OneShot

FF Sunflower {OneShot, Songfic}

FF Sunflower
Author           : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre             : Romance, Angst

Leght              : One Shot, Songfic

Rating             : PG13

Cast                : Kim Yejin

Kim Ryeowook

Kim Yesung

Disclaimer     : Seluruh cerita milik aku, no plagiat. Para cast milik dirinya, orang tuanya, dan tuhan.

Credit Song   : Gavy NJ feat Sunny Side MJ – Sunflower

Continue reading

Categories: Angst, Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , | 5 Comments

Protected: FF Trouble Maker {Warning! NC!}

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Categories: Fanfiction, NC, OneShot, Other, Romance | Tags: , , | Enter your password to view comments.

FF EunCha – Princess Syndrom {Ficlet}

FF EunCha – Princess Syndrom

Author : Shin Chajeong & Hwang Tira

Genre : Romance, Comedy (?)

Lenght : Ficlet

Rating : PG-13

Cast: Eunhyuk, Chajeong

Continue reading

Categories: Comedy, EunCha, Fanfiction, OneShot, Romance | Tags: , | 21 Comments

FF Aku Bukan Captain Cho {OneShot}

FF Aku Bukan Captain Cho

Author            : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre              : Family, Angst

Leght               : One Shot

Rating             : G

Cast                 :

Cho Kyuhyun as Cho/Park Kyuhyun

Park Jung Soo (Leeteuk) as Kyuhyun Appa

Cho Ah Ra as Kyuhyun Umma

Continue reading

Categories: Angst, Fanfiction, OneShot, Other | Tags: , , | 53 Comments

FF Be My Prince {OneShot}

FF BE MY PRINCE

 

Author            : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre              : Romance

Lenght            : OneShot

Rating             : PG15

Cast                 : Kim Ki Bum, Lee Young Ra

POV                 : Kibum

Disclamir      : Kibum milik dirinya sendiri.. Young Ra dan cerita hanya imajinasi aq.. anggaplah Young Ra sebagai diri kalian.. 😀

Continue reading

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , , , | 40 Comments

FF EunCha – Cermin {Drabble}

FF EunCha – Cermin

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Romance (?)

Lenght : Drabble

Rating : PG-13

Cast: Eunhyuk, Chajeong

Continue reading

Categories: EunCha, Fanfiction, OneShot, Romance | Tags: , | 34 Comments

FF Paris, I’m Coming {OneShot}

FF Paris, I’m Coming {Sequel Secret}

Author             : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre              : Romance

Leght               : One Shoot

Rating             : PG15

Cast                :

Lee Hyuk Jae as  Eunhyuk

Park Sun Young as  Luna

Other Cast       : Donghae, Sulli, Siwon, Krystal

POV                : Eunhyuk

FF ini Sequel FF Secret.. kalian bisa langsung baca, tp klo pengen tau FF Secret bisa baca disini..

Part1 .. Part 2 ..

____________________*****____________________

Paris. Kota dengan sejuta keindahan. Kisah romantis banyak bermunculan dari kota yang menjadi ikon fasion dunia ini. Disini lah gadis yang selama ini kucari tinggal. Di salah satu tempat yang belum aku ketahui letaknya.

Salju menutupi bahu jalan, suhu udara sudah mencapai minus 20 derajat, tapi tak surut menghentikan niatku menapaki setiap jalan dikota ini. Kurapatkan jaket melindungi hawa dingin yang menusuk. Sebuah foto keluar dari balik jaket, lama kupandang foto tersebut. Sosok gadis Korea cantik berambut panjang terekam jelas di foto itu, senyumku mengembang.

“Pasti aku akan menemukanmu, Luna.” Gumamku pelan. Pikiranku melayang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu saat aku benar-benar kehilangan cintaku.

*Flash Back*

“Sarangheyo.”

Detakan jantungku kian meningkat. Bibirku menjadi kelu, aku tak pernah mengira akan adanya hari ini. Luna gadis yang kupuja dua tahun ini mengungkapkan perasaannya padaku tepat dihari kelulusan kami.

Hanya ada kami berdua saling bertatapan di taman belakang sekolah, teman-teman sedang merayakan kelulusan ditempat lain begitu juga kekasihku, Sulli. Deg, dadaku terasa perih mengingatnya. Kekasih, ya, aku telah memiliki kekasih.

“Mianhae, Eunhyuk-ssi. Aku tahu ini salah, kau namjachingu Sulli, sahabatku sendiri. Tapi, untuk pertama dan terakhir kalinya, aku hanya ingin kau tahu selama ini aku mencintaimu. Jeongmal Mianhae.”

Ia membungkukkan badannya meminta maaf padaku. Tampak raut penyesalan dari wajah cantiknya. Luna, andai kau tahu aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Aku sangat mencintaimu. Hati ini sangat perih karena mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu.

Tak ada yang tahu, aku berpacaran dengan Sulli karena aku merasa bersalah sama sahabatku Donghae. Ia sangat mencintai Sulli, aku yang berniat menyatukan mereka malah membuat Sulli jatuh cinta padaku. Aku telah merebut cinta sahabatku sendiri. Saat ia menyuruhku berpacaran dengan Sulli aku menyanggupinya, ini untuk menebus dosaku padanya.

Tapi cinta tak dapat di paksa. Walaupun setahun sudah kami berpacaran, tapi aku tak bisa mencintai Sulli, hatiku tetap terpaut pada seseorang yang kini berdiri di depanku. Cintaku ini harus di relakan untuk menebus dosaku. Sakit, kau tak tahu betapa sakitnya diriku saat ini mendengar kau menyatakan cinta padaku.

“Nado Sarangheyo.”

Kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku, membuat ia tersentak tak percaya menatapku. Aku tak kuasa lagi memendam luapan gelombang asmara yang ku kubur selama ini. Kurengkuh tubuhnya dalam pelukanku.

