We Got Married EunCha Vers. {Part 8-END}

We Got Married EunCha Vers. {Part 8-End}

 

Author: Dina ‘minnikey’ Fivesjoliezt

Editor: Chajeong JewElf

Genre: Romance, Comedy

Cast : Shin Chajeong

Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Super Junior

Credit Pict: Jung Roo (Ulzzang)

FF ini yang bikin Dina buat aq dan aq cuma sebagai editor aja.. Gomapseumnida buat Dina..

Horeyyy.. Akhirnya selesai juga edit FF ini, padahal kerjaanku cuma ngedit doank, tp nongkrong lama di laptop.. Cekidot.. ^^

***

“Sillyehamnida. Disini ada calon menantu nya Nyonya Lee? Kalau tidak salah namanya Nona Shin Chajeong. Beliau ingin bertemu.” tanya perawat yang keluar dari ruangan yang ditunjuk Chajeong tadi.

 

Tunggu, calon menantu? Apa aku salah dengar?

Anii.. Anii.. Aku yakin tidak salah dengar. Apa maksudnya ini?

 

“Jagi? Apa maksud nya ini?” geramku.

 

“ee.. Jagi..aku…”.raut wajah Chajeong terlihat sangat kebingungan.

 

Joon Ki langsung angkat bicara tapi… “begini, Eunhyuk-ssi…”

 

“Mianhae, Joon Ki-ssi aku hanya butuh penjelasan dari istriku! Chajeong-ah, kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaanku!” ujarku agak emosi.

 

“Hyukjae-ah, tenang. Kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dirumah saja, ingat ini rumah sakit.” Airin langsung menarikku pergi.

 

“OK, kau harus menjelaskan semuanya saat dirumah Chajeong-ssi!”.

Eunhyuk POV END

***

 

“Omona, dia marah sekali kepadaku. Eottokhae?”

 

Chajeong mulai terisak, ia bingung harus berbuat apa. Menyesal?! Tapi semuanya sudah terjadi. Lagipula dia memang ingin membahagiakan seseorang yang sudah ia anggap seperti eommanya sendiri.

 

“Mianhata, semua ini salah ku.” Sesal Joon Ki, ia merasa bersalah membuat gadis itu menangis. “Tapi tenang saja, aku pasti akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi Chajeong-ah.” Lanjutnya untuk sedikit menghibur Chajeong.

 

“Cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya. Sudah lah, aku mau menemui ahjumma dulu.” ujar Chajeong sambil menghapus air matanya dan langsung masuk ke ruangan eommanya Joon Ki.

***

 

Chajeong POV

Tuhan, Kenapa aku dan Eunhyuk oppa bisa dipertemukan?

Kalau kami tidak bertemu, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Tidak ada jalan lain, mau tidak mau aku harus jujur padanya.

Tuhan, apa ini Hukuman untuk ku?

 

@ahjumma’s room

“annyeonghaseyo ahjumma.” sapa ku saat memasuki kamarnya.

 

“annyeong, kenapa kau lama sekali masuknya.” sahut ahjumma dengan suara yang agak serak. Ia melambaikan tangannya menyuruhku mendekat.

 

“Mianhae, tadi aku sedang berbicara dengan Joon Ki-ssi di luar.”

 

“Jankanman, kenapa matamu terlihat sembab begitu? Kau habis menangis?” Tanya ahjumma saat aku duduk disamping ranjangnya.

 

“Anii, tadi saat diluar aku kelilipan ahjumma. Oh iya kata Joon Ki, ahjumma yang memesan gaun pengantinnya, jeongmal?”

 

“ne, eottokhae apa kau suka?” Dia terlihat langsung bersemangat saat aku mengalihkan pembicaraan ke pernikahan. Aku tak bisa membayangkan senyuman itu akan hilang jika tau yang sesungguhnya.

 

“Ne~ suka sekali ahjumma, itu benar-benar gaun yang sangat indah”.

 

“Joayo.. Mmh, Chajeong-ah.”

 

“Ne?”

 

“Apa kau masih mencintai Putra ku?” aku terdiam sejenak mendengar pertanyaannya.

“Ke.. Kenapa ahjumma berbicara begitu?”

 

“aniyo, entah mengapa hubungan kalian sekarang berbeda dari yang dulu.”

 

Aku cukup tersentak, apa ini firasat seorang ibu? Tapi aku buru-buru menggelengkan kepala. “Ani. Mungkin kami hanya canggung karna sudah lama tidak bertemu.”

