Posts Tagged With: Ryeowook

FF Sunflower {OneShot, Songfic}

FF Sunflower
Author           : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre             : Romance, Angst

Leght              : One Shot, Songfic

Rating             : PG13

Cast                : Kim Yejin

Kim Ryeowook

Kim Yesung

Disclaimer     : Seluruh cerita milik aku, no plagiat. Para cast milik dirinya, orang tuanya, dan tuhan.

Credit Song   : Gavy NJ feat Sunny Side MJ – Sunflower

Continue reading

Categories: Angst, Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , | 5 Comments

FF Hijrah ke Seoul {Part 5}

Author     : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre       : Comedy, Horor (?)

Leght        : Chaptered

Rating       : PG13

Cast          :

Lee Sung Min        as Mang Kunti (MK)

Kim Young Woon   as Pucung (PU)

Lee Hyuk Jae         as Sundel Bolot (SB)

POV           : Author

Yang belum baca Part sebelumnya.. Klik disini.. Part 1 .. Part 2 .. Part 3 .. Part 4 ..

Continue reading

Categories: Chaptered, Comedy, Fanfiction, Hijrah ke Seoul, Horor | Tags: , , , , , | 3 Comments

FF Super Junior Island {Special Part}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Special Part

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Lenght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

Continue reading

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

FF Super Junior Island {Part 10-END}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 10-END

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Lenght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Heebum

Continue reading

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

FF Super Junior Island {Part 6}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 6

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Leght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Yunho as Peri Hutan

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Terima kasih Wookie. Kalau tidak ada kamu bisa-bisa aku mati.”

“Iya. Tapi jika tidak di beritahu Kyu, aku tidak akan kesini tepat waktu. Apa yang membuatmu seperti ini?? Aku tidak meracunimu.”

Wookie Potter yang di bilang penyihir jahat telah menyadarkan Snow White. Semuanya mengira Wookie Potter lah yang meracuni Snow White. Karena setelah memakan apel pemberian Wookie Potter, Snow White langsung membeku. Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan Snow White membeku dan hampir mati??

“Saat aku memakan apel pemberianmu, apel itu tersangkut di tenggorokanku dan tidak dapat tertelan. Aku menjadi kesulitan bernapas, aku tidak dapat mengendalikan kekuantan ku, aku mulai hilang kesadaran dan membeku.”

(Jadi gara-gara keselek apel, Snow White hampir mati dan mengancam keselamatan dunia?? Aku baru tahu apel begitu menakutkan..)

“Lain kali aku tidak akan memberimu apel lagi.”

“Iya. Aku rasa mulai sekarang aku tidak mau memakan apel lagi. Oh, kamu yang menyelamatkanku. Namamu Kyu?? Sepertinya aku baru pertama kali melihatmu??”

Snow White memandangku. Terlihat dia seseorang yang dingin. Tetapi kebaikan hatinya terpancar saat dia tersenyum. (Omo.. Dewa Cupit memanah ribuan panah cinta kehati ku saat Prince Snow White tersenyum.. *Author lebay.. Inget, udah punya Om Jin..*)

“Iya, namaku Kyu. Aku pendatang baru disini.”

“Terima kasih Kyu. Bagaimana aku membalas kebaikanmu??”

“Aku memang sedang butuh bantuanmu. Aku dengar kau juru kunci disini. Aku ingin keluar dari tempat ini, karena aku ingin ke Super Junior Island.”

“Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa membantumu. Kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, jadi aku tidak dapat membuka pintu untukmu. Tapi ada orang yang dapat menolongmu.”

————————-*****————————-

Puri Wookie Potter sangat ajaib. Sapu, kain pel, dan kemoceng melayang membersihkan puri ini sendiri. Seperti di taman, di dalam sini juga terdapat piano, biola, terompet, dan alat music lainnya tanpa ada orang yang memainkannya tetapi membuat alunan nada yang indah. Wookie Potter mungkin sangat menyukai music.

Aku kembali ke Puri ini bersama Wookie Potter. Di tempat ini tersembunyi pintu yang akan mengantarkanku kembali ke lorong pintu tempat Om Jin berada. Snow White memberitahuku ada juru kunci selain dia, orang itu adalah Wookie Potter. Dia juga tak keberatan membantuku keluar dari sini.

(Penyihir jaman sekarang baik-baik yah, ganteng lagi.. klo gtu mah aku gak takut lagi sama penyihir..)

“Kau juru kunci juga??”

“Ya, begitulah. Nah, disini pintunya.”

Kami telah menaiki tangga spiral sampai ke puncak puri ini dan terlihatlah Pintu berbentuk bintang yang sama saat aku akan memasuki dunia ini.

“Kau masuklah.”

“Terima kasih Wookie. Jika kau kesepian lagi, kau dapat memainkan ini.”

Aku membuka sorban yang menutupi kepalaku dan memberikan PS-P. (Omo.. Kyu kayak tukang sulap aja.. Lagi itu keluar teko dari balik rok, sekarang keluar PS-P dari balik sorban..)

“Apa ini??”

“Ini games. Begini cara mainnya.”

Aku memberikan contoh memainkannya. Muka Wookie Potter langsung bersinar, menatap takjub ke PS-P pemberianku.

“Ini.. Untukku.. Terima kasih Kyu.”

“Sama-sama. Kita berpisah disini sekarang. Sebaiknya kau menghapuskan sihir Pangeran Yesung.”

“Baiklah. Semoga kau sampai ke Super Junior Island. Kita akan bertemu lagi disana.”

Aku tak begitu mendengar perkataan terakhir Wookie Potter. Lorong penuh pintu dikanan kiri, aku kembali lagi ke sini. (asiiiikkkkk… gak sabar ketemu om jin lagi..)

————————-*****————————-

“Ini pintu terakhir yang bisa saya bukakan untuk tuan. Jika tuan salah memilih pintu lagi, saya tidak bisa membantu tuan untuk ke Super Junior Island lagi.”

(Om Jin.. Aku padamu.. Bogoshipeo.. *Mata Author bersinar-sinar liat Om Jin*)

Jangtungku berdegup kencang. Sesuai kata Om Jin ini kesempatan terakhirku menuju Super Junior Island. Aku telah 2 kali memilih pintu yang salah. Untuk ketiga kalinya aku memperhatikan pintu-pintu ini.

Pintu yang terbuat dari coklat, pintu dari akar, pintu berukirang tengkorang, pintu bamboo, pintu seukuran lubang tikus, atau pintu yang lainnya. Yang mana?? Yang mana pintu menuju Super Junior Island?? (Tenangin dirimu Kyu.. Ini kesempatan terakhir..)

