Posts Tagged With: Siwon

FF Super Junior Island {Special Part}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Special Part

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Lenght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

Continue reading

Advertisements
Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

FF Super Junior Island {Part 10-END}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 10-END

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Lenght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Heebum

Continue reading

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

FF Paris, I’m Coming {OneShot}

FF Paris, I’m Coming {Sequel Secret}

Author             : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre              : Romance

Leght               : One Shoot

Rating             : PG15

Cast                :

Lee Hyuk Jae as  Eunhyuk

Park Sun Young as  Luna

Other Cast       : Donghae, Sulli, Siwon, Krystal

POV                : Eunhyuk

FF ini Sequel FF Secret.. kalian bisa langsung baca, tp klo pengen tau FF Secret bisa baca disini..

Part1 .. Part 2 ..

____________________*****____________________

Paris. Kota dengan sejuta keindahan. Kisah romantis banyak bermunculan dari kota yang menjadi ikon fasion dunia ini. Disini lah gadis yang selama ini kucari tinggal. Di salah satu tempat yang belum aku ketahui letaknya.

Salju menutupi bahu jalan, suhu udara sudah mencapai minus 20 derajat, tapi tak surut menghentikan niatku menapaki setiap jalan dikota ini. Kurapatkan jaket melindungi hawa dingin yang menusuk. Sebuah foto keluar dari balik jaket, lama kupandang foto tersebut. Sosok gadis Korea cantik berambut panjang terekam jelas di foto itu, senyumku mengembang.

“Pasti aku akan menemukanmu, Luna.” Gumamku pelan. Pikiranku melayang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu saat aku benar-benar kehilangan cintaku.

*Flash Back*

“Sarangheyo.”

Detakan jantungku kian meningkat. Bibirku menjadi kelu, aku tak pernah mengira akan adanya hari ini. Luna gadis yang kupuja dua tahun ini mengungkapkan perasaannya padaku tepat dihari kelulusan kami.

Hanya ada kami berdua saling bertatapan di taman belakang sekolah, teman-teman sedang merayakan kelulusan ditempat lain begitu juga kekasihku, Sulli. Deg, dadaku terasa perih mengingatnya. Kekasih, ya, aku telah memiliki kekasih.

“Mianhae, Eunhyuk-ssi. Aku tahu ini salah, kau namjachingu Sulli, sahabatku sendiri. Tapi, untuk pertama dan terakhir kalinya, aku hanya ingin kau tahu selama ini aku mencintaimu. Jeongmal Mianhae.”

Ia membungkukkan badannya meminta maaf padaku. Tampak raut penyesalan dari wajah cantiknya. Luna, andai kau tahu aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Aku sangat mencintaimu. Hati ini sangat perih karena mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu.

Tak ada yang tahu, aku berpacaran dengan Sulli karena aku merasa bersalah sama sahabatku Donghae. Ia sangat mencintai Sulli, aku yang berniat menyatukan mereka malah membuat Sulli jatuh cinta padaku. Aku telah merebut cinta sahabatku sendiri. Saat ia menyuruhku berpacaran dengan Sulli aku menyanggupinya, ini untuk menebus dosaku padanya.

Tapi cinta tak dapat di paksa. Walaupun setahun sudah kami berpacaran, tapi aku tak bisa mencintai Sulli, hatiku tetap terpaut pada seseorang yang kini berdiri di depanku. Cintaku ini harus di relakan untuk menebus dosaku. Sakit, kau tak tahu betapa sakitnya diriku saat ini mendengar kau menyatakan cinta padaku.

“Nado Sarangheyo.”

Kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku, membuat ia tersentak tak percaya menatapku. Aku tak kuasa lagi memendam luapan gelombang asmara yang ku kubur selama ini. Kurengkuh tubuhnya dalam pelukanku.

Cukup sudah. Aku tak mampu bersandiwara lagi. Ingin kuteriakan biar dunia tahu, Aku mencintaimu, Luna. Akan kuterima semua resiko dari perbuatanku ini. Sulli, Donghae, jeongmal mianhae. Tapi kurasakan dorongan dari tubuhnya, melepaskan pelukanku. Dan sebuah tamparan halus mendarat dipipiku.

“Ya~ LEE HYUK JAE. Apa yang kau lakukan?! Jangan mempermainkanku, kau itu namjachingu-nya Sulli.”

Tatapan tajamnya mengisyaratkan ketidakyakinan padaku. Tak sanggup lagi, akhirnya aku menceritakan alasan aku berpacaran dengan Sulli, dan aku yang mencintainya sejak awal. Matanya berkaca-kaca mendengar kisahku.

“Walaupun benar kau mencintaiku, kita tak bisa bersama.”

“Wae? Apa karena Sulli?”

Kepalanya mengangguk pelan. Bulir bening menetes dari matanya yang indah. Hatiku sakit melihatnya menangis. Aku mengerti ia tak mungkin menghianati sahabatnya sendiri. Jika aku memutuskan tali ikatan dengan Sulli dan kami benar-benar bersama. Tak mungkin kami dapat bahagia diatas penderitaan orang lain. Ya tuhan, kenapa semua terasa rumit.

Sungguh aku bingung dengan keadaan ini. Kupegang kedua pipinya, kuhapus air matanya. Kini tangannya menahan tanganku. Matanya memandangku tajam, Ekspresinya berubah drastis.

“Kita tak bisa seperti ini. Kita tak bisa bersama, aku tak bisa menyakiti Sulli, tapi aku juga tak sanggup melihatmu bersama Sulli. Kita harus mulai hidup baru. Kau harus lupakan aku dan mencintai Sulli. Aku juga ingin melenyapkan cinta ini.”

“Hajiman. Aku tak bisa melakukan itu. Kau juga tak bisa. Kita sama-sama tahu tak bisa mengingkari cinta ini. Jika kita bisa saling melupakan, tak ada hari ini.”

“Sejak awal aku hanya ingin mengatakan perasaanku, aku tak ingin memilikimu. Setelah acara kelulusan ini aku harus pindah, entah kapan bisa kembali lagi. Kau harus jaga diri baik-baik. Jaga Sulli untukku. Sarangheyo.”

Ia berlari meninggalkanku. Kejam. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan ini padaku. Setelah mengatakan cinta, ia pergi meninggalkanku. Mengobrak-abrik hatiku, otakku terasa lumpuh, aku tak dapat berpikir, kejadian ini bagaikan mimpi. Aku hanya bisa terduduk dibangku taman tanpa melakukan apapun.

Saat pikiranku kacau, Donghae menghampiriku langsung memukulku. Ia mengira aku berselingkuh dengan Luna. Emosiku makin memuncak, ini pertama kalinya kami bertengkar, aku memukulnya, aku menyalahkannya atas semua yang menimpaku.

Tangisku pecah. Tak sanggup lagi. Sesak. Perih. Semua rasa bercampur jadi satu. Tanpa kusadari ada sosok yang ikut menangis, Sulli, ia mendengar semua pertengkaran kami. Hatiku tambah perih. Apa yang sudah kulakukan, membiarkan Luna pergi, bertengkar dengan sahabat terbaikku Donghae, dan membuat Sulli menangis.

Sulli memutuskan hubungan kami. Memang itu yang seharusnya ia lakukan untuk seorang pembohong cinta sepertiku. Disaat terakhir bahkan ia sempat mendorongku untuk mengejar cintaku, Luna. Tapi apa daya, semua terlambat. Luna telah pergi tanpa jejak, tak seorangpun tahu keberadaannya, meninggalkanku dalam penyesalan.

*Flash Back End*

Sejak hari itu aku tak pernah bertemu Donghae dan Sulli, malu rasanya bertemu mereka. Kuputuskan pergi dari kisah rumit ini, aku melanjutkan studi ke Amerika. Hanya satu hal yang tak dapat kulepaskan, Luna.

Aku terus mencari tau kemana cintaku pergi. Tak bisa jika bukan dia. Hatiku cuma satu, hanya bisa untuk mencintainya. Rinduku padanya sudah tak tertahankan lagi, tidakkah ia merindukanku??

Luna, aku disini. Di Paris. Aku memutuskan pindah kuliah ke Paris setelah mendapat berita Luna berada disini. Setiap hari, di sepanjang jalan, di setiap tempat aku terus mencarimu. Suatu hari, tak akan lama lagi aku pasti akan menemukanmu.

____________________*****____________________

“Eunhyuk-a, ppali. Kita hampir terlambat kuliah.”

“Ne, Siwon-a. Aku ambil tasku dulu.”

Segera kuambil tas yang berada dimeja kamarku. Aku tersenyum melihat foto yang terpajang manis. Ada foto diriku, Donghae, Sulli, dan Luna tertawa bersama. Suatu hari mungkin kami akan tertawa bersama seperti saat itu.

Kupercepat langkahku mengejar Siwon. Ia temanku baikku selama di Paris. Kami cepat akrab karena kami satu jurusan, ia juga berasal dari Korea, sekarang kami juga tinggal 1 apartemen. Stasiun selalu ramai dipagi hari. Kami menaiki Metro (subway) untuk sampai dikampus Sorbonne, tempat kami menuntut ilmu.

Warna kecoklatan sudah memenuhi halaman kampus. Daun-daun gugur dengan anggunnya menandakan musim gugur tiba. Tak terasa hampir satu tahun aku berada disini, tapi tak kunjung jua aku menemukannya. Aku tak boleh berputus asa, pasti akan aku temukan.

Kuliah hari ini hanya sampai siang hari. Siwon mengajakku ke Café tak jauh dari kampus. Ia memesan Espresso kesukaannya, aku tak begitu menyukai coffee tapi diudara yang mulai dingin ini kuputuskan memesan cappucino.

“Eunhyuk-a. Besok aku mau mengajak kencan Krystal, yang anak Desain itu. Aku akan menyatakan cinta di menara Eiffel.”

“Mwo?! Kenapa harus di menara Eiffel?? Harusnya menyatakan cinta pakai candle light dinner biar romantis.”

“Ya~ menara Eiffel juga romantis, banyak yang melamar gadisnya disana. Menara Eiffel itu mempunyai kekuatan magis menyatukan dua insan yang saling mencintai. Pasti sangat menyenangkan berkencan disana.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Diabad ini dia masih percaya hal-hal takhayul seperti itu.

“Oh, ya. Apa kau masih mencari gadis itu?? Kau tidak berhasil menemukannya kan?? Lupakan saja dia, gadis disini tak kalah cantik darinya. Kalau kau mau aku bisa mengenalkan beberapa gadis padamu.”

Dia memang tahu tentang kehidupanku. Bagimana aku mencari Luna. Bahkan sesekali ia juga membantuku mencarinya. Walaupun kadang-kadang ia mengejekku orang gila karena cinta.

“Gomawo. Tapi tujuanku kesini untuk menemukannya. Aku tak bisa mencintai gadis lain, hanya dia. Sudah 3 tahun ini aku mencarinya. Hatiku tak bisa berhenti mencintainya, dari 5 tahun yang lalu, sampai kapanpun tak akan berubah.”

Itu perbincangan singkat antara aku dan Siwon. Keesokan harinya Siwon sukses menjadi pacar Krystal. Wajahnya selalu terlihat berseri-seri. Waktu berputar dengan cepatnya, udara mulai terasa makin dingin. Suatu sore aku dikagetkan dering telepon, kulirik no-nya, Simba Calling.

“Yeobseo.”