 

Ia mengangguk lemah. “Mmh, mungkin kau benar. Apa Kau tahu, aku takut kalau aku tidak bisa melihat kalian menikah.”

 

“ah, ahjumma jangan berkata seperti itu. Ahjumma pasti bisa melihatku dan Joon Ki-ssi menikah, jadi ahjumma tenang saja ya.”

 

Mianhamnida, ahjumma. Aku pasti akan membuatmu melihat kami menikah, walaupun itu bukan pernikahan yang sesungguhnya. Mianata.

***

 

@home

Aku menatap lesu rumah bercat merah yang gelap. Apa ia masih belum pulang? Kubuka pintu perlahan dan menyalakan lampu seluruh ruanga, tapi ia masih juga tak ada. Apa benar-benar belum pulang? Ini sudah malam.

 

Sebegitu marahnya kah dia padaku, sampai-sampai tak pulang kerumahnya sendiri dan memilih pergi dengan wanita itu?! Aku tau bukan saatnya untuk cemburu, bahkan Eunhyuk oppa pasti lebih merasa sakit hati dibandingkan aku. Tapia pa dia tak mau mendengar sedikit saja penjelaskanku?

 

Aku lelah. Jiwa dan raga aku lelah. Tapi aku tak bisa berhenti disini. Oppa. Sekali ini hanya tolong mengerti diriku. Disisa hidupku, aku Cuma ingin membahagiakan orang-orang kusayang. Tapi tanpamu, apa artinya aku hidup.

Chajeong POV END

***

 

Eunhyuk POV

@Apartement’s Airin

Aku menatap sendu wajah lugu yang sedang tertidur ini. Bagaimana bisa aku sedang mempunyai masalah dengan istriku, tapi aku malah berada di apartemen wanita lain. Tapi aku tak tega meninggalkannya seorang diri disini dalam keadaan sakit.

 

Airin, tak punya siapapun di kota ini. Aku tau, bukan tugasku lagi untuk menjaganya. Sekarang ada wanita lain yang harus kujaga, walau aku tak tau apa dia juga akan menjaga perasaanku atau menghianatiku!

 

Ah, sebaiknya aku pulang sekarang. Ia sudah tertidur sehabis makan bubur buatanku dan minum obat. Airin, aku harap ada seseorang yang akan menjagamu. Karena aku tak bisa seperti ini lagi. Sedalam apapun Chajeong menyakitiku, tapi aku tak bisa pungkiri, aku hanya mencintainya.

***

 

Aku memasuki ruma bercat merah ini, rumahku. Seperti dugaanku dia sudah pulang sedang menungguku dengan memeluk bantal di sofa.

 

“Jagi, kau dari mana? Kenapa ponselmu tidak aktif?” ujar Chajeong yang beranjak dari sofa hendak menghampiriku.

 

“Dari apartement Airin.” Sahutku datar sambil melawatinya. Jujur, aku masih kesal. Marah. Tapi aku butuh penjelasan. Jadi aku duduk di sofa tempatnya tadi, ia mengikuti duduk disampingku. “Jelaskan kejadian saat dirumah sakit tadi.”

 

Ia menghirup nafas panjang. “Pertama, jeongmal mianhae oppa, karena aku sudah menutupi ini semua darimu.Aku hanya bingung harus melakukan apa…”

 

Meluncurlah cerita darimulutnya tentang Joon Ki yang mantan kekasihnya, penyakit ahjumma. Sampai rencana gila itu. Apa sih yang dipikirkan yeoja ini! Apa dia tak berpikir dia sudah menikah! Bagamana mungkin dapat mempermainakan pernikahan seperti ini, walaupun untuk memenuhi keinginan seseorang yang sudah punya penyakit keras.

 

“Apa kau memikirkan perasaanku juga Chajeong-ssi?” kataku tajam.

 

“Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Mianhata.” Chajeong langsung menutup wajahnya dengan tangan nya. Dia menangis? Sungguh, aku tak mau melihatnya seperti ini. Tapi, ini gila!

Arrgghhh, aku tak bisa melihatnya menangis. “Uljima.” ucapku sambil mengusap kepalanya.

 

“oppa jeongmal mianhae, oppa boleh membenciku sekarang.” Dia memandangku masih sedikit terisak..

