We Got Married EunCha Vers. {Part 5}

We Got Married EunCha Vers. {Part 5}

 

Author: Dina ‘minnikey’ Fivesjoliezt

Editor: Chajeong JewElf

Genre: Romance, Comedy

Cast : Shin Chajeong

Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Super Junior

FF ini yang bikin Dina buat aq dan aq cuma sebagai editor aja.. Gomapseumnida buat Dina..

***

Baru beberapa langkah berjalan menuju apotik, tiba-tiba ada namja yang memanggilku dari belakang. “Chajeong-ah….”

Eeteuk oppa, namja paling berkharisma di boyband yang sama dengan suamiku. “Oh, oppa^^, annyeong.” sapaku dengan membungkukkan badan.

“Kenapa kau keluar dari ruangan dokter ahli penyakit dalam? bukannya penderita anemia tidak perlu menemui dokter khusus?” tanyanya memastikan.

Omona, kenapa Eeteuk oppa mendapatiku keluar dari ruangan itu? Apa yang harus aku jawab?
“Mmh, aku… Aku..”

“Waeyo?” tanya Eeteuk oppa bingung.

Sebuah ide hinggap di kepalaku, “Aku hanya menemui teman lamaku disana. Kebetulan dia adalah seorang dokter.” Aku tak berbohongkan. Aku memang menemui teman lamaku, Joon Ki. Yeah, walau dalam kondisi yang beda.

“Geraeyo?, Yasudahlah kalau begitu, aku duluan ya, soalnya dokterku sudah menunggu, Annyeong.” Pamitnya.

“Ne~ annyeong.”

Hufff, aku bisa bernafas lega ketika Eeteuk oppa meninggalkanku, jangan buang waktu aku harus segera menuju apotek daripada kepergoknya lagi.
***

Eunhyuk POV

@SMent

“Aiish, hari ini melelahkan sekali.” Keluhku sambil duduk berselonjor kaki di lantai. Bagaimana tak lelah? Sekarang sudah pukul 2 siang dan belum makan. Aku bersama member lain minus Yesung hyung dan Shindong hyung yang sedang wamil, baru saja selesai dance practice di studio tari SMent.

“Yeorobun, 1 jam lagi jadwal kalian take vocal, jadi jangan sampai terlambat kestudio, arrachi?” ujar Kibum hyung, manajer kami. Hah?! Masih ada take vocal lagi?!

***
“Kira-kira Chajeong sedang apa ya?” gumanku sambil mengeluarkan ponsel dari tas dan langsung menghubungi yeoja yang sekarang sudah menjadi istriku itu .

“Yoboseyo”. Sahutnya tidak jelas.

“Yoboseyo, jagi. Mmh, kau sedang apa, kenapa suara mu tidak jelas begitu?”

“Ne~ aku sedang makan oppa.” Pantas saja suaranya tak jelas seperti sedang mengunyah.

“Jinjja? Mianhae aku sudah mengganggu makan siangmu. Makanlah yang banyak jagi, biar tubuhmu cepat tinggi. Hahaha.” Godaku.

“Aish, apa maksud oppa? Tinggi 157 itu sudah proposional tahu.”

“Itu kan menurutmu ha ha ha, ya sudah lanjutkan makan siangmu, nanti aku akan menghubungimu lagi.”

“Huffh,,ne, ne,,algesseumnida.”

“Aku tahu pasti sekarang kau sedang manyun, hahaha. Geraeyo jagiya, annyeong, saranghae.”

“Nado saranghae.” Ujarnya sebelum memutuskan sambungan telepon kami. Energiku seperti sudah terkumpul lagi. Aku suka saat menggodanya, saat dia cemberut, dan berkata saranghae.

“Lee hyukjae!” Aku mendengar ada seorang yeoja memanggilku. Omona, yeoja itu… Airin.

“Apa kabar?” tanyanya dan hendak memelukku. Tapi segera ku hentikan.

“Andwe. Aku sedang berkeringat. Kabarku baik, kenapa kau bisa ada di tempat ini?” tanyaku heran.

Lee Airin adalah teman semasa kecilku yang dulu bersama keluarganya pindah ke London. Kami sempat menjalin hubungan ketika 4 tahun lalu saat kami bertemu. Tapi hubungan kami berhenti ditengah jalan dikarenakan long distance yang benar-benar membuat kami sulit untuk bertemu.

“Aku kesini karena ada panggilan dari  Soo Man sajangnim untuk menjadi koreografer GB yang baru saja beliau bentuk.” Ujarnya sambil tersenyum.