Cukup sudah. Aku tak mampu bersandiwara lagi. Ingin kuteriakan biar dunia tahu, Aku mencintaimu, Luna. Akan kuterima semua resiko dari perbuatanku ini. Sulli, Donghae, jeongmal mianhae. Tapi kurasakan dorongan dari tubuhnya, melepaskan pelukanku. Dan sebuah tamparan halus mendarat dipipiku.

“Ya~ LEE HYUK JAE. Apa yang kau lakukan?! Jangan mempermainkanku, kau itu namjachingu-nya Sulli.”

Tatapan tajamnya mengisyaratkan ketidakyakinan padaku. Tak sanggup lagi, akhirnya aku menceritakan alasan aku berpacaran dengan Sulli, dan aku yang mencintainya sejak awal. Matanya berkaca-kaca mendengar kisahku.

“Walaupun benar kau mencintaiku, kita tak bisa bersama.”

“Wae? Apa karena Sulli?”

Kepalanya mengangguk pelan. Bulir bening menetes dari matanya yang indah. Hatiku sakit melihatnya menangis. Aku mengerti ia tak mungkin menghianati sahabatnya sendiri. Jika aku memutuskan tali ikatan dengan Sulli dan kami benar-benar bersama. Tak mungkin kami dapat bahagia diatas penderitaan orang lain. Ya tuhan, kenapa semua terasa rumit.

Sungguh aku bingung dengan keadaan ini. Kupegang kedua pipinya, kuhapus air matanya. Kini tangannya menahan tanganku. Matanya memandangku tajam, Ekspresinya berubah drastis.

“Kita tak bisa seperti ini. Kita tak bisa bersama, aku tak bisa menyakiti Sulli, tapi aku juga tak sanggup melihatmu bersama Sulli. Kita harus mulai hidup baru. Kau harus lupakan aku dan mencintai Sulli. Aku juga ingin melenyapkan cinta ini.”

“Hajiman. Aku tak bisa melakukan itu. Kau juga tak bisa. Kita sama-sama tahu tak bisa mengingkari cinta ini. Jika kita bisa saling melupakan, tak ada hari ini.”

“Sejak awal aku hanya ingin mengatakan perasaanku, aku tak ingin memilikimu. Setelah acara kelulusan ini aku harus pindah, entah kapan bisa kembali lagi. Kau harus jaga diri baik-baik. Jaga Sulli untukku. Sarangheyo.”

Ia berlari meninggalkanku. Kejam. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan ini padaku. Setelah mengatakan cinta, ia pergi meninggalkanku. Mengobrak-abrik hatiku, otakku terasa lumpuh, aku tak dapat berpikir, kejadian ini bagaikan mimpi. Aku hanya bisa terduduk dibangku taman tanpa melakukan apapun.

Saat pikiranku kacau, Donghae menghampiriku langsung memukulku. Ia mengira aku berselingkuh dengan Luna. Emosiku makin memuncak, ini pertama kalinya kami bertengkar, aku memukulnya, aku menyalahkannya atas semua yang menimpaku.

Tangisku pecah. Tak sanggup lagi. Sesak. Perih. Semua rasa bercampur jadi satu. Tanpa kusadari ada sosok yang ikut menangis, Sulli, ia mendengar semua pertengkaran kami. Hatiku tambah perih. Apa yang sudah kulakukan, membiarkan Luna pergi, bertengkar dengan sahabat terbaikku Donghae, dan membuat Sulli menangis.

Sulli memutuskan hubungan kami. Memang itu yang seharusnya ia lakukan untuk seorang pembohong cinta sepertiku. Disaat terakhir bahkan ia sempat mendorongku untuk mengejar cintaku, Luna. Tapi apa daya, semua terlambat. Luna telah pergi tanpa jejak, tak seorangpun tahu keberadaannya, meninggalkanku dalam penyesalan.

*Flash Back End*

Sejak hari itu aku tak pernah bertemu Donghae dan Sulli, malu rasanya bertemu mereka. Kuputuskan pergi dari kisah rumit ini, aku melanjutkan studi ke Amerika. Hanya satu hal yang tak dapat kulepaskan, Luna.

Aku terus mencari tau kemana cintaku pergi. Tak bisa jika bukan dia. Hatiku cuma satu, hanya bisa untuk mencintainya. Rinduku padanya sudah tak tertahankan lagi, tidakkah ia merindukanku??

Luna, aku disini. Di Paris. Aku memutuskan pindah kuliah ke Paris setelah mendapat berita Luna berada disini. Setiap hari, di sepanjang jalan, di setiap tempat aku terus mencarimu. Suatu hari, tak akan lama lagi aku pasti akan menemukanmu.

____________________*****____________________

“Eunhyuk-a, ppali. Kita hampir terlambat kuliah.”

“Ne, Siwon-a. Aku ambil tasku dulu.”

Segera kuambil tas yang berada dimeja kamarku. Aku tersenyum melihat foto yang terpajang manis. Ada foto diriku, Donghae, Sulli, dan Luna tertawa bersama. Suatu hari mungkin kami akan tertawa bersama seperti saat itu.

Kupercepat langkahku mengejar Siwon. Ia temanku baikku selama di Paris. Kami cepat akrab karena kami satu jurusan, ia juga berasal dari Korea, sekarang kami juga tinggal 1 apartemen. Stasiun selalu ramai dipagi hari. Kami menaiki Metro (subway) untuk sampai dikampus Sorbonne, tempat kami menuntut ilmu.

Warna kecoklatan sudah memenuhi halaman kampus. Daun-daun gugur dengan anggunnya menandakan musim gugur tiba. Tak terasa hampir satu tahun aku berada disini, tapi tak kunjung jua aku menemukannya. Aku tak boleh berputus asa, pasti akan aku temukan.

Kuliah hari ini hanya sampai siang hari. Siwon mengajakku ke Café tak jauh dari kampus. Ia memesan Espresso kesukaannya, aku tak begitu menyukai coffee tapi diudara yang mulai dingin ini kuputuskan memesan cappucino.

“Eunhyuk-a. Besok aku mau mengajak kencan Krystal, yang anak Desain itu. Aku akan menyatakan cinta di menara Eiffel.”

