Posts Tagged With: Sulli

FF Skandal, Oh No {Part 3}

FF Skandal, Oh No!!! Part 3

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance

Leght        : Chaptered

Rating       : PG15

Cast          : Kim Hee Chul as Heechul (Super Junior)

Tira M. Petal as Hwang Tira

Disclamir    : Super Junior & F(x) milik dirinya sendiri.. Tira dan cerita ini semua imajinasi Author..

____________________*****____________________

*Author Pov*

“Tira, ada yang berusaha sabotase acaramu. Kaset untuk backsound lagumu dirusak seseorang. Pihak Inkigayo sedang menelusuri masalah ini. Tapi kita tak punya waktu lagi, acara akan segera dimulai, tidak akan keburu meminta kaset candangan yang berada di perusahaan.”

Tira terdiam mendengar ucapan manajernya. Ekspresinya marah, syok, dan berbagai macam lagi. Ada seseorang yang ingin menghancurkan karirnya, skandal yang dibuat perusahaan dengan menjadikannya pacar bohongan seorang Super Star Kim Hee Chul banyak mengundang resiko. Tujuannya jelas tercapai, dirinya sedang menjadi sorotan banyak pihak dan popular tapi resikonya adalah menghadapi serangan dari anti fansnya yang pasti akan banyak sekali bermunculan.

“Eottoke?? 10 menit lagi acara dimulai. Harusnya onnie jadi opening, kita tak bisa merubah jadwal, pasti yang lain belum siap untuk perform.”

Sulli tampak sangat panik. Ia salah satu MC di Inkigayo, ia sangat paham tak ada waktu lagi untuk mengatur ulang susunan acara. Heechul menyela pembicaraan mereka.

“Suruh pihak acara menyediakan piano. Aku yang akan bermain piano dan mengiringinya bernyanyi. Beberapa kali aku sudah mendengar lagunya, aku hapal not-nya.”

“Aniyo. Ini perform promo laguku, aku ingin menunjukkan kemampuanku sendiri.”

“YA~ sekarang tak ada waktu lagi. Bagaimana kau bernanyi tanpa music.”

“Gamsahamnida oppa sudah berniat membantuku. Tapi aku ingin semua orang melihat kemampuanku. Hyo Mi onnie, tolong sediakan piano. Aku yang akan bermain piano sambil bernyanyi.”

Hyo Mi, manajer Tira langsung pergi menyiapkan setting panggung baru dengan piano. Sulli juga langsung keluar, karena dia akan segera membuka acara. Tira segera bersiap-siap di belakang panggung.

Tangannya gemetar, ini pertama kalinya ia harus bermain piano sambil bernyanyi di depan umum. Ia harus membagi konsentrasi bernyanyi sambil menekan tuts piano. Apalagi lagu Love Me Not yang akan dinyanyikannya membutuhkan penghayatan yang mendalam. Ia harus berkonsentrasi penuh pada penampilan kali ini. Tapi rasa gugup itu tetap ada.

Tira merasakan seseorang menggenggam tangannya yang dingin. Ia sangat kaget dengan sikap namja yang berstatus pacar bohongannya itu.

“Kau pasti bisa. Yakin saja, pasti bisa. Aku akan melihatmu dari sini.”

Senyum Tira mengembang, perasaan takut dan gugupnya sekejap menghilang. Ia melangkahkan kaki memasuki panggung saat namanya dipanggil. Dengan anggun, ia duduk di depan piano yang terletak di tengah panggung. Alunan denting piano mengalun lembut. Suara jernih terdengar melantunkan lagu Love Me Not, menyihir suasana studio menjadi sunyi.

“I smile like an idiot, when I was falling in love

I cried like a baby, when I was falling in love

Please tell me how? How could u love me

But your love is not mine

Love me not.. Yeah~… Love me not..”

Suara yang indah, penghayatan yang kuat, dan detingan piano yang dingin membuat semua orang yang mendengarnya ikut merasa sesak turut menghayati makna lagunya tentang rasa sakit karena orang yang dicintainya tak pernah sadar akan kehadirannya.

Mata Heechul tak pernah sedetikpun berpaling dari sosok yang sedang bernyanyi di tengah panggung. Sampai ia dikejutkan oleh Sulli yang juga berada di belakang panggung bersamanya.

“Ini penampilan terbaik Tira onnie. Suaranya membuatku merinding. Dia memang penyanyi yang hebat. Oppa, aku harap kau dapat menjaganya. Kau pasti sadar, ini semua pasti ulah fans fanatikmu. Hidupnya sudah cukup susah selama ini, ia kesepian dan butuh seseorang disampingnya. Jangan pernah mengecewakannya. Seumur hidupnya dia hanya mencintai oppa. Aku percaya oppa bisa menjaga onnie. Yah, penampilannya mau selesai, aku harus ke panggung lagi.”

Sulli tersenyum manis ke Heechul sebelum ia pergi. Tira mengakhiri performnya diiringi tepuk tangan yang luar biasa. Tira sempat melirik ke arah Heechul dan tersenyum. Heechul bertepuk tangan dan bergumam lirih, “Aku pasti menjaganya.”

*Author Pov End*

____________________*****____________________

NEWS

‘Penampilan Tira di Inkigayo pada tanggal 20 Febuari 2011mengundang banyak tanggapan positif dari Netizen’

‘Tira menunjukkan kebolehannya bernyanyi dan bermain piano di acara Inkigayo’

‘Pengamat music di Korea memuji penampilan Tira di Inkigayo’

Ternyata tanggapan penampilan dadakanku itu sangat luar biasa. Ini semua berkat Heechul oppa, perkataannya selalu menyihirku. Yakin bisa, aku pasti bisa, kata-kata itu yang membuat kepercayaan diriku tumbuh dan merasa ia akan terus memandangku membuatku ingin mempersembahkan perform yang terbaik.

Mengenai sabotase, tentu saja hal itu tak akan menyebar luar ke media karena hal itu akan menurunkan citra Inkigayo. Selesai acara pihak Inkigayo sudah menangkap pembuat onar itu. Seperti dugaan kami, dia itu fans Heechul oppa yang tidak suka dengan keberadaanku. Kami menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa campur tangan hukum dan media.

Dia seorang member ELF resmi. Sejak kejadian itu, keanggotaannya sebagai ELF dicabut dan masuk blacklist orang-orang yang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan Super Junior. Jujur, aku iba sama dia. Aku juga fans Heechul, pasti sedih sekali tidak diperbolehkan melihat pertunjukkan idola sendiri. Menjadi anggota ELF resmi itu sangat susah harus melalui berbagai prosedur dan seleksi. Tapi memang sudah sepantasnya juga ia dikeluarkan karena sudah melanggar peraturan keanggotaan ELF yaitu mengganggu kehidupan pribadi idola dan mengganggu kelancaran sebuah acara.

Sejak kejadian itu pihak perusahaan lebih berhati-hati lagi. Tidak ada misi selanjutnya dalam skandal ini, kami harus menenangkan public agar kemarahan fans mulai mereda. Tak ada misi artinya tak bertemu Heechul oppa. Aku sadar ini hanya sandiwara, tapi menghadapi kenyataan aku tak dapat menemuinya lagi membuatku dadaku sesak.

Hari ini jadwalku kosong. Apa yang mau ku lakukan?? Aku tak punya teman yang dapat di ajak pergi bersama. Aku dekat dengan Sulli dan Onew, tapi mereka juga punya kesibukan masing-masing. Tinggal di apartemen sendirian membosankan. Ku dengar bel berbunyi. Mungkin Hyo Mi onnie yang datang. Dengan malas kubuka pintu, tapi ternyata di luar perkiraanku.

“Oppa..”

“Aisshhh. Lama sekali buka pintunya. Kau tidak mempersilakanku masuk?”

Aku mempersilakannya masuk dan duduk di sofa kecil. Karena tinggal sendiri, apartemenku ini tidak terlalu besar. Ada apa Heechul oppa datang kesini? Bukannya kami tidak boleh bertemu dulu. Aku membawakan segelas minuman dingin untuknya.

“Ada perlu apa oppa kesini?”

“Aku butuh bantuanmu. Kau tau kan hubungan kita ini cuma boleh diketahui direktur, manajer, dan member Super Junior. Kelurgaku tidak tau kita hanya pura-pura berpacaran. Mereka memintaku mengajakmu kerumah.”

“MWO?! Menemui orang tuamu?”

“Ne. Kau harus membantuku, ini semua juga gara-gara kau, aku harus terlibat skandal ini. Jadi hari ini kau harus menemaniku menemui mereka. Aku sudah menghubungi manajermu, katanya kau tidak ada jadwal hari ini. Jadi tak ada masalahkan.”

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian. Kita berangkat sekarang. Cepat siap-siap, aku tidak suka menunggu lebih dari 10 menit.”