“Mwo? Jadi koreografer dari London yang dimaksud sajangnim itu kau?” kataku kaget. Ia mengganggukan kepalanya.

“Ne. Mmh, oia, jeongmal mianhae aku tidak bisa datang ke resepsi pernikahan mu dulu, aku sibuk sekali.” Ujarnya menyesal.

“Oh, gwaenchansemnida.”

“Whuua, aku tidak menyangka sahabat kecilku sudah menikah!!” seru Airin sambil mencubit pipiku. Entah kenapa ketika Airin mencubit pipiku aku merasa wajahku menjadi merah sekarang.
Aissh, kenapa aku jadi begini.

“Ehem..ehem, apakah ada cinta lama bersemi kembali? Hahaha.” Kyuhyun datang menghampiri kami disertai tawa evilnya.

“Ya~ apa maksud mu Kyuhyun-ah?” ujarku dengan melempar handuk kecil tepat di wajahnya yang di balas ocehan panjangnya namun tak kupedulikan. Salah sendiri dia tak bisa jaga omongannya.
Eunhyuk POV END
***

“Akhirnya pulang juga, aku jadi tidak sabar bertemu Nae Chajeong”. Semangat Eunhyuk saat dalam perjalanan pulang.

Tiba-tiba mobilnya berhenti. ‎”Omona, kenapa tiba-tiba berhenti begini?”

Eunhyuk pun mencoba berkali-kali menyalakan mobilnya, tapi hasilnya tetap nihil. Untung saja saat itu mobil berada ditepi jalan, jadi tidak perlu mengganggu arus lalu lintas yang terbilang sangat padat seperti biasanya.

“Eottokhe? Aku tidak mengerti soal mesin. Ah lebih baik aku menghubungi Eeteuk hyung saja”. Ia langsung memencet tombol caller hyungnya itu.

“Ayolah hyung angkat telponnya.” guman Eunhyuk. Berkali-kali ia mencoba menelpon tapi tak diangkat juga.

“Aish, kenapa dia tidak mengangkatnya.” Gerutu Eunhyuk sambil keluar dari mobil dan melihat-lihat mesin mobilnya yang mengeluarkan asap. Tidak berapa lama kemudian mobil Jazz biru keluar dari dalam parkiran Rumah makan Ramyeon dan menghampiri mobil milik Eunhyuk.

“Hyukjae-ssi, waeyo?” tanya yeoja itu saat keluar dari mobilnya.

“Airin-ssi, kenapa kau ada di sini?”

“Aku baru saja makan di tempat ini, ketika aku mau pulang aku meliihatmu, makanya aku langsung kesini.” Jelas Airin.

“oh,arraseyo”

“Mobil mu mogok?” tanyanya.

“Ne, bagaimana ini? aku tidak mengerti soal mesin sama sekali.” Cemas Eunhyuk.

“Geraeyo, Kalau begitu kau ku antar pulang saja, eotthoke?” tawar Airin.

“Tapi mobilku bagaimana?”

“Ya mobilmu ditinggal saja disini, mobilmu kan berhenti tepat di depan rumah makan ramyeon ini, jadi kau bisa titip kepada owner nya, dan besok pagi baru kau membawanya kebengkel.”

“oh, algessemnida. Mianhae Airin-ssi kalau aku sudah merepotkan mu.”

“Ah, kau ini seperti baru mengenalku saja, dari dulu aku sudah terbiasa direpotkan olehmu tahu. Hahaha.”

“Haha, gomawo”. Ucap Eunhyuk dengan membungkukkan sedikit badannya.
***

“Nah, itu rumahku.” Tunjuk Eunhyuk kearah bangunan bercat warna merah itu.

Airin melihat-lihatnya dari dalam mobil. “Wah, rumahmu indah sekali.”

“Haha, gomawo. Kapan-kapan mampirlah kesini?” tawar Eunhyuk.

“Ne, kalau tidak sibuk aku pasti akan mampir.”

“Geraeyo, aku masuk dulu ya, gomawo atas tumpangan nya, josimae.” Ucap Eunhyuk sebelum keluar dari mobil Airin.

Chajeong POV
“Ini sudah jam 11, kenapa dia belum pulang, sejam lalu dia kan mengirim kan sms kalau dia akan pulang.” gerutuku sambil mondar mandir di depan pintu.

Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil di depan rumahku, Ah itu pasti Eunhyuk oppa. Aku langsung memastikannya dengan melihat lewat jendela. “Loh, bukan ya, lalu siapa yang datang malam-malam begini?”

