Posts Tagged With: Luna

FF Paris, I’m Coming {OneShot}

FF Paris, I’m Coming {Sequel Secret}

Author             : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre              : Romance

Leght               : One Shoot

Rating             : PG15

Cast                :

Lee Hyuk Jae as  Eunhyuk

Park Sun Young as  Luna

Other Cast       : Donghae, Sulli, Siwon, Krystal

POV                : Eunhyuk

FF ini Sequel FF Secret.. kalian bisa langsung baca, tp klo pengen tau FF Secret bisa baca disini..

Part1 .. Part 2 ..

____________________*****____________________

Paris. Kota dengan sejuta keindahan. Kisah romantis banyak bermunculan dari kota yang menjadi ikon fasion dunia ini. Disini lah gadis yang selama ini kucari tinggal. Di salah satu tempat yang belum aku ketahui letaknya.

Salju menutupi bahu jalan, suhu udara sudah mencapai minus 20 derajat, tapi tak surut menghentikan niatku menapaki setiap jalan dikota ini. Kurapatkan jaket melindungi hawa dingin yang menusuk. Sebuah foto keluar dari balik jaket, lama kupandang foto tersebut. Sosok gadis Korea cantik berambut panjang terekam jelas di foto itu, senyumku mengembang.

“Pasti aku akan menemukanmu, Luna.” Gumamku pelan. Pikiranku melayang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu saat aku benar-benar kehilangan cintaku.

*Flash Back*

“Sarangheyo.”

Detakan jantungku kian meningkat. Bibirku menjadi kelu, aku tak pernah mengira akan adanya hari ini. Luna gadis yang kupuja dua tahun ini mengungkapkan perasaannya padaku tepat dihari kelulusan kami.

Hanya ada kami berdua saling bertatapan di taman belakang sekolah, teman-teman sedang merayakan kelulusan ditempat lain begitu juga kekasihku, Sulli. Deg, dadaku terasa perih mengingatnya. Kekasih, ya, aku telah memiliki kekasih.

“Mianhae, Eunhyuk-ssi. Aku tahu ini salah, kau namjachingu Sulli, sahabatku sendiri. Tapi, untuk pertama dan terakhir kalinya, aku hanya ingin kau tahu selama ini aku mencintaimu. Jeongmal Mianhae.”

Ia membungkukkan badannya meminta maaf padaku. Tampak raut penyesalan dari wajah cantiknya. Luna, andai kau tahu aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Aku sangat mencintaimu. Hati ini sangat perih karena mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu.

Tak ada yang tahu, aku berpacaran dengan Sulli karena aku merasa bersalah sama sahabatku Donghae. Ia sangat mencintai Sulli, aku yang berniat menyatukan mereka malah membuat Sulli jatuh cinta padaku. Aku telah merebut cinta sahabatku sendiri. Saat ia menyuruhku berpacaran dengan Sulli aku menyanggupinya, ini untuk menebus dosaku padanya.

Tapi cinta tak dapat di paksa. Walaupun setahun sudah kami berpacaran, tapi aku tak bisa mencintai Sulli, hatiku tetap terpaut pada seseorang yang kini berdiri di depanku. Cintaku ini harus di relakan untuk menebus dosaku. Sakit, kau tak tahu betapa sakitnya diriku saat ini mendengar kau menyatakan cinta padaku.

“Nado Sarangheyo.”

Kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku, membuat ia tersentak tak percaya menatapku. Aku tak kuasa lagi memendam luapan gelombang asmara yang ku kubur selama ini. Kurengkuh tubuhnya dalam pelukanku.

Cukup sudah. Aku tak mampu bersandiwara lagi. Ingin kuteriakan biar dunia tahu, Aku mencintaimu, Luna. Akan kuterima semua resiko dari perbuatanku ini. Sulli, Donghae, jeongmal mianhae. Tapi kurasakan dorongan dari tubuhnya, melepaskan pelukanku. Dan sebuah tamparan halus mendarat dipipiku.

“Ya~ LEE HYUK JAE. Apa yang kau lakukan?! Jangan mempermainkanku, kau itu namjachingu-nya Sulli.”

Tatapan tajamnya mengisyaratkan ketidakyakinan padaku. Tak sanggup lagi, akhirnya aku menceritakan alasan aku berpacaran dengan Sulli, dan aku yang mencintainya sejak awal. Matanya berkaca-kaca mendengar kisahku.

“Walaupun benar kau mencintaiku, kita tak bisa bersama.”

“Wae? Apa karena Sulli?”

Kepalanya mengangguk pelan. Bulir bening menetes dari matanya yang indah. Hatiku sakit melihatnya menangis. Aku mengerti ia tak mungkin menghianati sahabatnya sendiri. Jika aku memutuskan tali ikatan dengan Sulli dan kami benar-benar bersama. Tak mungkin kami dapat bahagia diatas penderitaan orang lain. Ya tuhan, kenapa semua terasa rumit.

Sungguh aku bingung dengan keadaan ini. Kupegang kedua pipinya, kuhapus air matanya. Kini tangannya menahan tanganku. Matanya memandangku tajam, Ekspresinya berubah drastis.

“Kita tak bisa seperti ini. Kita tak bisa bersama, aku tak bisa menyakiti Sulli, tapi aku juga tak sanggup melihatmu bersama Sulli. Kita harus mulai hidup baru. Kau harus lupakan aku dan mencintai Sulli. Aku juga ingin melenyapkan cinta ini.”

“Hajiman. Aku tak bisa melakukan itu. Kau juga tak bisa. Kita sama-sama tahu tak bisa mengingkari cinta ini. Jika kita bisa saling melupakan, tak ada hari ini.”

“Sejak awal aku hanya ingin mengatakan perasaanku, aku tak ingin memilikimu. Setelah acara kelulusan ini aku harus pindah, entah kapan bisa kembali lagi. Kau harus jaga diri baik-baik. Jaga Sulli untukku. Sarangheyo.”