Aissshhh. Namja ini egois, pemaksa. Tapi mana mungkin aku melawannya, dia menyeramkan. Aku buru-buru mengganti pakaianku dengan dress semi formal berwarna biru muda, tak sempat mengatur rambut jadi ku kuncir saja, make up juga ku oles seadanya. 10 menit mana cukup untuk berdandan lebih.

Sepanjang perjalanan aku hanya memikirkan apa yang harus kulakukan ketika bertemu calon mertua. Uppsss, aku kan hanya pacar bohongan jadi mereka bukan calon mertuaku. Tapi tetap saja aku gugup menemui keluarga orang yang kucintai ini. >.<

Saat kami sudah berada di depan rumahnya, aku merapikan bajuku dan bertanya, “Oppa, bagaimana penampilanku?”

“Sudahlah. Kau tidak bisa mengalahkan kecantikanku.”

Aissshhh. Menyebalkan. Kapan sih namja ini berhenti narsis. Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan kami. Aku tau itu ibunya, sebagai fans fanatiknya tentu saja aku tau keluarganya. Tapi baru kali ini aku menemuinya secara langsung. Aku langsung memperkenalkan diriku.

“Annyeonghaseyo, ajumma. Jeoneun Tira imnida.”

“Aigooo. Ini yeojachingu-mu? Neomu yeoppo.”

“Tentu saja umma. Pacar Kim Hee Chul harus cantik.”

Mukaku terasa panas mungkin sudah memerah. Kami masuk kedalam rumah, disana sudah ada ayahnya Heechul, Heejin onnie (kakak Heechul) beserta suami dan anaknya. Jangan sebut aku Petal no. 1 kalau tidak tau anggota keluarganya Heechul oppa. Mereka semua sangat ramah kepadaku.

“Akhirnya kau punya pacar juga. Ku pikir kau ada kelainan.”

“Ya~ nuna. Aku masih normal.”

Kami tertawa mendengar pertengkaran kakak adik itu. Mungkin ini rasanya mempunyai keluarga, aku hidup sendiri selama bertahun-tahun, lupa rasanya mempunyai keluarga. Di tengah-tengah mereka ada kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku. Suatu rasa yang kurindukan selama ini, airmataku hampir mengalir tapi kutahan. Aku memutuskan membantu ajumma memasak, sedangkan Heechul oppa sedang bermain dengan keponakannya.

“Aigooo. Apa yang kau lakukan disini Tira-ya. Masa tamu ikut bantu memasak.”

“Gwenchana ajumma. Aku juga senang memasak, bolehkan aku bantu?”

“Tentu saja. Sini, bantu ajumma potong sayuran.”

Aku langsung membantu ajumma memasak sambil mengobrol. Ia menceritakan tentang masa kecil Heechul oppa yang terkadang membuat kami tertawa, sampai akhirnya ia bertanya, “Sejak kapan kalian berpacaran?”

Haruskah aku berbohong padanya, ada perasaan bersalah saat kujawab, “Belum terlalu lama. Baru beberapa bulan ini.”

Ajumma, mianheyo. Aku tak bermaksud membohongimu tapi aku juga tak tau harus menjawab apa, karena statusku hanya Pacar Bohongan. Kami harus menyembunyikan kenyataan ini. Walaupun rasanya sesak, aku ingin diakui sebagai pacar sebenarnya. Terlalu egois kah jika aku mengharapkan hal seperti itu??

“Baru kali ini Heechul mengenalkan pacarnya ke kami. Dia tidak pernah cerita tentang pacarnya, bahkan kami tau tentang dirimu lewat media massa. Makanya ku suruh dia membawamu kesini. Tidak salah Heechul memilihmu. Walaupun artis, kau pandai sekali memasak.”

“Sejak SMP aku sudah tinggal sendiri. Jadi terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri.”

“Kemana orangtuamu?”

“Appa bekerja di Amerika. Aku ingin jadi penyanyi jadi aku tak mau ikut appa ke Amerika. Sedangkan umma.. dia.. dia meninggal saat umurku 10 tahun.”

Air mataku tak dapat ditahan lagi mengingat appa dan umma, aku merindukan mereka. Ajumma langsung memelukku.

“Uljima. Kau boleh memanggilku umma. Sekarang kami keluarga barumu. Jangan menangis lagi.”

“Umma…”

Aku membalas pelukannya. Ia membelai kepalaku lembut, saat ini kurasakan kasih sayang seorang ibu yang lama tak kurasakan. Tuhan, tolong hentikan waktu saat ini, aku tak ingin kembali ke alam nyata. Biarkan aku abadi dalam setetes kasih ini, aku tak ingin kebahagiaan ini terenggut.

____________________*****____________________

Masakan yang kubuat bersama umma sudah jadi. Aku dan Heejin onnie menata meja makan, sedangkan umma memanggil Heechul oppa, suami beserta anak Heejin onnie, dan appa (aku disuruh memanggil ajusshi dengan sebutan appa).

“Wah. Aku sudah lapar.”

“Oppa. Jangan dimakan dulu. Nasinya masih panas.”

Aku merebut mangkuk nasi dari tangannya. Kutiup-tiup nasi itu hingga dingin dan memberikannya kembali. Heechul itu tidak bisa makan masakan panas.

“Ternyata dongsaengku sudah ada yang perhatiin. Kapan kalian akan menikah?”

Sumpit yang kupegang terjatuh sangking kagetnya mendengar pertanyaan Heejin onnie. Mwo? Me.. menikah..

“Jangan bertanya sembarangan nuna. Kami baru berpacaran. Tira, cepat selesaikan makanmu. Kita harus cepat kembali. Aku harus siaran di Youngstreet.”

Ekspresi Heechul oppa datar dan perkataannya sangat dingin. Moodnya gampang sekali berubah, tadi ceria sekarang dingin. Sepanjang perjalanan pulang, ia juga tak berbicara sepatah katapun padaku. Apa aku berbuat salah?

____________________*****____________________

Pagi ini badanku terasa pegal-pegal. Semalaman susah tidur karena memikirkan sikap Heechul oppa. Bel berbunyi berkali-kali. Pagi-pagi sudah mengganggu saja. Paling Hyo Mi onnie. Tapi saatku buka tak ada siapapun, hanya ada kado yang tergeletak di depan pintu.

Kado dari siapa ini? Heechul oppa?? Tak mungkin. Paling dari fans. Tapi kenapa harus sembunyi-sembunyi memberikannya. Kado itu berbentu kotak dan terbungkus kertas yang cantik. Tapi isinya membuatku menjerit dan langsung ku lempar.

“Ige Mwoya!!!”

Dengan jijik aku mengambil kembali kado yang berisi katak mati yang sudah dioyak-oyak isinya. Ada sebuah surat di sampingnya, aku mengambil surat itu dan membacanya.

‘Jauhi Kim Hee Chul. Atau nasibmu akan sama seperti katak itu.’

Keringat dingin langsung mengucur di tubuhku. Tanganku gemetar. Tubuhku berasa lemas. Surat Ancaman. Aku langsung tersentak saat ku dengar bel berbunyi lagi. Siapa lagi yang datang, apa orang yang niat jahat padaku lagi. Saat kubuka, aku bisa bernafas lega ternyata Hyo Mi onnie.

Tanpa menyapaku Hyo Mi onnie langsung masuk dan duduk di sofa. Tampaknya ia sedang sangat kesal. Ia melempar sebuah Koran.

“Baca ini!”

Mataku langsung melotot membaca Headline di Koran ini.

‘Kim Hee Chul akan segera menikah dengan Tira.’

‘Pada dini hari kemarin (20/2) Kim Hee Chul (28th) anggota Super Junior menjemput pacarnya, penyanyi pendatang baru Tira (21th) di apartemen sang pacar. Mereka menuju kediaman orang tua Heechul di kawasan Kangdonwo. Hal ini mengungkapkan keseriusan hubungan kedua selebritis yang tengah menjalin asmara dan kedekatan pada masing-masing keluarga. Apa dengan ini menunjukkan keduanya akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?’

Disurat kabar itu juga terdapat foto-foto saat aku dan Heechul oppa keluar dari apartemenku, dan ada pula foto saat kami memasuki rumah oppa. Jadi kemarin ada wartawan yang mengikuti kami. Tapi itu semua tidak seperti yang mereka pikir.

“Mwo? Berita apa ini!”

“Harusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan kemarin hah? Sudah ku bilang, kalian jangan bertemu dulu. Skandal ini harus tenang, agar kemarahan fans mereda. Jika skandal makin memanas, yang ada anti fansmu bertambah. Kalian itu harusnya mengikuti skenario perusahaan, agar semuanya berjalan sesuai keinginan kita. Sudah bagus kemarin media massa mulai melirik kemampuanmu, tapi sekarang seluruh berita penuh skandal lagi. Aisshhh. Aku harus segera menghubungi Seunghwan oppa. Di bawah sudah dipenuhi wartawan. Kau jangan mengeluarkan pernyataan apapun, kau harus jinak-jinak merpati di hadapan wartawan. Biarkan mereka yang mengejar-ngejarmu, tapi kau jangan berikan pernyataan apapun.”