“Mwo?! Kenapa harus di menara Eiffel?? Harusnya menyatakan cinta pakai candle light dinner biar romantis.”

“Ya~ menara Eiffel juga romantis, banyak yang melamar gadisnya disana. Menara Eiffel itu mempunyai kekuatan magis menyatukan dua insan yang saling mencintai. Pasti sangat menyenangkan berkencan disana.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Diabad ini dia masih percaya hal-hal takhayul seperti itu.

“Oh, ya. Apa kau masih mencari gadis itu?? Kau tidak berhasil menemukannya kan?? Lupakan saja dia, gadis disini tak kalah cantik darinya. Kalau kau mau aku bisa mengenalkan beberapa gadis padamu.”

Dia memang tahu tentang kehidupanku. Bagimana aku mencari Luna. Bahkan sesekali ia juga membantuku mencarinya. Walaupun kadang-kadang ia mengejekku orang gila karena cinta.

“Gomawo. Tapi tujuanku kesini untuk menemukannya. Aku tak bisa mencintai gadis lain, hanya dia. Sudah 3 tahun ini aku mencarinya. Hatiku tak bisa berhenti mencintainya, dari 5 tahun yang lalu, sampai kapanpun tak akan berubah.”

Itu perbincangan singkat antara aku dan Siwon. Keesokan harinya Siwon sukses menjadi pacar Krystal. Wajahnya selalu terlihat berseri-seri. Waktu berputar dengan cepatnya, udara mulai terasa makin dingin. Suatu sore aku dikagetkan dering telepon, kulirik no-nya, Simba Calling.

“Yeobseo.”

“Eunhyuk~a. Kau ada dimana??”

“Di apertement. Wae??”

“Aku ada di Menara Eiffel. Kau cepat kesini. Pokoknya harus cepat datang. Klo tidak, kau akan menyesal. Ara!!” Tuut.. Tuut.. Tuut..

“Ya~ Siwon-a. Aissshhh. Kenapa ditutup. Ada apa sih?? Tidak biasa-biasanya dia berteriak seperti tadi.”

Aku segera memakai sweeter dan syal. Kupercepat langkah menuju stasiun Metro, untuk kesana aku harus pindah line. Stasiun Bir Harkeim di line 6 menjadi tujuanku. Keluar dari stasiun aku berjalan dengan tergesa-gesa menuju Menara Eiffel yang letaknya tak begitu jauh dari stasiun.

Pandanganku menyapu di taman sekitar Menara Eiffel. Aiisshhh, sejauh mata memandang hanya ada orang pacaran. Benar kata orang-orang aku bodoh jika datang ke menara Eiffel sendirian. Tapi aku kan kesini mencari Siwon. Tempat ini luas, dimana dia?? Aku segera menelpon Siwon.

“Ya~ Siwon-a. Aku sudah ada di Menara Eiffel. Kau ada dimana?? Ada apa sih suruh aku cepat-cepat datang.”

“Tidak usah banyak komentar. Cepat naik ke atas. Aku ada dilantai 2.”

Aiissshhhh, belum sempat aku selesai biacara ia sudah tutup teleponnya lagi. Napasku terengah-engah menaiki banyak anak tangga supaya sampai di lantai 2, menunggu antrian lift pasti lama makanya aku terpaksa naik tangga. Ah, itu dia Siwon, dia bersama Krystal.

“Siwon-a. Ada ap…”

Kalimat yang akan kuucapkan terasa menyangkut ditenggorokan. Aku menatap tak percaya sosok perempuan disamping Siwon dan Krystal. Perlahan aku melangkah mendekati mereka, Kutajamkan pandanganku, ini bukan halusinasi.

“Luna..” kataku lirih. Orang yang kupanggil hanya tersenyum kearahku. Senyum yang kurindukan.

“Luna. Ini loh orang yang aku ceritakan tadi, dia hampir gila mencarimu 3 tahun ini. Eunhyuk, ngapain kau bengong begitu. Ini Luna yang kau cari-cari itu kan.”

“Jagi. Kita tinggalkan saja mereka. Kita hanya pengganggu saja disini. Kajja”

Krystal menarik lengan Siwon menjauh dariku dan Luna. Aku masih menatapnya tak percaya. Ya Tuhan, benarkah dia Luna. Penampilannya sedikit berubah, rambutnya sekarang berwarna blonde sepundak dan tampak lebih dewasa. Gurat kecantikannya juga makin bersinar.

“Luna.. benarkah itu kau??”

“Ya~ Lee Hyuk Jae. Tentu saja aku Luna. Bogoshipeo..”

“Nado. Jeongmal Bogoshipeo.”

Kuberanikan diri memeluknya. Ia membalas pelukanku. Kudekap ia erat, seakan aku tak mau kehilangan ia lagi. Kini kulonggarkan pelukanku untuk menatapnya.

“Jahat. Kenapa kau meninggalkanku tanpa kabar apapun.”

“Jeongmal mianhae. Saat itu aku pikiranku kacau, aku tak menyangka kau juga menyukaiku. Sedangkan kau itu pacar Sulli dan aku juga mau pergi. Jadi kuputuskan untuk melupakanmu.”

“Apa kau bisa melupakanku??”

“Aniyo. Aku tersiksa harus berjauhan denganmu. Tapi aku juga tidak mau mengganggu hubunganmu dengan Sulli. Jadi kuputuskan tidak pernah menghubungi kau, Sulli, dan teman-teman. Aku benar-benar tidak tahu kau putus dengan Sulli sesudah kepergianku dan aku juga tidak tahu selama ini kau mencariku. Siwon yang menceritakan semuanya padaku tadi.”

“Bagaimana kau bisa bertemu Siwon??”

“Aku temannya Krystal, aku kuliah di jurusan Desain. Krystal mengenalkanku pada pacar barunya, Siwon. Saat dia melihatku, dia langsung mengenaliku sebagai Luna. Lalu menceritakanmu. Aku juga sempat tidak percaya kau ada disini, mencariku.”