“Eunhyuk~a. Kau ada dimana??”

“Di apertement. Wae??”

“Aku ada di Menara Eiffel. Kau cepat kesini. Pokoknya harus cepat datang. Klo tidak, kau akan menyesal. Ara!!” Tuut.. Tuut.. Tuut..

“Ya~ Siwon-a. Aissshhh. Kenapa ditutup. Ada apa sih?? Tidak biasa-biasanya dia berteriak seperti tadi.”

Aku segera memakai sweeter dan syal. Kupercepat langkah menuju stasiun Metro, untuk kesana aku harus pindah line. Stasiun Bir Harkeim di line 6 menjadi tujuanku. Keluar dari stasiun aku berjalan dengan tergesa-gesa menuju Menara Eiffel yang letaknya tak begitu jauh dari stasiun.

Pandanganku menyapu di taman sekitar Menara Eiffel. Aiisshhh, sejauh mata memandang hanya ada orang pacaran. Benar kata orang-orang aku bodoh jika datang ke menara Eiffel sendirian. Tapi aku kan kesini mencari Siwon. Tempat ini luas, dimana dia?? Aku segera menelpon Siwon.

“Ya~ Siwon-a. Aku sudah ada di Menara Eiffel. Kau ada dimana?? Ada apa sih suruh aku cepat-cepat datang.”

“Tidak usah banyak komentar. Cepat naik ke atas. Aku ada dilantai 2.”

Aiissshhhh, belum sempat aku selesai biacara ia sudah tutup teleponnya lagi. Napasku terengah-engah menaiki banyak anak tangga supaya sampai di lantai 2, menunggu antrian lift pasti lama makanya aku terpaksa naik tangga. Ah, itu dia Siwon, dia bersama Krystal.

“Siwon-a. Ada ap…”

Kalimat yang akan kuucapkan terasa menyangkut ditenggorokan. Aku menatap tak percaya sosok perempuan disamping Siwon dan Krystal. Perlahan aku melangkah mendekati mereka, Kutajamkan pandanganku, ini bukan halusinasi.

“Luna..” kataku lirih. Orang yang kupanggil hanya tersenyum kearahku. Senyum yang kurindukan.

“Luna. Ini loh orang yang aku ceritakan tadi, dia hampir gila mencarimu 3 tahun ini. Eunhyuk, ngapain kau bengong begitu. Ini Luna yang kau cari-cari itu kan.”

“Jagi. Kita tinggalkan saja mereka. Kita hanya pengganggu saja disini. Kajja”

Krystal menarik lengan Siwon menjauh dariku dan Luna. Aku masih menatapnya tak percaya. Ya Tuhan, benarkah dia Luna. Penampilannya sedikit berubah, rambutnya sekarang berwarna blonde sepundak dan tampak lebih dewasa. Gurat kecantikannya juga makin bersinar.

“Luna.. benarkah itu kau??”

“Ya~ Lee Hyuk Jae. Tentu saja aku Luna. Bogoshipeo..”

“Nado. Jeongmal Bogoshipeo.”

Kuberanikan diri memeluknya. Ia membalas pelukanku. Kudekap ia erat, seakan aku tak mau kehilangan ia lagi. Kini kulonggarkan pelukanku untuk menatapnya.

“Jahat. Kenapa kau meninggalkanku tanpa kabar apapun.”

“Jeongmal mianhae. Saat itu aku pikiranku kacau, aku tak menyangka kau juga menyukaiku. Sedangkan kau itu pacar Sulli dan aku juga mau pergi. Jadi kuputuskan untuk melupakanmu.”

“Apa kau bisa melupakanku??”

“Aniyo. Aku tersiksa harus berjauhan denganmu. Tapi aku juga tidak mau mengganggu hubunganmu dengan Sulli. Jadi kuputuskan tidak pernah menghubungi kau, Sulli, dan teman-teman. Aku benar-benar tidak tahu kau putus dengan Sulli sesudah kepergianku dan aku juga tidak tahu selama ini kau mencariku. Siwon yang menceritakan semuanya padaku tadi.”

“Bagaimana kau bisa bertemu Siwon??”

“Aku temannya Krystal, aku kuliah di jurusan Desain. Krystal mengenalkanku pada pacar barunya, Siwon. Saat dia melihatku, dia langsung mengenaliku sebagai Luna. Lalu menceritakanmu. Aku juga sempat tidak percaya kau ada disini, mencariku.”

“Ne. Aku mencarimu seperti orang gila. Aku pindah kuliah ke Paris juga demi mencarimu. Menanyakan kesetiap orang yang berjalan apakah mengenal gadis Yeoppo asal Korea yang sudah mencuri cinta Eunhyuk.” Dia tertawa kecil. Aku mecubit pipinya pelan.

“Apa yang kau tertawakan gadis jahat. Apa setelah ini kau mau hilang ke kutub utara??”

“Molla. Tapi kurasa aku tidak bisa pergi lagi. Kau sudah mengikatku terlalu kencang dengan cintamu. Bagaimana bisa aku lepas??”

“Tentu saja, setelah ini kau tidak akan kubiarkan pergi lagi. Sarangheyo.”

“Nado, sarangheyo.”

Kami kembali berpelukan. Menara Eiffel menjadi saksi menyatunya 2 hati yang saling mencintai. Benar kata Siwon, Menara Eiffel itu romantis dan mempunyai kekuatan magis. Tempat ini akan menjadi tempat paling bersejarah untukku.

____________________*****____________________

Hamparan rumput yang sangat kurindukan, beberapa murid sedang berlarian mengejar bola. Saat gol tercipta, mereka bersorak-sorai, mengingatkanku kembali pada masa-masa SMA 7 tahun lalu. Setelah 5 tahun, akhirnya aku kembali ke Seoul. Sekarang aku berada di lapangan SMA Shinjo.

Seseorang memasuki lapangan, memakai pakaian training dan peluit yang terkalung dibajunya. Ia terperangah melihatku. Aku hanya tersenyum melihatnya datang. Akhirnya orang yang kutunggu-tunggu datang.

“Pelatih. Kau sangat lamban. Murid-muridmu sudah latihan sejak tadi.”

“Eunhyuk..”

“Lee Dong Hae. Apa seperti itu sambutanmu terhadap kapten tim.”

Aku menghampirinya dan memeluknya singkat. Ia masih terlihat sedikit syok melihatku. Setelah sekian lama kami tak bertemu pantas lah ia terkejut melihatku. Tapi aku ingin merangkai lagi hubungan yang dulu telah rusak. Agar suatu hari aku, Luna, Donghae, dan Sulli dapat berfoto sambil tertawa lagi.

Tak ada yang tak mungkin, selama ada niat dan usaha pasti bisa terwujut. Seperti hubunganku dan Luna perlu waktu 3 tahun aku mencarinya baru mendapatkan cintaku kembali. Kini aku dan Luna tak lama lagi akan naik ke pelaminan. Aku menginginkan sahabat-sahabatku juga merasakan kebahagiaan yang kurasakan.

____________________THE END____________________

Awalnya gak mau bikin Sequel Ff Secret.. Tp gak enak bgt di demo terus2an bikin lanjutan FF Secret.. Susah dapet feel bikin Eunhyuk sama cwe lain.. Makanya sequel-nya agak lama, aq buat akhir bulan Febuari 2011..

Aq gak pernah ke Paris, jd nyari tentang tau tentang Paris lewat google.. Berharap ntar Eunhyuk ke Paris lg sama aq.. *Ngarep*

Ini Sequel Pertama, nanti ada Sequel Kedua judulnya Come Back To Me, tp masih lama tahap pengerjaan, lum jadi..

Gimana tanggapan kalian tentang FF qu ini?? dapet gak Feel-nya?? Jangan lupa comment yah..

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , , , , , | 28 Comments

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi {OneShot}

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi

Author : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre : Romance

Lenght : One Shot

Rating : PG15

Cast : Choi Siwon (Super Junior), Jung Hyun Mi, Oh Chae Ri

Disclamir : Siwon punya dirinya sendiri.. Other Cast & Cerita imajinasi aku.. Jangan Copy Paste yah.. ^^

espresso

Cinta seperti kopi. Terasa pahit tapi menjadi candu bagi penikmatnya. Menikmati pagi dengan secangkir espresso menjadi kebiasaanku. Namaku Choi Siwon, mungkin kalian sudah mengenal diriku. Benar, aku salah satu member Super Junior. Tak banyak yang tahu mengenai kisah hidupku, disini aku ingin bercerita tentang kisahku, cinta yang dimulai rasa pahit.

____________________*****____________________

(Espresso = 100% sari kopi asli, kental dan pahit, bahan dasar dari racikan kopi)

Apa kalian punya cita-cita? Rasanya sangat bahagia jika bisa mewujudkan cita-cita. Yah, itulah perasaanku kini. Sekarang aku bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang penyanyi bersama Super Junior. Semakin hari karirku makin berkembang, kini aku mencoba dunia akting dan presenter. Jadwalku kian padat, tapi rasa bahagia selalu menjadi pengobat rasa lelahku.

Pada awalnya keluargaku tidak ada yang setuju cita-citaku menjadi artis. Ayahku ingin aku menjadi pewarisnya, aku beri tahu sebuah rahasia, sebenarnya aku anak dari pengusaha Hyundai Department Store. Berkat usaha kerasku meyakinkan mereka, akhirnya mereka mendukungku, rasanya sangat bahagia. Tapi roda terus berputar. Tak selamanya bahagia itu hinggap. Pagi ini akan mengubah takdir kehidupanku.

“Kau harus menyetujui pernikahan ini.”

Menikah dengan seseorang yang tak kau kenal, bukankah itu buruk. Appa ingin menjodohkanku dengan anak dari relasi bisnisnya. Dia orang yang sangat keras, sulit untukku membantah perkataannya. Tapi aku mempunyai alasan kuat untuk menolak perjodohan ini.

“Appa, Aku sudah punya yeojachingu. Kami saling mencintai.”

“Maksudmu Oh Chae Ri yang lawan main di dramamu itu. Appa tidak setuju kamu dengan dia. Carilah istri yang setia menunggumu di rumah dan dapat mengurus anak-anakmu kelak. Bukan wanita yang sibuk sepertimu. Bagaimana dia bisa mengurus keluarga kalian, jika dia sibuk dengan kegiatannya sendiri.”

Perkataan appa seperti sebuah tamparan bagiku. Benar, kesibukanku dan kesibukan Chae Ri membuat kami jarang bertemu. Chae Ri juga bukan tipe orang yang mau meninggalkan dunia yang membesarkan namanya ini dan menjadi istri yang sabar menunggu suaminya pulang ke rumah, bukan seperti menantu idaman Appa.

Bagimanapun juga aku sangat mencintainya, kami sudah menjalin hubungan selama 1 tahun walaupun tak pernah mengungkapkannya di depan publik. Bagaimana bisa aku menikah dengan orang lain?

“Tapi.. “

“Tidak ada tapi-tapian. Kali ini turuti permintaan appa. Jika kau masih tidak mau, berhentilah jadi artis dan kembali jadi pewaris keluarga kita. Apa kau mau seperti itu? Appa tahu mana yang terbaik untukmu, jadi ikuti kata-kataku.”

Dia beranjak pergi, aku masih terduduk sendiri di berada memikirkan setiap perkataannya. Terbaik untuk siapa? Untukku atau untuk Appa? Ini semua keinginan Appa tanpa mau mengerti perasaanku.

Aku tahu perkataannya tak main-main. Meninggalkan dunia artis yang menjadi cita-citaku atau menikah dengan seseorang yang tak kucintai. Cangkir kecil beradu dengan mulutku, espresso menjadi temanku pagi ini. Rasa pahitnya seperti kehidupanku saat ini, memilih antara cita-cita dan cinta. Sama-sama pahit jika aku kehilangkan salah satunya.

____________________*****____________________

(Macchiato = Espresso dengan campuran sedikit susu)

Gadis itu seperti orang Korea kebanyakan, kulitnya putih pucat, rambutnya panjang lurus, tubuhnya tidak terlalu tinggi, dan mata yang sipit. Saat setiap gadis mengagungkan kecantikan, pisau bedah tak menjamah satu inci pun dari tubuhnya. Namanya Jung Hyun Mi. Inikah gadis pilihan appaku? Calon istriku? Biasa saja, tak ada yang special dari dirinya.

Kalian pasti berpikir aku lebih memilih karir daripada cinta. Sebenarnya aku tak bisa memilih, aku tetap menikah dengan Hyun Mi dan tetap menjadi artis, tapi tanpa di ketahui siapapun aku masih menjalin hubungan dengan Chae Ri. Egois? Pasti kalian membenciku, tapi jika kalian ada diposisiku apa kalian bisa memilih?

Di awal pernikahan kami semua terasa berat, pemberitaan media tak henti-hentinya mengalir. Kekecewaan dari fans, hal ini juga berpengaruh menurunnya fans Super Junior dan penurunan karirku. Hal yang paling aku takuti selama ini.

Apertemen mewah menjadi tempat keluarga baru kami. Pagi ini aku membaca Koran seperti biasa, tapi tugas membuat kopi bukan lagi di kerjakan pembantuku, sekarang ada istriku yang menyediakan kopi dan sarapan di pagi hari.

“Kopi apa ini? Kenapa tidak buat espresso seperti biasanya?”. Aku memandang kopi yang berbusa tipis.

“Itu Macchiato. Rasanya sama seperti espresso tapi aku tambah sedikit busa susu. Cobalah, kau pasti suka.”

Dia tersenyum sangat manis. Awalnya aku memang bilang dia gadis biasa saja, tapi ku akui dia istri yang baik. Aku selalu tak pedulikannya, tak pernah menyentuhnya layaknya suami ke istri tapi dia selalu tersenyum padaku.

Kucicipi Macchiato buatan istriku. Rasanya pahit seperti espresso, tapi ada sensasi lembut dari busa susu di atasnya. Hidupku sekarang memang masih terasa sangat pahit dengan semua pemberitaan dan kemunduran karirku, tapi kelembutan yang ia berikan padaku memberi rasa nyaman.

____________________*****____________________

(Cappucino = Espresso yang di campur susu dengan perbadingan 1:2, diatasnya ditaburi coklat atau kayu manis)

Semua hal bisa terselesaikan oleh waktu. Setengah tahun waktu yang berat terlewati. Karirku sudah naik bahkan makin meningkat, fans-fansku tetap mendukungku walaupun statusku telah berubah. Akhirnya semua orang mengakuiku atas bakatku bukan sekedar ketampananku.

Setengah tahun hidup bersamanya membuatku makin terbiasa akan hadirnya. Setiap pagi aroma kopi kuat tercium olehku, kopi espresso buatannya membuat candu bagiku. Setiap malam Hyun Mi selalu menunggu kepulanganku, walaupun jadwalku tak pernah tentu, bahkan terkadang ia tertidur di sofa karena menungguku yang pulang larut malam.

Terkadang aku merasa sangat kasihan dan bersalah pada wanita itu. Dia yang mendapat amukan dan cacian dari fans-fansku tapi ia masih tetap tersenyum dan tegar. Mungkin karena sosoknya yang baik hati, membuat fans-fansku kemudian mendukung pernikahan kami.

Aku lah orang yang paling jahat. Tak bisa mencintai istriku Hyun Mi karena hanya Chae Ri yang selalu menjadi setiap anganku, berselingkuh memang hal yang paling menjijikan. Tapi pesona dirinya terlalu memabukkanku, membuat akal sehatku lumpuh.

Hubungan kami berawal saat membintangi drama yang sama. Entah bagaimana caranya cinta itu tumbuh, banyak yang bilang cinta lokasi. Yah, tak peduli apa namanya, yang aku pahami aku mencintainya. Sosoknya yang cantik dan senyum malaikatnya benar-benar membuat candu untukku. Seakan aku tak bisa hidup tanpa melihat wajahnya. Walaupun aku telah menikah, aku tak bisa melepasnya.

Suatu hari kami kembali berkencan di tengah kesibukan kami yang sangat padat, cafe yang menjaga privasi pengunjungnya menjadi tempat kami bertemu. Espresso menjadi menu andalanku, sedangkan ia selalu memesan cappuccino.

“Oppa, kenapa kau selalu memesan espresso?”

“Molla. Rasanya memang pahit, tapi aku menyukainya. Ada rasa yang sulit di jelaskan.”

“Kau mau mencoba minumanku, cappucinno terasa lebih manis.”

Ia menyodorkan gelasnya ke arahku, tapi ku tolak. Aku memang kurang menyukai cappuccino. Hari itu kami menghabiskan waktu bersenang-senang. Tawa selalu menyertai langkah kami.

Tapi tawa itu hilang beberapa hari kemudian, berubah menjadi kebencian. Media massa heboh dengan skandal Chae Ri berkencan dengan seorang pria. Hal yang membuatku marah karena pria itu bukan aku. Ternyata dibelakangku ia juga bermain hati dengan seseorang. Pertengkaran hebat kami pun terjadi. Hubungan kami yang sudah hampir 2 tahun ini kandas.

Dia benar-benar seperti cappuccino, kalian tahu mengapa aku tak menyukai cappuccino? Aroma cappuccino yang manis karena taburan coklat diatasnya bisa membuat orang tergila-gila. Sensasi busa susunya juga terasa lembut, tapi tak seperti kesan awalnya yang manis saat meminumnya akan tertinggal rasa pahit.

Rasa sakit ini mengingatkanku pada Hyun Mi. Bagaimana perasaannya jika ia tahu suaminya berselingkuh? Apa ia akan merasakan rasa sakit seperti yang kurasa sekarang? Tidak, gadis sebaik dia tak pantas mendapat rasa sakit seperti ini. Sejak hari itu aku berjanji akan mencoba mencintai Hyun Mi. Mengasihinya seperti layaknya seorang suami.

____________________*****____________________

(Caffe Latte = Espresso yang dicampur susu cair, kadar susu bisa 2-3x lipat dari espresso)

Hyun Mi seperti susu yang dimasukkan ke dalam secangkir espresso. Dalam hidupku yang terasa pahit ini, dia memberi rasa manis. Makin banyak susu yang dimasukkan menjadikan rasa pahit dalam kopi terasa lebih ringan. Sakit hatiku mulai terobati, lama-lama kehadirannya sudah menjadi candu dalam hidupku.

Saat ku buka mata di pagi hari sosoknya lah yang kucari. Aku ingin lebih cepat pulang karena ada seseorang yang menungguku di rumah. Saat jadwal show di luar negeri adalah hari-hari terberatku karena tak ada dia disisiku.

Di satu tahun pernikahan kami, kami baru merasa seperti pengantin baru. Terkadang disaat jadwal kosongku, aku mengajaknya berkencan. Aku tak perlu lagi berkencan diam-diam, semua orang juga sudah tahu dia istriku.

Saat syuting, terkadang ia tiba-tiba datang membawa bekal makanan. Semua orang iri padaku memiliki istri sebaik dia. Appa memang tak pernah salah memilihkan pendamping hidupku. Walaupun ia tak cantik, tapi kebaikan hatinya yang membuat ia tampak istimewa.

____________________*****____________________

(Espresso yang baik akan meninggalkan kesan manis di mulut)

Pagi ini tak seperti biasanya, ia meminum espresso. Walaupun setiap pagi ia selalu membuatkanku secangkir espresso, tapi ia tidak menyukai espresso.

“Sudah bangun?”

Ia tersenyum padaku, senyum yang paling kunantikan setiap waktu. Aku mengecup pucuk kepalanya, kebiasaanku akhir-akhir ini. Sarapan pagi sudah tersusun rapi di meja makan, aku langsung duduk disampingnya, secangkir espresso juga sudah tersedia untukku.

“Kenapa kau minum espresso juga? Biasanya minum susu”, tanyaku yang masih heran melihatnya menikmati secangkir espresso.

“Aku ingin tahu rasanya espresso yang membuatmu ketagihan. Saat aku minum, Espresso ini benar-benar mirip sepertimu.”

“Maksudmu aku pahit?!”, raut mukaku berubah masam saat ia berkata itu.

“Memang rasanya pahit, tapi saat ku teguk ada rasa manis padahal tidak aku tambah gula. Aku jadi ingin meminumnya lagi. Sama sepertimu, awalnya kau itu sangat dingin padaku, aku tahu kau tidak mencintaiku. Tapi kau membuat candu di hidupku, aku bertahan diantara rasa pahit sampai akhirnya aku menemukan rasa manis dalam dirimu. Sarangheyo.”

Senyum lebar terpasang dibibirku. Ku kecup bibirnya sekilas dan berbisik, “Nado, Sarangheyo.”

“Tapi ini pertama dan terakhir kalinya aku minum kopi. Aku tak ingin menyakiti seseorang. Sepertinya aku mulai membagi cintaku dengan orang lain.”, ia mengelus-elus perutnya yang membuatku terkejut seketika.

“Kau hamil?!”

Ia mengangguk mantap, aku langsung memeluknya erat. Kebahagiaan apa yang lebih sempurna dari ini.

____________________*****____________________

Sekarang kalian tahu mengapa aku sangat menyukai espresso? Karena dalam secangkir espresso yang pahit ada rasa manis yang alami. Sama seperti cinta ini yang dimulai dari rasa pahit, tapi diakhiri dengan rasa manis. Sampai disini dulu ceritaku, jika aku bercerita lebih banyak lagi kalian akan bosan padaku.

Oh, iya. Jangan lupa tetap dukung aku dan Super Junior. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sarangheyo.

Choi Siwon.

____________________END____________________

 

Yang udah baca, comment please.. Coz comment kalian penting untukku.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , | 74 Comments

FF Monkey Prince {Part 6-END}

FF MONKEY PRINCE Part 6-END

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong
Genre              : Comedy
Leght              : 6 Part
Rating             : General
Main Cast        : Eunhyuk, Siwon
Other Cast       : Super Junior
POV                : Author



Monkey Prince
____________________*****____________________

“Pertandingan berikutnya adalah beladiri yang akan dilaksanakan besok. Jenis beladiri yang dipertandingkan akan ditentukan besok melalui undian. Pertandingan besok adalah pertandingan penentu karena skor kalian seri, sama-sama telah memenangi 1 pertandingan. Jadi persiapkan diri kalian masing-masing. Selamat berjuang.” Kata King Lee Teuk setelah menyerahkan tanda pemenang pertandingan kedua kepada Eunhyuk.

Keesokan harinya, diputuskan kedua Prince harus melakukan pertandingan karate. Di ruang ganti, Siwon memberikan nasihat-nasihat kepada Eunhyuk agar menang.