 

“Anii, aku tidak bisa membenci mu jagi. Geraeyo, ini sudah setengah jalan, tidak mungkin kalau dihentikan sekarang.” Apa yang aku katakan?!

 

Ia membelalakkan matanya, terkejut. “Maksud oppa?”

 

“Lanjutkan saja sandiwara itu.” Oh,God. Aku sedang menggali kuburanku sendiri. Bagaimana bisa aku berbagai istriku dengan orang lain?! Dan menyaksikan pernikahan mereka, walaupun dia janji akan mengakhiri kepura-puraan itu setelah mereka habis menikah dan tak ada hubungan lebih dari sekedar sandiwara.

 

Aku jadi memikirkan sesuatu. Pantas saja sikapnya beberapa hari ini terlihat berbeda. Jadi ini yang sedang ditutup-tutupinya dari ku? Atau mungkin dia masih punya rahasia lain?

 

Ah, Chajeong-ah. Aku tidak menyangka kau berani mengambil resiko sebesar ini. Lalu bagaimana denganku? Sebenarnya jauh dilubuk hati aku tidak setuju, tapi mau tidak mau aku harus merelakanmu sementara waktu. Ah, hatiku tetap terasa sakit.

Eunhyuk POV END

‎***

 

Chajeong POV

Aku tahu dia pasti sakit. Tapi aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku berhenti.

Beberapa hari ini hubungan kami mulai merenggang. Walaupun dia masih peduli denganku, tapi dia lebih banyak menghabiskan waktu diluar bersama member yang lain dan dengan Airin tentunya. Ya, itu hal yang wajar karena aku sendiri tidak ada waktu untuk bersama dengannya.

 

Semua masalah ini benar-benar menguras pikiranku sampai akupun lupa dengan penyakitku. Ah, pasti orang itu akan memulai ceramah panjangnya lagi, karena hari ini jadwalku terapi dengannya.

***

 

@Seoul Hospital

~Joon Ki’s room~

 

“Kau tidak rutin minum obat?” tanya Joon Ki sambil memeriksa tekanan darahku.

 

“Waeyo? Penyakitku tambah parah?”

 

“Aku sungguh khawatir denganmu Chajeong-ah, kalau kau tidak mengikuti apa yang kubilang, penyakitmu akan semakin tambah parah dan sulit untuk disembuhkan.” Katanya lagi. Aku tau resiko itu.

 

‎”Aku berusaha menjalani terapi obat seperti yang kau perintah, tapi aku tidak sanggup meminum semua obat itu, karena aku pasti memuntahkannya lagi. Obatnya terlalu banyak.”

 

“Itu terjadi karena kau tidak mengimbanginya dengan makan. Aku yakin makan mu juga pasti tidak teratur.”

 

“Tapi penyakit ini membuatku tidak ada nafsu makan.” Elakku. Entah karena penyakit atau masalah ini, tapi aku memang tak napsu makan.

 

“Geraeyo aku akan memberi mu suplemen penambah nafsu makan dan resep obat tambahan.”

 

Aku membelalakkan mataku. “YA! Obat tambahan mwoya? Yang kemarin saja sudah banyak sekali dan sekarang mau di tambah lagi?”

 

Dia acuh saja sambil sibuk mencatat resep obat yang aku tak tau akan bertambah berapa banyak lagi. “Aish, Jinjja!!! Oia, aku sampai lupa, bagaimana keadaan ahjumma sekarang?”

 

Dia mendengakkan kepalanya sebentar untuk menjawab pertanyaanku. “Eomma masih koma dan belum ada perkembangan sampai saat ini.”

 

Ya, ahjumma tiga hari yang lalu mengalami koma setelah melewati masa kritisnya. Sampai sekarang ahjumma masih belum bisa sadar. Oh Tuhan, sembuhkan lah ahjumma dan jangan dulu menjemputnya ke Surga sebelum beliau bahagia.

Chajeong POV END

***

 

@SMent

~atap gedung~

 

“Bagaimana hubunganmu dengan Chajeong-ssi?”

 

“Tidak ada perubahan, kami sudah jarang berbicara.”

 

Eunhyuk dan Airin sedang berbicara berdua di atas atap setelah mereka selesai berlatih. Eunhyuk hanya bisa membicarakan masalah ini dengan Airin. Ia tak mau member yang lain tau masalah di keluarganya.

 

“jinjja? Waeyo?”