“Ne. Aku mencarimu seperti orang gila. Aku pindah kuliah ke Paris juga demi mencarimu. Menanyakan kesetiap orang yang berjalan apakah mengenal gadis Yeoppo asal Korea yang sudah mencuri cinta Eunhyuk.” Dia tertawa kecil. Aku mecubit pipinya pelan.

“Apa yang kau tertawakan gadis jahat. Apa setelah ini kau mau hilang ke kutub utara??”

“Molla. Tapi kurasa aku tidak bisa pergi lagi. Kau sudah mengikatku terlalu kencang dengan cintamu. Bagaimana bisa aku lepas??”

“Tentu saja, setelah ini kau tidak akan kubiarkan pergi lagi. Sarangheyo.”

“Nado, sarangheyo.”

Kami kembali berpelukan. Menara Eiffel menjadi saksi menyatunya 2 hati yang saling mencintai. Benar kata Siwon, Menara Eiffel itu romantis dan mempunyai kekuatan magis. Tempat ini akan menjadi tempat paling bersejarah untukku.

____________________*****____________________

Hamparan rumput yang sangat kurindukan, beberapa murid sedang berlarian mengejar bola. Saat gol tercipta, mereka bersorak-sorai, mengingatkanku kembali pada masa-masa SMA 7 tahun lalu. Setelah 5 tahun, akhirnya aku kembali ke Seoul. Sekarang aku berada di lapangan SMA Shinjo.

Seseorang memasuki lapangan, memakai pakaian training dan peluit yang terkalung dibajunya. Ia terperangah melihatku. Aku hanya tersenyum melihatnya datang. Akhirnya orang yang kutunggu-tunggu datang.

“Pelatih. Kau sangat lamban. Murid-muridmu sudah latihan sejak tadi.”

“Eunhyuk..”

“Lee Dong Hae. Apa seperti itu sambutanmu terhadap kapten tim.”

Aku menghampirinya dan memeluknya singkat. Ia masih terlihat sedikit syok melihatku. Setelah sekian lama kami tak bertemu pantas lah ia terkejut melihatku. Tapi aku ingin merangkai lagi hubungan yang dulu telah rusak. Agar suatu hari aku, Luna, Donghae, dan Sulli dapat berfoto sambil tertawa lagi.

Tak ada yang tak mungkin, selama ada niat dan usaha pasti bisa terwujut. Seperti hubunganku dan Luna perlu waktu 3 tahun aku mencarinya baru mendapatkan cintaku kembali. Kini aku dan Luna tak lama lagi akan naik ke pelaminan. Aku menginginkan sahabat-sahabatku juga merasakan kebahagiaan yang kurasakan.

____________________THE END____________________

Awalnya gak mau bikin Sequel Ff Secret.. Tp gak enak bgt di demo terus2an bikin lanjutan FF Secret.. Susah dapet feel bikin Eunhyuk sama cwe lain.. Makanya sequel-nya agak lama, aq buat akhir bulan Febuari 2011..

Aq gak pernah ke Paris, jd nyari tentang tau tentang Paris lewat google.. Berharap ntar Eunhyuk ke Paris lg sama aq.. *Ngarep*

Ini Sequel Pertama, nanti ada Sequel Kedua judulnya Come Back To Me, tp masih lama tahap pengerjaan, lum jadi..

Gimana tanggapan kalian tentang FF qu ini?? dapet gak Feel-nya?? Jangan lupa comment yah..

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , , , , , | 28 Comments

FF EunCha – Saengil Chukahamnida {Ficlet}

FF ini aq buat bukan karena pengen eksis.. Tapi pas aq bikin FF ChulRa Couple, semua pada minta aq buat FF EunCha Couple.. Jadi aq buat FF ini tuk Ultah My Monkey.. 😀
Tapi beneran malu deh bikin FF ini, makanya pas di buat di FB gak aq tag ke siapapun, tp banyak banget yg baca.. hahaha..
Klo gak suka EunCha (Eunhyuk Chajeong) couple lebih baik jangan baca, coz aq gak suka bashing pairing.. ^^

____________________*****____________________
To: My Monkey 4 April 2011 – 01.10 AM
Saengil Chukhahamnida Mr. Monkey. Sombong. Huh. 😡 

From: My Monkey 4 April 2011 – 01.13 AM
Gomawo. Mana kadoku? Sombong kenapa?

To My Monkey 4 April 2011 – 01.28 AM
Gak ada kado-kadoan. Kenapa gak pernah telepon selama disana? Klo bukan aku yang sms duluan juga kamu gak akan sms. Chajeong emang orang yang gampang dilupakan. Disana banyak gadis cantik yah? Terus aja maintain no. HP gadis-gadis lain, pacarnya sendiri di lupain. 😥 

From My Monkey 4 April 2011 – 01.39 AM
Aniya, aku gak minta no. HP gadis2 sini. Kau tau sendiri biaya telepon beda Negara mahal, jadwalku disini juga padat. Jangan marah lagi jagi. Masa kita marahan pas ulang tahunku.

To My Monkey 4 April 2011 – 01.41 AM
Araseo. Aku cuma kangen kamu jagi.

From My Monkey 4 April 2011 – 01.44 AM
Nado, Bogoshipeo. Ya~ jadi gak ada kado buatku nih. Pokoknya klo aku pulang, aku minta kado.

To My Monkey 4 April 2011 – 01.49 AM
Pemaksa. Mau kado apa sih? Kamu kan udah banyak dapat kado, apalagi dari fans-fansmu itu.

From My Monkey 4 April 2011 – 01.53 AM
Beda jagi. Aku minta kadonya kita bikin baby aja. Kkkk~

To My Monkey 4 April 2011 – 01.56 AM
YA~ KAU MINTA DICEKEK MR. YADONG!!! SHIRO!!!