Ia berlari meninggalkanku. Kejam. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan ini padaku. Setelah mengatakan cinta, ia pergi meninggalkanku. Mengobrak-abrik hatiku, otakku terasa lumpuh, aku tak dapat berpikir, kejadian ini bagaikan mimpi. Aku hanya bisa terduduk dibangku taman tanpa melakukan apapun.

Saat pikiranku kacau, Donghae menghampiriku langsung memukulku. Ia mengira aku berselingkuh dengan Luna. Emosiku makin memuncak, ini pertama kalinya kami bertengkar, aku memukulnya, aku menyalahkannya atas semua yang menimpaku.

Tangisku pecah. Tak sanggup lagi. Sesak. Perih. Semua rasa bercampur jadi satu. Tanpa kusadari ada sosok yang ikut menangis, Sulli, ia mendengar semua pertengkaran kami. Hatiku tambah perih. Apa yang sudah kulakukan, membiarkan Luna pergi, bertengkar dengan sahabat terbaikku Donghae, dan membuat Sulli menangis.

Sulli memutuskan hubungan kami. Memang itu yang seharusnya ia lakukan untuk seorang pembohong cinta sepertiku. Disaat terakhir bahkan ia sempat mendorongku untuk mengejar cintaku, Luna. Tapi apa daya, semua terlambat. Luna telah pergi tanpa jejak, tak seorangpun tahu keberadaannya, meninggalkanku dalam penyesalan.

*Flash Back End*

Sejak hari itu aku tak pernah bertemu Donghae dan Sulli, malu rasanya bertemu mereka. Kuputuskan pergi dari kisah rumit ini, aku melanjutkan studi ke Amerika. Hanya satu hal yang tak dapat kulepaskan, Luna.

Aku terus mencari tau kemana cintaku pergi. Tak bisa jika bukan dia. Hatiku cuma satu, hanya bisa untuk mencintainya. Rinduku padanya sudah tak tertahankan lagi, tidakkah ia merindukanku??

Luna, aku disini. Di Paris. Aku memutuskan pindah kuliah ke Paris setelah mendapat berita Luna berada disini. Setiap hari, di sepanjang jalan, di setiap tempat aku terus mencarimu. Suatu hari, tak akan lama lagi aku pasti akan menemukanmu.

____________________*****____________________

“Eunhyuk-a, ppali. Kita hampir terlambat kuliah.”

“Ne, Siwon-a. Aku ambil tasku dulu.”

Segera kuambil tas yang berada dimeja kamarku. Aku tersenyum melihat foto yang terpajang manis. Ada foto diriku, Donghae, Sulli, dan Luna tertawa bersama. Suatu hari mungkin kami akan tertawa bersama seperti saat itu.

Kupercepat langkahku mengejar Siwon. Ia temanku baikku selama di Paris. Kami cepat akrab karena kami satu jurusan, ia juga berasal dari Korea, sekarang kami juga tinggal 1 apartemen. Stasiun selalu ramai dipagi hari. Kami menaiki Metro (subway) untuk sampai dikampus Sorbonne, tempat kami menuntut ilmu.

Warna kecoklatan sudah memenuhi halaman kampus. Daun-daun gugur dengan anggunnya menandakan musim gugur tiba. Tak terasa hampir satu tahun aku berada disini, tapi tak kunjung jua aku menemukannya. Aku tak boleh berputus asa, pasti akan aku temukan.

Kuliah hari ini hanya sampai siang hari. Siwon mengajakku ke Café tak jauh dari kampus. Ia memesan Espresso kesukaannya, aku tak begitu menyukai coffee tapi diudara yang mulai dingin ini kuputuskan memesan cappucino.

“Eunhyuk-a. Besok aku mau mengajak kencan Krystal, yang anak Desain itu. Aku akan menyatakan cinta di menara Eiffel.”

“Mwo?! Kenapa harus di menara Eiffel?? Harusnya menyatakan cinta pakai candle light dinner biar romantis.”

“Ya~ menara Eiffel juga romantis, banyak yang melamar gadisnya disana. Menara Eiffel itu mempunyai kekuatan magis menyatukan dua insan yang saling mencintai. Pasti sangat menyenangkan berkencan disana.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Diabad ini dia masih percaya hal-hal takhayul seperti itu.

“Oh, ya. Apa kau masih mencari gadis itu?? Kau tidak berhasil menemukannya kan?? Lupakan saja dia, gadis disini tak kalah cantik darinya. Kalau kau mau aku bisa mengenalkan beberapa gadis padamu.”

Dia memang tahu tentang kehidupanku. Bagimana aku mencari Luna. Bahkan sesekali ia juga membantuku mencarinya. Walaupun kadang-kadang ia mengejekku orang gila karena cinta.

“Gomawo. Tapi tujuanku kesini untuk menemukannya. Aku tak bisa mencintai gadis lain, hanya dia. Sudah 3 tahun ini aku mencarinya. Hatiku tak bisa berhenti mencintainya, dari 5 tahun yang lalu, sampai kapanpun tak akan berubah.”

Itu perbincangan singkat antara aku dan Siwon. Keesokan harinya Siwon sukses menjadi pacar Krystal. Wajahnya selalu terlihat berseri-seri. Waktu berputar dengan cepatnya, udara mulai terasa makin dingin. Suatu sore aku dikagetkan dering telepon, kulirik no-nya, Simba Calling.

“Yeobseo.”

“Eunhyuk~a. Kau ada dimana??”

“Di apertement. Wae??”

“Aku ada di Menara Eiffel. Kau cepat kesini. Pokoknya harus cepat datang. Klo tidak, kau akan menyesal. Ara!!” Tuut.. Tuut.. Tuut..

“Ya~ Siwon-a. Aissshhh. Kenapa ditutup. Ada apa sih?? Tidak biasa-biasanya dia berteriak seperti tadi.”

Aku segera memakai sweeter dan syal. Kupercepat langkah menuju stasiun Metro, untuk kesana aku harus pindah line. Stasiun Bir Harkeim di line 6 menjadi tujuanku. Keluar dari stasiun aku berjalan dengan tergesa-gesa menuju Menara Eiffel yang letaknya tak begitu jauh dari stasiun.