 

“Aku hanya ingin membiarkannya fokus dengan masalahnya lebih dulu. Yah, walaupun aku masih sulit menerimanya. Aku tau mereka cuma sandiwara. Tapi kalau aku ingat Chajeong bersama dengan namja itu, tiba-tiba saja hatiku menjadi sakit sekali. Kau kan tahu mereka dulu sudah lama berpacaran jadi pasti ada kemungkinan mereka masih saling mencintai.” jelas Eunhyuk terisak.

 

“Ya~ uljima, kau sudah berumur 27 tahun, kenapa masih cengeng seperti ini.”

 

‎”Na molla, aku hanya tidak kuat dengan apa yang kuhadapi sekarang.”

 

“Geuman, uljima, Buang jauh-jauh prasangka burukmu tentangnya, kau harus percaya dengan Chajeong-ssi kalau dia hanya mencintaimu seorang.” Airin langsung memeluk sahabat kecilnya itu seraya menenangkannya. Tak ada cinta disana, murni perasaan seorang sahabat.

***

 

Hari ini Chajeong datang ke rumah sakit di temani dengan Eunhyuk. Eunhyuk teringat pesan Airin, ia harus percaya pada istrinya. Apapun yang akan terjadi nanti, ia akan terus mendampingi istrinya.

 

“Mmh, jadi sudah berapa lama beliau koma?” tanya Eunhyuk pada Joon Ki saat Chajeong sedang pergi membeli minum. Ia baru tau Ahjumma koma, ada sedikit perasaan kasihan.

 

“Sudah hampir seminggu.”

 

“Jinjja? Lalu Kenapa kalian tidak menikah saja sewaktu ahjumma masih sadar dulu?”

 

“Sebenarnya hari itu kami memang akan menikah, tapi Tuhan berkehendak lain ternyata eomma mengalami masa kritis dan langsung koma. Terpaksa kami harus menunda pernikahan itu.”

 

~flashback~

Chajeong dan Joon Ki sedang bersiap-siap untuk pernikahan kecil itu. Mereka akan menikah di Rumah Sakit tepat nya diruangan inap Ibunya Joo Ki. Hanya Ji woon (adik Chajeong) dari keluarga Chajeong yang bisa datang dalam acara itu, karena Orang tua mereka sedang ada di Paris untuk masalah pekerjaan.

 

Sebelum Joon Ki dan Chajeong pergi ke rumah sakit, kejadian yang tidak di duga ternyata terjadi. Tiba-tiba saja Joona ahjumma meringis kesakitan, kemudian beliau langsung pingsan. Dari sejak itu ibunya Joon Ki mengalami koma.

~flashback end~

 

“Apa Chajeong tidak menceritakannya kepadamu?”

 

Eunhyuk membuang mukanya. “Aniyo, kami sama-sama sibuk, jadi tidak ada waktu untuk membahas itu.”

 

“mianhae, Eunhyuk-ssi, seharusnya dari awal aku tidak melibatkan Chajeong-ssi dalam masalahku.”

 

“gwaenchana, aku mengerti kau melakukannya demi ibumu. Tapi ada satu hal yang ingin aku tanya kan kepadamu. Apa kau masih mencintai istriku?”

 

Beberapa detik raut wajah Joon Ki mengeras, tapi ia mencoba meredam debaran jantungnya. “Geraeyo, jujur aku masih mencintainya, tapi kini dia tak mencintaiku, aku harus bisa merelakannya. Mungkin kami memang tidak berjodoh.” Eunhyuk agak terkejut mendengar penuturan jujur dari orang di depannya. “Mmh, Eunhyuk-ssi…”

 

“Ne~?”

 

“Kau jaga baik-baik Chajeong, penyakitnya sudah parah sekali, apalagi dia sering mengabaikan terapi obatnya, aku jadi khawatir sekali.”

 

Eunhyuk menatapnya bingung. “Jankanman, penyakit yang parah sekali? Terapi obat?

Aku tidak mengerti maksud mu.”

 

Joon Ki balik menatapnya tak percaya. “Apa Chajeong merahasiakan penyakitnya dari mu?”

***

 

Eunhyuk POV

Jadi sejak dulu Chajeong merahasiakan penyakitnya dariku? Joon Ki sudah menceritakan semuanya tadi. Pantas saja dia sering beralasan supaya aku tidak bisa bertemu dengan dokternya. Aish, babo sekali! Kenapa dari dulu aku tidak mencari tahu sendiri saja kondisi dia? Padahal aku sendiri tahu ada sesuatu hal ganjil yang terjadi pada Chajeong.