Mataku menjelajahi setiap pintu. Kuambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ku tunjuk sebuah pintu besar yang terbuat dari akar yang berwarna hijau. (Yakin itu pintu yang benar Kyu..)

“Baiklah saya akan membukakan pintu ini. Tugas saya sudah selesai, tuan bukan majikan saya lagi.”

            (Andweee.. baru ketemu sebentar, masa mau pisah lagi.. Sini buat aku aja teko Om Jin biar aku jadi majikan Om Jin yang baru.. *Plakkkk*)

“Terima kasih Om Jin. Tanpa Om Jin aku tak bisa merasakan begitu dekat dengan mimpiku. Apa ini pertemuan terakhir kita??”

“Jika tuan dapat ke Super Junior Island, tuan dapat bertemu dengan saya lagi. Terima kasih, teko pemberian tuan sangat nyaman. Sekarang tuan masuklah.”

             (Andweee.. aku gak mau pisah sama Om Jin.. nanti Om Jin harus sering-sering telpon aku.. *Emangnya Om Jin udah punya HP??*)

————————-*****————————-

Ku mantapkan kaki menginjak dunia di balik pintu besar berlilit akar hijau. Hal pertama yang langsung menarik perhatianku, aku melihat lagi paman bertelinga kelinci yang ku temui di pinggir hutan dekat desaku.

Kenapa Paman kelinci itu ada disini?? Mau pergi kemana lagi paman kelinci itu?? Aiiisshhh, Paman kelinci itu berlari cepat masuk ke Hutan. Aku segera mengejar paman kelinci itu.

“Paman.. Paman kelinci..!!!”

Paman kelinci itu segera berhenti mendengar panggilanku. Aku segera menyusul paman kelinci itu.

“Ada perlu apa?? Aku sedang terburu-buru.”

“Paman kenapa ada disini?? Aku melihat paman di dekat Hutan Keramat. Aku mencari-cari paman di Hutan Keramat, orang-orang desa tidak percaya aku melihat paman bertelinga kelinci.”

“Kau orang desa disana?? Bagaimana bisa orang biasa sepertimu sampai ke tempat ini??”

Aku menceritakan pertemuanku dengan a Ladin saat mencari paman kelinci hingga aku dapat ke tempat ini berkat bantuan Om Jin.

“Kau memasuki pintu yang salah. Disini bukan Super Junor Island. Ah, aku hampir terlambat.”

Paman kelinci segera pergi meninggalkanku sendiri. Tak dapat ku percaya, aku memasuki pintu yang salah lagi. Tempat apa ini?? Apa aku harus hidup selamanya disini?? (Uwaaaa.. Kyu terjebak di sini donk.. Klo Kyu gak bisa ke Super Junior Island, aku gak bisa ketemu sama Om Jin lagi.. *Author gak mikirin nasib Kyu, cuma mikirin Om Jin*)

————————-*****————————-

Pepohonan disini sangat besar, dahannya membentang seolah ingin menggapai langit. Akar besar yang muncul ke permukaan menjadi tempat dudukku. Sinar matahari mengintip melalui dedaunan. Kepalaku tertunduk memandang tanah berlumut yang lembab.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?? Aku tak dapat kembali ke desa dan tak dapat ke Super Junior Island. Plek, seseorang menyetuh pundakku. Aku terkejut tanpa ku sadari tiba-tiba muncul sosok di depanku.

“Kenapa kau terlihat murung?? Siapa namamu??

“Namaku Kyu. Aku sedang bingung, tak tau mau kemana. Kau siapa??”

“Aku Panterpan. Jangan bersedih, aku tak suka melihat orang bersedih.Untuk sementara kau bisa tinggal di tempatku sampai kau punya tempat yang di tuju. Selamanya tinggal bersamaku juga tak apa.”

(Aku juga boleh ikut nginep juga donk.. Aku mau tidur bareng Panterpan aja, bosen sama Kyu terus.. *Plakkk*)

Panterpan ini kira-kira remaja, ku rasa lebih muda sedikit dari aku. Dia memakai pakaian serba hijau dengan topi dan sepatu yang berbentuk runcing. Dia memiliki senyum yang sangat ramah, orang yang sangat bersahabat.

“Ayo, aku akan mengantarkanmu berkeliling daerah sini.”

Aku mengikuti Panterpan, seseorang yang baru ku kenal. Aku tak bisa berpikir apa-apa lagi. Setidaknya ada seorang teman dapat mengengeyahkan perasaan gundah dihatiku.

Kami berjalan melewati padang bunga edelweiss. Sempat terpikir olehku, bunga edelweis, bunga lambang keabadian bukannya hanya tumbuh di puncak gunung. Kami mulai memasuki lagi hutan yang dikelilingi pohon-pohon besar.

“Ini adalah kediaman peri hutan. Disini tempat tinggalku. Dan rumah yang disana itu rumahku.”

Di padang rumput yang dikelilingi ketat pohon-pohon besar, Rumah-rumah melayang diatas kepalaku, dari dalam rumah keluar masuk orang-orang bersayap transparant, mungkin itu yang dimaksud peri-peri hutan.

Hanya ada satu rumah yang tak melayang. Sebuah pohon paling besar yang ku temui disini berdaun rimbun berwarna putih, pada batangnya yang berwarna hijau terlihat samar sebuah pintu, rumah Panterpan.

“Hei.. Yunho, kesini kau.”

Panterpan memanggil seorang peri yang sedang terbang. Peri itu langsung menuju tempat kami berdiri.

“Kau bawa siapa kesini??”

“Dia Kyu, dia akan tinggal disini. Kyu, kenalkan ini teman dekatku, Yunho. Nanti kau bisa berkenalan dengan peri-peri yang lain. tenang saja, mereka sangat ramah, kau pasti betah tinggal disini.”

“Selamat datang Kyu. Maaf aku tak bisa lama, aku ada urusan penting.”

Yunho terbang meninggalkan kami. Dia sama seperti peri yang lainnya, memiliki sayap transparant dipunggungnya. Aku rasa ada yang aneh disini. (Apa yang aneh Kyu??)

“Katamu disini tempat tinggal peri hutan. Semua peri bersayap, tetapi hanya kau saja yang tak memiliki sayap??”

           (Iya, yah.. Panterpan gak punya sayap..)

“Memang aku tak punya sayap, aku tak bisa terbang tapi aku bisa berlari sangat cepat.”

