Posts Tagged With: F(x)

FF Secret {Part 1}

FF SECRET Part 1

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Lenght       : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

                    Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

                    Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

“Anak-anak. Hari ini klub kita kedatangan anggota baru. Ayo kesini.”

Suatu hari di musim panas kelas 2 SMA klub Sepak bola kami kedatangan anggota baru. Aku adalah anggota tim Sepak Bola di SMA Shinjo. Pelatih kami memanggil seorang anak masuk. Mata ku terbelakak melihatnya.

“EUNHYUK!”, teriakku seketika.

“Lama tak jumpa Donghae. Salam kenal semua, Joneun Lee Hyuk Jae imnida, tapi kalian bisa panggil aku Eunhyuk. Aku murid pindahan di sekolah ini dan baru bergabung dengan klub Sepak Bola ini. Mohon kerjasamanya.”

Dia membungkukkan badannya. Eunhyuk itu teman dekat ku dari kecil, kami selalu bersama. Saat kami ingin masuk SMA, orang tuanya di pindah tugas ke luar kota. Dia tidak pernah memberi kabar padaku selama disana, tanpa sepengetahuanku juga ia pindah ke sekolahku.

Semua anggota tim menerima baik kedatangan Eunhyuk. Cara bermain sepak bolanya masih baik seperti dulu. Aku selalu bisa membaca arah umpannya, memang kami bermain bersama sejak kecil. Apa yang dipikirkannya dan apa yang dipikirkanku kami sama-sama mengerti, seperti satu jiwa. Bahkan pelatih dan senior kami sangat memuji permainan kami, mereka bahkan percaya kami bisa jadi pasangan emas di kejuaraan mendatang.

“Hae, ini minum dan handukmu. Permainanmu sangat bagus tadi.”

“Terima kasih.”

Latihan telah usai. Yeoja yang memberiku minum dan handuk ini telah pergi, tapi mataku tak lepas mengikuti arah ia berjalan. Ia tampak lebih segar dengan kaos berwarna biru laut kesukaanku, rambutnya yang panjang di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang jenjang. Senyuman mengalihkan duniaku, seakan hanya ada dirinya dan diriku. Bukkk, sebuah benda basah mampir di wajahku, membuyarkan lamunanku. Orang yang melempar benda basah dan bau ini malah nyengir.

“Kau suka yeoja itu yah??”, tanya Eunhyuk tiba-tiba.

“Yeoja yang mana??”

“Itu si manajer klub kita, klo gak salah namanya Sulle..”

“SULLI”

“Eh, iya Sulli. Maaf, aku kan baru kenal. Hehehe. Benar kan dugaanku kau suka sama dia?!”

“Itu cuma pikiranmu saja. Hey, apa maksudmu hah melemparku dengan handuk bau keringet ini. Lalu, kenapa kau pindah ke sini tidak bilang-bilang padaku. Selama pindah juga gak pernah kasih kabar. Kau utang banyak cerita.”

Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Sulli, nama gadis cantik yang mengisi setiap mimpi-mimpiku. Dia, manajer klub Sepak Bola kami. Aku menyukainya sejak pertama kali masuk sekolah, satu bulan kemudian kami berpacaran karena dijodohkan teman-teman sekelas. Tentu saja aku senang, tapi aku tak tahu apa dia benar-benar menyukaiku.

Kami sama-sama baru pertama kali pacaran. Saat kami bertemu aku tak tahu harus berkata apa, kami saling diam membisu. Tidak seperti pasangan lain, aku tak mampu memegang tanggannya, jantungku selalu berdegup kencang setiap melihatnya. Aku sangat gugup menghadapinya. Bahkan akupun tak pernah dapat mengatakan aku mencintainya.

Ternyata itu membawa pengaruh buruk dihubungan kami, dia memutuskan aku saat hubungan kami belum genap 1 bulan. Persahabatan, yah hanya itu sisa dari hubungan kami. Ini jauh lebih baik, aku dan dia tidak canggung lagi, bahkan kami lebih dekat daripada saat pacaran.