“Ingat, pertahanan yang utama. Klo dia pandai karate kau harus banyak menghindar. Gunakan kelincahanmu untuk menghindari serangannya dan menyerang balik.”

“Tapi aku tidak pernah memukul orang, kata umma kekerasan itu hanya dilakukan orang jahat.”

“Maksudmu aku juga termasuk orang jahat karena sering memukulmu??”

“Iya. Tapi Siwon juga baik, banyak membantuku. Jadi kau itu jahat atau baik yah??” kata Eunhyuk sambil berpikir.

“Sudahlah, aku tidak akan memukulmu lagi, asalkan hari ini kau mau menjadi orang jahat, besok kau bisa jadi orang baik lagi.”

“Apa bisa begitu?? Sekarang jahat, besok baik.”

“Iya, lagipula tenang saja aku sudah membuat rencana sebelum ini.” Kata Siwon tersenyum sinis.

Eunhyuk yang telah memakai baju karate memasuki aula pertandingan bersama Siwon. Disana sudah banyak orang yang menunggunya. Beberapa saat kemudian Prince Yesung memasuki ruangan dengan masih memakai pakaian pangerannya.

“Apa kalian sudah siap bertanding??” Kata King Lee Teuk.

“Aku Siap” Jawab Eunhyuk tegas dan disemangati Siwon dari belakang.

“Aku ingin mengundurkan diri.” Kata Prince Yesung tiba-tiba. Semua orang terkejut mendengar keputusannya.

“Kenapa kau ingin mengundurkan diri?? dengan begitu posisi Putra Mahkota akan diberikan kepada Prince Hyuk Jae.” Kata King Lee Teuk.

“Karena ini pertandingan karate. Bagaimana jika kuku punyaku rusak, rambutku juga akan rusak ditarik-tarik dia, kulitku tidak akan mulus lagi jika ada banyak luka, apalagi jika wajahku tidak ganteng lagi klo kena pukul. Dia iri sama ketampananku, makanya dia mau balas dendam di pertandingan ini dengan merusak ketampananku. Tubuhku ini adalah aset yang sangat berharga.”

Semua bengong mendengar penjelasan Prince Yesung. Siwon tersenyum, rencananya berhasil. Sebelum pertandingan Siwon menemui Prince Yesung, dia menakut-nakutinya dengan bilang Eunhyuk pandai berkelahi dan akan merusak ketampanan Prince Yesung.

“Karena Prince Yesung mengundurkan diri, maka pertandingan ini di menangkan oleh Prince Hyuk Jae. Dengan ini saya menyatakan Prince Hyuk Jae menang melawan Prince Yesung dengan 2x menang dan 1x kalah.” Kata King Lee Teuk.

“Horeee.. Hidup Prince Hyuk Jae..” teriak semua orang.

“Tapi bukan berarti kau sudah menjadi putra mahkota. Karena masih ada syarat ketiga yang harus kau jalankan.”
____________________*****____________________

“Benar tidak apa-apa kau kesana sendiri??” tanya Siwon.

“Gwenchana. Aku pernah tinggal didesa dan bercocok tanam.” Kata Eunhyuk.

“Desa itu berbahaya. Disana tidak ada apa-apa, tidak ada jaringan komunikasi, aku tidak dapat mendeteksi keberadaanmu. Kalau kau sakit siapa yang akan merawatmu, rumah sakit aja jauh. Kalau ada binatang buas, kau bisa mati dimakannya. Kerja disana sangat berat, kau harus mengurus kebun anggur seluas 10 Hektar.” Cemas Siwon.

“Dia tidak akan selamanya disana, hanya perlu sampai panen tiba. Lagipula ada beberapa orang pegawai yang akan membantunya disana. Jadi kau tidak perlu terlalu mencemaskannya.” Kata King Lee Teuk.

“Iya, sudah ku bilang tidak apa-apa.” Eunhyuk membenarkan perkataan King Lee Teuk.

Siwon pasrah mendengarnya. Dia sedang mencemaskan nasib Eunhyuk di syarat terakhir ini. Syaratnya Eunhyuk harus pergi sendiri ke desa terpencil dan menjaga kebun anggur seluas 10 Hektar milik kerajaan, Eunhyuk akan diangkat jadi Putra Mahkota jika dia bisa mengasilkan panen yang baik dari kebun itu. Mungkin itu cara satu-satunya agar Eunhyuk bisa menjadi Putra Mahkota dengan kemampuannya sendiri.

“Disana kau juga dapat makan anggur sepuasnya.” Kata King Lee Teuk.

“Apa disana ada pisang juga??” tanya Eunhyuk.

“Pisang?? Kau bercanda. Disana tentu saja tidak ada pisang.” Kata King Lee Teuk setengah tertawa, tapi membuat raut muka Eunhyuk berubah.

“AKU TIDAK MAU KESANA.” Kata Eunhyuk tegas.

“Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran??” tanya King Lee Teuk heran.

“Mianhamnida. Saya harus berbicara dengan Prince Hyuk Jae sebentar.” Siwon segera menariknya dan berbicara berdua dengan Eunhyuk.

“Apa maksudmu tidak mau kesana?? Tadi kau suruh aku tidak mencemaskanmu!!”

“Karena disana tidak ada pisang”

“Sudah banyak hal yang kita lalui supaya kau dapat menjadi putra mahkota. Kita sudah mencari diratusan buku untuk memecahkan misteri halaman 198. Ikut pelelangan, mencuri, mengasuh Changmi, bertanding dengan Prince Yesung. APA KAU AKAN MELEPASKANNYA BEGITU SAJA.”

“Aku tidak peduli. Tidak apa-apa jika tidak jadi Prince, aku cuma mau cari tau asal-usulku saja, siapa orang tuaku. TAPI AKU TIDAK BISA HIDUP TANPA MAKAN PISANG.” Siwon kaget Eunhyuk dapat berteriak padanya.

“Tapi coba kau pikir. Jika kau dapat menjadi seorang putra mahkota dan akan menjadi raja, kau dapat membeli pisang sebanyak yang kau mau.”

“Benarkah??” Eunhyuk mulai tertarik perkataan Siwon.

“Kure. Bayangkan kau dapat memakan pisang sepuasnya.”

“Wah, surga pisang. Pasti enak”

Eunhyuk membayangkan dirinya menjadi pangeran sedang memakan pisang dan dikelilingi oleh tumpukan pisang.

“Makanya bertahanlah disana, hanya beberapa bulan saja. Jika sudah panen kau dapat pulang dan akan ada banyak pisang yang menunggumu.”

“Baiklah aku akan melakukan syarat terakhir.” Eunhyuk termakan rayuan Siwon. Siwon hanya tersenyum kemenangan.

Akhirnya Eunhyuk pergi kedesa terpencil itu dan menjalani kehidupan sebagai orang desa. Dia tidak terlalu kesulitan dalam menjaga kebun anggur. Orang-orang desa pun sangat menyukainya karena kebaikan hatinya, dia tidak sombong meskipun dia seorang Prince. Beberapa bulanpun berlalu sampai akhirnya panen anggur pun tiba. Panen anggur sangat bagus berkat kerja keras Prince Hyuk Jae. Semua orang di Hwang An Dal bersiap-siap melaksanakan penyambutan calon Putra Mahkota mereka.

Siwon bersiap diluar Hwang An Dal menunggu kedatangan Eunhyuk. Mobil yang menjemput Eunhyuk pun tiba. Eunhyuk keluar dari mobil.

“Selamat datang Prince Hyuk Jae.” Kata Siwon hormat sambil membungkukkan badannya.

“Siwon-ssi.. lama tidak jumpa. Tidak usah bicara formal padaku.” Eunhyuk langsung memeluk Siwon.

“Kenapa penampilanmu seperti ini??” Siwon heran melihat perubahan Eunhyuk menjadi kurus, hitam, tidak terawat, pakaiannya juga seperti orang desa.

“Apa ada yang salah denganku??”

“Tentu saja. Kau harus berpakaian seperti pangeran saat acara pengangkatanmu sebagai putra mahkota.”

Siwon segera mengajak Eunhyuk untuk merubah penampilannya dan berpakaian pangeran. Mereka pun datang ketempat perayaan. Disana sudah dibuat pesta yang sangat meriah dan kedatangannya sudah ditunggu oleh banyak orang yang hadir disana termasuk King Lee Teuk.

“Selamat datang kembali Prince Hyuk Jae. Aku memberimu syarat agar kau dapat menjadi pangeran yang sesungguhnya. Mengasuh bayi, layaknya seorang ayah mengasihi anaknya, seperti itulah harusnya sikapmu pada rakyat kita. Bertanding melawan Prince Yesung agar semua orang mangakui kau memang pantas menjadi pangeran. Menjaga kebun anggur agar kau paham aset kerajaan kita dan dapat menghargai kerja keras orang-orang yang bekerja untuk kerajaan ini. Karena kau sudah melaksanakan 3 syarat dariku, maka aku nyatakan Prince Hyuk Jae sebagai Putra Mahkota di kerajaan ini.” Kata King Lee Teuk serta disambut sorak sorai dari seluruh orang yang berada disana.

“Kalau begitu, aku sudah bisa makan pisang sepuasnya??” tanya Eunhyuk

Sebagian orang tertawa mendengar lelucon Eunhyuk, tapi Siwon tahu Eunhyuk berkata serius, karena tujuan Eunhyuk menjadi pangeran hanya untuk dapat memakan pisang sepuasnya.

Akhirnya Prince Hyuk Jae menjadi Putra Mahkota dan akan menjadi raja berikutnya menggantikan King Lee Teuk. Tapi hal itu masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuannya masih belum memadai. Siwon tetap membantu Prince Hyuk Jae dalam melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal dipikiran Prince Hyuk Jae.

Suatu hari ia bertanya kepada Siwon.

“Bagaimana kabar Prince Yesung??”

“Dia sudah pulang ke Inggris.”

“Sudah kuduga, dia itu pangeran Inggris.”

“Bukan, dia bermain teater drama musical disana.”

“Oh, iya. Siapa kau sebenarnya?? Kau dapat berubah sewaktu-waktu menjadi pegawai perpustakaan, detective, ninja, baby sister, guru, dan lainnya. Kau juga mempunyai banyak mata-mata.”

“I’m your Bodyguard, Prince Hyuk Jae.”
____________________THE END____________________

 

Akhirnya selesai sudah aq publish FF Monkey Prince ini.. FF ini karya pertama aq, aq buat bulan Agustus 2010.. Selesai 2 hari.. Klo dibaca lagi sekarang malu.. (>///<)

FF ini dulu buat lomba iseng2 di salah satu grup FB.. ternyata jadi FF favorit, Haengbokhae.. Bukan masalah menangnya, tapi senang karya Perdana ini banyak yg komentarin & banyak yg suka.. Makanya aq termotivasi buat terus nulis sampai sekarang..

Gimana tanggapan kalian tentang FF aq ini?? Comment please..

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , , | 10 Comments

FF Monkey Prince {Part 5}

FF  MONKEY PRINCE Part 5

 

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Comedy

Leght               : 6 Part

Rating              : General

Main Cast        : Eunhyuk, Siwon

Other Cast      : Super Junior

POV                 : Author

 

____________________*****____________________

“Hwang An Dal di dirikan pada tahun 1673 sebagai tempat kediaman keluarga King Ki Bum. Telah direnovasi sebanyak 10x, tanpa merubah bagian-bagian yang penting. Terakhir kali direnovasi pada tahun 2006 oleh King Lee..” Siwon berhenti menjelaskan karena melihat Eunhyuk tertidur.