 

Setelah mendengar penjelasan Joon Ki, aku langsung keluar dari ruangan itu dan mencari Chajeong. Aku melihatnya, tapi apa yang ada ditangannya? Tissue?

 

Jakamman. Tissue itu penuh darah. Apa ini alasannya tadi saat bilang ingin pergi membeli minum. Aku langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

 

“Oppa, waeyo? Pundak ku terasa basah, kau menangis?” aku tak mengindahkan pertanyaannya. Airmata ini tak akan cukup menebus kesalahanku karena tak memperhatikanmu.

 

“Jagiya, kenapa kau tidak memberitahuku tentang penyakitmu kepadaku, waeyo?”

 

“oppa, kau ini bicara apa?” apa dia masih mau mengelak lagi.

 

“aku sudah tahu semuanya Chajeong-ah, jebal jangan bersikap semua akan baik-baik saja. Joon Ki sudah memberitahukan semuanya.”

 

“Jeongmal mianhae.” Chajeong memutar tubuhnya menghadapku. Apa selama ini aku tak pernah sadar wajahnya memucat? Aku menyentuh pipinya.

 

“Apa alasan mu sehingga membohon…gi ku, jagiya?” tanyaku sambil memegang kedua pipinya. Aku tak pernah tau betapa rapuh wanita ini.

 

“Aku hanya tidak mau membuat oppa khawatir dan masih banyak alasan lainnya.” Jadi karena aku, dia merahasiakan ini dan menderita seorang diri.

 

“Aigoo, kau ini adalah istriku, jadi aku wajib mengkhawatirkan mu, arra?”

 

“Oppa..aku…” Tiba-tiba Chajeong langsung jatuh pingsan, aku menopang tubuhnya agar tak jatuh ke lantai. Aku memanggil-manggil namanya, menepuk pipinya. Tapi ia tak sadar juga. Eotokhae?! Ya! Shin Chajeong, sadarlah!

Eunhyuk POV END

***

 

~2 jam kemudian~

Chajeong POV

“aish, kepalaku sakit sekali.” ujarku lirih sambil membuka mata perlahan dan memegang kepalaku.

 

“jagi,kau sudah sadar? Syukurlah.” Sayup-sayup aku mendengar suara Eunhyuk oppa.  “Aku dimana oppa?”

 

“Tadi kau pingsan. Mmh, jagi aku harus menyampaikan berita buruk padamu.” Tiba-tiba saja wajahnya langsung berubah. “Wae?”

 

“Ibu nya Joon Ki baru saja meninggal.”

 

Aku memandangnya tak percaya. Tak Mungkin. Tak Mungkin. “Oppa aku tidak salah dengar kan?”

 

“Ani, Joona ahjumma tadi mengalami kondisi kritis lagi dan  tidak bisa ditolong. Kita harus merelakannya.”

 

“Andwe Oppa! Andwe! aku belum bisa memenuhi keinginan terakhirnya oppa. Eotokhae?! Ahjumma.. ” Air mataku pun langsung jatuh tanpa aku sadari, aku menangis dipelukan Eunhyuk oppa.

Chajeong POV END

***

 

Seminggu kemudian….

~Chajeong’s home~

Ding..Dong…

Ding..Dong…

 

“Jagiya, tolong buka pintu nya, aku sedang sibuk.” teriak Chajeong asik bereksperimen di dapur, suaminya mengikuti perintahnya dan dari sofa untuk membuka pintu. Kehidupannya kini balik seperti semula sejak kematian Ahjumma, walaupun sekarang oppanya lebih perhatian tentang kesehatannya.

“Jagi, ada Joon Ki-ssi.”

 

“Jinjja? Geraeyo aku akan kesana.” Chajeong bergegas menyudahi ekperimennya dan menuju ruang tamu. Joon Ki sudah duduk dengan suaminya disana.

 

“Chajeong-ssi, ada hal yang ingin kuberitahukan kepada mu. Seharusnya aku memberi tahu mu dari awal, tapi aku belum mendapatkan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Begini, ternyata eomma tahu tentang kebohongan kita. Saat eomma menyadari hubungan kita tidak seperti yang dulu, eomma mengirimkan detektif untuk menyelidiki kita berdua.” Jelas Joon Ki menyatakan kedatangannya kerumah pasangan EunCha.