Hyo Mi onnie menuju dapur untuk mengambil minum. Tapi ku dengar teriakannya.

“Kyaaa~ Ige Mwoya?!”

Aku langsung menghampirinya yang mematung membaca surat ancaman yang kuterima tadi. Mungkin teriakannya karena melihat katak yang mati mengenaskan.

“Ini masalah serius Tira. Aku harus segera ke SM dan bertemu Seunghwan oppa untuk membicarakan hal ini. Kau jangan pergi kemanapun di luar pengetahuanku. Dan ingat, jangan menemui Kim Hee Chul dulu, kau tidak boleh dilihat media sedang bersamanya sekarang. Araseo?!”

Hyo Mi onnie langsung pergi membawa kado tak mengenakkan itu. Pasti saat ini Seunghwan oppa (manajer Super Junior) juga sedang sama sibuknya seperti Hyo Mi onnie. Aku sudah menyusahkan banyak pihak. Pikiranku kacau, berita yang beredar pasti menui berbagai macam komentar, ancaman itu juga bukan main-main, dan lebih parahnya aku tidak boleh bertemu Heechul oppa. Apa yang harus ku lakukan?

____________________TBC____________________

Akhirnya bisa Publish Part 3.. Udah jadi dari Minggu lalu, tp FB aq eror gak bisa liat Note.. Aq pikir Note aq ilang semua, makanya aq buat Blog.. Nah, setelah ini lanjutan FF Skandal, Oh No! Aq akan bikin di blog..

Buat yg terus-terus nanya, kapan lanjutan FF Hijrah ke Seoul dan FF Come Back To Me sabar yah.. Aq nyambi2 nih bikin FF-nya.. Nanti lanjutan 2 FF itu juga aq publish di blog..

Aq harap Reader aq yg udah terbiasa baca FF aq di FB, semoga mau baca di Blog.. Aq terima kasih bgt sama kalian yg udah selalu menuhin comment FB aq sampe rekor 1 note bisa lebih dari 120 comment & buat aq bingung terus siapa yg bakal kena tag & gak kena tag.. hehehe..

Buat yg udah baca jangan lupa tinggalin comment, coz bagi aq comment kalian sangat penting.. Kalian yg selalu motivasi aq buat terus nulis.. Terus kasih Kritik & Saran buat aq yah, aq selalu perhatiin setiap comment kalian kok.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Advertisements
Categories: Chaptered, Fanfiction, Romance, Skandal, Oh No! | Tags: , , | 98 Comments

FF Secret {Part 2-END}

FF SECRET Part 2-END

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Leght        : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

Beberapa bulan berlalu. Aku sudah resmi sebagai wakil ketua klub Sepak Bola, dan Eunhyuk sebagai ketuanya. Walaupun dia baru di klub ini tapi kemampuannya memang sangat hebat, dan dia juga cepat akrab dengan anggota lain, dia bisa menumbuhkan semangat anggota tim, layak sebagai pemimpin. Kami pasangan tak terkalahkan di lapangan.

Hubunganku dengan Sulli jauh lebih baik sekarang. Tapi aku masih belum bisa mengatakan aku mencintainya dan aku juga tidak berani menanyakan apa dia masih menyukaiku?? Jadi, aku sendiri pun tak tahu apa arti kedekatan kita selama ini baginya.

Makin hari kurasakan sahabatku itu juga kian dekat dengan Sulli. Kudengar dari setiap cerita-cerita Eunhyuk, ia juga dekat dengan keluarga dan sahabat-sahabat Sulli, termasuk Luna. Tak jarang kami pergi bersama, aku, Sulli, Eunhyuk dan Luna.

Tapi, aku merasakan sesuatu yang berubah dari diri Sulli. Aku bukan lagi menjadi sahabat tempatnya mencurahkan seluruh keluh kesahnya. Kini posisi itu telah di tempati Eunhyuk. Dia lah tempat gadis tercintaku berkeluh kesah. Dan Eunhyuk seperti biasa melaporkan apapun yang mereka lakukan dan bicarakan.

Tak jarang aku mendengar Eunhyuk juga berkeluh kesah ke Sulli. Terkadang aku merasa ada jarak dengan mereka. Aku seperti orang ketiga diantara mereka. Udara mulai terasa dingin menusuk, pertanda musim dingin akan tiba. Hatiku juga ikut membeku di musim dingin ini saat Sulli berbicara padaku sebagai sahabat. Akhirnya aku menyadari arti hadirku dimatanya.

“Hae, aku sedang suka dengan seorang namja. Tapi aku tidak tau apa dia juga menyukaiku.”

Kata-kata itu bagai petir di siang hari. Begitu menghujam. Sakit. Aku tahu, aku dapat merasakannya. Kau menyukai pria lain. Tapi kau tak pernah tahu aku masih sangat mencintaimu, sehingga dengan mudahnya kau meminta pendapatku. Ku coba untuk tersenyum dan berkata,

“Jika kau menyukainya sebaiknya kau katakan terus terang.”

“Tapi aku seorang yeoja, masa aku yang mengatakannya terlebih dahulu.”

“Yang penting perasaanmu tersampaikan. Kau akan lebih menyesal jika menunda-nunda. Katakan seluruh isi hatimu sebelum semuanya terlambat. Sungguh beruntung sekali namja yang kau sukai.”

“Gomawo, Hae. Kau memang sahabat terbaikku.”

————————-*****————————-

Keesokan harinya aku mendengar berita yang sudah kuduga, tapi tetap membuat hatiku hancur. Kenapa harus dengan sahabat terbaikku, Eunhyuk. Sahabatku ini berkali-kali minta maaf padaku. Di antara kami tak ada rahasia. Dia dengan jujur menceritakan kejadiannya yang makin membuat hatiku hancur berkeping-keping.

“Jeongmal Mianhae. Aku benar-benar tidak tahu akhirnya seperti ini. Tadi Sulli mengatakan cintanya padaku. Aku tak bermaksud menghianatimu. Jawab aku Hae, aku harus bagaimana??”

Sesaat aku masih terdiam. Sakit. Perih. Itu yang kurasa dan kau masih menanyakan apa yang harus kau lakukan. Aku ingin menjerit, SULLI MILIKKU, JAUHI DIA. Tapi tak ku ungkapkan. Aku tahu kau tak bermaksud menghianatiku dan sekarang namja yang di cintai Sulli bukan aku tapi kamu. Kenapa harus kamu?? Berkali-kali aku bertanya dalam hati.

“Apa kau menyukainya?? Jawab jujur!”

Sekuat tenaga aku menahan amarah.

“Entahlah. Kau tahu kan siapa yang ku suka. Tapi akhir-akhir ini tak bisa ku pungkiri aku merasa nyaman dengan Sulli. Aku tak tahu ini perasaan suka atau bukan. Harusnya aku menolaknya dengan tegas. Aku harus memberitahu dia, kau masih mencintainya.”

“JANGAN..  jangan katakan apapun tentang ini. Jika kau menyukainya juga, tentu aku akan merestui kalian berdua.”

Aku merasa bibir ini bukan milikku lagi, suara itu keluar entah perintah siapa. Tapi benar diriku yang mengatakannya.

“Sudah ku bilang. Aku sendiri tak tahu apa ini perasaan cinta atau bukan. Kau juga tahu aku menyukai Luna.”

“Ya, tapi sejauh ini tak ada tanda-tanda Luna menyukaimu kan. Jangan sampai kau menyesal jika menolak Sulli. Dia yeoja paling baik, kau pasti mengakui itu juga. Kau pasti bisa mencintainya seiring berjalannya waktu.”

Salahku, sungguh semua ini salahku. Aku yang menggali lubang kubur diriku sendiri, sahabat terbaikku, dan juga yeoja yang paling ku cintai. Mianhae, Hyuk. Aku bukan sahabat terbaikmu, aku tak memikirkan perasaanmu saat itu. Yang ku pikirkan hanya Sulli, aku hanya berpikir Sulli akan bahagia denganmu. Harusnya aku sadar, kau tersiksa atas semua ini. Aku yang membuatmu pacaran dengan Sulli, seseorang yang belum sepenuhnya kau cintai. Dan hatimu masih milik yeoja lain.

————————-*****————————-

Beberapa hari mereka pacaran. Eunhyuk selalu bercerita padaku mengenai hubungan mereka. Dia selalu meminta saran padaku. Hei sobat, apa kau sudah lupa aku sangat mencintai Sulli, bagaimana mungkin kau dengan teganya meminta nasihat dariku tentang hubungan kalian.

Ini lah kelemahanku, lagi-lagi aku berpikir demi Sulli, demi kebahagiaan Sulli. Aku memberitahu Eunhyuk semua hal yang disukai dan tidak disukai Sulli, kebiasaannya Sulli, all about Sulli. Sedetikpun aku tak memikirkan apa yang kau rasa, sampai akhirnya dipenghujung musim dingin kau berkata jujur padaku.

“Hae, Eottoke?? Aku belum bisa mencintai Sulli. Dia terlalu baik untukku. Setiap hari dia membawakan bekal makanan. Selalu perhatian padaku, tapi aku jadi merasa bersalah padanya karena hatiku masih untuk Luna.”

Hyuk, aku ingin memukulmu. Itu yang ku rasa. Bagaimana mungkin kau pacaran dengan seorang bidadari (dimataku) seperti Sulli, tapi kau tidak bisa mencintainya. Bahkan aku sangat iri padamu. Tapi masih bisa ku redam amarah. Mungkin kau butuh waktu, pikirku.

“Kau baru pacaran dengan Sulli, jadi butuh waktu. Pasti lama-lama kau bisa mencintainya. Dia wanita yang baik, kau pasti bahagia bersamanya.”

Saat itu aku tak tahu mengatakan tentang kebahagiaan siapa, Eunhyuk kah?? Atau Sulli?? Sungguh picik, Bagaimana bisa aku bertindak seperti Tuhan yang menakdirkan kebahagiaan seseorang, manusia tak sempurna sepertiku harusnya tak punya andil dalam kehidupan orang lain.

————————-*****————————-

Makin hari aku tak sanggup. Melihat mereka bergandengan tangan di depanku membuat mataku perih, bahkan aku tak pernah menggandeng tangannya. Eunhyuk dan Sulli silih berganti bercerita padaku, meminta pendapatku. Sahabat, benarkah kalian anggap aku sahabat?? Aku merasa akulah orang ke tiga diantara kalian. Sutradara dibalik hubungan kalian.

Tidakkah kalian pikirkan perasaanku, perasaan yang tak aku ungkapkan. Sungguh egois, aku meminta kalian mengerti diriku tapi aku tak pernah menceritakan apa yang aku rasa. Entah sejak kapan diriku di penuhi rahasia, tak ada satupun tempat aku mencurahkan hati.

Kita telah sama-sama kelas 3. Kita resmi mundur dari tim Sepak Bola yang menyatukan kita. Perlahan, ku tarik diriku dari hubungan segitiga ini, yah mungkin aku sendiri yang menganggapnya seperti itu. Tapi aku benar-benar tak sanggup melihat orang yang sangat ku cintai bermesraan dengan sahabatku, di depan mataku.

Waktupun bergulir lagi dengan cepatnya, hari-hariku dipenuhi dengan belajar, kerja sambilan. Sebisa mungkin aku menyibukkan diriku agar tak berpikir tentang kalian. Duniaku hanya untuk diriku sendiri.

Tiba saatnya hari yang paling menggembirakan, upacara kelulusan. Tapi ternyata dunia terbalik, di hari itu semua menjadi suram saat ku lihat yeoja yang paling kucintai tertunduk terisak di dalam kelas yang sepi. Dengan ragu aku menghampirinya, perlahan kusentuh bahunya. Langsung dihapus bulir bening dimatanya saat melihatku.

“Ada apa Sulli??”

“Tidak ada apa-apa.”

Dia mencoba kuat di depanku. Kau pikir aku bisa di bodohi olehmu. Tak pernah aku melihatmu menangis, pasti ada sesuatu.

“Ada apa?? Kau bisa cerita padaku. Kau masih mengganggapku sahabatmu kan??”

“Eunhyuk..”

“Ada apa dengan Eunhyuk??”

“Dia selingkuh.. dengan Luna. Aku melihatnya, mereka berpelukan tadi di taman belakang.”

“EUNHYUK..”

Pikiranku kosong. Amarah meluap-luap membakar habis diriku. Tak peduli dia sahabatku atau bukan. Dia telah menyakiti Sulli. SULLI-KU. Tak bisa dimaafkan, aku akan memberinya pelajaran. DIMANA DIA!!

Kakiku melangkah cepat menyusuri lorong sekolah. Aku tak pedulikan larangan Sulli, jiwaku telah mengamuk. Kutanyai satu persatu orang mencari keberadaanmu, HEI SOBAT. Akhirnya kulihat kau di taman sendiri. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyerbumu dengan bogem mentah.

“ADA APA HAE??”

“Ada apa. Kau bilang ADA APA? Harusnya aku yang bertanya padamu, kau apakan SULLI-KU?? JAWAB, BEDEBAH!”

Iblis sudah menguasai diriku. Akal sehat sudah menguap entah kemana. Dia. DIA. Dia yang ku anggap bisa membahagiakan Sulli-ku, tapi malah membuat bidadari-ku menangis. TAK BISA KUMAAFKAN.

“Aku tak mengerti perkataanmu? Ada apa sebenarnya?”

“Kau selingkuh dengan Luna?”

“Selingkuh?? Tapi aku tidak selingkuh.”

“Kau masih mengelak. Dia melihatmu memeluk Luna, BODOH!”

Satu pukulan kembali kulayangkan, membuatnya jatuh tersungkur. Amarahku mencapai puncaknya.

“Harusnya aku yang marah padamu!”

Bukkk. Nyuuttt. Aku merasakan sakit dipipiku. Rasa asin darah bisa kucicipi. Dia membalas pukulanku.

“Karena kau, HAE. AKU KELIHANGAN ORANG YANG KUCINTAI!”

“A.. Apa maksudmu?”

Untuk beberapa detik, Jantungku berhenti berdetak. Apa maksudnya gara-gara aku??

“Dari awal kau tahu, aku mencintai Luna. Sekarang dia akan pergi jauh, sesaat setelah kami sadar saling mencintai. Demi dirimu, aku mendekati Sulli. Sesuai perkataanmu, aku pacaran dengan Sulli. Itu karena aku merasa bersalah padamu. Aku juga pernah bercerita padamu aku tak bisa menyukai Sulli. Aku berusaha menyukainya, tapi tak bisa. Aku tetap tak bisa menghapus sosok Luna dihatiku. Jika aku tak pacaran dengan Sulli, aku bisa mengungkapkan perasaanku pada Luna lebih awal dan kami bisa bersama. Tapi semuanya terlambat, walaupun akhirnya aku tahu Luna juga menyukaiku, dia tak mungkin menghianati Sulli. Dan sekarang ia ingin pergi jauh untuk melupakan aku. Arrrgggghhhh, Eunhyuk PABO. PABO. PABO.”

Mulutku langsung membisu. Tubuhku lemas, aku tak tahu harus melakukan apa. Sahabatku berteriak meluapkan emosinya dan memukulkan tangannya di tanah yang berumput, tangisnya pun pecah. Aku tak layak menjadi sahabatnya, sungguh ini semua kesalahanku. Aku ingin menghentikan tanganmu yang mulai berdarah memukul tanah yang keras, biarlah kau pukul aku seribu kalipun aku tak apa. Tapi tubuh ini tak dapat bergerak sedikitpun.

“Eunhyuk, Hentikan..”

Kulihat seseorang memegang tangan Eunhyuk dengan hidung dan mata yang memerah, pipinya terus dialiri tetesan-tetesan Kristal bening. Apa dia mendengar semuanya??

“Sulli..”, kataku lirih.

“Sudah. Hentikan.  Kau jangan menyakiti dirimu lagi. Aku yang salah. Harusnya aku sadar kalau kau tidak mencintaiku. Tapi mataku, telingaku, hatiku selalu ku tutup rapat. Aku tak peduli kau mencintaiku atau tidak. Sungguh, aku tak tahu itu sangat menyiksamu. Jeongmal Mianhae, Eunhyuk.”

Sosok bidadari yang rapuh itu menangis memegang jemari Eunhyuk yang terkoyak bercampur merah darah. Aku tahu, kau sangat sakit, jauh lebih sakit daripada yang kurasa. Walaupun aku tahu, tapi aku tak dapat melakukan apapun untukmu. Karena, akulah penyebab semua penderitaan ini.

————————-*****————————-

Tak terasa sudah 5 tahun sejak kejadian itu. SMA Shinjo, aku kembali lagi kesini sebagai pelatih tim sepak bola. Setiap inci lapangan ini selalu membuatku teringat dengan mereka, sahabat dan gadis tercintaku. Aku tak pernah lagi menemui mereka sejak kejadian itu.

Saat itu Sulli memutuskan hubungannya dengan Eunhyuk dan menyuruhnya mengejar Luna. Tapi terlambat, Luna telah pergi tanpa jejak meninggalkan Eunhyuk dalam penyesalan. Sulli pun sangat menderita karena harus kehilangan sahabatnya Luna dan kekasihnya Eunhyuk. Lalu bagaimana denganku?? Sang sutradara gadungan, yang membuat kisah tak lucu ini. Semua pergi meninggalkanku dalam kesendirian dan penyesalan tak berujung.

Aku melakukan itu semua atas dasar cinta. Tapi, di luar dugaanku tak ada satupun dari kami bahagia. Apa artinya cinta yang tulus?? Aku pikir aku telah berkorban untuk semua orang. Picik, terlalu dangkal pikiranku. Cinta bukanlah sesuatu yang dapat dipaksa. Cinta juga bukanlah belas kasihan.