*PleTTTakkK* Siwon melempar spidol ke Eunhyuk, sehingga dia bangun.

“Jangan tidur saat belajar. Atau kau tidak dapat memakan pisang hari ini” kata Siwon sambil menggoda Eunhyuk dengan pisang yang ditangannya.

“Baik. Aku tidak akan tidur lagi.” Eunhyuk langsung semangat belajar. Siwon tersenyum licik melihatnya, dia teringat kejadian 2 hari lalu.

 

*Flash Back*

“Kalian akan melakukan 3 pertandingan. Pertandingan pertama adalah uji pengetahuan. Ujian ini akan diadakan seminggu dari sekarang. Selamat berjuang.” Kata King Lee Teuk sambil tersenyum dan meninggalkan mereka.

“Oh ini pangeran yang asli. Tidak ada apa-apanya. Pakaiannya seperti orang desa, tidak sepertiku. Gerak-geriknya tidak  anggun, tidak sepertiku. Cara berbicaranya seperti anak kecil, tidak sepertiku. Kulitnya kusam, tidak sepertiku. Rambutnya acak-acakan, tidak sepertiku. Pastinya tidak lebih ganteng dari aku dan kau terlihat bodoh. Fufufu.. “ Prince Yesung pergi sambil tertawa samar.

“Wow. Benar-benar Pangeran Inggris.” Kata Eunhyuk yang masih terpesona.

“Ingat, dia itu sainganmu. Yang harus kau lakukan itu belajar agar bisa menang dari Prince Yesung.” Kata Siwon.

“BELAJAR. Tidak. Aku tidak mau belajar.”

“Kenapa??”

“Aku tidak sanggup berpikir lebih dari 90 detik.”

“Tenang saja aku punya cara sendiri. Kau akan belajar denganku”

“Owww, sekarang kau berubah jadi guru yah.” Kata Eunhyuk yang melihat Siwon tiba-tiba mengubah rambutnya menjadi belah pinggir dan memakai kacamata.

*Flash Back End*

 

Sekarang Siwon mengajar Eunhyuk dengan mengiming-imingi Eunhyuk dengan pisang. Ternyata cara ini ampuh membuat Eunhyuk belajar dengan rajin selama seminggu. Sampai pada akhirnya waktu ujian tiba. Prince Hyuk Jae dan Prince Yesung harus mengerjakan soal yang diberikan selama 1 jam. Siwon yang menunggu Eunhyuk diluar ruang ujian.

“Bagaimana ujiannya??” kata Siwon saat melihat Eunhyuk keluar dari ruangan.

“Gampang. Tinggal tunggu hasilnya sebentar lagi.”

 

Beberapa saat kemudian.

“Aku akan mengumumkan hasil ujian Prince Hyuk Jae dan Prince Yesung.” Kata King Lee Teuk sambil membuka kertas yang dibawanya.

“Prince Hyuk Jae mendapat skor 99”

“Horeee..” Teriak Eunhyuk senang dan memeluk Siwon. Siwon tersenyum puas.

“Prince Yesung mendapar skor 100. Jadi pertandingan pertama dimenangkan oleh Prince Yesung.” Kata King Lee Teuk lagi.

“Fufufu.. Sudah kuduga aku yang akan menang.” Kata Prince Yesung dan berjalan untuk menerima tanda pemenang pertandingan pertama.

“Apa.. Aku kalah.. Beda 1 poin…” Kata Eunhyuk syok.

____________________*****____________________

 

“Pertandingan kedua adalah menunggang kuda yang akan dilaksanakan 3 hari lagi, kalian persiapkan diri masing-masing. Selamat berjuang.” Kata King Lee Teuk.

Siwon dan Eunhyuk pergi untuk melihat kuda mereka yang berwarna putih. Siwon tampak berpikir.

“Kau pernah menunggang kuda??”

“Tidak pernah”, kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Bagaimana ini, untuk belajar menunggang kuda dengan baik setidaknya butuh waktu lebih dari 3 hari. Apalagi harus bertanding. Bagaimana cara mengajari si bodoh ini dalam waktu 3 hari. Bagaimana jika aku tidak dapat mengajarinya dengan baik, saat pertandingan bisa saja dia jatuh dari kuda, ditendang kuda atau keseret kuda sampai beberapa meter. Aku bisa menjadi penyebab meninggalnya pangeran. Pertandingan kuda ini mustahil. Tapi jika dia kalah dipertandingan ini, maka Prince Yesung menang, dia gagal menyelesaikan syarat kedua dan dia tidak bisa menjadi pangeran. Eotokke?? Apa kau mau..” Siwon akhirnya sadar orang yang diajaknya bicara sudah tidak ada dihadapannya, Eunhyuk sedang asik berbicara dengan KUDA.

“HEI, kau dengar apa yang aku bicarakan tadi !!!”

“Iya dengar, kita pikirkan itu nanti saja. Lebih baik kau kenalan sama kuda ini dulu, namanya So Ra. So Ra, kita sama-sama berjuang buat pertandingan ini yah.” Kata Eunhyuk sambil berjabat tangan dengan kaki kuda.

*Hieekkk* seakaan kuda itu mengerti yang dikatakan Eunhyuk.

“Apa, katamu dia ganteng. Hey Siwon, kata So Ra kau ganteng, sepertinya dia naksir kau.” Kata Eunhyuk lagi.

“Sebenarnya dia mahkluk apa sich, dia kadang selalu buat aku terkejut. Yah, mungkin ini salah satu kelebihan dia, tidak buruk juga untuk ukuran calon Prince.” Kata Siwon pelan sambil tersenyum melihat Eunhyuk yang sedang mengobrol dengan kuda.

Tidak terasa waktu berganti dan tiba saatnya pertandingan kedua dilaksanakan. Pertandingan ini dimulai dari lapangan Hwang An Dal, Prince akan berkuda keatas bukit untuk mengambil bendera masing-masing dan kembali ke Hwang An Dal, yang tercepat menaruh benderanya ditiang di lapangan Hwang An Dal adalah pemenangnya.

“Kau sudah siap??” tanya Siwon.

“Aku Siap. So Ra akan membantuku. Iya kan So Ra??” Eunhyuk berbicara lagi pada kudanya. *Hieekkk* Kata kudanya seperti menjawab pertanyaan Eunhyuk.

“So Ra, kau jaga Prince dengan baik yah, jangan sampai dia jatuh.” Kata Siwon, kudanya mengendus-endus badan Siwon.

“Hei, kenapa kudamu deketin aku terus.” kata Siwon lagi.

“Sudah ku bilang, dia suka padamu. Ayo So Ra kita menuju tempat pertandingan.” Kata Eunhyuk sambil menuntun So Ra menuju tempat pertandingan.

“Fufufu.. Bersiaplah menerima kekalahan.” Kata Prince Yesung dan kudanya yang berwarna coklat melewati Eunhyuk.

Siwon dan King Lee Teuk menunggu dibangku penonton di Lapangan Hwang An Dal. Pertandingan kali ini tidak seperti pertandingan sebelumnya, terdapat banyak orang yang ingin menyaksikan pertandingan ini dan diselenggarakan pula perayaan yang meriah.

Akhirnya pertandinganpun dimulai. Prince Hyuk Jae dan Prince Yesung saling mendahului. Jalan menuju atas bukit merupakan jalan yang berliku dan terdapat tebing dan jurang, sehingga mereka harus sangat berhati-hati.

Prince Yesung yang pertama mendapatkan benderanya, disusul Prince Hyuk Jae yang mengambil bendera. Mereka masih kejar-kejaran dan saling mendahului saat menuruni bukit.

Dari luar Hwang An Dal terdengar sorak-sorai yang menandakan Prince sudah kembali. King Lee Teuk duduk tenang selama pertandingan, Siwon terlihat cemas.

“PINK Di DEPAN”, seseorang berlari masuk dan memberi tahu bahwa yang membawa bendera Pink berada di depan.

“Siapa yang membawa bendera Pink. Prince Hyuk Jae atau Prince Yesung??” ada yang berkata seperti itu membuat Siwon tambah cemas.

Akhirnya yang membawa bendara Pink terlihat terlebih dahulu memasuki lapangan Hwang An Dal dan disusul oleh bendera Biru. Siwon terlihat sangat gembira karena yang membawa bendera Pink adalah Prince Hyuk Jae.

Eunhyuk langsung turun dari kudanya dan meletakkan benderanya di tiang.

King Lee Teuk segera berdiri dan mengumumkan, “Seperti yang kalian saksikan pemenangnya adalah Prince Hyuk Jae.”

“Horeee.. Hidup Prince Hyuk Jae..” Terdengar sorak sorai dari penonton.

____________________TBC____________________

Ini FF Pertama aku.. Awal bikin FF cuma iseng-iseng berhadiah ikut lomba FF.. *Baru bikin FF perdana langsung ikut lomba* Hahaha..

Yang udah baca comment yah.. Nanti aq lanjutin publish part selanjutnya & FF lain.. ^^

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , , | 3 Comments

FF Monkey Prince {Part 4}

FF  MONKEY PRINCE Part 4

 

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Comedy

Leght               : 6 Part

Rating              : General

Main Cast        : Eunhyuk, Siwon

Other Cast      : Super Junior

POV                 : Author

 

____________________*****____________________

“Silakan masuk ke ruang ini tuan”

Eunhyuk dan Siwon terkejut menerima penyambutan yang tidak lazim ini. Eunhyuk mengamati sekeliling rumah itu. Memang ini tidak dapat disebut rumah, tapi ISTANA. Eunhyuk dibawa ke sebuah ruangan dan sudah ditunggu oleh seseorang. Sementara Siwon harus menunggu diruangan lain.

“Selamat datang di Hwang An Dal Prince Hyuk Jae. Silakan duduk. Pasti banyak hal yang ingin kau tanyakan.” Kata seorang pria dengan ramah.

Eunhyuk duduk tak jauh dari pria itu.

“Kenapa orang-orang disini memanggilku Prince??” tanya Eunhyuk.

“Sebelum saya ceritakan. Perkenalkan saya adalah King Lee Teuk. Saya adalah pamanmu.” Kata pria itu.

“Mworago?? Raja.. Paman..” kata Eunhyuk bingung.

“Kure. saya adalah adik dari ayahmu. Dulu ayahmu King Kang In adalah raja disini. Beliau orang yang sangat bijaksana. Tapi beliau meninggal saat kau masih dikandungan. Karena Ibu Suri tidak menyukai ibumu, Permaisuri Hee Chul, dia mengusir ibumu tanpa tau ibumu sedang mengandung. Sayang sekali saat itu saya masih sangat kecil jadi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong kakak ipar. Saat saya menjadi raja, saya mencari tau keberadaan kakak ipar, ternyata beliau telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Tapi saya dapat berita bahwa kakak mempunyai anak yang diasuh oleh seorang ibu tanpa anak. Jika itu anak kakak, berarti anak itu pewaris sah kerajaan ini. Saya terus memperhatikanmu dari jauh dan membuat kesepakatan dengan ibu angkatmu, jika ibu angkatmu meninggal, maka kau akan kembali kesini.” Jelas King Lee Teuk panjang lebar.