 

~flashback~

*Hari Pernikahan*

 

“Nyonya , saya sudah mendapatkan informasinya.”

 

“Jeongmal? Lalu apa?”

 

“Ternyata putra anda dan Chajeong sudah lama berpisah saat Joon Ki melanjutkan studynya di London. Lalu calon menantu anda juga sudah menikah. Jadi intinya hubungan mereka hanya sandiwara saja.”

 

” Jadi firasatku benar. Aya!” ringis Ibu nya Joon Ki sambil memegang kepalanya.

 

“Nyonya, gwaenchanayo?”

~flashback end~

 

“Jadi waktu hari pernikahan itu saat ahjumma kritis gara-gara mengetahui sandiwara kita?”

 

“ne~, sepertinya begitu.”

 

Chajeong menundukkan wajahnya. “Omona, aku jadi merasa bersalah sekali.”

 

“Aku juga, tapi aku sedikit lega. Sebelum eomma meninggal eomma sempat bilang kepadaku gwaenchansemnida, eomma mengerti kita berbohong dengan tujuan untuk membuat beliau bahagia.” Ujar Joon Ki sambil tersenyum.

 

***

~ke esokan harinya~

“Jagiya, close your eyes” seru Eunhyuk menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungnya.

 

“Kenapa harus tutup mata segala sih?” gerutu Chajeong manyun.

 

“Nah, sekarang buka mata mu! Tada….. !” Eunhyuk mengibaskan selembar kertas kecil di hadapan Chajeong.

 

“Mwo? Tiket ke pulau Nami? Oppa masih ingat tempat yang ingin sekali aku kunjungi?”

 

Eunhyuk tersenyum. “Tentu saja aku mengingatnya, walaupun kau mengatakan keinginan mu itu 3 tahun yang lalu, mmh, jankanman! jadi kau meragukan ingatanku?”

 

“ah, ani..ani.. Gomawo jagiya.” ucap Chajeong buru-buru memeluk Eunhyuk sebelum suaminya itu merajuk.

 

“aku tidak mau hanya dipeluk, cium nya mana?”goda Eunhyuk.

 

“aku tidak mau, week*merong*”

 

Chajeong langsung berlari disekitar rumah untuk menghindari kejaran si dancing machine itu.

Tiba-tiba…

 

BRUGH…

Chajeong jatuh seperti mau pingsan.

 

“Chajeong-ah gwaenchanayo?” Eunhyuk terlihat sangat panic. Ia hendak menelpon Joon Ki, tapi ditahan Chajeong. Ia terlihat sangat lemah.

 

“mmh, oppa.. Aku…”ujar Chajeong terbata-bata.

 

“Waeyo jagiya?”

 

“aku…aku?”

 

“ne?”

 

“aku.. Aku hanya bercanda,hahaha…”

 

“ah jagiya kau benar-benar membuatku khawatirkan.” Eunhyuk langsung memeluk Chajeong dengan erat.

 

“Jagiya, aku pasti baik2 saja, don’t be afraid, ok! I never leave u.”

 

“Yaksok?” Eunhyuk mengangkat jari kelingkingnya dan disambut kelingking Chajeong. “Yaksok…”

***

 

@Nami island

“kajja, naik lah jagi.” ajak Eunhyuk menyuruh Chajeong naik pada boncengan sepedanya. Terlihat choco juga sudah siap di keranjang depan sepeda.

 

“Darimana oppa mendapatkan ini?”

 

“Tentu saja aku menyewanya di rental sepeda.”

 

“jinjja?”

 

“ne~, naiklah.”

 

Chajeong POV

Pagi itu kami bersepeda sambil menyusuri pantai Nami yang Indah. Ya Sekarang mimpiku sudah menjadi kenyataan. Aku harap selamanya aku bisa bersama namja yang ku Cintai, Lee Hyukjae.

 

“jagiya, kenapa kau diam saja dari tadi?”

 

“gwaenchana, aku hanya menikmati pemandangan disini saja.” sahutku sambil mempererat pelukan ku.

 

“ah, aku sampai lupa.” ujarnya langsung memberhentikan sepeda. “mwo?”

 

“kita sudah disini, tapi kita tidak ada berfoto.” katanya lagi sambil mengeluarkan camera digital dari tas pinggangnya. Ya! Namja ini. Aku tertawa melihat kelakuan narsisnya. Tapi aku jadi ketularan narsis juga darinya. Kami berfoto dengan berbagai macam pose.