Kami semua menapaki jalan kesendirian dengan terpasung perasaan bersalah. Cintaku tetap ada untuk seorang yeoja yang hatinya telah ku sakiti. Sampai detik ini pun aku masih tak dapat ungkapkan rasa cinta ini. Tak ada kesempatan lagi untukku mengungkapkannya. Selamanya, cinta ini hanya jadi rahasia hati.

____________________THE END____________________

Aq cerita dikit.. Ini FF Romance pertama aq buat bulan Januari 2011.. Publish di FB banyak banget yg protes, kebanyakan protes gara2 sad end & ngegantung endingnya.. Semua pada minta aq bikin Sequel FF ini, awalnya aq gak mw bikin Sequelnya..

Tapi reader pada demo, setiap aq OL pasti pada nyuruh bikin Sequel.. Jujur, susah banget pengen bikin Sequel-nya, coz aq gak begitu suka bayangin Eunhyuk sama cast cewe lain.. hahaha..

Tapi akhirnya aq bikin Sequel-nya.. Ada 2 Sequel, ada cerita tentang Eunhyuk yg di buat OneShot.. Satu lagi FF Donghae di buat Chaptered, sampai sekarang lum kelar.. hehehe..

Nah, aq pengen tau kesan Reader disini gimana?? Apa perlu dibuat Sequel or gak?? Klo gak perlu Sequel-nya aq gak publish di blog.. ^^

Ayo comment.. Boleh kritik, saran, tp jangan bashing Pairing.. Coz klo gak suka Pairing-nya jangan dibaca.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , | 25 Comments

FF Skandal, Oh No! {Part 2}

FF Skandal, Oh No!!! Part 2

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance

Leght        : Chaptered

Rating       : PG15

Cast          : Kim Hee Chul as Heechul (Super Junior)

                   Tira M. Petal as Hwang Tira

Disclamir    : Super Junior & F(x) milik dirinya sendiri.. Tira dan cerita ini semua imajinasi Author..

____________________*****____________________ 

*Author Pov*

#Misi Kedua: Konfrensi Pers#

Sebuah ruangan sudah di penuhi oleh orang-orang dengan wajah antusias yang memegang kamera video, kamera foto dan buku cacatan. Semua perhatian tertuju pada pintu di depan mereka yang terbuka. Kilatan lampu blitz menyinari setiap sudut ruangan.

Heechul yang memakai jas hitam berjalan memasuki ruangan konferensi pers bersama manajernya. Di belakang mereka, Tira yang memakai dress baby pink juga memasuki ruangan bersama manajernya. Ia adalah orang yang di gosipkan tengah berkencan dengan Heechul. Mereka duduk di belakang meja yang penuh dengan mic. Dari sebelah kanan terdapat menejer Super Junior, disampingnya Kim Hee Chul, Tira, dan paling kiri adalah manajer Tira. Manajer Super Junior mulai angkat bicara.

“Terima kasih untuk teman-teman wartawan yang sudah menyempatkan waktunya berkumpul disini. Sebelumnya, kami mohon maaf atas semua pemberitaan yang beredar selama ini dan membuat fans resah. Disini kami akan memberikan kejelasan tentang berita yang beredar. Silakan ajukan pertanyaan.”

Para wartawan mulai munujuk tangan. Dipilih satu satu wartawan. “Saya dari Daily News. Saya ingin bertanya, apakah benar foto yang beredar adalah foto Heechul-ssi dan Tira-ssi? Gamsahamnida.”

Heechul menjawab pertanyaan itu dengan wajah tenang, “Benar, yang di foto itu adalah saya dan Tira.”

Wartawan langsung sibuk merekam moment paling bersejarah. Mereka sudah mulai tak sabar memberi pertanyaan lagi. “Saya dari Korean Hallyu, Bisakah anda menjelaskan hubungan kalian berdua? Gamsahamnida.”

Heechul menarik nafas sebentar dan melirik Tira, Tira memberi anggukan kecil. Heechul kembali berkata, “Benar seperti kabar yang beredar. Saat ini kami memiliki hubungan khusus..”

Suasana ruangan langsung memanas, kilatan blitz menghujam kedua selebriti yang sedang mengumumkan hubungannya. Manajer kembali menenangkan keriuhan wartawan dan mempersilakan satu wartawan bertanya kembali. “Saya dari Newsen. Sejak kapan kalian mulai berkencan? Tolong jelaskan lebih detail mengenai hubungan kalian. Gamsahamnida.”

“Kami sudah saling mengenal sejak saya dan Tira masih menjadi Trainee. Tapi kami mulai berkencan kira-kira sejak akhir tahun lalu. Untuk saat ini hanya itu yang bisa saya jelaskan mengenai hubungan kami.”

Seorang wartawan kembali melontarkan pertanyaan, “Saya dari Seoul Post. Tira-ssi, bagaimana perasaan anda menjadi pacar seorang super star seperti Kim Hee Chul dan apakah anda tidak takut mendapat serangan dari fansnya? Gamsahamnida.”

Tira yang baru pertama kali menghadapi konferensi pers terlihat agak gugup, Heechul menggenggam tangannya dan membuat ia terlihat lebih santai. Moment itu tentu saja menjadi santapan nikmat para wartawan.

“Saya sangat senang bisa dekat dengan Heechul oppa. Saya sudah mengaguminya sejak pertama kali menjadi Trainee, Saya juga sangat terkejut saat mengetahui perasaanku tak bertepuk sebelah tangan. Tapi seorang Trainee sepertiku tidak boleh berpacaran, jadi kami baru benar-benar bisa berkencan saat saya akan mulai debut. Untuk semua fans Super Junior terutama Heechul oppa, saya mohon maaf tapi saya sungguh-sungguh mencintai Heechul oppa.”

Heechul menambahkan, “Untuk para Elf dan Petal, saya juga mohon dukungannya untuk hubungan kami. Saya sangat mencintai kalian, tapi saya juga memiliki kehidupan pribadi, jadi saya mohon fans dapat mengerti.”

Seorang wartawan kembali bertanya, “ Saya dari Super Hallyu Star. Apa alasan anda menggungkapkan hubungan kalian? Apakah ini untuk mengangkat popularitas Tira yang sedang debut bulan ini? Gamsahamnida.”

Heechul kembali menjawab, “Saya hanya ingin mengklarifikasi berita yang terlanjur beredar. Saya pikir sudah saatnya saya mengumumkan wanita pendamping saya mengingat umur saya yang cukup dewasa. Hahaha. Dan sebentar lagi saya juga akan menjalani wajib militer. Kami memang saling mencintai, tidak ada hubungannya dengan debut Tira.”

Manajer Super Junior langsung mengambil alih acara, “Saya kira cukup untuk hari ini. Sekali lagi terima kasih telah menyempatkan hadir ada hari ini.”

Wartawan langsung menyerbu Heechul dan Tira saat mereka akan meninggalkan ruangan konferensi pers. Pertanyaan-pertanyaan masih terlontar, tapi hanya ditanggapi senyuman oleh keduanya. Ini ada kejadian paling fenomenal, Kim Hee Chul yang sebelumnya terkenal tak pernah mengungkapkan wanita yang berkencan dengannya dan sebelumnya sempat ada berita bahwa ia gay, hari ini mengumumkan Pacarnya di depan public.

 *Author Pov End*

____________________*****____________________ 

Kami keluar dari gedung tempat konferensi pers. Ternyata sudah banyak sekali fans di luar. Body Guard melindungi kami dari para fans yang mengamuk. Hinaan demi hinaan berlomba-lomba masuk ke telingaku. Heechul oppa masih bisa tersenyum kepada fansnya, dengan mantap kami menuju Van.

Tapi kejadian yang tidak di duga terjadi, ada benda yang menghantam kepalaku, sebuah telur busuk. Heechul oppa terlihat marah, tapi kami langsung mempercepat langkah masuk ke dalam Van. Aku langsung memegang rambutku saat berada di dalam van. Mukaku langsung cemberut seketika.

“Tira, gwencahana?”

“Aisshhh. Rambutku. Keramas 7 hari 7 malam juga gak akan hilang baunya. Besok harus perform di Inkigayo lagi. Hwaaa, eottoke?”

“Hahahaha..”

Aku memandang sinis Heechul oppa, dia menertawakanku. Menyebalkan. Hyaaa~ rambutku. >.<

“Ini baru permulaan Tira. Yah, beginilah resiko jadi pacar Super Star Heechul.”

“Aku mengerti perasaan fansmu oppa. Tapi gimana nasib rambutku ini? Aku tak mau perform dengan rambut bau.”

“Hahaha. Saat seperti ini, kau malah lebih mementingkan rambut. Tapi, aku juga pasti marah jika rambutku terkena telur busuk seperti itu. Gimana kalau kita ke salon dulu?”

“Oppa. Kita disuruh langsung ke SM setelah acara ini.”