Pandanganku menyapu di taman sekitar Menara Eiffel. Aiisshhh, sejauh mata memandang hanya ada orang pacaran. Benar kata orang-orang aku bodoh jika datang ke menara Eiffel sendirian. Tapi aku kan kesini mencari Siwon. Tempat ini luas, dimana dia?? Aku segera menelpon Siwon.

“Ya~ Siwon-a. Aku sudah ada di Menara Eiffel. Kau ada dimana?? Ada apa sih suruh aku cepat-cepat datang.”

“Tidak usah banyak komentar. Cepat naik ke atas. Aku ada dilantai 2.”

Aiissshhhh, belum sempat aku selesai biacara ia sudah tutup teleponnya lagi. Napasku terengah-engah menaiki banyak anak tangga supaya sampai di lantai 2, menunggu antrian lift pasti lama makanya aku terpaksa naik tangga. Ah, itu dia Siwon, dia bersama Krystal.

“Siwon-a. Ada ap…”

Kalimat yang akan kuucapkan terasa menyangkut ditenggorokan. Aku menatap tak percaya sosok perempuan disamping Siwon dan Krystal. Perlahan aku melangkah mendekati mereka, Kutajamkan pandanganku, ini bukan halusinasi.

“Luna..” kataku lirih. Orang yang kupanggil hanya tersenyum kearahku. Senyum yang kurindukan.

“Luna. Ini loh orang yang aku ceritakan tadi, dia hampir gila mencarimu 3 tahun ini. Eunhyuk, ngapain kau bengong begitu. Ini Luna yang kau cari-cari itu kan.”

“Jagi. Kita tinggalkan saja mereka. Kita hanya pengganggu saja disini. Kajja”

Krystal menarik lengan Siwon menjauh dariku dan Luna. Aku masih menatapnya tak percaya. Ya Tuhan, benarkah dia Luna. Penampilannya sedikit berubah, rambutnya sekarang berwarna blonde sepundak dan tampak lebih dewasa. Gurat kecantikannya juga makin bersinar.

“Luna.. benarkah itu kau??”

“Ya~ Lee Hyuk Jae. Tentu saja aku Luna. Bogoshipeo..”

“Nado. Jeongmal Bogoshipeo.”

Kuberanikan diri memeluknya. Ia membalas pelukanku. Kudekap ia erat, seakan aku tak mau kehilangan ia lagi. Kini kulonggarkan pelukanku untuk menatapnya.

“Jahat. Kenapa kau meninggalkanku tanpa kabar apapun.”

“Jeongmal mianhae. Saat itu aku pikiranku kacau, aku tak menyangka kau juga menyukaiku. Sedangkan kau itu pacar Sulli dan aku juga mau pergi. Jadi kuputuskan untuk melupakanmu.”

“Apa kau bisa melupakanku??”

“Aniyo. Aku tersiksa harus berjauhan denganmu. Tapi aku juga tidak mau mengganggu hubunganmu dengan Sulli. Jadi kuputuskan tidak pernah menghubungi kau, Sulli, dan teman-teman. Aku benar-benar tidak tahu kau putus dengan Sulli sesudah kepergianku dan aku juga tidak tahu selama ini kau mencariku. Siwon yang menceritakan semuanya padaku tadi.”

“Bagaimana kau bisa bertemu Siwon??”

“Aku temannya Krystal, aku kuliah di jurusan Desain. Krystal mengenalkanku pada pacar barunya, Siwon. Saat dia melihatku, dia langsung mengenaliku sebagai Luna. Lalu menceritakanmu. Aku juga sempat tidak percaya kau ada disini, mencariku.”

“Ne. Aku mencarimu seperti orang gila. Aku pindah kuliah ke Paris juga demi mencarimu. Menanyakan kesetiap orang yang berjalan apakah mengenal gadis Yeoppo asal Korea yang sudah mencuri cinta Eunhyuk.” Dia tertawa kecil. Aku mecubit pipinya pelan.

“Apa yang kau tertawakan gadis jahat. Apa setelah ini kau mau hilang ke kutub utara??”

“Molla. Tapi kurasa aku tidak bisa pergi lagi. Kau sudah mengikatku terlalu kencang dengan cintamu. Bagaimana bisa aku lepas??”

“Tentu saja, setelah ini kau tidak akan kubiarkan pergi lagi. Sarangheyo.”

“Nado, sarangheyo.”

Kami kembali berpelukan. Menara Eiffel menjadi saksi menyatunya 2 hati yang saling mencintai. Benar kata Siwon, Menara Eiffel itu romantis dan mempunyai kekuatan magis. Tempat ini akan menjadi tempat paling bersejarah untukku.

____________________*****____________________

Hamparan rumput yang sangat kurindukan, beberapa murid sedang berlarian mengejar bola. Saat gol tercipta, mereka bersorak-sorai, mengingatkanku kembali pada masa-masa SMA 7 tahun lalu. Setelah 5 tahun, akhirnya aku kembali ke Seoul. Sekarang aku berada di lapangan SMA Shinjo.

Seseorang memasuki lapangan, memakai pakaian training dan peluit yang terkalung dibajunya. Ia terperangah melihatku. Aku hanya tersenyum melihatnya datang. Akhirnya orang yang kutunggu-tunggu datang.

“Pelatih. Kau sangat lamban. Murid-muridmu sudah latihan sejak tadi.”

“Eunhyuk..”

“Lee Dong Hae. Apa seperti itu sambutanmu terhadap kapten tim.”

Aku menghampirinya dan memeluknya singkat. Ia masih terlihat sedikit syok melihatku. Setelah sekian lama kami tak bertemu pantas lah ia terkejut melihatku. Tapi aku ingin merangkai lagi hubungan yang dulu telah rusak. Agar suatu hari aku, Luna, Donghae, dan Sulli dapat berfoto sambil tertawa lagi.

Tak ada yang tak mungkin, selama ada niat dan usaha pasti bisa terwujut. Seperti hubunganku dan Luna perlu waktu 3 tahun aku mencarinya baru mendapatkan cintaku kembali. Kini aku dan Luna tak lama lagi akan naik ke pelaminan. Aku menginginkan sahabat-sahabatku juga merasakan kebahagiaan yang kurasakan.

____________________THE END____________________

Awalnya gak mau bikin Sequel Ff Secret.. Tp gak enak bgt di demo terus2an bikin lanjutan FF Secret.. Susah dapet feel bikin Eunhyuk sama cwe lain.. Makanya sequel-nya agak lama, aq buat akhir bulan Febuari 2011..

Aq gak pernah ke Paris, jd nyari tentang tau tentang Paris lewat google.. Berharap ntar Eunhyuk ke Paris lg sama aq.. *Ngarep*

Ini Sequel Pertama, nanti ada Sequel Kedua judulnya Come Back To Me, tp masih lama tahap pengerjaan, lum jadi..

Gimana tanggapan kalian tentang FF qu ini?? dapet gak Feel-nya?? Jangan lupa comment yah..

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , , , , , | 28 Comments

FF Secret {Part 2-END}

FF SECRET Part 2-END

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Leght        : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

Beberapa bulan berlalu. Aku sudah resmi sebagai wakil ketua klub Sepak Bola, dan Eunhyuk sebagai ketuanya. Walaupun dia baru di klub ini tapi kemampuannya memang sangat hebat, dan dia juga cepat akrab dengan anggota lain, dia bisa menumbuhkan semangat anggota tim, layak sebagai pemimpin. Kami pasangan tak terkalahkan di lapangan.

Hubunganku dengan Sulli jauh lebih baik sekarang. Tapi aku masih belum bisa mengatakan aku mencintainya dan aku juga tidak berani menanyakan apa dia masih menyukaiku?? Jadi, aku sendiri pun tak tahu apa arti kedekatan kita selama ini baginya.

Makin hari kurasakan sahabatku itu juga kian dekat dengan Sulli. Kudengar dari setiap cerita-cerita Eunhyuk, ia juga dekat dengan keluarga dan sahabat-sahabat Sulli, termasuk Luna. Tak jarang kami pergi bersama, aku, Sulli, Eunhyuk dan Luna.

Tapi, aku merasakan sesuatu yang berubah dari diri Sulli. Aku bukan lagi menjadi sahabat tempatnya mencurahkan seluruh keluh kesahnya. Kini posisi itu telah di tempati Eunhyuk. Dia lah tempat gadis tercintaku berkeluh kesah. Dan Eunhyuk seperti biasa melaporkan apapun yang mereka lakukan dan bicarakan.

Tak jarang aku mendengar Eunhyuk juga berkeluh kesah ke Sulli. Terkadang aku merasa ada jarak dengan mereka. Aku seperti orang ketiga diantara mereka. Udara mulai terasa dingin menusuk, pertanda musim dingin akan tiba. Hatiku juga ikut membeku di musim dingin ini saat Sulli berbicara padaku sebagai sahabat. Akhirnya aku menyadari arti hadirku dimatanya.

“Hae, aku sedang suka dengan seorang namja. Tapi aku tidak tau apa dia juga menyukaiku.”

Kata-kata itu bagai petir di siang hari. Begitu menghujam. Sakit. Aku tahu, aku dapat merasakannya. Kau menyukai pria lain. Tapi kau tak pernah tahu aku masih sangat mencintaimu, sehingga dengan mudahnya kau meminta pendapatku. Ku coba untuk tersenyum dan berkata,

“Jika kau menyukainya sebaiknya kau katakan terus terang.”

“Tapi aku seorang yeoja, masa aku yang mengatakannya terlebih dahulu.”

“Yang penting perasaanmu tersampaikan. Kau akan lebih menyesal jika menunda-nunda. Katakan seluruh isi hatimu sebelum semuanya terlambat. Sungguh beruntung sekali namja yang kau sukai.”

“Gomawo, Hae. Kau memang sahabat terbaikku.”

————————-*****————————-

Keesokan harinya aku mendengar berita yang sudah kuduga, tapi tetap membuat hatiku hancur. Kenapa harus dengan sahabat terbaikku, Eunhyuk. Sahabatku ini berkali-kali minta maaf padaku. Di antara kami tak ada rahasia. Dia dengan jujur menceritakan kejadiannya yang makin membuat hatiku hancur berkeping-keping.

“Jeongmal Mianhae. Aku benar-benar tidak tahu akhirnya seperti ini. Tadi Sulli mengatakan cintanya padaku. Aku tak bermaksud menghianatimu. Jawab aku Hae, aku harus bagaimana??”

Sesaat aku masih terdiam. Sakit. Perih. Itu yang kurasa dan kau masih menanyakan apa yang harus kau lakukan. Aku ingin menjerit, SULLI MILIKKU, JAUHI DIA. Tapi tak ku ungkapkan. Aku tahu kau tak bermaksud menghianatiku dan sekarang namja yang di cintai Sulli bukan aku tapi kamu. Kenapa harus kamu?? Berkali-kali aku bertanya dalam hati.

“Apa kau menyukainya?? Jawab jujur!”

Sekuat tenaga aku menahan amarah.

“Entahlah. Kau tahu kan siapa yang ku suka. Tapi akhir-akhir ini tak bisa ku pungkiri aku merasa nyaman dengan Sulli. Aku tak tahu ini perasaan suka atau bukan. Harusnya aku menolaknya dengan tegas. Aku harus memberitahu dia, kau masih mencintainya.”

“JANGAN..  jangan katakan apapun tentang ini. Jika kau menyukainya juga, tentu aku akan merestui kalian berdua.”

Aku merasa bibir ini bukan milikku lagi, suara itu keluar entah perintah siapa. Tapi benar diriku yang mengatakannya.

“Sudah ku bilang. Aku sendiri tak tahu apa ini perasaan cinta atau bukan. Kau juga tahu aku menyukai Luna.”

“Ya, tapi sejauh ini tak ada tanda-tanda Luna menyukaimu kan. Jangan sampai kau menyesal jika menolak Sulli. Dia yeoja paling baik, kau pasti mengakui itu juga. Kau pasti bisa mencintainya seiring berjalannya waktu.”

Salahku, sungguh semua ini salahku. Aku yang menggali lubang kubur diriku sendiri, sahabat terbaikku, dan juga yeoja yang paling ku cintai. Mianhae, Hyuk. Aku bukan sahabat terbaikmu, aku tak memikirkan perasaanmu saat itu. Yang ku pikirkan hanya Sulli, aku hanya berpikir Sulli akan bahagia denganmu. Harusnya aku sadar, kau tersiksa atas semua ini. Aku yang membuatmu pacaran dengan Sulli, seseorang yang belum sepenuhnya kau cintai. Dan hatimu masih milik yeoja lain.

————————-*****————————-

Beberapa hari mereka pacaran. Eunhyuk selalu bercerita padaku mengenai hubungan mereka. Dia selalu meminta saran padaku. Hei sobat, apa kau sudah lupa aku sangat mencintai Sulli, bagaimana mungkin kau dengan teganya meminta nasihat dariku tentang hubungan kalian.

Ini lah kelemahanku, lagi-lagi aku berpikir demi Sulli, demi kebahagiaan Sulli. Aku memberitahu Eunhyuk semua hal yang disukai dan tidak disukai Sulli, kebiasaannya Sulli, all about Sulli. Sedetikpun aku tak memikirkan apa yang kau rasa, sampai akhirnya dipenghujung musim dingin kau berkata jujur padaku.

“Hae, Eottoke?? Aku belum bisa mencintai Sulli. Dia terlalu baik untukku. Setiap hari dia membawakan bekal makanan. Selalu perhatian padaku, tapi aku jadi merasa bersalah padanya karena hatiku masih untuk Luna.”

Hyuk, aku ingin memukulmu. Itu yang ku rasa. Bagaimana mungkin kau pacaran dengan seorang bidadari (dimataku) seperti Sulli, tapi kau tidak bisa mencintainya. Bahkan aku sangat iri padamu. Tapi masih bisa ku redam amarah. Mungkin kau butuh waktu, pikirku.

“Kau baru pacaran dengan Sulli, jadi butuh waktu. Pasti lama-lama kau bisa mencintainya. Dia wanita yang baik, kau pasti bahagia bersamanya.”

Saat itu aku tak tahu mengatakan tentang kebahagiaan siapa, Eunhyuk kah?? Atau Sulli?? Sungguh picik, Bagaimana bisa aku bertindak seperti Tuhan yang menakdirkan kebahagiaan seseorang, manusia tak sempurna sepertiku harusnya tak punya andil dalam kehidupan orang lain.

————————-*****————————-

Makin hari aku tak sanggup. Melihat mereka bergandengan tangan di depanku membuat mataku perih, bahkan aku tak pernah menggandeng tangannya. Eunhyuk dan Sulli silih berganti bercerita padaku, meminta pendapatku. Sahabat, benarkah kalian anggap aku sahabat?? Aku merasa akulah orang ke tiga diantara kalian. Sutradara dibalik hubungan kalian.

Tidakkah kalian pikirkan perasaanku, perasaan yang tak aku ungkapkan. Sungguh egois, aku meminta kalian mengerti diriku tapi aku tak pernah menceritakan apa yang aku rasa. Entah sejak kapan diriku di penuhi rahasia, tak ada satupun tempat aku mencurahkan hati.

Kita telah sama-sama kelas 3. Kita resmi mundur dari tim Sepak Bola yang menyatukan kita. Perlahan, ku tarik diriku dari hubungan segitiga ini, yah mungkin aku sendiri yang menganggapnya seperti itu. Tapi aku benar-benar tak sanggup melihat orang yang sangat ku cintai bermesraan dengan sahabatku, di depan mataku.

Waktupun bergulir lagi dengan cepatnya, hari-hariku dipenuhi dengan belajar, kerja sambilan. Sebisa mungkin aku menyibukkan diriku agar tak berpikir tentang kalian. Duniaku hanya untuk diriku sendiri.

Tiba saatnya hari yang paling menggembirakan, upacara kelulusan. Tapi ternyata dunia terbalik, di hari itu semua menjadi suram saat ku lihat yeoja yang paling kucintai tertunduk terisak di dalam kelas yang sepi. Dengan ragu aku menghampirinya, perlahan kusentuh bahunya. Langsung dihapus bulir bening dimatanya saat melihatku.

“Ada apa Sulli??”

“Tidak ada apa-apa.”

Dia mencoba kuat di depanku. Kau pikir aku bisa di bodohi olehmu. Tak pernah aku melihatmu menangis, pasti ada sesuatu.

“Ada apa?? Kau bisa cerita padaku. Kau masih mengganggapku sahabatmu kan??”

“Eunhyuk..”

“Ada apa dengan Eunhyuk??”

“Dia selingkuh.. dengan Luna. Aku melihatnya, mereka berpelukan tadi di taman belakang.”

“EUNHYUK..”

Pikiranku kosong. Amarah meluap-luap membakar habis diriku. Tak peduli dia sahabatku atau bukan. Dia telah menyakiti Sulli. SULLI-KU. Tak bisa dimaafkan, aku akan memberinya pelajaran. DIMANA DIA!!

Kakiku melangkah cepat menyusuri lorong sekolah. Aku tak pedulikan larangan Sulli, jiwaku telah mengamuk. Kutanyai satu persatu orang mencari keberadaanmu, HEI SOBAT. Akhirnya kulihat kau di taman sendiri. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyerbumu dengan bogem mentah.

“ADA APA HAE??”

“Ada apa. Kau bilang ADA APA? Harusnya aku yang bertanya padamu, kau apakan SULLI-KU?? JAWAB, BEDEBAH!”

Iblis sudah menguasai diriku. Akal sehat sudah menguap entah kemana. Dia. DIA. Dia yang ku anggap bisa membahagiakan Sulli-ku, tapi malah membuat bidadari-ku menangis. TAK BISA KUMAAFKAN.

“Aku tak mengerti perkataanmu? Ada apa sebenarnya?”

“Kau selingkuh dengan Luna?”

“Selingkuh?? Tapi aku tidak selingkuh.”

“Kau masih mengelak. Dia melihatmu memeluk Luna, BODOH!”

Satu pukulan kembali kulayangkan, membuatnya jatuh tersungkur. Amarahku mencapai puncaknya.

“Harusnya aku yang marah padamu!”

Bukkk. Nyuuttt. Aku merasakan sakit dipipiku. Rasa asin darah bisa kucicipi. Dia membalas pukulanku.

“Karena kau, HAE. AKU KELIHANGAN ORANG YANG KUCINTAI!”

“A.. Apa maksudmu?”

Untuk beberapa detik, Jantungku berhenti berdetak. Apa maksudnya gara-gara aku??

“Dari awal kau tahu, aku mencintai Luna. Sekarang dia akan pergi jauh, sesaat setelah kami sadar saling mencintai. Demi dirimu, aku mendekati Sulli. Sesuai perkataanmu, aku pacaran dengan Sulli. Itu karena aku merasa bersalah padamu. Aku juga pernah bercerita padamu aku tak bisa menyukai Sulli. Aku berusaha menyukainya, tapi tak bisa. Aku tetap tak bisa menghapus sosok Luna dihatiku. Jika aku tak pacaran dengan Sulli, aku bisa mengungkapkan perasaanku pada Luna lebih awal dan kami bisa bersama. Tapi semuanya terlambat, walaupun akhirnya aku tahu Luna juga menyukaiku, dia tak mungkin menghianati Sulli. Dan sekarang ia ingin pergi jauh untuk melupakan aku. Arrrgggghhhh, Eunhyuk PABO. PABO. PABO.”

Mulutku langsung membisu. Tubuhku lemas, aku tak tahu harus melakukan apa. Sahabatku berteriak meluapkan emosinya dan memukulkan tangannya di tanah yang berumput, tangisnya pun pecah. Aku tak layak menjadi sahabatnya, sungguh ini semua kesalahanku. Aku ingin menghentikan tanganmu yang mulai berdarah memukul tanah yang keras, biarlah kau pukul aku seribu kalipun aku tak apa. Tapi tubuh ini tak dapat bergerak sedikitpun.

“Eunhyuk, Hentikan..”

Kulihat seseorang memegang tangan Eunhyuk dengan hidung dan mata yang memerah, pipinya terus dialiri tetesan-tetesan Kristal bening. Apa dia mendengar semuanya??

“Sulli..”, kataku lirih.

“Sudah. Hentikan.  Kau jangan menyakiti dirimu lagi. Aku yang salah. Harusnya aku sadar kalau kau tidak mencintaiku. Tapi mataku, telingaku, hatiku selalu ku tutup rapat. Aku tak peduli kau mencintaiku atau tidak. Sungguh, aku tak tahu itu sangat menyiksamu. Jeongmal Mianhae, Eunhyuk.”

Sosok bidadari yang rapuh itu menangis memegang jemari Eunhyuk yang terkoyak bercampur merah darah. Aku tahu, kau sangat sakit, jauh lebih sakit daripada yang kurasa. Walaupun aku tahu, tapi aku tak dapat melakukan apapun untukmu. Karena, akulah penyebab semua penderitaan ini.

————————-*****————————-

Tak terasa sudah 5 tahun sejak kejadian itu. SMA Shinjo, aku kembali lagi kesini sebagai pelatih tim sepak bola. Setiap inci lapangan ini selalu membuatku teringat dengan mereka, sahabat dan gadis tercintaku. Aku tak pernah lagi menemui mereka sejak kejadian itu.

Saat itu Sulli memutuskan hubungannya dengan Eunhyuk dan menyuruhnya mengejar Luna. Tapi terlambat, Luna telah pergi tanpa jejak meninggalkan Eunhyuk dalam penyesalan. Sulli pun sangat menderita karena harus kehilangan sahabatnya Luna dan kekasihnya Eunhyuk. Lalu bagaimana denganku?? Sang sutradara gadungan, yang membuat kisah tak lucu ini. Semua pergi meninggalkanku dalam kesendirian dan penyesalan tak berujung.

Aku melakukan itu semua atas dasar cinta. Tapi, di luar dugaanku tak ada satupun dari kami bahagia. Apa artinya cinta yang tulus?? Aku pikir aku telah berkorban untuk semua orang. Picik, terlalu dangkal pikiranku. Cinta bukanlah sesuatu yang dapat dipaksa. Cinta juga bukanlah belas kasihan.

Kami semua menapaki jalan kesendirian dengan terpasung perasaan bersalah. Cintaku tetap ada untuk seorang yeoja yang hatinya telah ku sakiti. Sampai detik ini pun aku masih tak dapat ungkapkan rasa cinta ini. Tak ada kesempatan lagi untukku mengungkapkannya. Selamanya, cinta ini hanya jadi rahasia hati.

____________________THE END____________________

Aq cerita dikit.. Ini FF Romance pertama aq buat bulan Januari 2011.. Publish di FB banyak banget yg protes, kebanyakan protes gara2 sad end & ngegantung endingnya.. Semua pada minta aq bikin Sequel FF ini, awalnya aq gak mw bikin Sequelnya..

Tapi reader pada demo, setiap aq OL pasti pada nyuruh bikin Sequel.. Jujur, susah banget pengen bikin Sequel-nya, coz aq gak begitu suka bayangin Eunhyuk sama cast cewe lain.. hahaha..

Tapi akhirnya aq bikin Sequel-nya.. Ada 2 Sequel, ada cerita tentang Eunhyuk yg di buat OneShot.. Satu lagi FF Donghae di buat Chaptered, sampai sekarang lum kelar.. hehehe..

Nah, aq pengen tau kesan Reader disini gimana?? Apa perlu dibuat Sequel or gak?? Klo gak perlu Sequel-nya aq gak publish di blog.. ^^

Ayo comment.. Boleh kritik, saran, tp jangan bashing Pairing.. Coz klo gak suka Pairing-nya jangan dibaca.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , | 25 Comments

FF Secret {Part 1}

FF SECRET Part 1

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Lenght       : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

                    Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

                    Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

“Anak-anak. Hari ini klub kita kedatangan anggota baru. Ayo kesini.”

Suatu hari di musim panas kelas 2 SMA klub Sepak bola kami kedatangan anggota baru. Aku adalah anggota tim Sepak Bola di SMA Shinjo. Pelatih kami memanggil seorang anak masuk. Mata ku terbelakak melihatnya.

“EUNHYUK!”, teriakku seketika.

“Lama tak jumpa Donghae. Salam kenal semua, Joneun Lee Hyuk Jae imnida, tapi kalian bisa panggil aku Eunhyuk. Aku murid pindahan di sekolah ini dan baru bergabung dengan klub Sepak Bola ini. Mohon kerjasamanya.”

Dia membungkukkan badannya. Eunhyuk itu teman dekat ku dari kecil, kami selalu bersama. Saat kami ingin masuk SMA, orang tuanya di pindah tugas ke luar kota. Dia tidak pernah memberi kabar padaku selama disana, tanpa sepengetahuanku juga ia pindah ke sekolahku.

Semua anggota tim menerima baik kedatangan Eunhyuk. Cara bermain sepak bolanya masih baik seperti dulu. Aku selalu bisa membaca arah umpannya, memang kami bermain bersama sejak kecil. Apa yang dipikirkannya dan apa yang dipikirkanku kami sama-sama mengerti, seperti satu jiwa. Bahkan pelatih dan senior kami sangat memuji permainan kami, mereka bahkan percaya kami bisa jadi pasangan emas di kejuaraan mendatang.

“Hae, ini minum dan handukmu. Permainanmu sangat bagus tadi.”

“Terima kasih.”

Latihan telah usai. Yeoja yang memberiku minum dan handuk ini telah pergi, tapi mataku tak lepas mengikuti arah ia berjalan. Ia tampak lebih segar dengan kaos berwarna biru laut kesukaanku, rambutnya yang panjang di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang jenjang. Senyuman mengalihkan duniaku, seakan hanya ada dirinya dan diriku. Bukkk, sebuah benda basah mampir di wajahku, membuyarkan lamunanku. Orang yang melempar benda basah dan bau ini malah nyengir.

“Kau suka yeoja itu yah??”, tanya Eunhyuk tiba-tiba.

“Yeoja yang mana??”

“Itu si manajer klub kita, klo gak salah namanya Sulle..”

“SULLI”

“Eh, iya Sulli. Maaf, aku kan baru kenal. Hehehe. Benar kan dugaanku kau suka sama dia?!”

“Itu cuma pikiranmu saja. Hey, apa maksudmu hah melemparku dengan handuk bau keringet ini. Lalu, kenapa kau pindah ke sini tidak bilang-bilang padaku. Selama pindah juga gak pernah kasih kabar. Kau utang banyak cerita.”

Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Sulli, nama gadis cantik yang mengisi setiap mimpi-mimpiku. Dia, manajer klub Sepak Bola kami. Aku menyukainya sejak pertama kali masuk sekolah, satu bulan kemudian kami berpacaran karena dijodohkan teman-teman sekelas. Tentu saja aku senang, tapi aku tak tahu apa dia benar-benar menyukaiku.

Kami sama-sama baru pertama kali pacaran. Saat kami bertemu aku tak tahu harus berkata apa, kami saling diam membisu. Tidak seperti pasangan lain, aku tak mampu memegang tanggannya, jantungku selalu berdegup kencang setiap melihatnya. Aku sangat gugup menghadapinya. Bahkan akupun tak pernah dapat mengatakan aku mencintainya.

Ternyata itu membawa pengaruh buruk dihubungan kami, dia memutuskan aku saat hubungan kami belum genap 1 bulan. Persahabatan, yah hanya itu sisa dari hubungan kami. Ini jauh lebih baik, aku dan dia tidak canggung lagi, bahkan kami lebih dekat daripada saat pacaran.

Sudah setahun berlalu cinta ini masih tak hilang. Akupun masih tak dapat mengunggapkan rasa cinta ini. Tak ingin merusak persahabatan yang kami bangun, aku takut akan kelihangan dia saat aku ungkapan semua. Menjadi sahabatnya yang bisa jadi tempat keluh kesahnya, menjadi penyemangatnya, itu cukup. Aku ingin mencintainya dalam diam.

————————-*****————————-

“Hae. Kau pernah pacaran sama Sulli??”

Baso Ikan yang ku makan dengan sempurna hampir membuat aku mati gara-gara tersedak. Kuteguk langsung air dihadapanku. Aiisshhh, kenapa Eunhyuk tiba-tiba bertanya hal ini??

“Hahaha. Berlebihan banget reaksimu. Berarti benar kan??”

“Kau tau darimana??”

“Yah biasalah raja gossip, Leeteuk. Tidak ku sangka kau masih suka juga sama perempuan, aku kira kau suka sama aku.”

“Hei. Aku masih normal.”

“Hahaha. Kau masih suka sama dia kan??”

“Biasa aja.”

Aku kembali asik makan baso ikan. Eunhyuk masih menatapku mencari kebenaran dari kata-kataku. Aiisshh, aku jadi takut anak ini bisa membaca semua isi hatiku. Kantin saat pulang sekolah sudah terlihat agak sepi. Mungkin mereka lebih memilih nongkrong di café, atau melakukan aktifitas lain setelah pulang sekolah.

“Eh, Sulli..”

“Mana??”

Mataku menyapu mengelilingi kantin ini. Tapi tak ada sosok wanita yang di panggil Eunhyuk.

“Hahaha. Sulli tidak ada disini. Sudahlah, kau tidak bisa bohong sama aku. Kita sudah berteman dari kecil, aku tahu semua hal tentangmu. Kau masih menyukainya kan??”

“Yah, sepertinya aku tak bisa bohong padamu. Aku memang masih menyukainya.”

“Kenapa kau putus dengannya?? Aku lihat kalian masih dekat. Kenapa kau tidak ajak pacaran lagi??”

“Entahlah. Mungkin kami memang tidak cocok pacaran, aku bukan pacar yang baik jadi dia memutuskan aku. Begini saja sudah baik, sahabatan dengannya berarti aku masih bisa di sampingnya.”

“Memangnya kau rela klo dia pacaran dengan namja lain??”

“Molla. Yah, selama dia bahagia, aku tak akan masalah.”

“Aiiissshhhh. Kau itu pabo yah, mana bisa begitu. Kalau suka yah usaha dapetin dia lagi. Tenang saja aku akan membantumu.”

Saat itu aku belum tahu bahwa ini adalah awal dari sebuah drama rumit yang Tuhan takdirkan dihidup kami.

————————-*****————————-

Hari-hari berikutnya Eunhyuk mulai mendekati Sulli. Setiap hari dia selalu melaporkan padaku perkembangan hasil risetnya. Seperti saat ini, ia kembali bercerita tentang Sulli, tapi ada satu pengakuannya yang membuatku tercengang.

“Kau menyukai Luna?? sahabatnya Sulli itu??”

“IYA. Ahhh, sudah berapa kali ku bilang sih. Luna itu tipe wanita yang ku cari-cari.”

“Apa kau sudah bilang suka padanya??”

“Belum. Aku lagi cari informasi dulu seputar Luna dari Sulli, baru klo saatnya tepat aku akan meminta dia jadi pacarku. Oh, iya. Sulli itu belum punya pacar lagi sejak putus darimu. Tapi, dia masih belum bilang bagaimana perasaannya ke kamu sekarang.”

“Ahhh, sudahlah. Dia sudah tidak punya perasaan apa-apa terhadapku.”

“Hei, belum tentu. Jangan patah semangat gitu. Aku kan sudah bilang akan membantumu.”

Suatu hari Eunhyuk mengemukakan alasan Sulli memutuskan hubungan kami.

“Kata Sulli, dia pikir kamu itu selingkuh sama Jessica, yang anak klub tari itu.”

“Selingkuh?? Aku tidak pernah selingkuh.”

“Aku tidak tau. Kan saat itu aku belum disini. Sebaiknya kau temui Sulli, selesaikan salah paham ini.”

Sore harinya setelah kami selesai latihan, Eunhyuk memaksaku berbicara empat mata dengan Sulli.

“Hae, ada apa??”

“Hmmm. Aku ingin bertanya sesuatu.”

Aku mencoba meredam dentuman jantungku. Melihatnya selalu membuat perasaanku tak karuan. Keringat dingin mulai keluar, bukan karena lelah latihan tapi karena gugup. Rasa canggung ini muncul lagi, padahal sudah sejak lama aku mulai bisa menghilangkan rasa canggung di depannya.

“Tanya apa??”

“Kata Eunhyuk, kau memutuskanku karena aku selingkuh dengan Jessica??”

“Eunhyuk menceritakan itu padamu?!”

“Apa yang di bilang Eunhyuk itu benar??”

Aku menegaskan kembali pertanyaanku. Gadisku ini tertunduk malu. Membuat dia terlihat lebih manis. Kepalanya mengangguk pelan mengiyakan perkataanku.

“Aku tidak pernah selingkuh.”

“Tapi Jessica sendiri yang bilang padaku kalau kalian sudah pacaran bahkan sebelum kita dekat. Aku juga pernah melihatmu pulang bersamanya.”

“Aiissshhh. Aku tak pernah pacaran dengan dia. Aku tidak tahu kenapa dia bilang seperti itu padamu, tapi percaya padaku, aku tidak pernah selingkuh. Aku mengatar dia pulang saat itu katanya dia sakit, dia minta diantarkan pulang. Kenapa kau tidak pernah tanya padaku dulu soal ini??”

“Bagaimana aku bisa bicara denganmu. Kalau kita bertemu, aku selalu gugup, pikiranku langsung kosong. Apa kita dulu pernah benar-benar bicara??”

Aku tertenggun mendengar ucapannya. Ternyata apa yang di rasakan olehku, juga dirasakan dia.

“Sebenarnya apa sih yang kita ributkan. Itu kan hanya masa lalu. Tapi aku lega sekarang mengetahui semua ini hanya salah paham. Terima kasih, Hae.”

Hatiku seperti tertusuk mendengar ia katakan hanya masa lalu. Tapi, jantungku tak bisa menurunkan irama detakannya melihat senyum dari yeoja yang paling ku cintai.

Jika semua ini hanya salah paham, jadi bagaimana hubungan kita ini?? Apa kau masih menyukaiku?? Apa kita bisa memulainya dari awal lagi?? Bagaimana reaksimu jika ku bilang aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang?? Tapi bibir ini tetap membisu.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku tak berusaha mendapatkannya kembali saat kesempatan datang padaku. Hingga akhirnya aku sadar semuanya telah terlambat. Waktu tak akan dapat di putar ulang. Kesempatan tak akan datang berkali-kali. Penyesalan selalu datang terlambat.

————————-TBC————————-

Baru pindahan dari note FB.. ini FF Romance pertama aq, dibuat bulan Januari 2011..

Rasanya aneh, biasa buat FF Comedy & Fantasy tiba2 bikin Romance & Angst.. Tapi sekarang malah suka bikin FF Romace.. hahaha..

Part 1 ini cuma buat pemanasan.. Inti masalahanya akan muncul di part 2..

Hal yg paling berkesan, FF ini banyak bgt menui Protes.. Protesnya tentang apa, nanti aq kasih tau di Part 2.. 😀

Klo udah sempertin baca, sempetin comment juga donk.. Bagi aq, comment kalian itu sangat penting.. 

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , , | 11 Comments