 

“jagi. Jankanman.” ujarnya lagi dengan mengambil sesuatu dari tas. “Ada apa lagi oppa?”

 

Tanpa menjawab pertanyaan ku, Eunhyuk oppa langsung mengusap hidungku yang ternyata mengeluarkan darah. “oh, gwaenchana, oppa.”

 

“Kita harus ke klinik terdekat sekarang, wajahmu pucat sekali.” ajaknya langsung menarik tanganku. Aku merasa beruntung saat ini ia tau penyakitku, sepertinya beban beratku sudah terangkat. Tubuhku terasa sangat ringan, aku seperti melayang.

Chajeong POV END

***

 

@Seoul Hospital

‘”NG…..” lirih Chajeong.

 

“Omona, akhirnya kau sadar juga. Aku takut sekali Jagiya.” ujar Eunhyuk hampir menangis.

 

“Takut? takut aku tidak akan bangun lagi?” ucap Chajeong tersenyum.

 

“Kau tidak boleh mengatakan itu jagiya”

“mmh, sudah berapalama aku tertidur? kenapa oppa tidak membangunkanku?”

 

“Sudah hampir seminggu kau tidak sadarkan diri.”

 

“jinjja? jankanman.. aku sedang di rumah sakit? Bukankah kita ada di pulau Nami?” Chajeong baru sadar ia sudah ada di rumah sakit.

 

“Kau sudah sadar,,syukur lah.” kata Joon Ki ketika masuk keruangan Chajeong di rawat.

 

“Bagaimana keadaannya? dia baik-baik saja kan?” Tanya Eunhyuk cemas saat Joon Ki selesai memeriksa kondisi Chajeong.

 

“Mmh Chajeong-ssi. Organ-organ tubuhmu sedikit demi sedikit mulai tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada cara lain selain kau harus melanjutkan terapi obatmu di London.”

 

“London? Apa tidak bisa disini saja?” Tanya Eunhyuk lagi.

 

“Peralatan medisnya tidak selengkap disana, lagipula aku kenal dokter yang sangat ahli dalam menangangi penyakit seperti ini.”

 

“Berapa lama aku harus disana.” Chajeong mulai angkat bicara.

 

“Mungkin sekitar satu atau dua tahun”

***

 

“Jagiya, kita harus secepatnya ke London untuk pengobatanmu.”

 

‎”kita? Aku akan pergi sendiri oppa.”

 

“Aku tidak mungkin membiarkanmu pergi sendiri.”

 

“Oppa, 1 atau 2 tahun itu bukan waktu yang sebentar, memangnya oppa mau meninggalkan pekerjaan oppa disini?”

 

“Tapi jagi, aku kan bisa vakum dari kegiatanku.”

 

“Anii, tetap tidak boleh, aku tidak mau oppa mengecewakan elf hanya karena menemaniku ke London.”

 

“Tapi mereka pasti bisa memakluminya.”

 

“Ah, Pokoknya kalau oppa tetap ingin ikut, aku tidak jadi pergi saja.”

 

“Andwae…ok..ok aku tidak akan ikut, tapi kau harus janji mengikuti terapimu dengan baik dan cepat pulang ke Seoul, arra?”

 

“Ne~, yaksok!”

***

 

2 hari sebelum keberangkatan Chajeong ke London, Eunhyuk mengadakan pesta kecil-kecilan dirumahnya yang hanya dihadiri oleh member Suju dan keluarganya.

 

“Whuua, unnie, baik-baik lah disana ya.” ujar Ji Sun yang hampir menangis.

 

“haha, uljima, aku harap saat aku pulang nanti kau bisa hamil, eottokhae Eeteuk oppa?” Chajeong langsung melirik Leeteuk.

 

“haha, ok! Aku bisa menjamin sehabis Ji Sun-ssi lulus dari kuliahnya dia bisa hamil,haha”

 

‎”ya~ oppa, kenapa kau mengatakan itu di depan semua nya”.kata yeoja blasteran L.A-Korea itu sambil mencubit lengan suami nya.

 

“aya…!”jerit Leeteuk kesakitan yang sukses membuat semua nya yang hadir langsung tertawa.