“Ke salon dulu baru ke SM. Memangnya kau mau menemui mereka dengan rambut bau seperti itu? Aku juga mau perawatan dulu, memikirkan masalah ini bisa-bisa bikin kerutan di wajah.”

“Araseo. Terserah oppa, aku juga tak tahan bau rambutku ini.”

Namja ini memang aneh. Jarang namja yang mau menghabiskan waktu di salon. Tapi dia itu Kim Hee Chul, namja yang berbeda dari namja-namja lain. Aku juga tak tau kenapa aku bisa suka sama namja ini. Sepertinya jaringan otakku rusak gara-gara telur busuk ini.

____________________*****____________________ 

at SM Entertaiment

Di lempar telur busuk tidak begitu buruk juga. Akhirnya aku bisa kencan dengan Heechul oppa. Sebenarnya ini bisa di sebut kencan gak yah? Kami menghabisan waktu 5 jam bersama di Salon. Dia itu cerewet, kami sempat berdebat gara-gara dia maksa menyuruhku mengecat rambut menjadi warna coklat kemerah-merahan. Tapi harus ku akui, hasilnya benar-benar daebakkk, wajahku jadi terlihat lebih cerah. 😀

Setiap bersamanya membuat jantungku selalu berdebar-debar. Tapi rasanya aku mulai terbiasa dengan dia, sudah tak canggung lagi. Awalnya ku pikir Heechul oppa orang yang dingin, setelah beberapa saat bersamanya ternyata dia orang yang menyenangkan walaupun moodnya gampang berubah. Seperti saat ini, tadi kami bisa bercanda tapi sekarang dia kembali dingin. Hah, emang namja aneh. Manajer kami marah-marah karena kami kabur setelah konferensi pers. Member Super Junior yang lain juga sudah berkumpul disini.

“Ya~ Tira-ssi. Dari mana saja kau? Tadi kau kena lemparan telur kan? Gwenchanayo? Aigooo, kau mengecat rambutmu? Tapi ini benar-benar bagus.”

Hyo Mi onnie manajerku langsung menanyakan ini itu kepadaku. Aku menceritakan ke Salon dulu sama Heechul oppa. Ada rasa sedikit bersalah sama manajerku ini, aku tak ada tentu saja yang paling di salahkan onnie, karena aku belum memiliki HP jadi tidak bisa dihubungi. Kata onnie, Hp Heechul oppa juga tadi tak bisa dihubungi.

“Hyung, kencan sama Tira kenapa gak ajak-ajak aku?”

 Wajahku memerah mendengar pertanyaan Kyuhyun sunbae. Heechul oppa langsung menjitak magnaenya itu dan menatapnya tajam. Omo, Heechul oppa klo marah serem, hawa pembunuh menyebar. Evil magnae juga bakal tunduk sama raja iblis sebenarnya.

“Hyung, kau masih masuk tranding topic urutan pertama selama tiga hari berturut-turut. Daebakkk. Selesai konferensi pers, #ChulRa juga langsung masuk tranding topic urutan ke dua. Tapi berita buruknya Anti Tira masuk tranding topic urutan ke 7.”

Ryeowook sunbae seperti pembawa berita. Tadi katanya ANTI TIRA masuk trading topic, Kyaaa~ bagaimana nasibku nanti di tangan para Antis.

“Tenang Tira-ssi. Ini hanya awalnya saja kau dapat kesulitan. Lama-lama juga antis bakal banyak berkurang dan fansmu akan meningkat. Asal kau mau kerja keras, tunjukkan kemampuan terbaikmu.”

Leeteuk sunbae memang seperti malaikat, dia bisa membaca pikiranku yang sedang galau. Benar-benar leader paling berkharisma. Aku tersenyum manis kearahnya.

“Gamsahamnida Leeteuk sunbae.”

“Jangan panggil kami sunbae. Sekarang kau pacar Heechul jadi panggil kami oppa saja.”

“Atau kau mau di panggil kakak ipar?”

Kyuhyun oppa langsung menyela obrolan ku dengan Leeteuk oppa. Lemparan bantal sofa langsung mengarah padanya. Si pelempar, Heechul tetap dengan tampang dinginnya sambil duduk dan bermain HP seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu.

____________________*****____________________ 

at Apartemen Tira

“Onnie. Hari ini jadwalku apa?”

Pagi ini Hyo Mi onnie sudah stand by di apartementku. Aku menyiapkan sarapan untuk kami. Beginilah penyanyi solo, hanya tinggal sendiri di Apartement, sangat sepi. Tapi dari kecil juga aku sudah terbiasa tinggal sendiri. Jadi terbiasa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

“Jam 11 ada latihan untuk fasion show minggu depan. Siangnya kau harus latihan vocal, nanti malam perform di Inkigayo. Pagi ini semua berita masih seputar skandal kalian. Kau tau, tadi malam aku tidak tidur harus mengatur jadwalmu dan banyak sekali job yang masuk. Nanti aku kirim semuanya di email, kau cek lagi jadwalnya jika ada yang tidak kau suka langsung bilang padaku.”

“Gamsahamnida, onnie.”

Manajerku ini sangat baik hati, hubungan kami seperti teman karena umurnya tak terlalu jauh beda denganku. Tapi dia sangat professional. Sebelum aku debut profesiku memang menjadi model, makanya banyak tawaran fasion show atau pemotretan. Tapi aku ingin semua orang mengenalku karena kemampuanku bernyanyi.

“Oh iya. High Cut Magazine susah meminta wawancara eksklusif denganmu dan Heechul. Ini benar-benar hebat. Skandal ini benar-benar membuatmu langsung terkenal. Perusahaan sedang membuat fans club resmimu, karena banyak permintaan dari Tiramisu. Sebentar lagi juga kau harus membuat Cyworld agar mudah berkomunikasi dengan fans. Omo, sudah jam 7. Aku harus pergi, ada rapat di SM. Kau harus siap-siap, nanti aku menjemputmu jam 10. Satu lagi, misi ketiga sedang berjalan.”

Hyo Mi onnie mengerling padaku sebelum meninggalkanku. Fans bertambah, job bertambah, popular. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati. Ini semua impianku tapi kenapa tak ada rasa bahagia saat mencapainya. Onnie sudah bekerja sangat keras, perusahaan juga sudah mengusahakan yang terbaik, Super Junior terutama Heechul oppa juga sangat membantu banyak. Mana mungkin aku mengecewakan mereka. Hwaiting, Hwang Tira.

Sebelum bersiap-siap aku ingin melihat berita dulu. Komputer di kamar ku hidupkan. Aku jadi teringat perkataan Sulli, jika ingin mengetahui seberapa popular, klik namaku di mesin pencari. Jadi aku buka google, dan ku ketik Hwang Tira. Muncul, kebanyakan artikel tentang hubunganku dan Heechul. Tapi ada satu website yang mengugahku membukanya.

http://www.tiramisu.com/home.php

Tira Profile

Birth Name: Hwang Ti Ra (황 티라)

Stage Name: Tira (티라)

Nick Name: Angel Voice

Birthday: March 29, 1989

Height: 167 cm

Weight: 50 kg

Blood Type: O

19 Febuari 2011 [Pict] Konferensi pers Kim Heechul dan Hwang Tira (12 pict)

19 Febuari 2011 [News] Kim Heechul mengumumkan hubungannya dengan Hwang Tira, “Kami sudah berkencan sejak akhir tahun lalu”

18 Febuari 2011 [News] SME akan mengadakan konferensi pers menganai hubungan Heechul (Super Junior) dan Tira

16 Febuari 2011 [News] Kim Heechul (Super Junior) berkencan dengan Tira penyanyi baru SM Entertaiment

14 Febuari 2011 [Pict] Tira at Inkigayo 130211 (10 pict)

12 Febuari 2011 [Video] Tira – Love Me Not at Music Bank 090211

WOW. Aku sangat terkejut melihat website ini. Pendirinya fans-fans fanatikku yang diberi nama Tiramisu, bahkan website ini ada sebelum skandalku. Berarti dulu masih ada orang yang benar-benar menyukaiku. Rasanya senang sekali. Tapi setelah aku menjelajah ke website lain, ternyata banyak juga website anti fansku. Kata-kata kotor terlontar seperti manusia tak beradab, foto-fotoku di permak sedemikian rupa sampai tak bisa dikatakan sebagai manusia.

Komentar-komentar miring mereka bikin sesak, air mataku mengalir. Apa mereka tak punya hati, aku juga manusia biasa yang dapat sakit hati mendengar komentar mereka. Sebegitu bencinya kah aku dekat dengan Heechul? Ada yang bahkan terang-terangan keluat dari Petal dan menjadi anti fansku.

Jika mereka marah, marahlah padaku. Hal yang paling menyakitkan, mereka juga membuat anti fans Heechul. Dia tak ada hubungannya, dia hanya korban demi kepopuleranku. Sakit rasanya mengetahui orang yang kucintai dicaci maki karenaku. Perasaan bersalah ini medepakku ke jurang yang dalam.