Ternyata tidak berapalama Eunhyuk oppa keluar dari Jazz biru itu dan melambaikan tangan kearah mobil dan pemilik mobil  itu menurun kan kaca mobilnya. Sesange, itu.. Itu kan Airin, ya tidak salah lagi itu Lee Airin. Kenapa dia bisa pulang bersama Eunhyuk oppa?

Aku kenal wajah itu karena dulu aku pernah menemukan foto Airin di ponsel Eunhyuk oppa. Langsung saja aku mengirim foto itu keponselku melalui bluetooth lalu menanyakannya dikemudian hari kepada salah satu member suju.

Kyuhyun oppa memberitahuku kalau foto yeoja cantik itu adalah mantan yeojachingu sekaligus sahabat Eunhyuk oppa yang setahun lalu mereka putus karena longdistance. Sejak itu aku tidak pernah membahas hal itu lagi karena aku mencoba untuk memahaminya.

“Eeh, jagiya, kau belum tidur rupanya.” Eunhyuk terkejut melihatku ada dibalik pintu ketika ia masuk ke dalam rumah.

“Jagi, kenapa yeoja itu bisa bersamamu? Dan kemana mobilmu?” tanyaku sambil menatapnya  dingin.

“Mobilku mogok dijalan, tapi untung ada temanku yang mengajakku menumpang di mobilnya.”

“Geraeyo? Lalu kapan dia pulang dari London? Apa tujuan nya datang kesini?”

“ya~ jagi, darimana kau tahu dia dari London? Kau mengenalnya?” terlihat wajah Eunhyuk oppa mulai kebingungan.

“Namanya Lee Airin kan? Dan dia mantan kekasihmu.” Tegasku memastikan.

“Kau tahu mengenai itu? Dari siapa?”

Ah, sudah kuduga, memang benar yeoja itu Airin. “Tidak penting dari siapa.” Sahutku langsung berlalu menuju kamar.
***

@Room
“Jagi, kau marah kepadaku karena aku menumpang dengan mantan yeojachinguku? Kau tidak perlu cemburu begitu, aku tidak memiliki perasaan dengan nya lagi, itu hanya masa lalu dan hubungan kami juga sebatas sahabat saja”. Jelasnya panjang lebar.

“Jeongmal?”

“Ne~ kau percaya kan?”

“Mmh, malam ini oppa tidur disofa saja, arraso?” ujarku dengan melemparkan selimut dari lemari.

“aish, Chajeong-ah, kau tega sekali kepadaku!!” Eunhyuk oppa mengalah, ia mengambil juga bantal dan selimut kemudian keluar dari kamar kami.

Badanku bolak-balik ke kanan dan ke kiri, aku tak dapat tidur. Masih memikirkan yeoja itu, kenapa yeoja itu datang lagi ke seoul? Jujur saja aku tidak suka dengan keberadaan Airin. Dia kan sudah lama mengenal Eunhyuk oppa bahkan mereka sempat berpacaran, jadi pasti ada kemungkinan mereka berdua masih ada perasaan satu sama lain.

“Ah Chajeong-ah, kenapa kau bisa berpikiran begitu? berhentilah berprasangka buruk kepada suami mu sendiri! Eunhyuk oppa kan sudah bilang kalau mereka dekat sebatas sahabat saja.” Akupun langsung  menepuk-nepuk pipiku supaya sadar dari rasa cemburu yang berlebihan terhadap Eunhyuk oppa.
Chajeong POV END
‎***

“Jagi, ireona palli.” Ujar chajeong sambil menepuk pelan pipi suaminya itu.

“NG..” Eunhyuk hanya menggeliatkan tubuhnya sedikit. Chajeong memanggilnya sekali lagi, “Jagi…”

CHUUU,,,
sLERRP…

Eunhyuk langsung terbangun karena terkejut ada yang menyentuh bibirnya. “Jagi, kau mencium ku ya? tapi kenapa basah sekali?”

“Tanya kan pada Choco.” Sahut Chajeong sambil mengangkat anjing berbulu coklat itu didepan wajah Eunhyuk.

“CHOCO?” Ucap Eunhyuk dengan mata terbelalak.

“Ne,, ternyata dengan cara ini aku bisa cepat membangunkan oppa. hhe”

“Loh kau tidak marah lagi kepadaku?” tanya Eunhyuk dengan senyum sumringah sehingga menampilkan gusi kebanggaannya.

“Palli, cuci wajah oppa, aku tunggu di meja makan.” Jawab Chajeong tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya itu.

“ah, ne..ne..”
***

@meja makan.
“Jadi.. Ada urusan apa dia datang ke Seoul?” Chajeong memulai pembicaraan.

“Dia dipanggil Soo Man sajangnim untuk menjadi koreografer di SMent”

“Jinjja?”

“Ne~”

“mmh, jadi berarti kemungkinan kalian akan bertemu setiap hari.” Ujar Chajeong dengan senyum yang terlihat memaksa.

‎”Jagiya, aku tegaskan sekali lagi, walaupun kami pernah berhubungan sebelumnya, tapi itu hanya menjadi kenangan untukku. Sampai sekarang yeoja yang paling aku cintai itu hanya kau, Shin Chajeong, Jadi percayalah kepadaku.” Jelasnya lagi untuk kesekian kali.

“Ne~, aku percaya oppa.”
***

Chajeong POV
Hari ini jadwalku dikampus kosong, jadi kuputuskan untuk kerumah Joon ki untuk menemui Joona ahjumma. Apakah ahjumma akan marah kepadaku karena aku sudah lama tidak menemui beliau? Itu saja yang ada dipikiranku disepanjang jalan ketika menuju rumah tujuanku.

@Joon ki’s home
Bangunan tradisional korea yang terlihat sangat mewah itu sekarang ada dihadapanku. Ya, Keluarga Joon ki termasuk keluarga terpandang di Korea karena mereka memiliki kekerabatan dengan anggota kerajaan ‘Gojoseon’.

DING..DONG…
*suara bel*

Tanpa menunggu cukup lama, seorang pelayan berpakaian hanbok langsung membukakan pintu untukku. “Nona Chajeong?” ucap pelayan itu terkejut.

“Wah, Hyorin unnie, lama sekali kita tidak bertemu.” ujarku langsung memeluk yeoja yang lebih tua 3 tahun dariku itu.

“Kemana saja nona sampai-sampai tidak pernah berkunjung kesini lagi?” tanyanya sambil menggiringku masuk kedalam rumah.

“ah, unnie, sampai kapan kau mau memanggilku dengan sebutan ‘nona’, kau kan lebih tua dariku,
panggil aku Chajeong saja. Mmh, aku sibuk dengan studiku, makanya aku tidak ada waktu datang kesini, selain itu tempat ini jauh dari tempat tinggalku.” kataku beralasan.

“ah, algessemnida, kau mau minum apa?”

“Ani, gamsahamnida, mmh, Joona ahjumma dimana?”

“Beliau ada dikamarnya.”

“Geraeyo, aku kekamar ahjumma dulu ya.” ujarku. Aku memang sudah hapal isi rumah ini, sudah seperti rumahku sendiri.

Sesampainya dikamar, ternyata pintu kamar Joona ahjumma sudah terbuka. Terlihat seseorang duduk kursi roda dan sedang melihat pemandangan lewat jendela. Ya, Joona ahjumma sudah lama lumpuh, akibat kecelakaan mobil semasa aku dan Joon Ki masih duduk di bangku SMA.

“annyeonghaseyo, ahjumma, ini aku, Shin Chajeong.” Wanita paruh baya itu memutar kursi rodanya ke arahku.

“Chajeong-ssi, apa benar itu kau?” tanya ahjumma lirih.

“Ne. Ah ahjumma, aku sangat merindukan mu.” aku pun langsung memeluknya.

“Kenapa kau baru datang sekarang?”

“Mianhae ahjumma, jangan marah padaku ya.” Ucapku manja sambil duduk dilantai.

“Kau tidak berubah Chajeong-ah, kau tetap cantik seperti dulu, bahkan sekaranng tampak lebih cantik.” Aku tersenyum mendengar pujian dari Joona Ahjumma.

“ahahah, ahjumma bisa saja.hhe”

“Apakah kau menerima lamaran dari putra ku Joon ki?” tanya ahjumma ketika melihat cincin yang melingkar di jari manisku.

“la..lamaran?” tanyaku bingung.

“Ne~, Joon ki-ssi bilang dia akan langsung melamarmu ketika pulang dari London.”

Lamaran? Eotthoke? Apa yang harus aku katakan?
Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku sudah menikah.

“ne, eomma dia menerima lamaranku.” Sahut Joon ki yang tiba-tiba sudah berada dikamar ini. Aku memandangnya tajam. Apa maksudnya?
***
TBC….

Advertisements
Categories: Chaptered, Comedy, EunCha, Fanfiction, Romance | Tags: , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “We Got Married EunCha Vers. {Part 5}

  1. junki oppa dteng2 ngagetin,,
    kykny mntan2 mlai bermunculan #plak

  2. Nayyong

    omo bagaimana ini chajeon kan sudah menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: