FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 7}

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Chajeong

Genre : Romance

Rating : PG15

Cast : Shin Chajeong

Suzuki Kei

FF ini di ambil dari Perjalanan kisah cinta Kei-Chajeong Couple dari Sekolah Suju.. Chajeong itu aku sendiri, pendiri Sekolah Suju & Professor juga.. Aku punya couple Kei, salah satu murid disana.. Ini kisah kami.. FF ini aq persembahin untuk mengenang Almarhum Kei..

Warning: Biarpun di ambil dari kisah nyata.. Tapi ini fanfiction, jadi tetap ada fiksinya.. Posternya itu Jiro & Cyndi “Momo Love”, bukan foto kami.. XD

Yang belum liat Part sebelumnya klik disini.. Part 1 .. Part 2 .. Part 3 .. Part 4 .. Part 5 .. Part 6 ..

=====KeiCha=====

“Mi. Kenapa Narra jauhin Ryeotha yah?” tanya Kei serius.

Chajeong menghentikan suapan nasi yang akan masuk ke mulutnya. Suaminya membicarakan Ryeotha lagi. Kei satu-satunya tempat Ryeotha berkeluh kesah kini, sejak hubungannya dengan Narra renggang. Chajeong mencoba memahami kedekataan mereka, tapi cemburu itu tetap ada. Bagaimana tak cemburu, bahkan saat bersamanya Kei memikirkan yeoja lain.

“Mereka sudah putus.” Dengan acuh Chajeong menjawab pertanyaan Kei dan kembali memakan sarapannya.

Kei meletakkan sendoknya karena terkejut, “Mami tau darimana mereka putus?”

Alis Chajeong terangkat sedikit, pagi ini mereka sudah bergosip. Sayangnya topic pembicaraan mereka malah membuat napsu makan Chajeong berkurang. “Narra yang bilang.” Ujarnya ketus.

Kei tampak berpikir, ia tidak mengetahui istrinya sedang terbakar cemburu. “Tapi kata Tha mereka belum putus, dia bilang Narra yang menjauhinya.”

“Biarkan saja sih, putus atau gak itu urusan mereka. Kita tidak punya hak buat ikut campur urusan pribadi mereka.” kata Chajeong sengit.

“Tapi..” Kei tak jadi melanjutkan perkataannya karena herdikan mata istrinya yang mengerikan. Mereka melanjutkan makan dengan diam, entah kenapa suasana mereka menjadi kikuk. Kei meminum obat-obatan setelah selesai makan, hal tersebut tak lepas dari pandangan Chajeong.

“Papi minum obat apa?” tanya Chajeong heran. Ia tau suaminya itu sering sekali pusing sejak insiden kecelakan dulu, tapi ia baru melihat Kei meminum obat-obatan. Apa sakitnya kambuh lagi? Perasaan cemas muncul dihatinya.

Kei agak lama berpikir sebelum menjawab, “Cuma obat penghilang rasa sakit.”

Raut wajah Chajeong menunjukkan kecemasan, “Papi sakit lagi? Mau ke Rumah sakit?” Kei menggelengkan kepalanya. “Gwenchana, mi. Papi sudah ke dokter kemarin, cuma pusing biasa kok.”

Chajeong merasa heran. Kenapa suaminya pergi ke dokter tanpa sepengetahuan dia. Apa benar suaminya itu tak kenapa-napa? Sering sekali suaminya itu mengeluh sakit kepala yang sepertinya sangat sakit sekali tapi tak mau sekalipun diajak ke rumah sakit olehnya.

Kei mencoba mengalihkan pembicaraan, “Mi. Tha masih diterima di sekolah kan walaupun dia tidak ikut Ujian Kenaikan Kelas?” Tapi ia salah memilih pembicaraan, mood Chajeong langsung hancur seketika. Mukanya ditekuk, “Tanya aja sama Tira, sekarang kan Kepseknya dia bukan aku.”

Chajeong bangkit dari kursinya, ia sudah muak dengan pembicaraan mereka. “Mami mau berangkat ke Sekolah duluan, papi jangan bolos.”

Dipandanginya sosok Chajeong yang menghilang dibalik pintu dengan wajah sendu. Bukan maksudnya untuk menutupi semua ini. Ia belum sanggup mengatakan bahwa dirinya mengidap Kangker Otak. Kei teringat perkataan dokternya kemarin.

*Flash Back*

Sakit kepala yang di derita Kei makin hari makin sering datang dan terasa amat sakit. Kepalanya terasa mau pecah dan rasa mual selalu melanda. Ia tak tahan lagi, diam-diam ia ke Rumah Sakit untuk memeriksakan lagi penyakitnya. Harusnya pemeriksaan rutin ia lakukan setelah operasi, tetapi ia mengabaikannya karena ia tak mau Chajeong mengetahui penyakitnya.