____________________*****____________________  

at Inkigayo, Tira’s Room

“Oppa, sedang apa disini?”

“Tentu saja melihatmu perform sekaligus menjalankan misi ketiga.”

Hari ini aku perform di Inkigayo, acaranya sebentar lagi di mulai jadi aku bersiap di ruang tunggu dulu. Tak kusangka Heechul oppa juga disini. Padahal dia baru pulang dari Show di luar negeri, pasti lelah. Yah, tujuannya memang bukan melihatku perform tapi menjalankan misi ketiga. Rasa bersalahku makin timbul, aku hanya membuatnya lelah dan mendapat banyak masalah.

“Mianhamnida, oppa.”

Aku membungkukkan diri di hadapan Heechul oppa. Ia yang sejak tadi asik bermain dengan HPnya agak terkejut melihatku. Langsung aku jelaskan maksud permintaan maafku sebelum ia bertanya.

“Maaf, karena aku oppa jadi susah. Maaf, karena aku banyak fans oppa jadi kecewa. Maaf, karena aku antis oppa jadi makin banyak.”

“Aku melakukan semua ini karena pekerjaan. Aku dibayar untuk semua ini, jadi tak ada masalah buatku. Jangan memikirkan antis, itu hanya buat frustasi. Tidak semua fansku kecewa, fans yang sesungguhnya pasti akan mendukung idolanya. Aku percaya pada fans-fansku. Kesini, coba lihat ini.”

Aku berjalan mendekati Heechul oppa, ia memperlihatkan HP-nya yang sedang membuka twitter. Kulihat mentionnya.

‘@Heedictator Oppa, aku patah hati. Tapi karena oppa sudah jujur, aku dukung oppa. Yang penting oppa bahagia.’

‘Petal, biarkan @Heedictator berpacaran, dia juga punya kehidupan pribadi. Jangan membashing Tira. ChulRa Hwaiting.’

‘Tira beruntung dapat berpacaran dengan @Heedictator, oppa masih ada kesampatan buat jadi pacar kedua gak?’

‘@Heedictator Oppa aku sudah melihat video Tira onnie. Suaranya sangat indah sekali. Dia juga tak kalah cantik dari Soohee. Aq dukung ChulRa couple’

Masih banyak lagi dukungan buat kami. Yah, walaupun banyak juga komentar kekecewaan. Petal memang hebat, aku juga pasti akan melakukan hal serupa. Jika Heechul oppa menemukan seseorang yang ia cintai, aku akan melepaskannya, jelas patah hati tapi aku lebih bahagia melihatnya bahagia.

“Onnieee…”

Tiba-tiba pintu terbuka, Sulli masuk dan langsung memelukku. Sulli ini anggota F(x), saat menjadi Trainee aku sangat dekat dengannya. Dia sudah kuanggap seperti adik kandungku. Makanya sikapnya manja terhadapku, kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, aku bisa menemuinya setiap aku perform di Inkigayo karena ia salah satu MC di acara ini.

“Ada Heechul oppa juga. HYA~ kalian jahat. Kenapa gak bilang kalau kalian berpacaran. Kapan kalian pacaran?”

“Baru kok pacarannya. Maaf yah, tidak bisa kasih tau dulu.”

Heechul oppa mengelus kepala Sulli. Oh iya, mereka kan dekat selama ini. Agak sedikit cemburu juga sih, Heechul oppa aja gak pernah mengelus kepalaku. >.<

“Baguslah kalian berpacaran. Oppa, onnie itu sudah menyukaimu sejak pertama kali dia jadi Trainee.”

“Jeongmal?”

“Ne, di apartemennya banyak foto Heechul oppa.”

Aku langsung membekap mulutnya. Heechul oppa langsung meledekku. Hyaa~ malu (>///<)

“Onnie, sebentar lagi acaranya mulai. Onnie jadi opening hari ini, jadi bersiaplah.”

Aku langsung menatap cermin dan mengecek penampilanku. Rambutku dikuncir tinggi dan dihiasi bunga-bunga kecil, bajuku memakai dress berwarna hijau lime di atas lutut, sepatuku flat berwarna senada. Konsep albumku ini adalah peri yang jatuh cinta ke manusia, tapi manusia tak bisa melihatnya sehingga peri itu hanya bisa memendam cintanya.

“Apa aku sudah cantik?”

“Masih cantikan aku.”

Aku langsung menoleh ke Heechul oppa yang berbicara tapi tetap menatap HPnya. Aisshhh, menyebalkan. Aku tak bisa membatah ucapannya, karena memang dia yang paling cantik. Aigooo, namja cantik sekaligus tampan.

“Onnie, oppa emang begitu jangan dihiraukan. Kau sangat cantik.”

Setelah itu kami berfoto-foto bertiga dan Sulli juga sempat memfoto kami berdua. Misi ketiga, Heechul mengupload foto-foto yang menunjukkan dukungannya terhadapku. Jika yang mentwit Raja Twitter seperti Kim Heechul pasti akan banyak menyita perhatian public dunia. Heechul oppa adalah jalanku memulai karir di dunia internasional.

Bukan maksudku ingin memanfaatkannya. Tapi lagi-lagi ini kehendak perusahaan yang hanya menginginkan kejayaan, apapun caranya. Pintu terbuka lagi, ku lihat Hyo Mi onnie bermuka pucat.

“Tira, ada yang berusaha sabotase acaramu. Kaset untuk backsound lagumu dirusak seseorang. Pihak Inkigayo sedang menelusuri masalah ini. Tapi kita tak punya waktu lagi, acara akan segera dimulai, tidak akan keburu meminta kaset candangan yang berada di perusahaan.”

____________________TBC____________________

Ini FF buat My Lovely Tira, reader setia aq dari awal bikin FF.. Jgn mikir Tira beneran artis yah, dy hanya seorang narsis yg slalu minta dibuatin FF ama Chulpa.. haxhaxhax..

Yg jadi manajernya Shu Las Tri alias Han Hyo Mi.. FF ini aq tujukan buat reader2 setia aq yg udah ngedukung aq dari awal buat FF..

Makanya sering2 comment, kasih masukan buat aq.. Aq orangnya suka tiba2 masukin nama reader aq di FF.. hehehe..

Aq seneng klo banyak yg RCL di sini.. I Love U all..

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Chaptered, Fanfiction, Romance, Skandal, Oh No! | Tags: , , , , , | 19 Comments

FF Secret {Part 1}

FF SECRET Part 1

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Lenght       : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

                    Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

                    Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

“Anak-anak. Hari ini klub kita kedatangan anggota baru. Ayo kesini.”

Suatu hari di musim panas kelas 2 SMA klub Sepak bola kami kedatangan anggota baru. Aku adalah anggota tim Sepak Bola di SMA Shinjo. Pelatih kami memanggil seorang anak masuk. Mata ku terbelakak melihatnya.

“EUNHYUK!”, teriakku seketika.

“Lama tak jumpa Donghae. Salam kenal semua, Joneun Lee Hyuk Jae imnida, tapi kalian bisa panggil aku Eunhyuk. Aku murid pindahan di sekolah ini dan baru bergabung dengan klub Sepak Bola ini. Mohon kerjasamanya.”

Dia membungkukkan badannya. Eunhyuk itu teman dekat ku dari kecil, kami selalu bersama. Saat kami ingin masuk SMA, orang tuanya di pindah tugas ke luar kota. Dia tidak pernah memberi kabar padaku selama disana, tanpa sepengetahuanku juga ia pindah ke sekolahku.

Semua anggota tim menerima baik kedatangan Eunhyuk. Cara bermain sepak bolanya masih baik seperti dulu. Aku selalu bisa membaca arah umpannya, memang kami bermain bersama sejak kecil. Apa yang dipikirkannya dan apa yang dipikirkanku kami sama-sama mengerti, seperti satu jiwa. Bahkan pelatih dan senior kami sangat memuji permainan kami, mereka bahkan percaya kami bisa jadi pasangan emas di kejuaraan mendatang.

“Hae, ini minum dan handukmu. Permainanmu sangat bagus tadi.”

“Terima kasih.”

Latihan telah usai. Yeoja yang memberiku minum dan handuk ini telah pergi, tapi mataku tak lepas mengikuti arah ia berjalan. Ia tampak lebih segar dengan kaos berwarna biru laut kesukaanku, rambutnya yang panjang di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang jenjang. Senyuman mengalihkan duniaku, seakan hanya ada dirinya dan diriku. Bukkk, sebuah benda basah mampir di wajahku, membuyarkan lamunanku. Orang yang melempar benda basah dan bau ini malah nyengir.

“Kau suka yeoja itu yah??”, tanya Eunhyuk tiba-tiba.

“Yeoja yang mana??”

“Itu si manajer klub kita, klo gak salah namanya Sulle..”

“SULLI”

“Eh, iya Sulli. Maaf, aku kan baru kenal. Hehehe. Benar kan dugaanku kau suka sama dia?!”