Panterpan langsung berlari seperti hembusan angin sampai aku tak dapat melihat sosoknya saat ia berlari. Dia sudah sampai di rumah pohonnya.

             (Ohh.. pantes namanya Panterpan, larinya secepat Panter.. Apa dia juga makan hewan mentah?? Aku mual bayanginnya.. *Makanya jangan bayangin yang macem-macem, Author*)

————————-*****————————-

Sudah seminggu aku tinggal disini. Di dalam pohon berdaun putih ini terdapat rumah Panterpan yang ku bilang cukup luas untuk ukuran di dalam pohon. Kehidupan disini sangat menyenangkan, aku diajak bermain tiap hari oleh Panterpan.

Aku juga sudah berkenalan dengan peri-peri yang tinggal di sini. Seperti kata Panterpan, mereka sangat ramah. Aku dengan mudah berbaur dengan mereka, walaupun aku berbeda dengan mereka. Tapi, jauh di lubuk hatiku tak bisa kulupakan mimpi ke Super Junior Island.

“Kenapa kau ingin ke Super Junior Island??”

Aku terkejut oleh pertanyaan Panterpan. Kami berdua sedang di rumah pohon, Panterpan menyadari aku sedang melamun. Aku menceritakan impianku ke Super Junior Island dan sampai aku di tempat ini. Tapi baru kali ini ada yang menanyakan alasan aku ingin pergi kesana.

“Aku.. Aku juga tidak tahu. Aku mendengar cerita tentang Super Junior Island dari orang tuaku sebelum mereka meninggal. Aku percaya pulau itu ada dan dapat memberikanku kebahagiaan seperti yang di ceritakan oleh orang tuaku.”

“Kebahagiaan itu apa?? Apa mempunyai harta yang melimpah, mempunyai kedudukan yang tinggi, atau dikelilingi bidadari?? Kebahagian seperti apa yang kau cari??”

Pertanyaan yang di keluarkan oleh seorang yang umurnya lebih kecil dariku tepat menghujam jantungku. Aku tak pernah memikirkan kebahagiaan itu seperti apa. Jadi selama ini apa yang ku kejar dari Super Junior Island??

Sebelum aku sempat menjawab pertanyaan Panterpan, tiba-tiba Yunho membuka pintu dengan kasar dan berteriak.

“Keadaan gawat!!! Dia datang.. Kita harus bersiap berperang!!!”

          (Siapa yang datang?? Apa Kyu akan ikut perang??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 7.. hehehe…)

____________________TBC____________________

Gak sabar pengen Publish part 7.. part 7 itu part yang paling aq suka.. FF ini aq publish lagi disini coz aq suka banget sama FF ini.. Aq paling suka FF Fantasy, tp sekarang2 malah bikin Romance.. hehehe..

Udah baca kan, Nah klo udah capek2 baca tinggalin comment juga donk.. Comment kalian itu penting banget buat aq.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , | 10 Comments

FF Skandal, Oh No! {Part 2}

FF Skandal, Oh No!!! Part 2

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance

Leght        : Chaptered

Rating       : PG15

Cast          : Kim Hee Chul as Heechul (Super Junior)

                   Tira M. Petal as Hwang Tira

Disclamir    : Super Junior & F(x) milik dirinya sendiri.. Tira dan cerita ini semua imajinasi Author..

____________________*****____________________ 

*Author Pov*

#Misi Kedua: Konfrensi Pers#

Sebuah ruangan sudah di penuhi oleh orang-orang dengan wajah antusias yang memegang kamera video, kamera foto dan buku cacatan. Semua perhatian tertuju pada pintu di depan mereka yang terbuka. Kilatan lampu blitz menyinari setiap sudut ruangan.

Heechul yang memakai jas hitam berjalan memasuki ruangan konferensi pers bersama manajernya. Di belakang mereka, Tira yang memakai dress baby pink juga memasuki ruangan bersama manajernya. Ia adalah orang yang di gosipkan tengah berkencan dengan Heechul. Mereka duduk di belakang meja yang penuh dengan mic. Dari sebelah kanan terdapat menejer Super Junior, disampingnya Kim Hee Chul, Tira, dan paling kiri adalah manajer Tira. Manajer Super Junior mulai angkat bicara.

“Terima kasih untuk teman-teman wartawan yang sudah menyempatkan waktunya berkumpul disini. Sebelumnya, kami mohon maaf atas semua pemberitaan yang beredar selama ini dan membuat fans resah. Disini kami akan memberikan kejelasan tentang berita yang beredar. Silakan ajukan pertanyaan.”

Para wartawan mulai munujuk tangan. Dipilih satu satu wartawan. “Saya dari Daily News. Saya ingin bertanya, apakah benar foto yang beredar adalah foto Heechul-ssi dan Tira-ssi? Gamsahamnida.”

Heechul menjawab pertanyaan itu dengan wajah tenang, “Benar, yang di foto itu adalah saya dan Tira.”

Wartawan langsung sibuk merekam moment paling bersejarah. Mereka sudah mulai tak sabar memberi pertanyaan lagi. “Saya dari Korean Hallyu, Bisakah anda menjelaskan hubungan kalian berdua? Gamsahamnida.”

Heechul menarik nafas sebentar dan melirik Tira, Tira memberi anggukan kecil. Heechul kembali berkata, “Benar seperti kabar yang beredar. Saat ini kami memiliki hubungan khusus..”

Suasana ruangan langsung memanas, kilatan blitz menghujam kedua selebriti yang sedang mengumumkan hubungannya. Manajer kembali menenangkan keriuhan wartawan dan mempersilakan satu wartawan bertanya kembali. “Saya dari Newsen. Sejak kapan kalian mulai berkencan? Tolong jelaskan lebih detail mengenai hubungan kalian. Gamsahamnida.”

“Kami sudah saling mengenal sejak saya dan Tira masih menjadi Trainee. Tapi kami mulai berkencan kira-kira sejak akhir tahun lalu. Untuk saat ini hanya itu yang bisa saya jelaskan mengenai hubungan kami.”

Seorang wartawan kembali melontarkan pertanyaan, “Saya dari Seoul Post. Tira-ssi, bagaimana perasaan anda menjadi pacar seorang super star seperti Kim Hee Chul dan apakah anda tidak takut mendapat serangan dari fansnya? Gamsahamnida.”

Tira yang baru pertama kali menghadapi konferensi pers terlihat agak gugup, Heechul menggenggam tangannya dan membuat ia terlihat lebih santai. Moment itu tentu saja menjadi santapan nikmat para wartawan.

“Saya sangat senang bisa dekat dengan Heechul oppa. Saya sudah mengaguminya sejak pertama kali menjadi Trainee, Saya juga sangat terkejut saat mengetahui perasaanku tak bertepuk sebelah tangan. Tapi seorang Trainee sepertiku tidak boleh berpacaran, jadi kami baru benar-benar bisa berkencan saat saya akan mulai debut. Untuk semua fans Super Junior terutama Heechul oppa, saya mohon maaf tapi saya sungguh-sungguh mencintai Heechul oppa.”

Heechul menambahkan, “Untuk para Elf dan Petal, saya juga mohon dukungannya untuk hubungan kami. Saya sangat mencintai kalian, tapi saya juga memiliki kehidupan pribadi, jadi saya mohon fans dapat mengerti.”

Seorang wartawan kembali bertanya, “ Saya dari Super Hallyu Star. Apa alasan anda menggungkapkan hubungan kalian? Apakah ini untuk mengangkat popularitas Tira yang sedang debut bulan ini? Gamsahamnida.”

Heechul kembali menjawab, “Saya hanya ingin mengklarifikasi berita yang terlanjur beredar. Saya pikir sudah saatnya saya mengumumkan wanita pendamping saya mengingat umur saya yang cukup dewasa. Hahaha. Dan sebentar lagi saya juga akan menjalani wajib militer. Kami memang saling mencintai, tidak ada hubungannya dengan debut Tira.”

Manajer Super Junior langsung mengambil alih acara, “Saya kira cukup untuk hari ini. Sekali lagi terima kasih telah menyempatkan hadir ada hari ini.”

Wartawan langsung menyerbu Heechul dan Tira saat mereka akan meninggalkan ruangan konferensi pers. Pertanyaan-pertanyaan masih terlontar, tapi hanya ditanggapi senyuman oleh keduanya. Ini ada kejadian paling fenomenal, Kim Hee Chul yang sebelumnya terkenal tak pernah mengungkapkan wanita yang berkencan dengannya dan sebelumnya sempat ada berita bahwa ia gay, hari ini mengumumkan Pacarnya di depan public.

 *Author Pov End*

____________________*****____________________ 

Kami keluar dari gedung tempat konferensi pers. Ternyata sudah banyak sekali fans di luar. Body Guard melindungi kami dari para fans yang mengamuk. Hinaan demi hinaan berlomba-lomba masuk ke telingaku. Heechul oppa masih bisa tersenyum kepada fansnya, dengan mantap kami menuju Van.

Tapi kejadian yang tidak di duga terjadi, ada benda yang menghantam kepalaku, sebuah telur busuk. Heechul oppa terlihat marah, tapi kami langsung mempercepat langkah masuk ke dalam Van. Aku langsung memegang rambutku saat berada di dalam van. Mukaku langsung cemberut seketika.

“Tira, gwencahana?”

“Aisshhh. Rambutku. Keramas 7 hari 7 malam juga gak akan hilang baunya. Besok harus perform di Inkigayo lagi. Hwaaa, eottoke?”

“Hahahaha..”

Aku memandang sinis Heechul oppa, dia menertawakanku. Menyebalkan. Hyaaa~ rambutku. >.<

“Ini baru permulaan Tira. Yah, beginilah resiko jadi pacar Super Star Heechul.”

“Aku mengerti perasaan fansmu oppa. Tapi gimana nasib rambutku ini? Aku tak mau perform dengan rambut bau.”

“Hahaha. Saat seperti ini, kau malah lebih mementingkan rambut. Tapi, aku juga pasti marah jika rambutku terkena telur busuk seperti itu. Gimana kalau kita ke salon dulu?”

“Oppa. Kita disuruh langsung ke SM setelah acara ini.”

“Ke salon dulu baru ke SM. Memangnya kau mau menemui mereka dengan rambut bau seperti itu? Aku juga mau perawatan dulu, memikirkan masalah ini bisa-bisa bikin kerutan di wajah.”

“Araseo. Terserah oppa, aku juga tak tahan bau rambutku ini.”

Namja ini memang aneh. Jarang namja yang mau menghabiskan waktu di salon. Tapi dia itu Kim Hee Chul, namja yang berbeda dari namja-namja lain. Aku juga tak tau kenapa aku bisa suka sama namja ini. Sepertinya jaringan otakku rusak gara-gara telur busuk ini.

____________________*****____________________ 

at SM Entertaiment

Di lempar telur busuk tidak begitu buruk juga. Akhirnya aku bisa kencan dengan Heechul oppa. Sebenarnya ini bisa di sebut kencan gak yah? Kami menghabisan waktu 5 jam bersama di Salon. Dia itu cerewet, kami sempat berdebat gara-gara dia maksa menyuruhku mengecat rambut menjadi warna coklat kemerah-merahan. Tapi harus ku akui, hasilnya benar-benar daebakkk, wajahku jadi terlihat lebih cerah. 😀

Setiap bersamanya membuat jantungku selalu berdebar-debar. Tapi rasanya aku mulai terbiasa dengan dia, sudah tak canggung lagi. Awalnya ku pikir Heechul oppa orang yang dingin, setelah beberapa saat bersamanya ternyata dia orang yang menyenangkan walaupun moodnya gampang berubah. Seperti saat ini, tadi kami bisa bercanda tapi sekarang dia kembali dingin. Hah, emang namja aneh. Manajer kami marah-marah karena kami kabur setelah konferensi pers. Member Super Junior yang lain juga sudah berkumpul disini.

“Ya~ Tira-ssi. Dari mana saja kau? Tadi kau kena lemparan telur kan? Gwenchanayo? Aigooo, kau mengecat rambutmu? Tapi ini benar-benar bagus.”

Hyo Mi onnie manajerku langsung menanyakan ini itu kepadaku. Aku menceritakan ke Salon dulu sama Heechul oppa. Ada rasa sedikit bersalah sama manajerku ini, aku tak ada tentu saja yang paling di salahkan onnie, karena aku belum memiliki HP jadi tidak bisa dihubungi. Kata onnie, Hp Heechul oppa juga tadi tak bisa dihubungi.

“Hyung, kencan sama Tira kenapa gak ajak-ajak aku?”

 Wajahku memerah mendengar pertanyaan Kyuhyun sunbae. Heechul oppa langsung menjitak magnaenya itu dan menatapnya tajam. Omo, Heechul oppa klo marah serem, hawa pembunuh menyebar. Evil magnae juga bakal tunduk sama raja iblis sebenarnya.

“Hyung, kau masih masuk tranding topic urutan pertama selama tiga hari berturut-turut. Daebakkk. Selesai konferensi pers, #ChulRa juga langsung masuk tranding topic urutan ke dua. Tapi berita buruknya Anti Tira masuk tranding topic urutan ke 7.”

Ryeowook sunbae seperti pembawa berita. Tadi katanya ANTI TIRA masuk trading topic, Kyaaa~ bagaimana nasibku nanti di tangan para Antis.

“Tenang Tira-ssi. Ini hanya awalnya saja kau dapat kesulitan. Lama-lama juga antis bakal banyak berkurang dan fansmu akan meningkat. Asal kau mau kerja keras, tunjukkan kemampuan terbaikmu.”

Leeteuk sunbae memang seperti malaikat, dia bisa membaca pikiranku yang sedang galau. Benar-benar leader paling berkharisma. Aku tersenyum manis kearahnya.

“Gamsahamnida Leeteuk sunbae.”

“Jangan panggil kami sunbae. Sekarang kau pacar Heechul jadi panggil kami oppa saja.”

“Atau kau mau di panggil kakak ipar?”

Kyuhyun oppa langsung menyela obrolan ku dengan Leeteuk oppa. Lemparan bantal sofa langsung mengarah padanya. Si pelempar, Heechul tetap dengan tampang dinginnya sambil duduk dan bermain HP seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu.

____________________*****____________________ 

at Apartemen Tira

“Onnie. Hari ini jadwalku apa?”

Pagi ini Hyo Mi onnie sudah stand by di apartementku. Aku menyiapkan sarapan untuk kami. Beginilah penyanyi solo, hanya tinggal sendiri di Apartement, sangat sepi. Tapi dari kecil juga aku sudah terbiasa tinggal sendiri. Jadi terbiasa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

“Jam 11 ada latihan untuk fasion show minggu depan. Siangnya kau harus latihan vocal, nanti malam perform di Inkigayo. Pagi ini semua berita masih seputar skandal kalian. Kau tau, tadi malam aku tidak tidur harus mengatur jadwalmu dan banyak sekali job yang masuk. Nanti aku kirim semuanya di email, kau cek lagi jadwalnya jika ada yang tidak kau suka langsung bilang padaku.”

“Gamsahamnida, onnie.”

Manajerku ini sangat baik hati, hubungan kami seperti teman karena umurnya tak terlalu jauh beda denganku. Tapi dia sangat professional. Sebelum aku debut profesiku memang menjadi model, makanya banyak tawaran fasion show atau pemotretan. Tapi aku ingin semua orang mengenalku karena kemampuanku bernyanyi.

“Oh iya. High Cut Magazine susah meminta wawancara eksklusif denganmu dan Heechul. Ini benar-benar hebat. Skandal ini benar-benar membuatmu langsung terkenal. Perusahaan sedang membuat fans club resmimu, karena banyak permintaan dari Tiramisu. Sebentar lagi juga kau harus membuat Cyworld agar mudah berkomunikasi dengan fans. Omo, sudah jam 7. Aku harus pergi, ada rapat di SM. Kau harus siap-siap, nanti aku menjemputmu jam 10. Satu lagi, misi ketiga sedang berjalan.”

Hyo Mi onnie mengerling padaku sebelum meninggalkanku. Fans bertambah, job bertambah, popular. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati. Ini semua impianku tapi kenapa tak ada rasa bahagia saat mencapainya. Onnie sudah bekerja sangat keras, perusahaan juga sudah mengusahakan yang terbaik, Super Junior terutama Heechul oppa juga sangat membantu banyak. Mana mungkin aku mengecewakan mereka. Hwaiting, Hwang Tira.

Sebelum bersiap-siap aku ingin melihat berita dulu. Komputer di kamar ku hidupkan. Aku jadi teringat perkataan Sulli, jika ingin mengetahui seberapa popular, klik namaku di mesin pencari. Jadi aku buka google, dan ku ketik Hwang Tira. Muncul, kebanyakan artikel tentang hubunganku dan Heechul. Tapi ada satu website yang mengugahku membukanya.

http://www.tiramisu.com/home.php

Tira Profile

Birth Name: Hwang Ti Ra (황 티라)

Stage Name: Tira (티라)

Nick Name: Angel Voice

Birthday: March 29, 1989

Height: 167 cm

Weight: 50 kg

Blood Type: O

19 Febuari 2011 [Pict] Konferensi pers Kim Heechul dan Hwang Tira (12 pict)

19 Febuari 2011 [News] Kim Heechul mengumumkan hubungannya dengan Hwang Tira, “Kami sudah berkencan sejak akhir tahun lalu”

18 Febuari 2011 [News] SME akan mengadakan konferensi pers menganai hubungan Heechul (Super Junior) dan Tira

16 Febuari 2011 [News] Kim Heechul (Super Junior) berkencan dengan Tira penyanyi baru SM Entertaiment

14 Febuari 2011 [Pict] Tira at Inkigayo 130211 (10 pict)

12 Febuari 2011 [Video] Tira – Love Me Not at Music Bank 090211

WOW. Aku sangat terkejut melihat website ini. Pendirinya fans-fans fanatikku yang diberi nama Tiramisu, bahkan website ini ada sebelum skandalku. Berarti dulu masih ada orang yang benar-benar menyukaiku. Rasanya senang sekali. Tapi setelah aku menjelajah ke website lain, ternyata banyak juga website anti fansku. Kata-kata kotor terlontar seperti manusia tak beradab, foto-fotoku di permak sedemikian rupa sampai tak bisa dikatakan sebagai manusia.

Komentar-komentar miring mereka bikin sesak, air mataku mengalir. Apa mereka tak punya hati, aku juga manusia biasa yang dapat sakit hati mendengar komentar mereka. Sebegitu bencinya kah aku dekat dengan Heechul? Ada yang bahkan terang-terangan keluat dari Petal dan menjadi anti fansku.

Jika mereka marah, marahlah padaku. Hal yang paling menyakitkan, mereka juga membuat anti fans Heechul. Dia tak ada hubungannya, dia hanya korban demi kepopuleranku. Sakit rasanya mengetahui orang yang kucintai dicaci maki karenaku. Perasaan bersalah ini medepakku ke jurang yang dalam.

____________________*****____________________  

at Inkigayo, Tira’s Room

“Oppa, sedang apa disini?”