Eunhyuk syok mendengarnya. “Aku.. tidak percaya..”

“Kau mempunyai belati permaisuri, itu tanda kau adalah Prince dikerajaan ini. Tapi posisi Putra Mahkota kosong karena saya tidak mempunyai anak dan kakak juga dianggap tidak mempunyai anak maka posisi ini di berikan kepada anak dari sepupu saya. Jadi jika kau ingin mendapatkan posisimu kembali, kau harus melaksanakan 3 syarat. Pikirkan baik-baik. Jika kau bersedia datanglah kesini besok pagi.”

King Lee Teuk berjalan keluar meninggalkan Eunhyuk yang masih bingung. Eunhyuk menemui Siwon dan menceritakan semuanya.

“Kau terima saja syaratnya, kau kan pangeran yang asli disini. Lagipula kau juga tidak punya tempat yang dituju.”

“Tapi aku tidak tau syarat apa yang akan diberikan.”

“Tenang saja Prince, saya akan selalu membantu anda. Saya akan menjadi Bodyguard anda.”

“Bodyguard?!”

Keesokan harinya Eunhyuk dan Siwon kembali ke Hwang An Dal, mereka akan menerima syarat yang diajukan oleh King Lee Teuk.

“Sudah kuduga kau akan kembali kesini. Baiklah, saya akan berikan syarat pertama. Pelayan kemari.” Seorang pelayan menghampiri dengan membawa seorang bayi.

“Syarat yang pertama. Kalian harus menjaga anak ini selama 1 minggu.”

Eunhyuk dan Siwon terkejut dengan syarat pertama yang diajukan.

____________________*****____________________

 

“Bayi ini lucu sekali. Dia namja atau yeoja yah??” Eunhyuk menggendong bayi dan berjalan-berjalan dikota.”

“Yeoja”

“Kenapa kau bisa tau??”

“Namanya aja Changmi (mawar)”

*Oeeekkk.. Oeekkkk..* Tiba-tiba bayi Changmi menangis.

“Cup.. cup.. cup.. Changmi, jangan menangis lagi yah. Siwon bagaimana ini, dia tidak mau berhenti nangis.”

“Bayi itu haus, kita harus berikan susu.”

Tiba-tiba Eunhyuk langsung pergi menghampiri seorang wanita.

“Hey cewe.” kata Eunhyuk.

“Ya, ada apa??” jawab si cewe agak malu karena tiba-tiba ada cowo yang mau ngajak kenalan dijalan.

“Sedang apa dia, saat seperti ini masih saja menggoda wanita.” kata Siwon dari jauh dengan pandangan heran.

“Maukah kau memberikan susu pada bayi ini??” kata Eunhyuk tiba-tiba.

*PLAAAKKKK* cewe itu menampar Eunhyuk dan langsung pergi sambil mengumpat.

“Siwon-ssi, kenapa dia menamparku. Aku kan cuma minta susu buat Changmi” kata Eunhyuk polos.

Siwon yang sejak tadi diam mematung melihat kejadian itu, dengan geram berkata, “Sekarang bayi itu sudah bisa minum susu formula. KAU BISA BELI SUSU DI SUPERMARKET.”

“Oh, iya yah. Ayo kita ke Supermarket.”

Eunhyuk berjalan ke Supermarket di dekatnya seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

“Huff. Aku bertemu orang dari abad mana sih.” Kata Siwon pelan.

Akhirnya selama seminggu Eunhyuk menjaga bayi Changmi, tentu saja dibantu oleh Siwon. Selama menjaga Changmi banyak kejadian lucu seperti ini.

“Siwon, bagaimana cara mengganti popok?” tanya Eunhyuk saat ingin mengganti popok Changmi.

“Biar aku saja yang gantikan”

“Wow, sekarang kau berubah jadi Baby Sister. Apa kau itu power ranger??” Eunhyuk terkejut melihat Siwon tiba-tiba berganti pakaian Baby Sister dan dapat mengurus bayi dengan baik.

“BUKAN”

 

Ada juga kejadian seperti ini…

“Siwon-ssi, apa bayi suka pisang??” tanya Eunhyuk saat ingin menyuapi Changmi dengan pisang.”

“ANDWEEE” Siwon memegang tangan Eunhyuk untuk menghentikan dia menyuapi Changmi dengang pisang utuh.

“Pisangnya harus kau lumatkan terlebih dahulu. Biar aku saja yang memberikan makan Changmi” lanjut Siwon.

 

Kemudian ada pula kejadian seperti ini…

“Siwon-ssi, susu Changmi habis. Apa bayi bisa minum arak??”

“TIDAAAKKK”

 

Begitulah. Karena takut Eunhyuk melakukan hal yang aneh lagi, jadi Siwon lebih banyak menjaga Changmi selama seminggu ini. Eunhyuk dan Siwon kembali ke Hwang An Dal. Eunhyuk dinyatakan lulus syarat pertama.

“Selamat kau telah menyelesaikan syarat yang pertama. Sekarang saya perkenalkan dengan saudara jauhmu yang menjadi Prince disini, silakan masuk Prince Yesung” Kata King Lee Teuk.

Masuklah seorang pria berambut pirang dan memakai baju pangeran.”

“Wow. Pangeran Inggris” kata Eunhyuk terpesona kharisma Prince Yesung.

“Syarat kedua. Prince Hyuk Jae harus menang melawan Prince Yesung. Dalam waktu dekat kalian harus bertanding dalam 3 pertandingan.”

____________________TBC____________________

Ini FF Pertama aku.. Awal bikin FF cuma iseng-iseng berhadiah ikut lomba FF.. *Baru bikin FF perdana langsung ikut lomba* Hahaha..

Yang udah baca comment yah.. Nanti aq lanjutin publish part selanjutnya.. ^^

 

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , | 3 Comments

FF Monkey Prince {Part 3}

FF  MONKEY PRINCE Part 3

 

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Comedy

Leght               : 6 Part

Rating              : General

Main Cast        : Eunhyuk, Siwon

Other Cast      : Super Junior

POV                 : Author

 

____________________*****____________________

“Aku Siap!!” Seru Eunhyuk.

“Baiklah, kita mulai malam ini, Sekarang.”

Sekarang Eunhyuk akan mencuri belati miliknya dikediaman Sungmin. Dia telah dilatih Siwon menjadi pencuri selama 2 minggu. Supaya tidak ketauan, Eunhyuk menyamar menggunakan pakaian serba hitam dan topeng, dia mulai berjalan menuju dinding barat. Siwon berjaga diluar.

“Aku harus memanjat dinding ini, Ini sih gampang”, pikir Eunhyuk. Dia melompat dan memanjat dinding itu. Dia teringat latihan memanjatnya beberapa waktu lalu bersama Siwon.

 

*Flash Back*

“Benarkan kataku, memanjat itu keahlianku.” Kata Eunhyuk.

“Ya, harus ku akui kau cepat dalam memanjat. TAPI AKU MINTA KAU PANJAT DINDING BUKAN POHON!!!”,

*KdeBUuUK* teriakan Siwon dari bawah membuat Eunhyuk jatuh dari atas pohon.

*Flash Back End*

 

Eunhyuk mulai memasuki kediaman Sungmin.

“Disebelah timur laut dari dinding ini ada kamera pengawas. Penjaga akan melewati tempat ini 5 menit lagi”, pikir Eunhyuk mencerna kembali perkataan Siwon. Eunhyuk langsung mengumpat dibalik semak-semak saat penjaga dating kearahnya. Dan ia mulai mengendap-endap menuju ruang koleksi. Dia kembali mengingat latihannya bersama Siwon.

 

*Flash Back*

Srek..Srek..Srek..

“Yah, kelincinya kabur lagi”

“Sudah kubilang, Jalan jangan bersuara. Jangan sampai kelinci itu tau keberadaanmu”

Siwon kemudian mempraktekkan lagi berjalan tanpa suara dan kelinci tersebut ditidak lari saat Siwon mendekatinya. Eunhyuk berlatih 3 hari sampai akhirnya dia bisa berjalan tanpa suara.

“Lihat, kelinci ini tidak mendengar langkahku.”

“Iya tidak dengar, TAPI TIDAK PERLU BERPUTAR-PUTAR DISEKELILING KELINCI ITU!!!” Kelincinya tiba-tiba kabur mendengar teriakan Siwon.

*Flash Back End*

 

Eunhyuk mengamati keadaan sekeliling tempat koleksi yang dijaga 10 pengawal.

“Katanya tepat pukul 12.00 ada pergantian penjaga. Yah, ini saatnya.”

Eunhyuk mengendap-endap dan mendekati tempat koleksi saat penjagaan lengah karena pergantian penjaga. Dia melihat gembok yang mengunci ruang tersebut, lalu ia mengeluarkan sebuah kawat untuk membuka gembok tersebut, tetapi ia kesulitan untuk membukanya. Tiba-tiba dia teringat perkataan Siwon.

 

*Flash Back*

“Kau harus tenang dalam membuka kunci”

“Bagaimana cara membuka gembok tanpa kunci?? cuma mamakai kawat ini??” Keluh Eunhyuk yang kesulitan dilatihan terakhirnya.

“Tenang. Rasakan susunan yang mengunci gembok itu. Tidak ada gembok yang tidak dapat dibuka. Kau hanya harus tenang.”

*Flash Back End*

 

Eunhyuk mencoba tenang, akhirnya ia dapat membuka gembok itu dan segera masuk kedalam ruang koleksi. Dia terkejut melihat seluruh ruang dan perabotannya berwarna pink. Dia mulai mencari ke setiap sudut di tempat itu tetapi tidak menemukan belati yang ia cari. Dia terkejut tiba-tiba ada yang berbicara dibelakangnya.

“SIAPA KAU??” Sungmin tiba-tiba muncul dibelakang Eunhyuk.

Eunhyuk terjatuh saking kagetnya.

____________________*****____________________

 

Siwon mondar-mandir disekitar kediaman Sungmin, dia cemas karena sampai pagi Eunhyuk tidak keluar-keluar dari kediaman Sungmin.

“Apa terjadi sesuatu didalam, dia kan bodoh, bagaimana kalau dia tertangkap?? Ini salahku, kenapa aku biarin dia masuk kesana sendiri. Dia tidak punya siapa-siapa, harusnya aku menjaganya dengan baik, bukan menyuruhnya melakukan hal yang berbahaya. Jika dia tertangkap, Akulah orang yang harus disalahkan. Aku harus segera masuk kerumah ini untuk mengetahui keadaannya.”

Siwon bersiap-siap masuk kerumah itu, tiba-tiba..

“Siwon..” panggil seseorang yang sejak tadi ditunggunya.

Eunhyuk berlari menghampiri Siwon.

“Taraaa.. lihat, belati ini sudah menjadi milikku lagi”, kata Eunhyuk sambil cengar-cengir.

“KENAPA KAU LAMA SEKALI??!!”, bentak Siwon karena khawatir sekaligus lega.

Eunhyuk kembali mengingat kejadian saat Sungmin memergokinya diruang koleksi.

 

*Flash Back*

“SIAPA KAU??”

Eunhyuk sangat takut karena aksinya ketahuan. Dia berlutut di depan Sungmin, memohon ampun.

“Mianhamnida. Aku tidak bermaksud mencuri koleksimu, aku hanya ingin mengambil kembali belati milikku. Itu benda berharga milikku. Tanpa belati itu aku tidak dapat bertemu dengan keluargaku.”

“Belati.. Belati yang mana yah..” Sungmin mencoba berpikir.

“Belati permaisuri yang kau beli di pelelangan setengan bulan lalu”

“Oh, belati itu. Belati itu tidak ada disini, kau ikut denganku”

Sungmin keluar, dengan ragu-ragu Eunhyuk mengikutinya. Sungmin membawa mereka kesuatu tempat.

“Benda itu ada disini. Tapi aku lupa menaruhnya dimana. Sebentar.” Sungmin membuka laci satu persatu.

“Belati miliku ada disini.. Di DAPUR..” Enhyuk terkejut Sungmin membawanya kedapur.

“Ah.. ini dia. Belati ini biasanya dipake buat potong buah-buahan”

Eunhyuk takjub melihat benda yang sejak tadi dicari-carinya.

“Bolehkah belati itu buatku??”

“Ambil saja. Tadinya juga aku mau buang, belati ini tidak tajam.”

*Flash Back End*

 

Siwon langsung jatuh lemas mendengar bagaimana cerita Eunhyuk mendapatkan belatinya.

“Dia membeli belati permaisuri dengan harga 10juta won hanya untuk potong buah dan dengan mudahnya dia berikan ke kamu. Bukannya dia kolektor barang antik??” kata Siwon setengah tidak percaya.

“Menurut dia barang antik itu adalah  benda yang berwarna pink. Dia beli belati ini karena dia dengar dibelati ini ada permata pinknya, tapi setelah dia tau tidak ada, yah dia jadikan pisau untuk potong buah.”

“Lalu, kenapa kau keluarnya lama sekali, INI SUDAH PAGI !!!”

“Jeongmal Mianhamnida Siwon-ssi. Tadi karena melihat pisang, aq menjadi lapar jadi aku makan dulu. Karena kekenyangan, aku ketiduran disana dan begitu bangun, ternyata sudah pagi. Oya, tadi aku keluar lewat gerbang. Benar kan kataku, kalau mau masuk ke rumah orang harus lewat pin..*Bletakkk* tu..”  Siwon yang kesal memukul Eunhyuk LAGI.

“Bodohnya aku mencemaskan dia. Ngapain selama ini aku mencari tau rumah Sungmin dan mengajari si bodoh ini mencuri.” Kata Siwon dalam hati.

“Oh, iya. Aku harus ke Hwang An Dal. Tapi aku tidak tau dimana tempat itu.” Kata Eunhyuk lesu.

“Huff.. Baiklah bantu orang tidak boleh setengah-setengah, aku akan mengantarmu kesana.”

Beberapa saat kemudian.

“Wow. Mobil ini punyamu?? Ini kan mobil mahal, bukannya kau cuma pegawai perpustakaan??” Tanya Eunhyuk saat menaiki mobil Ferari milik Siwon.

“Aku banyak kerja sambilan”

“Oh, kau kerja sambilan mencuri yah??”

“BUKAN. Diam atau kuturunkan disini.”

Eunhyuk langsung tidak bicara, tapi tidak bisa diam, dia memainkan barang-barang yang ada di mobil. Siwon hanya menahan marah.

“Coba liat didepan sana itu Hwang An Dal.”

“Wow. Besar sekali, seperti istana.”

Mereka segera memakirkan mobil dan berjalan menuju gerbang. Eunhyuk mengetuk-ngetuk pintu itu.

“Annyeonghaseyo”

Seseorang membukakan pintu.

“Nuguseyo??”

“Saya, Lee Hyuk Jae, ini teman saya Siwon. Saya datang kesini ingin menanyakan apa anda kenal wanita di foto ini dan belati ini??” tanya Eunhyuk sambil menunjukkan foto ibunya dan belatinya.

“Kami sudah lama menunggu anda tuan. Silakan masuk.”

Saat Eunhyuk masuk dia kaget banyak sekali orang yang memberi hormat padanya.

“Selamat datang Prince Hyuk Jae.”

____________________TBC____________________

Ini FF Pertama aku.. Awal bikin FF cuma iseng-iseng berhadiah ikut lomba FF.. *Baru bikin FF perdana langsung ikut lomba* Hahaha..

Yang udah baca comment yah.. Nanti aq lanjutin publish part selanjutnya.. ^^

 

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , | 4 Comments

FF Monkey Prince {Part 2}

FF  MONKEY PRINCE Part 2

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Comedy

Leght               : 6 Part

Rating              : General

Main Cast        : Eunhyuk, Siwon

Other Cast      : Super Junior

POV                 : Author

____________________*****____________________

“Eottoke?? Belatinya sudah hilang.”

Eunhyuk duduk lemas dipinggir jalan setelah keluar dari tempat makan yang ia dan Siwon kunjungi tadi siang. Tapi mereka tidak menemukan belatinya.

“Tenang saja serahkan semuanya padaku. Belati itu sangat berharga, jika ada yang mengambilnya pasti benda itu lama-lama akan masuk ke pasar gelap. Bulan depan akan diadakan pelelangan besar di Seoul. Para kolektor benda berharga dan orang-orang ternama akan muncul disana. Aku akan cari tau apa belati itu akan dilelang disana.”

“Siapa kau!!” Eunhyuk terkejut melihat Siwon tiba-tiba berganti pakaian seperti detektive.

Sambil menutupi sebagian mukanya dengan kerah, Siwon berkata, “Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkankan olehku.”

Seminggu sebelum pelelangan.

“Menurut laporan dari mata-mata yang aku kirim, ada belati yang persis seperti milikmu akan dilelang disana. Belati itu adalah belati kerajaan yang sangat berharga.”

“Oya?? aku kira itu cuma belati tua. Biasanya aku gunakan buat ngupas pisang.”

Siwon menepuk kepalanya sendiri mendengarnya.

Hari pelelangan tiba. Eunhyuk dan Siwon hadir ke acara pelelangan tersebut.

“Untuk acara pelelangan saja, kenapa kita memakai pakaian seformal ini?” tanya Eunhyuk yang memakai stelan jas.

“ Sudah aku katakan ini bukan pelelangan biasa. Coba liat disana, pria yang gemuk itu bernama Shindong, dia kolektor permata. Pria yang disana itu Mafia kelas atas, Donghae. Pria yang sedang ketawa diseberang itu Milyader Termuda, Kyuhyun. Yang memakai serba Pink bernama Sungmin, dia Milyader dan kolektor barang antik. Mereka semua itu mengincar belati permaisuri milikmu.” Jelas Siwon sambil menunjuk orang-orang yang dimaksud.

Pelelangan berlangsung tegang. Banyak yang menginginkan belati milik EunHyuk, sehingga harga terus naik dan belati tersebut akhirnya didapatkan oleh Sungmin, kolektor barang antik.

“Belati yang biasa aku pakai untuk ngupas pisang dibeli dengan harga 10 juta won.” Kata Eunhyuk sambil berjalan gontai keluar dari tempat pelelangan.

“Ya, sudah ku duga barang itu sangat berharga.”

“Kenapa tadi kita tidak langsung ambil, belati itu kan punya aku”

“Kau tidak punya bukti belati itu punya kau. Kau tidak perhatikan penyelenggara tadi. Yang wajahnya terlihat lugu tapi membawa pistol, dia itu penguasa pasar gelap Ryeowook. Jika kita bertindak gegabah, kita bisa langsung ditembak mati oleh mereka.”

Eunhyuk merinding membayangkan dia mengambil belati tadi dan langsung ditembak Ryeowook.

“Eottoke?? Tanpa belati itu, aku tidak dapat tau tentang asal usulku.”

“Tenang saja. Kita akan melakukan rencana ke 2.”

“Apa itu??”

“Kau akan menyusup ke rumah Sungmin dan mencuri belati milikmu”

“APA!!!”

____________________*****____________________

“Tidak mau, mencuri itu melanggar hukum.”

“Asal tidak ketauan, tidak akan dihukum”

Eunhyuk dan Siwon berunding mengenai rencana mereka mencuri belati dirumah Sungmin.

“Tapi bagaimana masuk kesana. Katamu rumahnya sangat luas, sistem keamanan yang canggih, dan terdapat 100 penjaga.”

“Tidak ada rumah yang tidak dapat dimasuki”

“Woahhh, Ninja!!! Siapa kau sebenarnya??”, Eunhyuk kaget melihat Siwon tiba-tiba berganti pakaian seperti ninja.

Sambil menutupi sebagian mukanya, “Itu bukan hal penting”.

“Baiklah, kita mulai misi ini. Ini peta kediaman Sungmin. Disini letak ruang koleksinya. Perkiraanku belati itu disimpan diruang ini. Disekitar Ruang ini terdapat 10 penjaga. Penjaga yang selalu berkeliling ada 50 orang yang terbagi menjadi 5 regu. Kau akan masuk melalui dinding yang berada disebelah…”, tiba-tiba eunhyuk memotong penjelasan siwon.

“Bukannya masuk rumah harus dari pintu masuk??”

*JdiiiiNnnG* Siwon memukul Eunhyuk.

“KAU DATANG BUKAN UNTUK BERTAMU. Kau harus masuk dengan memanjat dinding sebelah barat”

“Tenang saja, aku ahli dalam memanjat. Eh, aku…. akU…. AKU SENDIRI YANG MASUK??” Eunhyuk baru menyadari rencana Siwon supaya dia mencuri sendiri.

“Kure. Karena ini masalahmu, jadi harus kau sendiri yang menuntaskannya.”

“Tapi aku tidak pernah mencuri”

“Tenang saja, aku akan mengajarimu menjadi pencuri. Kita akan mulai latihan besok.”

“Dari tadi aku pikir, sebenarnya ini tempat apa. Kenapa ada ruang bawah tanah di perpustakaan?? Bagaimana kau bisa tau semua hal mengenai kediaman Sungmin??”

“Kau tidak perlu tau, Sampai jumpa besok”.

*DuarRrr* Eunhyuk bengong melihat Siwon yang tiba-tiba menghilang setelah meledakkan diri.

____________________TBC____________________

Ini FF Pertama aku.. Awal bikin FF cuma iseng-iseng berhadiah ikut lomba FF.. *Baru bikin FF perdana langsung ikut lomba* Hahaha..

Yang udah baca comment yah.. Nanti aq lanjutin publish part selanjutnya.. ^^

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , , , , | 7 Comments

FF Super Junior Island {Part 3}

FF  SUPER JUNIOR ISLAND Part 3

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Adventure, Fantasy

Leght               : 10 Part + 1 Special Part

Rating              : SU

Cast:

Kyu Hyun         = Pengelana

Hangeng          = a Ladin

Eun Hyuk         = Om Jin

Kangin              = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon               = Pangeran Won-won

Kibum               = Snow White

Ryeowook        = Wookie Potter

Lee Teuk          = Panterpan

Donghae          = Kapten Hooky

Sungmin           = Putra Duyung

Shindong         = Paman Kelinci

Heechul           = Pria Berkerudung Merah

Yesung            = Turtle Prince

+

Author             = Komentator

++

Cameo             = Kucing bersepatu boot

Yong Hwa as Penasihat Pangeran,

Park Shin Hye as Putri Aurora

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan  hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Siapa juru kunci satu lagi?”

Aku terkejut saat kucing ini mengatakan disini bukanlah Super Junior Island yang ku tuju. Berarti aku telah memasuki pintu yang salah. Aku harus keluar dari sini dan menemui Om Jin lagi.