Uisa memeriksa dengan teliti hasil dari CT Scan yang dilakukan Kei dan data medisnya. Sesekali ia membetulkan posisi kacamatanya. Kei menunggu dengan tegang apa hasil pemeriksaan dirinya. Uisa itu kini menatap Kei.

“Kei-ssi. Kangker anda sudah masuk stadium 3. Kita harus melakukan kemoterapi untuk membunuh sel-sel kangker, jika itu tidak dilakukan maka akan berakibat fatal. Jika memang diperlukan, anda juga harus menjalani operasi sekali lagi untuk mengangkat sel kangker.”

Petir seperti menggelegar di sekitar Kei. Ia tak menyangka sel kangkernya dapat berkembang sedemikian cepat. “Apakah masih ada harapan saya untuk hidup?”

Uisa itu memundurkan posisi tubuhnya. “Anda harus yakin, banyak berdoa. Asalkan anda menjalankan kemoterapi dengan baik, kemungkinan untuk sembuh itu selalu ada.” Kata Uisa mencoba meyakinkan.

*Flash Back End*

Kebimbangan masih memenuhi benak Kei, ia tak tau harus menjalankan kemoterapi itu atau tidak. Jika ia melakukannya tentu saja Chajeong akan tau penyakitnya. Ia tak mau membuat istrinya cemas dan sedih, jika ia harus pergi ia hanya ingin melihat senyumnya bukan tangisnya. Kei menerawang, Kangker Otak stadium 3… Orang awampun tau bagaimana kemungkinan untuk hidupnya.

Kini Kei hanya mengkonsumsi obat untuk penahan rasa sakitnya saja, ia tau obat itu tak akan terlalu berguna karena rasa pusingnya teramat sakit. Tuhan, ia ingin sedikit saja lebih lama bersama Chajeong. Merasakan seperti keluarga seutuhnya, ada seseorang yang akan memanggil mereka papi dan mami. Ia sadar terlalu dini untuk mereka memiliki anak. Tapi apa hal itu salah? Toh mereka telah menikah.

=====KeiCha=====

Menyebalkan. Itu yang dirasakan Chajeong. Kei sudah berubah, ia sering sekali pergi tak pernah bilang akan kemana dan pulang malam. Ia tau terkadang Kei menemani Ryeotha. Alasannya cuma karena sejak ada masalah dengan Narra, Ryeotha tak punya teman lagi. Tapi apa seperti itu perhatian seorang kakak?! Atau memang sebenarnya masih ada rasa yang tersimpan untuk Ryeotha?! Ia menjadi sangat uring-uringan belakangan ini.

Chajeong mendengus kesal, saat istirahat siangpun suaminya malah bersama DONGSAENG kesayangannya itu. Ia tak jadi menyerahkan bekal makanan yang sudah disiapkan sebelumnya. Bekal makanan itu ia lemparkan begitu saja ke tempat sampah dan berbalik ke ruang Professor.

Tira menatap heran Chajeong yang masuk dengan menekuk mukanya. Biasanya yeoja satu itu selalu menghilang bersama suaminya saat istirahat seperti ini. Tira menghentikan aktifitas memeriksa berkas-berkas sekolah.

“Chajeong-ah. Gwenchanayo?” tanyanya.

Chajeong langsung menatap Tira sendu sekaligus kesal, siap menumpahkan uneg-unegnya ke sahabatnya itu. “Kei lagi sama Tha sekarang. Dikit-dikit Tha, sebentar-bentar Tha. Dia gak pernah sadar berapa kali dalam sehari Tha ada dalam pikirannya.” Katanya berapi-api.

Tira tertawa kecil. “Hahaha. Kei juga tanya ke aku, Tha masih jadi murid disini bukan?”

Mata Chajeong langsung membulat, “Jeongmalyo?” Tira mengganggukkan kepalanya mengiyakan membuat wajah Chajeong lesu. “Sudah kuduga. Dia itu sensitive banget kalo tentang Tha.”

Tira menggangguk semangat, “Kurom.” Tangannya ditempatkan didagu, berfikir sejenak. “Kei itu sepertinya punya kelainan Brother Complex”, lanjutnya lagi secara meyakinkan.

“Brother Complex, mwoya?!” cibir Chajeong. “Kau sendiri gimana hubunganmu dengan Narra. Jangan pura-pura lagi, aku pernah lihat kalian kencan.”

