantes namanya Panterpan, larinya secepat Panter.. Apa dia juga makan hewan mentah?? Aku mual bayanginnya.. *Makanya jangan bayangin yang macem-macem, Author*)

————————-*****————————-

Sudah seminggu aku tinggal disini. Di dalam pohon berdaun putih ini terdapat rumah Panterpan yang ku bilang cukup luas untuk ukuran di dalam pohon. Kehidupan disini sangat menyenangkan, aku diajak bermain tiap hari oleh Panterpan.

Aku juga sudah berkenalan dengan peri-peri yang tinggal di sini. Seperti kata Panterpan, mereka sangat ramah. Aku dengan mudah berbaur dengan mereka, walaupun aku berbeda dengan mereka. Tapi, jauh di lubuk hatiku tak bisa kulupakan mimpi ke Super Junior Island.

“Kenapa kau ingin ke Super Junior Island??”

Aku terkejut oleh pertanyaan Panterpan. Kami berdua sedang di rumah pohon, Panterpan menyadari aku sedang melamun. Aku menceritakan impianku ke Super Junior Island dan sampai aku di tempat ini. Tapi baru kali ini ada yang menanyakan alasan aku ingin pergi kesana.

“Aku.. Aku juga tidak tahu. Aku mendengar cerita tentang Super Junior Island dari orang tuaku sebelum mereka meninggal. Aku percaya pulau itu ada dan dapat memberikanku kebahagiaan seperti yang di ceritakan oleh orang tuaku.”

“Kebahagiaan itu apa?? Apa mempunyai harta yang melimpah, mempunyai kedudukan yang tinggi, atau dikelilingi bidadari?? Kebahagian seperti apa yang kau cari??”

Pertanyaan yang di keluarkan oleh seorang yang umurnya lebih kecil dariku tepat menghujam jantungku. Aku tak pernah memikirkan kebahagiaan itu seperti apa. Jadi selama ini apa yang ku kejar dari Super Junior Island??

Sebelum aku sempat menjawab pertanyaan Panterpan, tiba-tiba Yunho membuka pintu dengan kasar dan berteriak.

“Keadaan gawat!!! Dia datang.. Kita harus bersiap berperang!!!”

          (Siapa yang datang?? Apa Kyu akan ikut perang??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 7.. hehehe…)

____________________TBC____________________

Gak sabar pengen Publish part 7.. part 7 itu part yang paling aq suka.. FF ini aq publish lagi disini coz aq suka banget sama FF ini.. Aq paling suka FF Fantasy, tp sekarang2 malah bikin Romance.. hehehe..

Udah baca kan, Nah klo udah capek2 baca tinggalin comment juga donk.. Comment kalian itu penting banget buat aq.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , | 10 Comments