“Tentu saja melihatmu perform sekaligus menjalankan misi ketiga.”

Hari ini aku perform di Inkigayo, acaranya sebentar lagi di mulai jadi aku bersiap di ruang tunggu dulu. Tak kusangka Heechul oppa juga disini. Padahal dia baru pulang dari Show di luar negeri, pasti lelah. Yah, tujuannya memang bukan melihatku perform tapi menjalankan misi ketiga. Rasa bersalahku makin timbul, aku hanya membuatnya lelah dan mendapat banyak masalah.

“Mianhamnida, oppa.”

Aku membungkukkan diri di hadapan Heechul oppa. Ia yang sejak tadi asik bermain dengan HPnya agak terkejut melihatku. Langsung aku jelaskan maksud permintaan maafku sebelum ia bertanya.

“Maaf, karena aku oppa jadi susah. Maaf, karena aku banyak fans oppa jadi kecewa. Maaf, karena aku antis oppa jadi makin banyak.”

“Aku melakukan semua ini karena pekerjaan. Aku dibayar untuk semua ini, jadi tak ada masalah buatku. Jangan memikirkan antis, itu hanya buat frustasi. Tidak semua fansku kecewa, fans yang sesungguhnya pasti akan mendukung idolanya. Aku percaya pada fans-fansku. Kesini, coba lihat ini.”

Aku berjalan mendekati Heechul oppa, ia memperlihatkan HP-nya yang sedang membuka twitter. Kulihat mentionnya.

‘@Heedictator Oppa, aku patah hati. Tapi karena oppa sudah jujur, aku dukung oppa. Yang penting oppa bahagia.’

‘Petal, biarkan @Heedictator berpacaran, dia juga punya kehidupan pribadi. Jangan membashing Tira. ChulRa Hwaiting.’

‘Tira beruntung dapat berpacaran dengan @Heedictator, oppa masih ada kesampatan buat jadi pacar kedua gak?’

‘@Heedictator Oppa aku sudah melihat video Tira onnie. Suaranya sangat indah sekali. Dia juga tak kalah cantik dari Soohee. Aq dukung ChulRa couple’

Masih banyak lagi dukungan buat kami. Yah, walaupun banyak juga komentar kekecewaan. Petal memang hebat, aku juga pasti akan melakukan hal serupa. Jika Heechul oppa menemukan seseorang yang ia cintai, aku akan melepaskannya, jelas patah hati tapi aku lebih bahagia melihatnya bahagia.

“Onnieee…”

Tiba-tiba pintu terbuka, Sulli masuk dan langsung memelukku. Sulli ini anggota F(x), saat menjadi Trainee aku sangat dekat dengannya. Dia sudah kuanggap seperti adik kandungku. Makanya sikapnya manja terhadapku, kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, aku bisa menemuinya setiap aku perform di Inkigayo karena ia salah satu MC di acara ini.

“Ada Heechul oppa juga. HYA~ kalian jahat. Kenapa gak bilang kalau kalian berpacaran. Kapan kalian pacaran?”

“Baru kok pacarannya. Maaf yah, tidak bisa kasih tau dulu.”

Heechul oppa mengelus kepala Sulli. Oh iya, mereka kan dekat selama ini. Agak sedikit cemburu juga sih, Heechul oppa aja gak pernah mengelus kepalaku. >.<

“Baguslah kalian berpacaran. Oppa, onnie itu sudah menyukaimu sejak pertama kali dia jadi Trainee.”

“Jeongmal?”

“Ne, di apartemennya banyak foto Heechul oppa.”

Aku langsung membekap mulutnya. Heechul oppa langsung meledekku. Hyaa~ malu (>///<)

“Onnie, sebentar lagi acaranya mulai. Onnie jadi opening hari ini, jadi bersiaplah.”

Aku langsung menatap cermin dan mengecek penampilanku. Rambutku dikuncir tinggi dan dihiasi bunga-bunga kecil, bajuku memakai dress berwarna hijau lime di atas lutut, sepatuku flat berwarna senada. Konsep albumku ini adalah peri yang jatuh cinta ke manusia, tapi manusia tak bisa melihatnya sehingga peri itu hanya bisa memendam cintanya.

“Apa aku sudah cantik?”

“Masih cantikan aku.”

Aku langsung menoleh ke Heechul oppa yang berbicara tapi tetap menatap HPnya. Aisshhh, menyebalkan. Aku tak bisa membatah ucapannya, karena memang dia yang paling cantik. Aigooo, namja cantik sekaligus tampan.

“Onnie, oppa emang begitu jangan dihiraukan. Kau sangat cantik.”

Setelah itu kami berfoto-foto bertiga dan Sulli juga sempat memfoto kami berdua. Misi ketiga, Heechul mengupload foto-foto yang menunjukkan dukungannya terhadapku. Jika yang mentwit Raja Twitter seperti Kim Heechul pasti akan banyak menyita perhatian public dunia. Heechul oppa adalah jalanku memulai karir di dunia internasional.

Bukan maksudku ingin memanfaatkannya. Tapi lagi-lagi ini kehendak perusahaan yang hanya menginginkan kejayaan, apapun caranya. Pintu terbuka lagi, ku lihat Hyo Mi onnie bermuka pucat.

“Tira, ada yang berusaha sabotase acaramu. Kaset untuk backsound lagumu dirusak seseorang. Pihak Inkigayo sedang menelusuri masalah ini. Tapi kita tak punya waktu lagi, acara akan segera dimulai, tidak akan keburu meminta kaset candangan yang berada di perusahaan.”

____________________TBC____________________

Ini FF buat My Lovely Tira, reader setia aq dari awal bikin FF.. Jgn mikir Tira beneran artis yah, dy hanya seorang narsis yg slalu minta dibuatin FF ama Chulpa.. haxhaxhax..

Yg jadi manajernya Shu Las Tri alias Han Hyo Mi.. FF ini aq tujukan buat reader2 setia aq yg udah ngedukung aq dari awal buat FF..

Makanya sering2 comment, kasih masukan buat aq.. Aq orangnya suka tiba2 masukin nama reader aq di FF.. hehehe..

Aq seneng klo banyak yg RCL di sini.. I Love U all..

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Chaptered, Fanfiction, Romance, Skandal, Oh No! | Tags: , , , , , | 19 Comments

FF Super Junior Island {Part 5}

FF  SUPER JUNIOR ISLAND Part 5

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Adventure, Fantasy

Leght               : 10 Part + 1 Special Part

Rating              : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = FT Island

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

Sesosok tubuh pria terbaring membeku di selimuti es. Lima orang kerdil duduk menangis mengelilingi peti es yang menutupi sosok pria itu. Awan hitam mengantung di langit. Pohon-pohon es meneteskan air. Saljupun mencair, seakan dunia ikut menangis.