“Itu cuma pikiranmu saja. Hey, apa maksudmu hah melemparku dengan handuk bau keringet ini. Lalu, kenapa kau pindah ke sini tidak bilang-bilang padaku. Selama pindah juga gak pernah kasih kabar. Kau utang banyak cerita.”

Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Sulli, nama gadis cantik yang mengisi setiap mimpi-mimpiku. Dia, manajer klub Sepak Bola kami. Aku menyukainya sejak pertama kali masuk sekolah, satu bulan kemudian kami berpacaran karena dijodohkan teman-teman sekelas. Tentu saja aku senang, tapi aku tak tahu apa dia benar-benar menyukaiku.

Kami sama-sama baru pertama kali pacaran. Saat kami bertemu aku tak tahu harus berkata apa, kami saling diam membisu. Tidak seperti pasangan lain, aku tak mampu memegang tanggannya, jantungku selalu berdegup kencang setiap melihatnya. Aku sangat gugup menghadapinya. Bahkan akupun tak pernah dapat mengatakan aku mencintainya.

Ternyata itu membawa pengaruh buruk dihubungan kami, dia memutuskan aku saat hubungan kami belum genap 1 bulan. Persahabatan, yah hanya itu sisa dari hubungan kami. Ini jauh lebih baik, aku dan dia tidak canggung lagi, bahkan kami lebih dekat daripada saat pacaran.

Sudah setahun berlalu cinta ini masih tak hilang. Akupun masih tak dapat mengunggapkan rasa cinta ini. Tak ingin merusak persahabatan yang kami bangun, aku takut akan kelihangan dia saat aku ungkapan semua. Menjadi sahabatnya yang bisa jadi tempat keluh kesahnya, menjadi penyemangatnya, itu cukup. Aku ingin mencintainya dalam diam.

————————-*****————————-

“Hae. Kau pernah pacaran sama Sulli??”

Baso Ikan yang ku makan dengan sempurna hampir membuat aku mati gara-gara tersedak. Kuteguk langsung air dihadapanku. Aiisshhh, kenapa Eunhyuk tiba-tiba bertanya hal ini??

“Hahaha. Berlebihan banget reaksimu. Berarti benar kan??”

“Kau tau darimana??”

“Yah biasalah raja gossip, Leeteuk. Tidak ku sangka kau masih suka juga sama perempuan, aku kira kau suka sama aku.”

“Hei. Aku masih normal.”

“Hahaha. Kau masih suka sama dia kan??”

“Biasa aja.”

Aku kembali asik makan baso ikan. Eunhyuk masih menatapku mencari kebenaran dari kata-kataku. Aiisshh, aku jadi takut anak ini bisa membaca semua isi hatiku. Kantin saat pulang sekolah sudah terlihat agak sepi. Mungkin mereka lebih memilih nongkrong di café, atau melakukan aktifitas lain setelah pulang sekolah.

“Eh, Sulli..”

“Mana??”

Mataku menyapu mengelilingi kantin ini. Tapi tak ada sosok wanita yang di panggil Eunhyuk.

“Hahaha. Sulli tidak ada disini. Sudahlah, kau tidak bisa bohong sama aku. Kita sudah berteman dari kecil, aku tahu semua hal tentangmu. Kau masih menyukainya kan??”

“Yah, sepertinya aku tak bisa bohong padamu. Aku memang masih menyukainya.”

“Kenapa kau putus dengannya?? Aku lihat kalian masih dekat. Kenapa kau tidak ajak pacaran lagi??”

“Entahlah. Mungkin kami memang tidak cocok pacaran, aku bukan pacar yang baik jadi dia memutuskan aku. Begini saja sudah baik, sahabatan dengannya berarti aku masih bisa di sampingnya.”

“Memangnya kau rela klo dia pacaran dengan namja lain??”

“Molla. Yah, selama dia bahagia, aku tak akan masalah.”

“Aiiissshhhh. Kau itu pabo yah, mana bisa begitu. Kalau suka yah usaha dapetin dia lagi. Tenang saja aku akan membantumu.”

Saat itu aku belum tahu bahwa ini adalah awal dari sebuah drama rumit yang Tuhan takdirkan dihidup kami.

————————-*****————————-

Hari-hari berikutnya Eunhyuk mulai mendekati Sulli. Setiap hari dia selalu melaporkan padaku perkembangan hasil risetnya. Seperti saat ini, ia kembali bercerita tentang Sulli, tapi ada satu pengakuannya yang membuatku tercengang.

“Kau menyukai Luna?? sahabatnya Sulli itu??”

“IYA. Ahhh, sudah berapa kali ku bilang sih. Luna itu tipe wanita yang ku cari-cari.”

“Apa kau sudah bilang suka padanya??”

“Belum. Aku lagi cari informasi dulu seputar Luna dari Sulli, baru klo saatnya tepat aku akan meminta dia jadi pacarku. Oh, iya. Sulli itu belum punya pacar lagi sejak putus darimu. Tapi, dia masih belum bilang bagaimana perasaannya ke kamu sekarang.”

“Ahhh, sudahlah. Dia sudah tidak punya perasaan apa-apa terhadapku.”

“Hei, belum tentu. Jangan patah semangat gitu. Aku kan sudah bilang akan membantumu.”

Suatu hari Eunhyuk mengemukakan alasan Sulli memutuskan hubungan kami.

“Kata Sulli, dia pikir kamu itu selingkuh sama Jessica, yang anak klub tari itu.”

“Selingkuh?? Aku tidak pernah selingkuh.”

“Aku tidak tau. Kan saat itu aku belum disini. Sebaiknya kau temui Sulli, selesaikan salah paham ini.”

Sore harinya setelah kami selesai latihan, Eunhyuk memaksaku berbicara empat mata dengan Sulli.

“Hae, ada apa??”

“Hmmm. Aku ingin bertanya sesuatu.”

Aku mencoba meredam dentuman jantungku. Melihatnya selalu membuat perasaanku tak karuan. Keringat dingin mulai keluar, bukan karena lelah latihan tapi karena gugup. Rasa canggung ini muncul lagi, padahal sudah sejak lama aku mulai bisa menghilangkan rasa canggung di depannya.

“Tanya apa??”

“Kata Eunhyuk, kau memutuskanku karena aku selingkuh dengan Jessica??”

“Eunhyuk menceritakan itu padamu?!”

“Apa yang di bilang Eunhyuk itu benar??”

Aku menegaskan kembali pertanyaanku. Gadisku ini tertunduk malu. Membuat dia terlihat lebih manis. Kepalanya mengangguk pelan mengiyakan perkataanku.

“Aku tidak pernah selingkuh.”

“Tapi Jessica sendiri yang bilang padaku kalau kalian sudah pacaran bahkan sebelum kita dekat. Aku juga pernah melihatmu pulang bersamanya.”

“Aiissshhh. Aku tak pernah pacaran dengan dia. Aku tidak tahu kenapa dia bilang seperti itu padamu, tapi percaya padaku, aku tidak pernah selingkuh. Aku mengatar dia pulang saat itu katanya dia sakit, dia minta diantarkan pulang. Kenapa kau tidak pernah tanya padaku dulu soal ini??”

“Bagaimana aku bisa bicara denganmu. Kalau kita bertemu, aku selalu gugup, pikiranku langsung kosong. Apa kita dulu pernah benar-benar bicara??”

Aku tertenggun mendengar ucapannya. Ternyata apa yang di rasakan olehku, juga dirasakan dia.

“Sebenarnya apa sih yang kita ributkan. Itu kan hanya masa lalu. Tapi aku lega sekarang mengetahui semua ini hanya salah paham. Terima kasih, Hae.”

Hatiku seperti tertusuk mendengar ia katakan hanya masa lalu. Tapi, jantungku tak bisa menurunkan irama detakannya melihat senyum dari yeoja yang paling ku cintai.

Jika semua ini hanya salah paham, jadi bagaimana hubungan kita ini?? Apa kau masih menyukaiku?? Apa kita bisa memulainya dari awal lagi?? Bagaimana reaksimu jika ku bilang aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang?? Tapi bibir ini tetap membisu.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku tak berusaha mendapatkannya kembali saat kesempatan datang padaku. Hingga akhirnya aku sadar semuanya telah terlambat. Waktu tak akan dapat di putar ulang. Kesempatan tak akan datang berkali-kali. Penyesalan selalu datang terlambat.

————————-TBC————————-

Baru pindahan dari note FB.. ini FF Romance pertama aq, dibuat bulan Januari 2011..

Rasanya aneh, biasa buat FF Comedy & Fantasy tiba2 bikin Romance & Angst.. Tapi sekarang malah suka bikin FF Romace.. hahaha..

Part 1 ini cuma buat pemanasan.. Inti masalahanya akan muncul di part 2..

Hal yg paling berkesan, FF ini banyak bgt menui Protes.. Protesnya tentang apa, nanti aq kasih tau di Part 2.. 😀

Klo udah sempertin baca, sempetin comment juga donk.. Bagi aq, comment kalian itu sangat penting.. 

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , , | 11 Comments