Sudah setahun berlalu cinta ini masih tak hilang. Akupun masih tak dapat mengunggapkan rasa cinta ini. Tak ingin merusak persahabatan yang kami bangun, aku takut akan kelihangan dia saat aku ungkapan semua. Menjadi sahabatnya yang bisa jadi tempat keluh kesahnya, menjadi penyemangatnya, itu cukup. Aku ingin mencintainya dalam diam.

————————-*****————————-

“Hae. Kau pernah pacaran sama Sulli??”

Baso Ikan yang ku makan dengan sempurna hampir membuat aku mati gara-gara tersedak. Kuteguk langsung air dihadapanku. Aiisshhh, kenapa Eunhyuk tiba-tiba bertanya hal ini??

“Hahaha. Berlebihan banget reaksimu. Berarti benar kan??”

“Kau tau darimana??”

“Yah biasalah raja gossip, Leeteuk. Tidak ku sangka kau masih suka juga sama perempuan, aku kira kau suka sama aku.”

“Hei. Aku masih normal.”

“Hahaha. Kau masih suka sama dia kan??”

“Biasa aja.”

Aku kembali asik makan baso ikan. Eunhyuk masih menatapku mencari kebenaran dari kata-kataku. Aiisshh, aku jadi takut anak ini bisa membaca semua isi hatiku. Kantin saat pulang sekolah sudah terlihat agak sepi. Mungkin mereka lebih memilih nongkrong di café, atau melakukan aktifitas lain setelah pulang sekolah.

“Eh, Sulli..”

“Mana??”

Mataku menyapu mengelilingi kantin ini. Tapi tak ada sosok wanita yang di panggil Eunhyuk.

“Hahaha. Sulli tidak ada disini. Sudahlah, kau tidak bisa bohong sama aku. Kita sudah berteman dari kecil, aku tahu semua hal tentangmu. Kau masih menyukainya kan??”

“Yah, sepertinya aku tak bisa bohong padamu. Aku memang masih menyukainya.”

“Kenapa kau putus dengannya?? Aku lihat kalian masih dekat. Kenapa kau tidak ajak pacaran lagi??”

“Entahlah. Mungkin kami memang tidak cocok pacaran, aku bukan pacar yang baik jadi dia memutuskan aku. Begini saja sudah baik, sahabatan dengannya berarti aku masih bisa di sampingnya.”

“Memangnya kau rela klo dia pacaran dengan namja lain??”

“Molla. Yah, selama dia bahagia, aku tak akan masalah.”

“Aiiissshhhh. Kau itu pabo yah, mana bisa begitu. Kalau suka yah usaha dapetin dia lagi. Tenang saja aku akan membantumu.”

Saat itu aku belum tahu bahwa ini adalah awal dari sebuah drama rumit yang Tuhan takdirkan dihidup kami.

————————-*****————————-

Hari-hari berikutnya Eunhyuk mulai mendekati Sulli. Setiap hari dia selalu melaporkan padaku perkembangan hasil risetnya. Seperti saat ini, ia kembali bercerita tentang Sulli, tapi ada satu pengakuannya yang membuatku tercengang.

“Kau menyukai Luna?? sahabatnya Sulli itu??”

“IYA. Ahhh, sudah berapa kali ku bilang sih. Luna itu tipe wanita yang ku cari-cari.”

“Apa kau sudah bilang suka padanya??”

“Belum. Aku lagi cari informasi dulu seputar Luna dari Sulli, baru klo saatnya tepat aku akan meminta dia jadi pacarku. Oh, iya. Sulli itu belum punya pacar lagi sejak putus darimu. Tapi, dia masih belum bilang bagaimana perasaannya ke kamu sekarang.”

“Ahhh, sudahlah. Dia sudah tidak punya perasaan apa-apa terhadapku.”

“Hei, belum tentu. Jangan patah semangat gitu. Aku kan sudah bilang akan membantumu.”

Suatu hari Eunhyuk mengemukakan alasan Sulli memutuskan hubungan kami.

“Kata Sulli, dia pikir kamu itu selingkuh sama Jessica, yang anak klub tari itu.”

“Selingkuh?? Aku tidak pernah selingkuh.”

“Aku tidak tau. Kan saat itu aku belum disini. Sebaiknya kau temui Sulli, selesaikan salah paham ini.”

Sore harinya setelah kami selesai latihan, Eunhyuk memaksaku berbicara empat mata dengan Sulli.

“Hae, ada apa??”

“Hmmm. Aku ingin bertanya sesuatu.”

Aku mencoba meredam dentuman jantungku. Melihatnya selalu membuat perasaanku tak karuan. Keringat dingin mulai keluar, bukan karena lelah latihan tapi karena gugup. Rasa canggung ini muncul lagi, padahal sudah sejak lama aku mulai bisa menghilangkan rasa canggung di depannya.

“Tanya apa??”

“Kata Eunhyuk, kau memutuskanku karena aku selingkuh dengan Jessica??”

“Eunhyuk menceritakan itu padamu?!”

“Apa yang di bilang Eunhyuk itu benar??”

Aku menegaskan kembali pertanyaanku. Gadisku ini tertunduk malu. Membuat dia terlihat lebih manis. Kepalanya mengangguk pelan mengiyakan perkataanku.

“Aku tidak pernah selingkuh.”

“Tapi Jessica sendiri yang bilang padaku kalau kalian sudah pacaran bahkan sebelum kita dekat. Aku juga pernah melihatmu pulang bersamanya.”

“Aiissshhh. Aku tak pernah pacaran dengan dia. Aku tidak tahu kenapa dia bilang seperti itu padamu, tapi percaya padaku, aku tidak pernah selingkuh. Aku mengatar dia pulang saat itu katanya dia sakit, dia minta diantarkan pulang. Kenapa kau tidak pernah tanya padaku dulu soal ini??”

“Bagaimana aku bisa bicara denganmu. Kalau kita bertemu, aku selalu gugup, pikiranku langsung kosong. Apa kita dulu pernah benar-benar bicara??”

Aku tertenggun mendengar ucapannya. Ternyata apa yang di rasakan olehku, juga dirasakan dia.

“Sebenarnya apa sih yang kita ributkan. Itu kan hanya masa lalu. Tapi aku lega sekarang mengetahui semua ini hanya salah paham. Terima kasih, Hae.”

Hatiku seperti tertusuk mendengar ia katakan hanya masa lalu. Tapi, jantungku tak bisa menurunkan irama detakannya melihat senyum dari yeoja yang paling ku cintai.

Jika semua ini hanya salah paham, jadi bagaimana hubungan kita ini?? Apa kau masih menyukaiku?? Apa kita bisa memulainya dari awal lagi?? Bagaimana reaksimu jika ku bilang aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang?? Tapi bibir ini tetap membisu.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku tak berusaha mendapatkannya kembali saat kesempatan datang padaku. Hingga akhirnya aku sadar semuanya telah terlambat. Waktu tak akan dapat di putar ulang. Kesempatan tak akan datang berkali-kali. Penyesalan selalu datang terlambat.

————————-TBC————————-

Baru pindahan dari note FB.. ini FF Romance pertama aq, dibuat bulan Januari 2011..

Rasanya aneh, biasa buat FF Comedy & Fantasy tiba2 bikin Romance & Angst.. Tapi sekarang malah suka bikin FF Romace.. hahaha..

Part 1 ini cuma buat pemanasan.. Inti masalahanya akan muncul di part 2..

Hal yg paling berkesan, FF ini banyak bgt menui Protes.. Protesnya tentang apa, nanti aq kasih tau di Part 2.. 😀

Klo udah sempertin baca, sempetin comment juga donk.. Bagi aq, comment kalian itu sangat penting.. 

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , , | 11 Comments