From My Monkey 4 April 2011 – 01.59 AM
Hahaha. Bercanda jagi. Terserah, apa aja kadonya aku terima. Yang penting itu dari kamu, pasti jadi yang special untukku.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.04 AM
Gombal. Kadonya gak usah yang mahal-mahal yah. Ku dengar kau dapat bintang, Fansmu itu boros sekali, harusnya tuh uang bisa buat beli barang-barang yang lebih berguna atau di sumbangin. Banyak orang kelaparan tapi mereka menghambur2kan uang begitu saja. Aku sih mana mau habisin uang banyak untuk orang sepertimu.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.12 AM
Hahaha. Aku tidak tau apa2, hanya menerima hadiah saja. Ada salam nih dari ikan. Kami baru selesai party. Mereka melempariku kue. 😦

To My Monkey 4 April 2011 – 02.15 AM
Cih. Kue mahal-mahal & susah bikinnya malah buat mainan kayak gtu. Kalau tau buat lempar2an harusnya tuh kue gak aku kirim kesana.

From My Monkey 4 April – 02.17 AM
Kue itu darimu? o.O

To My Monkey 4 April – 02.22 AM
Iya, aku yang buat. Tadi Kyupa kirimin foto2 party kalian. Jelek banget sih kamu. Hahaha.

From My Monkey 4 April – 02.26 AM
Gomawo, jagi. Kuenya enak. :*
Klo tau kue itu dari kamu, gak akan aku biarkan mereka makan juga.
Kyuhyun. Aishhh. Dia pasti kirim foto yang aneh2. Awas aja bocah setan itu. Hei, kau belum tidur jagi?

To My Monkey 4 April 2011 – 02.32 AM
Hahaha. Pokoknya fotonya fenomenal banget deh. ;P
Aku lagi di lokasi syuting. Pacarnya Chulpa ikut syuting juga loh. Jadi cameo aja sih. Wah, enaknya mereka udah di publikasiin hubungannya.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.36 AM
Mian, hubungan kita belum bisa dipublikasiin dulu jagi. 😦
Kau kan tau Tira itu bukan pacar beneran Heechul hyung, cuma skandal yang sengaja dibikin perusahaan.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.39 AM
Araseo. Tapi sepertinya Tira beneran jatuh cinta sama Chulpa. Dari sorot matanya aku langsung tau. Mereka juga cocok, harusnya jadi pasangan beneran. Udahlah, kamu tidur aja. Pagi ini ada jadwal lagi kan?

From My Monkey 4 April 2011 – 02.42 AM
Ne. aku juga ngantuk. Aku jadi gak sabar pulang ke Korea, kado bikin baby tetep berlaku kan? ;P

To My Monkey 4 April 2011 – 02.45 AM
Pulang kesini, kau gak akan selamat jagi. AWAS berani macam2 sama aku.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.47 AM
Hahaha. Kau jangan lupa istirahat yah. Syutingnya gak bisa ditunda besok aja. Ini udah hampir pagi, masa gak ada istirahat.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.49 AM
Syutingnya udah selesai jam 1 tadi. Tapi masih ada yang harus ku urus sama Sutradara di lokasi untuk penggambilan gambar nanti. Kau juga jaga kondisi baik2. Jangan nakal, biasain makan makanan disana. Saranghae. :*

To My Monkey 4 April 2011 – 02.51 AM
Nado, saranghae. :*
____________________END____________________

FF ini juga untuk Clue lanjutan FF ChulRa, Chajeong bakal muncul di FF Skandal Oh No..

Aq juga sempet bikin games dari FF ini. Pertanyaannya, “Apa profesi Chajeong di FF ini?”

Jawabannya “Penulis Naskah/ Skrip Wraiter”, yg menang Fenny Rahayu.. Hadiahnya aq bakal bikinin dy FF dengan pairing Donghae.. *tp lum jadi* 😛

Kapan2 ketemu lagi sama EunCha Couple.. Kita main Clue FF & games lagi.. 😀

Klo udah rela baca, harus rela comment juga donk.. Gamsahamnida.. ^^

Categories: EunCha, Fanfiction, OneShot, Romance | Tags: , | 25 Comments

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi {OneShot}

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi

Author : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre : Romance

Lenght : One Shot

Rating : PG15

Cast : Choi Siwon (Super Junior), Jung Hyun Mi, Oh Chae Ri

Disclamir : Siwon punya dirinya sendiri.. Other Cast & Cerita imajinasi aku.. Jangan Copy Paste yah.. ^^

espresso

Cinta seperti kopi. Terasa pahit tapi menjadi candu bagi penikmatnya. Menikmati pagi dengan secangkir espresso menjadi kebiasaanku. Namaku Choi Siwon, mungkin kalian sudah mengenal diriku. Benar, aku salah satu member Super Junior. Tak banyak yang tahu mengenai kisah hidupku, disini aku ingin bercerita tentang kisahku, cinta yang dimulai rasa pahit.

____________________*****____________________

(Espresso = 100% sari kopi asli, kental dan pahit, bahan dasar dari racikan kopi)

Apa kalian punya cita-cita? Rasanya sangat bahagia jika bisa mewujudkan cita-cita. Yah, itulah perasaanku kini. Sekarang aku bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang penyanyi bersama Super Junior. Semakin hari karirku makin berkembang, kini aku mencoba dunia akting dan presenter. Jadwalku kian padat, tapi rasa bahagia selalu menjadi pengobat rasa lelahku.

Pada awalnya keluargaku tidak ada yang setuju cita-citaku menjadi artis. Ayahku ingin aku menjadi pewarisnya, aku beri tahu sebuah rahasia, sebenarnya aku anak dari pengusaha Hyundai Department Store. Berkat usaha kerasku meyakinkan mereka, akhirnya mereka mendukungku, rasanya sangat bahagia. Tapi roda terus berputar. Tak selamanya bahagia itu hinggap. Pagi ini akan mengubah takdir kehidupanku.

“Kau harus menyetujui pernikahan ini.”

Menikah dengan seseorang yang tak kau kenal, bukankah itu buruk. Appa ingin menjodohkanku dengan anak dari relasi bisnisnya. Dia orang yang sangat keras, sulit untukku membantah perkataannya. Tapi aku mempunyai alasan kuat untuk menolak perjodohan ini.