***

 

Chajeong POV

Suasana ini pasti sangat kurindukan. Berada ditengah-tengah orang terdekat yang paling berharga sangat membahagiakan. Tak akan ternilai harganya. Satu atau dua tahun ini aku akan terpisan dengan mereka. Tapi aku harus bisa bertahan. Karena aku akan kembali lagi untuk mereka.

 

“ah, aku pasti merindukan mu Chajeong-ah.” KyuRin unnie memelukku erat.

 

“Nado, mmh unnie-ah. Kapan unnie memberikan adik untuk Heekyu dan Cherry? Hehe.”

 

“Haha, mengurus si kembar saja aku kelelahan sekali, jadi aku belum memikirkan hal itu. Lalu bagaimana denganmu?”

 

“Bagaimana apa nya?” tanyaku bingung. “Ya untuk punya baby”.

 

“aku…ee…” aku menggaruk- garuk kepalaku. Bagaimana aku menjelaskannya.

 

“Jankanman, jangan bilang kau malu melakukan itu.” ujar KyuRin unnie melirikku tajam.

 

Omo, apa KyuRin unnie tahu tentang hal itu? Aigoo… “ah, ani..ani..”

 

KyuRin eonnie menepuk bahuku pelan. “hahaha, aku hanya bercanda.”

 

Huffh untung saja. Kalau dipikir-pikir, apa saja yang KyuRin Unnie duga pasti benar, apa sebenarnya Yeoja itu punya indra ke-6?

 

“ya~ Chajeong-ah, aku tidak punya indra ke-6.” Lanjutnya tiba-tiba.

 

“Mwo? Unnie bisa membaca pikiranku?”

 

“aniyo.hhe.” ia langsung berlalu menghampiri Heechul oppa. Apa benar dia bisa baca pikiran?

Chajeong POV END

***

 

~2 tahun kemudian~

@Incheon Airport

 

Eunhyuk POV

Hari ini adalah hari dimana Chajeongi akan pulang dari London. Syukurlah terapinya berjalan lancer disana. Ah, aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengannya.

 

“loh, Airin-ssi, kau mau menjemput siapa?” tanyaku yang tidak sengaja bertemu Airin di bandara.

 

“Someone.” Katanya mencurigakan. “Nuguya?”

 

Dia menunjuk ke satu arah. “Nah itu dia.”

 

Tidak berapa lama kemudian datang seorang namja bule menghampiri kami dan langsung memeluk Airin.

 

“Honey, sorry i’m late.”

 

“Nevermind, honey, he’s mybestfriend, Lee Hyukjae.” Ia mengenalkan namja bule itu padaku.

 

“oh, i’m William, Airin’s fiance, nice to meet you.”

 

“Yes, nice to meet you too. Jankanman, Tunangan? Airin-ah, dia tunangan mu?”

 

“hee, ne~ mianhae baru memperkenalkannya denganmu sekarang”

 

“tapi setidaknya kau memberitahuku kalau kau sudah bertunangan.”

 

Tiba-tiba….

“SLEP…”

Ada yang menutup mataku, tapi siapa? “Nuguya?”

 

“ya~ jagi, kau sudah lupa dengan telapak tanganku? Jankanman, apa kau sudah berpaling dengan yeoja lain?”

 

“Chajeong-ah?” aku langsung berbalik dan memeluknya.

 

“Ya~ oppa kenapa tidak menjawab pertanyaanku tadi.” Sentaknya kesal. Aku hanya tersenyum, ia tak berubah.

 

“Kajja,kita pulang.” ajak ku langsung menarik tangannya.

 

“Kenapa buru-buru sekali?”

 

“Kau tahu gara-gara kau sakit aku tidak bisa menyentuhmu.”

 

“ap…apa mak…..”

 

CHU…..

Aku langsung mengecup bibirnya sebelum dia melanjutkan perkataan nya…

 

~THE END~

 

Special thanks buat Dina, jadi pengen dibikinin FF lagi.. Enak dibikinin FF kayak gini.. XD

Ayo, comment-comment.. ^^

Advertisements
Categories: Chaptered, Comedy, EunCha, Fanfiction, Romance | Tags: , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “We Got Married EunCha Vers. {Part 8-END}

  1. ulfa choi

    wah. . . .
    Happy ending. . .
    Senangx. . . Hehehe

  2. dararani

    Daebak-yo chinguuuu~

  3. fie

    Wah~happy ending ^o^/
    aku kira bakal sad ending \(>o<9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: