Posts Tagged With: BOA

FF Super Junior Island {Part 7}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 7

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Leght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Yunho, BOA as Peri Hutan

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Kenapa kau ingin ke Super Junior Island?? Kebahagiaan seperti apa yang kau cari??”

Pertanyaan yang di keluarkan oleh Panterpan, seseorang yang umurnya lebih kecil dariku tepat menghujam jantungku. Aku tak pernah benar-benar berpikir Kebahagian seperti apa yang ku cari di Super Junior Island. Tiba-tiba Yunho membuka pintu dengan kasar dan berteriak.

“Keadaan Gawat!!! Dia Datang.. Kita Harus Bersiap Berperang!!!”

“APA!!! Dia datang lagi. Jangan biarkan dia menguasai pulau ini.”

Panterpan langsung mengambil pedang yang tergantung di dinding. Perang?? Siapa yang datang??  (Hwaaa.. Cepet berlindung Kyu.. *Author lari mondar-mandir*)

“Hei.. Kalian mau kemana?? Siapa yang datang??”

“Bajak laut Kapten Hooky datang, dia ingin mengambil alih pulau ini. Keadaan bahaya, kami akan berperang, Kau disini saja Kyu.”

“TIDAK!! aku ikut dengan kalian.”

(Kyaaa… Kyu, jangan cari masalah dech.. Aku bantuin kamu pake doa aja.. *Tugas Author kan harus ikutin Kyu terus* Hiks..)

————————-*****————————-

Suara riuh mulai terdengar memekakkan telinga. Di pantai pasir putih itu bertengger sebuah kapal kayu dengan berbendera tengkorak Bajak Laut Kapten Hooky. Aku, Panterpan, berserta Peri-peri yang lain segera menuju Pantai.

Bulu kudukku merinding melihat pasukan Bajak laut yang mengacungkan pedang. Untuk sesaat aku terdiam, bukan karena takut tapi takjub. Baru kali ini aku melihat tengkorak hidup, tepatnya pasukan tengkorak hidup. (Kyaaa.. aku benci setan-setanan.. Om Jin bantu aku keluar dari sini.. *Om Jinnya gak ada Author* Hiks..)

Adrenalinku bergejolak. Ini seperti game yang sering aku mainkan. Semangatku terkumpul, aku mulai menyerbu pasukan tengkorak. Pedang mengayun dari tanganku menebas tengkorak – tengkorak itu menjadi potongan tulang tak berbentuk. (Bagus Kyu.. Lanjutkan.. *Author ngintip-ngintip dari tempat persembunyian*)

Dek kapal bajak laut ini tempat aku bertarung dengan para tengkorak. Di atas tiang-tiang kapal, aku melihat Panterpan sedang bertarung dengan seorang yang memakai topi Bajak Laut. Tapi hanya dia yang berwujud manusia, bukan tengkorak. Mungkin dia itu Sang Kapten.

(Kapten Hooky ganteng gitu tapi kenapa anak buahnya tengkorak semua.. Jangan-jangan dia hantu yang nyamar jadi manusia.. *Plakkk*)

*Byuurrrr*

“PANTERPAN!!!”

Bunyi air yang keras dan ku dengar Yunho berteriak memanggil Panterpan. Aku tak melihat Panterpan dan Kapten Hooky di atas tiang. Aku segera belari ke pinggir kapal menghampiri Yunho yang terbang tak jauh dariku.

“Apa yang terjadi??”

“Panterpan dan Kapten Hooky jatuh ke laut.”

“Gawat, Peri tidak bisa terkena air. Kami tidak bisa menolongnya. Apa Panterpan akan mati??”, kata Peri BoA.

————————-*****————————-

Hempasan arus laut menerpaku, cukup keras. Walaupun masih di daerah pantai, laut ini dalam dan terdapat karang-karang batu. Tanpa berpikir panjang tadi aku langsung terjun ke laut untuk menolong Panterpan. Aku harus cepat menemukannya sebelum aku kehabisan nafas.

Samar-samar aku melihat seseorang berenang membawa tubuh yang tak berdaya. Ku tajamkan pandanganku, sekarang aku yakin dia Kapten Hooky, tubuh tak berdaya yang dibawanya itu Panterpan. Mau di bawa kemana Panterpan??

Aku berenang mengejar kapten Hooky yang menghilang di celah karang batuan. Disini sangat gelap, cahaya matahari tak sampai di celah karang ini. Aku terus berenang memasuki celah yang sempit ini.

Di penghujung celah ini bermuara sungai bawah tanah. Napasku masih memburu cepat. Akhirnya aku dapat menghirup oksigen dengan bebas. Sepertinya aku berada di dalam goa yang dialiri sungai bawah tanah. Udara lembab disini sangat menyengat, bahkan lumut tumbuh subur di dinding-dinding goa.

Tak jauh dari tempatku, aku melihat Panterpan yang tergeletak tak sadarkan diri berlumur darah dan Kapten Hooky yang memegang belati. (Kyaaa.. Kapten Hooky mau bunuh Panterpan?!)

“HENTIKAN!!!”

Tanpa pikir panjang aku menerjang tubuh kapten Hooky, pisau itu terlempar. Ku pukul dia sekali, hanya pukulan ringan karena aku masih kelelahan berenang tadi.

“Apa yang kau lakukan!!”

“Harusnya aku yang bertanya padamu, mau kau apakan Panterpan!!! Sebelum kau membunuhnya, kau harus berhadapan dulu denganku!!”

Aku mengumpulkan sisa-sisa tenagaku. Aku sudah berhutang banyak sama Panterpan, orang yang sangat baik hati yang mengizinkan orang asing sepertiku tinggal dengannya. Matipun tak apa, selama aku masih bernafas tak akan ku biarkan dia menyakiti Panterpan. (Kyu keren.. Tapi kayaknya kamu gak pernah bela Aku klo lagi ditimpukin fans kamu.. *coz Author yang selalu buat Kyu sengsara*)

“MEMBUNUH?! Kau salah paham..”

————————-*****————————-

Panterpan masih tak sadarkan diri. Bahu Panterpan terluka karena membentur karang batu saat terjatuh tadi. Sekarang bahu itu sudah di perban dengan sobekan baju.

“Apa dia baik-baik saja??”

“Tenang saja, dia sudah tidak apa-apa. Pendarahannya juga sudah berhenti. Kita tunggu dia sadar baru kita keluar dari goa ini.”

Aku salah paham. Ku kira Kapten Hooky yang membuat Panterpan terluka, ternyata dia mengeluarkan belati untuk menyobek bajunya yang sekarang menjadi perban Panterpan. (Omo.. Jadi aku salah paham juga tadi.. maapin aku yah kapten ganteng.. *Author mulai ngerayu*)

“Kenapa kau menolongnya?? Bukannya kau musuh Panterpan??”

“Musuh?? hahaha.. Apa kau pikir setiap orang yang bertengkar atau berkelahi mereka adalah musuh??”

“Maksudmu??”

“Kami hidup di sebuah pulau dan berteman dari kecil. Dia sudah seperti saudara dan juga rival sejatiku, perang ini seperti permainan. Aku tak benar-benar ingin menguasai pulaunya, diapun tahu itu. Walaupun kami berperang tapi kami tidak saling membunuh.”

Aku tidak terlalu paham maksudnya. Jika mereka seperti saudara tapi kenapa mereka berperang. Tiba-tiba hatiku merasa hampa, aku tidak tahu karena aku tak pernah merasa punya saudara. (Kyu.. Jangan sedih, kan ada aku yang selalu menemani..)

“Oh, iya. Aku baru sadar kau bukan peri kan?? Bagaimana kau bisa di pulau ini dan kenal Panterpan??”

Aku menceritakan perjalananku sampai kesini karena ingin ke Super Junior Island.

“Apa yang kau tau tentang Super Junior Island??”

“Aku hanya tau pulau itu akan memberikan kebahagiaan, tapi tidak ada yang tahu dimana letak pulau itu, bahkan pulau itu tidak tercatat di peta.”

“Apa kau tahu kisah tentang penghuni pulau itu??”

“Penghuninya?? Tidak tahu.”

“Tidak sembarang orang dapat pergi ke Super Junior Island dan tinggal disana. Super Junior Island ditinggali oleh 12 pemuda yang memiliki kekuataan super. Mereka dapat berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam waktu yang sangat singkat. Jika kau ingin tinggal di pulau tersebut kau harus mendapatkan persetujuan dari 12 orang itu.”

Aku baru mendengar kisah tentang 12 pemuda itu. Hebat sekali mereka dapat berpindah-pindah tempat. Aku jadi penasaran dengan 12 pemuda itu.(Wah.. enaknya 12 orang itu bisa keliling dunia gratis donk, gak pake ongkos..)

“Tapi.. Tidak mungkin lagi bagiku untuk ke Super Junior Island.”

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tak ada tempat yang tidak aku ketahui. Aku tahu dimana Super Junior Island. Apa kau mau berlayar bersamaku??”

————————-*****————————-

Hembusan angin laut mengacak-acak rambutku. Sebatas mata memandang hanya ada laut dan laut. Kapal kayu Kapten Hooky dengan kokohnya menerjang hempasan ombak. Aku di dek kapal sendirian memandang laut, aku belum terbiasa suasana kapal ini yang semua awak kapalnya tengkorak hidup.(Apa lagi aku.. dari tadi merinding.. setan pergilah, jauh-jauh.. *Author ngumpet dipojokan*)

Aku mengenang kembali kejadian sesaat sebelum aku berlayar di kapal ini. Panterpan akhirnya kembali sadar. Lukanya dapat cepat sembuh berkat serbuk bunga yang di bawa para Peri.

“Benar kau akan pergi ke Super Junior Island bersama Kapten Hooky??”

“Ya.”

“Apa kau sudah tau kebahagian seperti apa yang kau cari??”

Panterpan menanyakan pertanyaan yang sama. Tapi aku sudah pada keputusanku.

“Aku tidak tahu kebahagian seperti apa yang aku cari. Tapi, jika aku tidak mencarinya maka aku tidak akan bahagia.”

Panterpan tersenyum padaku, memunculkan lesung pipitnya. (Aigooo.. Panterpan manis banget.. Lebih manis dari kopi yang aku minum.. *Ya, iyalah Black Coffee yang Author minum kan pait..*)

“Baiklah, kau pergilah. Temukan Super Junior Island. Ingat Kyu, kebahagianmu ada dalam dirimu sendiri. Terima kasih kau telah menolongku.”

Kata-kata Panterpan masih terngiang-ngiang di telingaku, Kebahagianku ada di dalam diriku sendiri. Apa maksudnya??

Suara deburan ombak yang keras membuyarkan lamunanku. Kulihat awan gelap menggantung dilangit, ombak menerjang semakin keras membuat kapal sidikit bergoyang. Apa yang terjadi??

“Kyu.. Cepat kesini..”

Kapten Hooky memanggil dari atas. Aku segera menuju ke tempatnya yang ada di ruang kendali kapal.

“Apa yang terjadi??”

“Kita akan memulai petualangan yang sebenarnya.”

“Apa maksudmu??”

“Kita akan memasuki daerah Segitiga Bermuda.”

“APA!!!”

Setahuku Segitiga Bermuda itu adalah tiga pulau yang membentuk segitiga. Kapal yang masuk ke daerah itu tak akan bisa pulang, menghilang bagai di telan bumi. Ada yang bilang daerah itu mempunyai gravitasi yang besar yang membuat kapal tenggelam, ada yang memprediksi kapal hancur karena badai, dan masih banyak prediksi lain, tapi tak satupun teori yang benar-benar membuktikan bagaimana kapal-kapal itu menghilang tak berbekas.

Apa benar kami akan memasuki daerah paling keramat di dunia itu?? Ku lihat Kapten Hooky menyeringai. Aku rasa dia benar-benar serius. Detak jantungku bertambah cepat. Kulihat awan semakin gelap, tak ada tanda-tanda sinar matahari masuk, ombak mulai meninggi. Pertanda badai besar akan datang.

(Dimana sebenarnya letak Super Junior Island?? Apa mereka akan selamat melewati Segitiga Bermuda??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 8.. hehehe…)

____________________TBC____________________

Ini bakal tetep jadi FF favorit aq.. Padahal ini karya kedua.. Tp di FF ini aq bisa bebas berimajinasi sepuasnya, ciptain duniaku sendiri.. Hahaha..

Dan part 7 ini paling aq suka pas adegan nyebur ke dalam laut.. Pokoknya itu adegan paling aq suka..

Nah, kalian udah baca kan? Udah donk.. Jangan lupa tinggalin comment juga..

Gamsahamnida.. 😀

Advertisements
Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , | 8 Comments