“Appa, Aku sudah punya yeojachingu. Kami saling mencintai.”

“Maksudmu Oh Chae Ri yang lawan main di dramamu itu. Appa tidak setuju kamu dengan dia. Carilah istri yang setia menunggumu di rumah dan dapat mengurus anak-anakmu kelak. Bukan wanita yang sibuk sepertimu. Bagaimana dia bisa mengurus keluarga kalian, jika dia sibuk dengan kegiatannya sendiri.”

Perkataan appa seperti sebuah tamparan bagiku. Benar, kesibukanku dan kesibukan Chae Ri membuat kami jarang bertemu. Chae Ri juga bukan tipe orang yang mau meninggalkan dunia yang membesarkan namanya ini dan menjadi istri yang sabar menunggu suaminya pulang ke rumah, bukan seperti menantu idaman Appa.

Bagimanapun juga aku sangat mencintainya, kami sudah menjalin hubungan selama 1 tahun walaupun tak pernah mengungkapkannya di depan publik. Bagaimana bisa aku menikah dengan orang lain?

“Tapi.. “

“Tidak ada tapi-tapian. Kali ini turuti permintaan appa. Jika kau masih tidak mau, berhentilah jadi artis dan kembali jadi pewaris keluarga kita. Apa kau mau seperti itu? Appa tahu mana yang terbaik untukmu, jadi ikuti kata-kataku.”

Dia beranjak pergi, aku masih terduduk sendiri di berada memikirkan setiap perkataannya. Terbaik untuk siapa? Untukku atau untuk Appa? Ini semua keinginan Appa tanpa mau mengerti perasaanku.

Aku tahu perkataannya tak main-main. Meninggalkan dunia artis yang menjadi cita-citaku atau menikah dengan seseorang yang tak kucintai. Cangkir kecil beradu dengan mulutku, espresso menjadi temanku pagi ini. Rasa pahitnya seperti kehidupanku saat ini, memilih antara cita-cita dan cinta. Sama-sama pahit jika aku kehilangkan salah satunya.

____________________*****____________________

(Macchiato = Espresso dengan campuran sedikit susu)

Gadis itu seperti orang Korea kebanyakan, kulitnya putih pucat, rambutnya panjang lurus, tubuhnya tidak terlalu tinggi, dan mata yang sipit. Saat setiap gadis mengagungkan kecantikan, pisau bedah tak menjamah satu inci pun dari tubuhnya. Namanya Jung Hyun Mi. Inikah gadis pilihan appaku? Calon istriku? Biasa saja, tak ada yang special dari dirinya.

Kalian pasti berpikir aku lebih memilih karir daripada cinta. Sebenarnya aku tak bisa memilih, aku tetap menikah dengan Hyun Mi dan tetap menjadi artis, tapi tanpa di ketahui siapapun aku masih menjalin hubungan dengan Chae Ri. Egois? Pasti kalian membenciku, tapi jika kalian ada diposisiku apa kalian bisa memilih?

Di awal pernikahan kami semua terasa berat, pemberitaan media tak henti-hentinya mengalir. Kekecewaan dari fans, hal ini juga berpengaruh menurunnya fans Super Junior dan penurunan karirku. Hal yang paling aku takuti selama ini.

Apertemen mewah menjadi tempat keluarga baru kami. Pagi ini aku membaca Koran seperti biasa, tapi tugas membuat kopi bukan lagi di kerjakan pembantuku, sekarang ada istriku yang menyediakan kopi dan sarapan di pagi hari.

“Kopi apa ini? Kenapa tidak buat espresso seperti biasanya?”. Aku memandang kopi yang berbusa tipis.

“Itu Macchiato. Rasanya sama seperti espresso tapi aku tambah sedikit busa susu. Cobalah, kau pasti suka.”

Dia tersenyum sangat manis. Awalnya aku memang bilang dia gadis biasa saja, tapi ku akui dia istri yang baik. Aku selalu tak pedulikannya, tak pernah menyentuhnya layaknya suami ke istri tapi dia selalu tersenyum padaku.

Kucicipi Macchiato buatan istriku. Rasanya pahit seperti espresso, tapi ada sensasi lembut dari busa susu di atasnya. Hidupku sekarang memang masih terasa sangat pahit dengan semua pemberitaan dan kemunduran karirku, tapi kelembutan yang ia berikan padaku memberi rasa nyaman.

____________________*****____________________

(Cappucino = Espresso yang di campur susu dengan perbadingan 1:2, diatasnya ditaburi coklat atau kayu manis)

Semua hal bisa terselesaikan oleh waktu. Setengah tahun waktu yang berat terlewati. Karirku sudah naik bahkan makin meningkat, fans-fansku tetap mendukungku walaupun statusku telah berubah. Akhirnya semua orang mengakuiku atas bakatku bukan sekedar ketampananku.

Setengah tahun hidup bersamanya membuatku makin terbiasa akan hadirnya. Setiap pagi aroma kopi kuat tercium olehku, kopi espresso buatannya membuat candu bagiku. Setiap malam Hyun Mi selalu menunggu kepulanganku, walaupun jadwalku tak pernah tentu, bahkan terkadang ia tertidur di sofa karena menungguku yang pulang larut malam.

Terkadang aku merasa sangat kasihan dan bersalah pada wanita itu. Dia yang mendapat amukan dan cacian dari fans-fansku tapi ia masih tetap tersenyum dan tegar. Mungkin karena sosoknya yang baik hati, membuat fans-fansku kemudian mendukung pernikahan kami.

Aku lah orang yang paling jahat. Tak bisa mencintai istriku Hyun Mi karena hanya Chae Ri yang selalu menjadi setiap anganku, berselingkuh memang hal yang paling menjijikan. Tapi pesona dirinya terlalu memabukkanku, membuat akal sehatku lumpuh.