Tapi untuk keluar dari sini harus meminta bantuan juru kunci. Sedangkan juru kunci yang mungkin dapat membantuku, Cinderelli tidak diketahui keberadaannya.

Aku juga tidak dapat meminta bantuan juru kunci kedua, karena dia adalah bapak tiri Cinderelli, dia yang membuatku menjadi Cinderelli saat Cinderelli kabur.

Terakhir kucing ini mengatakan di pulau ini terdapat 1 orang lagi juru kunci. Tapi dia bilang sangat sulit untuk bertemu juru kunci itu.

“Juru kunci yang terakhir itu Pangeran negeri ini. Pangeran Won-won.”

“Seorang pangeran?? Apa sangat susah bertemu dengan seorang pangeran??”

“Iya. Pangeran jarang berada disini, ia sering berkelana ke negeri lain dan saat pulang dia banyak membawa harta. Kami percaya harta itu hasil kemenangan beliau saat bertempur dengan negeri lain. Makanya penduduk sini sangat makmur dan kami memberinya julukan Pangeran Won-Won atau Pangeran Kemenangan.”

(Bagi duitnya donk pangeran.. Oh, iya.. disana mah gak kenal duit, belanja aja gak pake bayar..)

“Tapi mungkin kau masih ada kesempatan bertemu dengannya.”

“Benarkah??”

“Mungkin. Pangeran sudah kembali kesini, nanti malam akan ada perayaan besar. Seluruh penduduk akan pergi ke perayaan tersebut, bapak tiri dan kakak tiri Cinderelli juga akan pergi keperayaan tersebut. Tapi mungkin kau tidak bisa kesana..”

“Kenapa??”

“Karena Pangeran ada di pesta VIP yang hanya dihadiri wanita-wanita bangsawan dan putri raja.”

(Berarti aku bisa pergi ke pesta donk.. bersyukur jadi cwe.. *langsung dandan*)

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Aku punya rencana…”

————————-*****————————-

“Aku tidak mau memakai ini!!”

“Tapi ini cara satu-satunya agar kau dapat pergi ke pesta itu..”

Aku memandang muram bayangan diriku di cermin. Sebuah gaun panjang dengan renda-renda berwarna biru langit yang cantik terpasang dibadanku. Tidak hanya itu, sebuah wig panjang juga menempel dikepalaku. Lagi-lagi aku harus memakai pakaian wanita.

(Kyaaa.. Kyu cantik banget.. Aku kalah cantiknya.. *lindungin kepala dari serangan Kyu dan fansnya*)

“Ini baju Cinderelli. Bapak tiri Cinderelli sendiri yang membuatnya. Sangat bagus kan?? Tak kan ada yang mengira kau ini laki-laki.”

Bapak tiri, kak Henry, dan kak Zhoumi sudah pergi terlebih dahulu ke perayaan di alun-alun istana. Aku bersiap-siap setelah mereka pergi supaya merek tidak tahu aku akan pergi dari sini.

“Iya. Baju ini sangat cantik. Tapi masa aku harus memakai ini juga…”Aku menunjuk sepatu yang ku pakai.

“Maaf tuan. Tapi ukuran sepatu tuan dengan Cinderelli berbeda. Hanya sepatu boot itu yang cukup di kaki tuan. Lagipula tidak terlalu kelihatan, sepatunya tertutup gaun itu.”

(Aigooo.. Masa Kyu cantik-cantik dipakein sepatu boot sih.. Kyu, sini aku pinjemin sepatu hak punyaku.. *pasti Kyu lebih milih pake sepatu boot, daripada sepatu hak 10cm*)

————————-*****————————-

Ini memang negeri Fantasy. Aku pergi ke istana dengan menggunakan kereta labu yang dijalankan oleh tikus. Di sepanjang jalan semua sedang bersenang-senang dalam perayaan, tidak hanya manusia, tapi binatang pun ikut dalam perayaan tersebut. Benar-benar negeri yang bahagia.

Kereta pun memasuki halaman istana. Wah, baru pertama kali ini aku melihat istana asli. Bangunannya sangat megah, berarsitektur Eropa kuno dengan dinding yang berukiran bidadari. Halamannya sangat luas, terdapat taman dan kolam yang tertata sangat indah.

Iring-iringan kereta sudah banyak memenuhi halaman istana. Aku memasuki istana yang sangat besar dan menuju tempat diadakannya pesta. Ternyata disana telah berkumpul wanita-wanita berparas cantik dan berpakaian indah. Dari jauh dapat ku lihat seorang pria tampan sedang dikelilingi banyak wanita.

“Apa dia itu Pangeran Won-won??”

“Bukan, dia hanya Penasehat Pangeran.”

Aku tertenggun melihat pemilik suara merdu yang menyela perkataanku. Wanita ini sangat cantik dengan balutan gaun berwarna ungu hitamnya.

(Kyu.. jangan jatuh cinta disini.. inget tujuanmu kesini..)

“Perkenalkan, namaku Aurora. Siapa namamu??”

“A.. a.. aku.. Cinderelli..”

Aku bingung saat ditanya namaku. Reflex aku jawab Cinderelli untuk menutupi identitasku seorang pria.

(Kyu.. Cinderelli juga pria..)

“Jadi kau menunggu Pangeran Won-won juga. Sejak tadi pangeran belum menampakkan dirinya. Padahal pesta dansa sebentar lagi di mulai. Semua yang ada disini sudah menunggu untuk dapat berdansa bersama Pangeran.”

————————-*****————————-

Aku berjalan meninggalkan tempat pesta itu. Aku tak mengerti obrolan perempuan tentang baju, penampilan, pria. Putri Aurora yang sangat cantik ternyata sangat bawel. Dia mengomentari sepatu boot yang aku pakai. Anehnya dia merasa ini merupakan trend fasion terbaru. (Mana ada trend fasion gabungin gaun malam dengan sepatu boot pak tani.. babo..)

Aku berjalan menuju beranda lantai 2 yang terletak di belakang istana, tak jauh dari tempat pesta diadakan. Dari beranda ini bulan terlihat bulat sempurna dengan sangat indah. Di sini juga dapat melihat taman belakang istana yang di desain seperti labirin.

Walaupun pemandangan ini sangat indah, tapi hatiku masih resah. Apa aku dapat keluar dari sini? Apa aku dapat bertemu dengan pangeran Won-Won? Apa dia mau membantuku keluar dari sini?

“Kenapa dari tadi dia tidak muncul juga. Dimana Pangeran Won-won itu?”

“Siapa yang memanggil aku?”

Ternyata ada seorang pria yang duduk di pojok beranda. Aku perhatikan pria itu memakai pakaian seperti Pangeran di dongeng-dongeng. Apa dia itu..

“Kau Pangeran Won-won?”

“Iya.”

(Omo.. Pangerannya tampan banget.. Lebih tampan dari Om Jin.. Hwaaa.. Muuphhh Om Jin, aku gak akan mendua kok..)

“Ternyata kau disini.”

Aku langsung menghampirinya dan karena senang tanpa sadar aku memeluk Pangeran Won-won.

(Omo.. Kyu.. Masa kamu peluk-peluk cwo sih..)

“Ja.. jangan dekat-dekat aku..”

Aku segera melepas pelukanku.

“Maaf. Aku hanya sangat senang dapat bertemu denganmu..”

“Memangnya ada u… eh, Hei.. kau ini bukan wanita yah??”

(Kok Pangeran Won-won tau sih.. Apa Kyu kurang cantik??)

“Bagaimana kau tau aku pria?” tanyaku terkejut.

“Soalnya aku alergi sama wanita. Jika dekat-dekat dengan wanita, seluruh badanku pasti akan muncul bercak-bercak merah.”

(Klo aku yang deket-deket, gimana Pangeran?? *Pastinya Author bakal dilemparin sepatu hak cewek-cewek*)

“Aku berpakaian seperti ini demi mengikuti pesta ini untuk bertemu denganmu.”

“Aku memang alergi wanita. Tapi aku juga tidak mungkin suka dengan pria..”

“Aku ingin bertemu denganmu bukan karena cinta. Aku ingin kau membantuku keluar dari negeri ini..”

Aku menceritakan semua yang ku alami sampai akhirnya aku mencari Pangeran Won-won, karena dia satu-satunya Juru Kunci di negeri ini yang dapat mengeluarkanku dari sini.

“Aku akan membantumu jika kau mau membantuku..”

“Apa yang bisa ku bantu??”

————————-*****————————-

Aku kembali ke aula tempat pesta dansa diadakan. Semua mata memandangku dengan iri karena aku memasuki ruang ini dengan di gandeng Pangeran Won-won. Pangeran Won-won menuntunku sampai ke tempat dansa. Alunan music yang lembut mulai terdengar. Kami pun mulai berdansa.

Aku diminta menjadi Pasangan dansa Pangeran Won-won. Karena alerginya Pangeran Won-won tidak dapat berdansa dengan wanita. Pesta ini juga diselenggarakan oleh penasehatnya tanpa sepengetahuan Pangeran.

(Dansa sama aku aja Pangeran.. nanti aku nyamar jadi cwo.. *tetep aja alerginya bakal kambuh*)

Selesai berdansa Pangeran membawaku ke taman labirin di belakang istana. Labirin ini memiliki dinding yang terbuat dari akar-akar pohon seperti benteng yang kokoh, tetapi memiliki keindahan karena akar-akar itu ditumbuhi bunga kecil berwarna-warni. Jika masuk ke labirin ini sembarangan mungkin akan tersesat di dalamnya.

Kami sudah sampai di tengah-tengah labirin, disana terdapat kebun bunga tulip warna-warni dan air terjun mini dipinggirnya. Disamping air terjun itu terdapat pintu yang sama saat aku memasuki dunia ini. Pintu kayu dengan ukiran bidadari.

“Sekarang kau bisa kembali. Semoga kau dapat ke Super Junior Island”

Pangeran Won-won membukakan pintu itu. Aku sangat senang karena akan keluar dari sini dan tidak akan menjadi Cinderelli lagi. Aku pun berlari menuju pintu.

*Gubrakkkk…*

(ini Kyu loh yang jatoh gara-gara kesandung akar.. udah tau pake gaun masih lari-larian.. ancur banget tampangmu Kyu.. *Author kabur dulu takut ditimpukin pake sepatu boot Kyu*)

“Kau tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa.”

Malu banget bisa jatuh tadi. Aku segera berlari memasuki pintu tanpa menghiraukan perkataan Pangeran Won-won.

“Hei.. ini.. sepatu bootmu ketinggalan.”

Aku kembali ke lorong yang kanan kirinya terdapat berbagai macam pintu. Aku baru sadar gaunku kotor, sepatu boot ku yang kanan terlepas saat jatuh dan tertinggal disana. Tak apa lah, aku harus mencari Om Jin untuk membukakan pintu lagi untukku.

“Om Jin.. Om Jin.. Om Jin…”

Aku pun memanggil-manggil Om Jin. Tapi Om Jin tak kunjung datang.

(Kemana perginya Om Jin?? Apa Kyu dapat menemukan pintu menuju Super Junior Island?? ..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangan-petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 4.. hehehe..)

____________________TBC____________________

Yang udah baca.. Jangan lupa Comment..

Karena Comment kalian sangat penting untuk Author lanjutin cerita..

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , , , , | 9 Comments