Hembusan hawa dingin menerpa ku untuk ke sekian kali. Aku diam mematung memandang tubuh pria yang membeku. Seakan aku ikut membeku bersama pria itu. Tak dapat ku percaya sosok beku itu adalah jasad Snow White yang akan membawa aku keluar dari tempat ini.

“A.. Ap.. Apa.. yang terjadi disini??”

“Tadi Penyihir Wookie Potter datang ke sini. Dia memberikan apel kepada Prince Snow White.”

“Saat memakan apel pemberian penyihir itu, Prince kami membeku dan menjadi seperti ini.”

“Pasti penyihir jahat itu telah memberikan racun!!”

“Prince Snow White yang malang.”

“Dunia akan hancur!!!”

Kelima orang kerdil berkata sambil menangis. (Cup.. cup.. cup.. Adikku Minhwan klo nangis lucu.. sini pulang sama noona aja, nanti noona beliin permen.. *Author pelit cuma beliin permen doank*)

“Apa maksud kalian dunia akan hancur??”

“Pulau ini sepanjang tahun tertutup salju. Yang bisa menurunkan salju hanya Prince Snow White. Sekarang salju mencair, pulau ini hampir kehilangan kehidupan.”

“Setiap tahun biasanya kami juga membantu Prince Snow White membuat hadiah untuk anak-anak di seluruh dunia.”

“Prince akan membagikan hadiah-hadiah itu pada malam natal.”

(Oh.. Jadi Sinterklass itu Snow White.. Aku kira kakek tua berjenggot, ternyata pria muda tampan..)

“Tanpa Prince Snow White tak akan ada lagi musim dingin, Tak ada lagi hadiah natal.”

“Pertanda kehancuran dunia!!!”

Petaka besar. Dunia tidak akan seimbang. Tanpa musim dingin, suhu dunia akan terus memanas. Hewan yang biasa tinggal di suhu dingin akan mati perlahan-lahan. Jika kutub mencair maka dunia akan tenggelam. (Andweee.. )

Prince Snow White harus hidup. Dia tidak boleh mati. Bukan hanya untuk membantuku keluar dari dunia ini. Tapi untuk kelangsungan kehidupan di dunia. (Aku punya cara.. Snow White membeku, panasin aja sampai esnya mencair.. aku ambil kompor dan panci dulu yah.. *Author mau bantu or mau masak??*)

“Bagaimana caranya membuat Snow White sadar kembali??”

————————-*****————————-

Hutan larangan terletak di seberang Hutan es tempat Snow White tinggal. Untuk kesana harus menelusuri sungai es ini dan menyeberangi jurang. Tempat tinggal Wookie Potter sang penyihir ada di tengah Hutan Larangan.

Tak ada yang pernah memasuki hutan larangan karena takut dengan penyihir Wookie Potter. Kekuatan sihir Wookie Potter tak perlu diragukan lagi. Pangeran Yesung disihir menjadi kura-kura. Snow White juga membeku mungkin karena ada sihir pada apel yang dimakannya.

“Jika kami tahu cara menyadarkan Prince Snow White, kami tak akan menangis sepanjang hari.”

“Hanya penyihir itu yang tau cara mengembalikan kesadaran Prince Snow White.”

Begitulah kata JaeJin, yang membuatku disini menyelusuri sungai es. Aku harus ke hutan larangan itu dan menemui Wookie Potter untuk mencari cara mengembalikan kesadaran Snow White.(Beneran Kyu mau kesana.. klo Kyu disihir jadi kodok gimana?? *nanti ceritanya berubah jadi Kyu sang Frog Prince* Andweee.. aku gak suka kodok budik.. *Plakkk*)

Tindakanku mungkin terlewat berani. Tujuanku hanya ingin mengembalikan kesadaran Snow White. Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat saat bertemu dengan penyihir itu. Bahkan aku tidak tahu penyihir itu seperti apa. (Udah aku bilang, penyihir itu nenek-nenek yang gak pernah sikat gigi makanya giginya item-item semua…)

Sungai es tidak lagi membeku. Sungai es kini mencair menghanyutkan sisa-sisa bongkahan es. Di ujung sungai terdapat air terjun yang membuat jurang pemisah Hutan Larangan.

Tak jauh dari air terjun terdapat jembatan gantung terbuat dari kayu yang menghubungkan ke Hutan Larangan. Jembatan itu terlihat seperti tak pernah dipakai, tapi aku rasa masih dapat di gunakan. Jantungku berdetak dengan cepat. Jembatan bergoyang saat aku melewatinya dan kurasakan cipratan air terjun yang dingin. (hati-hati Kyu… )

Akhirnya aku dapat mencapai hutan larangan. Hutan larangan ku pikir tempat yang menyeramkan, ternyata jauh dari kata menyeramkan. Hutan ini ditumbuhi bunga yang tingginya sepinggangku. Jika ku sentuh, bunga itu langsung berubah menjadi puluhan kupu-kupu kecil yang berwarna-warni.

Pohon-pohon disini sangat besar dan tinggi, semuanya unik. Ada pohon yang memiliki sulur-sulur ranting yang menggantung berwarna pink, begitu indah. Hewan-hewan disini pun unik. Ku lihat ular mempunyai kaki, ada anjing berkepala ikan, ada bunglon yang bisa terbang, dan banyak lagi spesies unik lainnya. Apa ini jenis spesies baru??

(Itu mah bukan spesies baru Kyu.. jangan-jangan itu sihirnya si nenek sihir.. *nama penyihirnya Wookie Potter, Author.. bukan nenek sihir..*)

“Siapa kau?? Beraninya memasuki wilayahku tanpa izin.”

Aku terkejut ada sosok yang terbang menggunakan sapu lidi menghampiriku. Apa dia si penyihir jahat itu??

————————-*****————————-

Seorang pria berjubah hitam, berkaca mata bulat, berwajah lugu, memiliki senyum yang manis sedang menungkan teh di depanku. Tak dapat ku percaya dia adalah Wookie Potter. Penyihir jahat yang telah menyihir Pangeran Yesung menjadi kura-kura, seseorang yang membuat malapetaka besar pada dunia karena meracuni Snow White. Sungguh tak dapat ku percaya.