Hubungan kami berawal saat membintangi drama yang sama. Entah bagaimana caranya cinta itu tumbuh, banyak yang bilang cinta lokasi. Yah, tak peduli apa namanya, yang aku pahami aku mencintainya. Sosoknya yang cantik dan senyum malaikatnya benar-benar membuat candu untukku. Seakan aku tak bisa hidup tanpa melihat wajahnya. Walaupun aku telah menikah, aku tak bisa melepasnya.

Suatu hari kami kembali berkencan di tengah kesibukan kami yang sangat padat, cafe yang menjaga privasi pengunjungnya menjadi tempat kami bertemu. Espresso menjadi menu andalanku, sedangkan ia selalu memesan cappuccino.

“Oppa, kenapa kau selalu memesan espresso?”

“Molla. Rasanya memang pahit, tapi aku menyukainya. Ada rasa yang sulit di jelaskan.”

“Kau mau mencoba minumanku, cappucinno terasa lebih manis.”

Ia menyodorkan gelasnya ke arahku, tapi ku tolak. Aku memang kurang menyukai cappuccino. Hari itu kami menghabiskan waktu bersenang-senang. Tawa selalu menyertai langkah kami.

Tapi tawa itu hilang beberapa hari kemudian, berubah menjadi kebencian. Media massa heboh dengan skandal Chae Ri berkencan dengan seorang pria. Hal yang membuatku marah karena pria itu bukan aku. Ternyata dibelakangku ia juga bermain hati dengan seseorang. Pertengkaran hebat kami pun terjadi. Hubungan kami yang sudah hampir 2 tahun ini kandas.

Dia benar-benar seperti cappuccino, kalian tahu mengapa aku tak menyukai cappuccino? Aroma cappuccino yang manis karena taburan coklat diatasnya bisa membuat orang tergila-gila. Sensasi busa susunya juga terasa lembut, tapi tak seperti kesan awalnya yang manis saat meminumnya akan tertinggal rasa pahit.

Rasa sakit ini mengingatkanku pada Hyun Mi. Bagaimana perasaannya jika ia tahu suaminya berselingkuh? Apa ia akan merasakan rasa sakit seperti yang kurasa sekarang? Tidak, gadis sebaik dia tak pantas mendapat rasa sakit seperti ini. Sejak hari itu aku berjanji akan mencoba mencintai Hyun Mi. Mengasihinya seperti layaknya seorang suami.

____________________*****____________________

(Caffe Latte = Espresso yang dicampur susu cair, kadar susu bisa 2-3x lipat dari espresso)

Hyun Mi seperti susu yang dimasukkan ke dalam secangkir espresso. Dalam hidupku yang terasa pahit ini, dia memberi rasa manis. Makin banyak susu yang dimasukkan menjadikan rasa pahit dalam kopi terasa lebih ringan. Sakit hatiku mulai terobati, lama-lama kehadirannya sudah menjadi candu dalam hidupku.

Saat ku buka mata di pagi hari sosoknya lah yang kucari. Aku ingin lebih cepat pulang karena ada seseorang yang menungguku di rumah. Saat jadwal show di luar negeri adalah hari-hari terberatku karena tak ada dia disisiku.

Di satu tahun pernikahan kami, kami baru merasa seperti pengantin baru. Terkadang disaat jadwal kosongku, aku mengajaknya berkencan. Aku tak perlu lagi berkencan diam-diam, semua orang juga sudah tahu dia istriku.

Saat syuting, terkadang ia tiba-tiba datang membawa bekal makanan. Semua orang iri padaku memiliki istri sebaik dia. Appa memang tak pernah salah memilihkan pendamping hidupku. Walaupun ia tak cantik, tapi kebaikan hatinya yang membuat ia tampak istimewa.

____________________*****____________________

(Espresso yang baik akan meninggalkan kesan manis di mulut)

Pagi ini tak seperti biasanya, ia meminum espresso. Walaupun setiap pagi ia selalu membuatkanku secangkir espresso, tapi ia tidak menyukai espresso.

“Sudah bangun?”

Ia tersenyum padaku, senyum yang paling kunantikan setiap waktu. Aku mengecup pucuk kepalanya, kebiasaanku akhir-akhir ini. Sarapan pagi sudah tersusun rapi di meja makan, aku langsung duduk disampingnya, secangkir espresso juga sudah tersedia untukku.

“Kenapa kau minum espresso juga? Biasanya minum susu”, tanyaku yang masih heran melihatnya menikmati secangkir espresso.

“Aku ingin tahu rasanya espresso yang membuatmu ketagihan. Saat aku minum, Espresso ini benar-benar mirip sepertimu.”

“Maksudmu aku pahit?!”, raut mukaku berubah masam saat ia berkata itu.

“Memang rasanya pahit, tapi saat ku teguk ada rasa manis padahal tidak aku tambah gula. Aku jadi ingin meminumnya lagi. Sama sepertimu, awalnya kau itu sangat dingin padaku, aku tahu kau tidak mencintaiku. Tapi kau membuat candu di hidupku, aku bertahan diantara rasa pahit sampai akhirnya aku menemukan rasa manis dalam dirimu. Sarangheyo.”

Senyum lebar terpasang dibibirku. Ku kecup bibirnya sekilas dan berbisik, “Nado, Sarangheyo.”

“Tapi ini pertama dan terakhir kalinya aku minum kopi. Aku tak ingin menyakiti seseorang. Sepertinya aku mulai membagi cintaku dengan orang lain.”, ia mengelus-elus perutnya yang membuatku terkejut seketika.

“Kau hamil?!”

Ia mengangguk mantap, aku langsung memeluknya erat. Kebahagiaan apa yang lebih sempurna dari ini.

____________________*****____________________

Sekarang kalian tahu mengapa aku sangat menyukai espresso? Karena dalam secangkir espresso yang pahit ada rasa manis yang alami. Sama seperti cinta ini yang dimulai dari rasa pahit, tapi diakhiri dengan rasa manis. Sampai disini dulu ceritaku, jika aku bercerita lebih banyak lagi kalian akan bosan padaku.

Oh, iya. Jangan lupa tetap dukung aku dan Super Junior. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sarangheyo.

Choi Siwon.

____________________END____________________

 

Yang udah baca, comment please.. Coz comment kalian penting untukku.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , | 74 Comments

FF EunCha – My Lovely Star {Ficlet}

Eunhyuk1
EunCha itu kisah Eunhyuk Chajeong.. karna bias-ku Eunhyuk, jadi ada FF ini.. 😀

FF ini aku buat September 2010.. FF ini aku tujuin buat saeng aq yang sesama Jewel.. Mereka galau gara-gara gosip Eunhyuk punya pacar & marah sama Eunhyuk.. Aq cuma ingin bilang, apapun yang terjadi Eunhyuk akan selalu jadi bintangku, ini hasil kegalaukanku saat itu..

____________________*****____________________

Aku sangat mengukai kerlipan bintang, sinarnya membawa kebahagiaan digelapnya malamku. Walaupun ku tau takkan pernah ku menggapainya karena mereka jauh diatas langit. Banyak bintang yang berkelip indah, tapi ada satu bintang yang sangat kusukai. Bintangku ini mudah bersedih, tapi aku menyukainya karena jika melihatnya aku dapat tersenyum dan tertawa.

Beberapa hari yang lalu aku berhenti menatapnya karena aku marah padanya. Tapi marahku tak berlangsung lama, saat ku menatapnya lagi kusadari ada yang berbeda, sinarnya meredup. Ku bertanya ada apakah gerangan? bintangku apa kau dengar tanya hatiku ini.

Malam harinya aku bermimpi berkelana ke negeri awan. Aku dapat melihat bintangku dari dekat, aku dapat berbicara dengannya. Tapi kenapa bintangku tetap meredup, apa ia sedang bersedih. Akhirnya aku bisa bertanya padanya, pada bintangku, Eunhyuk…

Me : Oppa, apa kau sedang bersedih?

Hyuk : Kenapa kau bisa tau?

Me : Aku rasakan sinarmu meredup. Waeyo, oppa?

Hyuk : Akhir-akhir ini banyak manusia yg marah padaku, kecewa padaku. Karena itu aku bersedih. Beberapa hari yang lalu kau juga sempat tidak mau melihatku lagi. Kureyo?

Me : Mianhae oppa. Aku marah sama oppa. Karena beberapa hari yang lalu oppa terlihat sangat dekat dengan bintang-bintang yang lain.

Hyuk : Apa karena itu kamu membenciku?

Me : Aniyo. Aku memang marah karena cemburu. Aku cemburu karena aku sangat menyukaimu. Bagaimana mungkin aku membencimu. Bahkan aku bertanya-tanya mengapa sinarmu meredup. Aku ingin menghiburmu saat kau sedih. Tapi ternyata aku yang membuatmu bersedih. Ini salahku oppa.

Hyuk : Aniyo. Aku gembira saat kau mengatakan kau tidak membenciku. Itu sudah cukup bagiku.

Me : Oppa, ada yang sejak dulu ingin kutanyakan padamu. Kau selalu bersedih saat kau merasa sangat bahagia, kau selalu bersedih saat teman bintangmu bersedih, dan saat ini kau bersedih saat kami merasa marah padamu. Tapi aku tak pernah melihatmu bersedih untuk dirimu sendiri. Waeyo oppa??

Hyuk : Karena aku tak mau melihat manusia bersedih karena diriku. Aku ingin mereka selalu tersenyum dan tertawa jika melihatku.

Me : Oppa, kau selalu membuatku tersenyum dan tertawa, kau mengusir kegelapanku dengan sinarmu. Dengan segenap jiwa raga kau berusaha menerangiku untuk membahagiakanku. Karena aku terlalu memujamu, jiwaku dipenuhi ego, aku dengan mudahnya marah padamu hanya karena cemburu. Tanpa ku sadari kau pun bersedih karena aku. Setiap hari aku selalu meminta kau terangi malamku, tanpa ku sadari aku tak pernah melihat sisi gelapmu. Apa aku salah padamu karena aku terlalu banyak meminta padamu?

Hyuk : Chajeong-ah. Kau tau kenapa aku dapat bersinar terang dilangit ini?

Ratri : Mollayo, oppa.

Hyuk : Aku dapat kekuatan dari manusia yang mendukungku. Aku dapat berdiri diatas langit ini karena banyak manusia yang ingin melihatku. Aku dapat bersinar terang karena aku memiliki kalian yang mencintaiku. Karena itu, aku ingin membagi cahaya yang kudapat untuk membahagiakan kalian juga.

Me : Oppa, jika kau selalu membuatku tertawa, lalu siapa yang akan buatmu tertawa? Jika kau tidak pernah menunjukkan sisi gelapmu, siapa yang akan menghilangkan kegelapan yang ada padamu? Lalu apa yang dapat aku lakukan untuk membahagiakanmu?

Hyuk : Teruslah melihatku. Karena dengan senyummu, tawamu, cintamu aku dapat terus bersinar untukmu.

Aku tiba-tiba terbangun dari mimpiku. Terngiang-iang kalimat terakhirnya seakan semua itu nyata. Aku sadar jawaban terakhirnya tak sepenuhnya menjawab pertanyaanku. Aku hanya bisa berharap semua bintang dilangit sana selalu menemanimu menghapus sisi gelapmu yang tak dapat ku lihat.

Akhirnya dapat aku pahami, bintangku yang gampang bersedih, bintangku yang bersinar terang, ternyata adalah bintang terbaik yang selalu berusaha melakukan hal terbaik untukku.

Mungkin aku akan terus egois memintanya menerangi gelap malam ku. Tapi, aku berjanji akan terus melihatnya, karena itu satu-satunya hal yang dapat kulakukan untuk membuatnya bahagia.

Teruslah bersinar Bintang-ku… Eunhyuk Oppa…

____________________*****____________________

Yang udah bersedia baca, comment please.. Comment kalian sangat berharga buat aq.. ^^

Categories: EunCha, Fanfiction, Fantasy, OneShot | Tags: , | 12 Comments