(Aku juga gak dapat percaya Kyu.. Aku kira penyihir itu nenek-nenek yang giginya item.. Ternyata cwo yang ganteng.. Disihir jadi patung dirumahnya aku juga mau, asal bisa ngeliat dia tiap hari..)

“Silakan di minum tehnya.”

“Terima kasih.”

Teh buatan Wookie Potter beraroma wangi bunga. Sangat nikmat. Sekarang aku sedang duduk di taman dekat puri milik Wookie Potter. Taman ini memiliki meja dan kursi yang terbuat dari pohon, alunan music terdengar dari piano tanpa pianis.

Aku ingat kejadian tadi. Wookie Potter menemukanku, aku bilang aku pendatang baru disini dan sedang mencari Penyihir Wookie Potter . Badan ku bergetar, Aku pikir dia marah karena aku memasuki wilayahnya tanpa izin. Tapi dia langsung membawaku ketempat ini dan menyuguhi teh. (Aku juga mau teh buatan Wookie Potter.. Tapi, ada racunnya gak yah.. @_@)

“Sangat menyenangkan ada yang menemani minum teh. Aku tidak pernah kedatangan tamu seperti ini.”

Wookie Potter kembali tersenyum ramah padaku. Tidak ada kesan jahat di orang ini. Aku masih tidak percaya dia penyihir jahat itu.

“Apa kau ini benar Wookie Potter??”

“Ya, benar. Kau sudah menanyakan ini beberapa kali. Ada perlu apa kau mencariku sampai ke sini??”

“Apa kau yang menyihir Pangeran Yesung menjadi kura-kura??”

“Ya. Aku yang menyihirnya. Bagaimana kau tahu itu??”

“Kenapa kau menyihirnya?? Aku pikir kau bukan orang yang jahat.”

“Dia tidak mau bermain denganku. Dia selalu saja main dengan kura-kuranya. Sekalian saja aku sihir dia jadi kura-kura. Aku bosan di puri ini sendirian.”

Raut muka Wookie Potter berubah cemberut. Aku paham jika dia bosan sendirian. Karena aku juga selalu sendirian sejak ditinggal oleh kedua orang tuaku dan tidak ada yang mau bermain denganku karena menganggapku gila. (Wookie Potter lagi cemberut juga manis.. Pengen aku cubitin pipinya.. *Awas ntar Author disihir jadi perkedel sama fansnya Ryeowook*)

“Apa kau juga yang meracuni Snow White??”

“Apa maksudmu?? Aku tidak pernah meracuni Snow White!!!”

————————-*****————————-

Angin dingin menapar wajahku. Dari atas dapat kulihat jurang dan sungai es yang kulewati. Aku diboncengi Wookie Potter menaiki sapu terbangnya menuju tempat Snow White. Terbang dengan sapu terbang sangat mengasikkan. Tapi ini bukan saatnya menikmati pemandangan.

Wookie Potter mengatakan dia tidak meracuni Snow White. Setelah aku menceritakan Snow White membeku setelah memakan apel pemberian Wookie Potter, dia langsung mengajakku ke tempat Snow White.

“Apa benar bukan kau yang meracuninya??”

“Bukan!!! Aku berteman baik dengan Snow White, tidak mungkin aku meracuni dia. Dunia akan musnah jika Snow White mati. Harusnya aku menyadari lebih awal saat sungai es mulai mencair.”

Raut muka Wookie Potter berubah serius. Aku rasa perkataannya jujur, bukan dia yang meracuni Snow White. Jadi kenapa Snow White membeku saat memakan apel pemberian Wookie Potter??

“Kita akan sampai.”

Perlahan sapu terbang mulai munurun menuju rumah es yang dikelilingi pohon es. Kami mendarat di belakang rumah es, tepat di depan peti es yang berisi Snow White. Dari belakang kami muncul 5 orang kerdil mengacungkan cangkul ke Wookie Potter. (Omo.. Mau perang kok senjatanya cangkul..)

“Penyihir jahat!!!”

“Kau sudah membunuh Prince Snow White kami!!!”

“Mau apa lagi kau kesini??”

“Tenang. Bukan Wookie Potter yang meracuni Snow White.”

Aku mencoba menenangkan mereka. Tapi emosi mereka telah memuncak.

“Kenapa Kyu membela dia!!”

“Apa kau sekarang telah berkomplot dengan penyihit itu!!”

“Snow White belum mati!!!”

Aku dan para orang kerdil yang akan menyerangku ini terkejut dengan perkataan Wookie Potter. Tak ku sadari sejak tadi Wookie Potter memperhatikan jasad Snow White, sedangkan aku sibuk menenangkan orang kerdil ini. Kami langsung mendekati jasad Snow White.

“Apa maksudmu penyihir jahat!!”

“Dia tidak mati, jantungnya masih berdetak. Aku juga tidak tahu dia kenapa. Tapi ku rasa aku dapat membuatnya sadar.”

(Wookie Potter selain jadi penyihir mungkin kerja sampingan jadi Dokter yah … Bisa tolong periksain jantungku masih berdetak gak abis liat Penyihir ganteng… *Plakkk*)

Wookie Potter mengeluarkan tongkatnya dan mengumamkan sebuah mantra. Sinar berwarna biru muncul dari tongkatnya dan melelehkan es yang membelenggu Snow White. Tubuh yang kaku itu terbatuk-batuk saat es mencair. Kelima orang kerdil itu langsung memeluk Snow White yang kembali sadar.

Sesaat setelah Snow White sadar, pulau ini langsung berubah menjadi putih, ditutupi salju dan es. Pohon-pohon yang layu kembali segar ditutupi salju. Awal gelap pun berubah menjadi biru terang. Entah kenapa walaupun seluruh tempat ini tertutup salju, aku tak merasa kedinginan lagi.

“Terima kasih Wookie. Kalau tidak ada kamu bisa-bisa aku mati.”

“Iya. Tapi jika tidak di beritahu Kyu, aku tidak akan kesini tepat waktu. Apa yang membuatmu seperti ini?? Aku tidak meracunimu…”

(Apa yang menyebabkan Snow White membeku?? Apa Snow White dapat membantu Kyu dapat keluar dari tempat itu??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 6.. hehehe…)

____________________TBC____________________

FF Ini karya yang paling ku suka.. Imajinasi keluar semua.. Klo udah sempetin baca, jangan lupa comment juga..

Comment kalian sangat penting buat aq.. ^^

Jangan Copy Paste yah.. :D

Gamsahamnida..

Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , | 14 Comments