Tira langsung berdiri dan mendekati meja Chajeong, pembicaraan mereka sudah mulai privasi. “Kau jangan bilang siapa-siapa yah, jangan bilang Kei juga.” Tira langsung mendekatkan wajahnya ke telinga Chajeong seraya berbisik, “Aku sudah jadian dengannya.”

Chajeong reflex menarik dirinya menjauhi Tira, “MWO!” Ia memandang Tira ekstrim, “Ya! Kau tidak boleh jadian dengannya.”

“Waeyo?” tanya Tira bingung.

“Umurnya jauh dibawahmu.” Kata Chajeong memberi alasan. Tira mengangkat bahunya cuek, “Bukan masalah untukku.”

“Dia itu pacarnya Ryeotha.” Balas Chajeong lagi. Dengan acuh Tira memandangi kuku-kukunya, “Mereka sudah putus.”

Chajeong mendengus kesal, “Berarti kau yang menyebabkan mereka putus.” Tira balas menatap Chajeong sengit, “Mereka putus karena masalah lain, aku jadian dengan Narra setelah mereka putus. Jadi bukan masalah kan?”

“Aiissshhh!” Chajeong membuang mukanya dan kembali menatap Tira ganas, “Pokoknya aku tak akan merestui kalian jadian!!!” Chajeong langsung bangun meninggalkan Tira.

Ia memasukkan kedua tanggannya ke dalam saku jas. Jalannya tergesa-gesa, terkadang menabrak beberapa siswanya, ia tak peduli lagi sekitarnya. Dipikirannya hanya jika Tira dan Narra jadian, tentu tak akan ada kesempatan Ryeotha kembali dengan Narra. Nanti Kei bisa-bisa kembali ke Ryeotha, dari awal kan Kei emang suka yeoja itu. Chajeong mengacak rambutnya frustasi.

Kei berjalan di lorong sekolah menuju ruang Professor untuk mencari Chajeong, tumben hari ini istrinya tidak mengajaknya makan bersama. Belum juga sampai ia sudah melihat istrinya itu berjalan ke arahnya. Senyumnya mengembang tapi seketika hilang saat istrinya itu dengan cuek berjalan melewatinya. Ia berbalik memanggil Chajeong.

“Mami…” tapi orang yang dipanggilnya tetap berjalan menjauh, entah tak mendengar panggilannya atau sibuk dengan dunianya sendiri. Terpaksa Kei menyusul Chajeong dan menarik tangan istrinya itu.

“Mami kenapa dipanggil gak jawab?!” kesal Kei karena diacuhkan.

“Hah!” Chajeong menatap Kei linglung seperti baru ditarik lagi ke alam nyata. “O~ Papi. Mianhae, tadi mami tidak dengar.” Katanya menunduk.

“Mami kenapa? Ada masalah?” Chajeong buru-buru menggelengkan kepalanya. “Terus kenapa tidak makan bersamaku? Mami sudah makan?”

Chajeong membuang mukanya, “Papikan udah ada Tha.”

Kei mengeratkan genggaman tangannya, dia sungguh bingung dengan istrinya itu. Kenapa terlalu cemburu sama adiknya sendiri. “Mami kenapa sih?! Dari kemarin-kemarin marah terus soal Tha! Mami udah berubah!” sentaknya.

Chajeong menatapnya sengit. “Papi yang kenapa! Papi yang berubah! Kenapa papi lebih mentingin Tha. Sering pergi gak bilang. Tha sekarang udah putus, papi bisa dekatin dia lagi.” Chajeong menyentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Kei. Matanya menatap Kei nanar, butiran bening jatuh dari pelupuk matanya. “Harusnya kita tak pernah menikah.”

Kei mematung menatap kepergian Chajeong. Ia sungguh tak mengerti apa yang terjadi dengan istrinya. Apa masalahnya?! Perkataan itu sungguh menusuk Kei. Apa Chajeong menyesal telah menikah dengan dirinya? Apa salahnya? Apa karena ia sering pergi diam-diam. Tapi itu kan karena…

Kei mendengakkan kepalanya, menatap langit-langit. Sebisa mungkin ia menahan airmatanya. Jika bukan karena penyakit ini, ia pasti tak akan mengecewakan Chajeong. Tuhan?! Apa salah dirinya, kenapa ia diberi cobaan seberat ini. Apa lebih baik ia melepaskan Chajeong? Ia tak ingin melihat airmata tumpah dari yeoja yang paling dicintainya.

Ya, ini buat kebahagiaan Chajeong. Tapi, apakah ia mampu bertahan lebih lama lagi jika tak ada yeoja yang sangat di cintainya itu?! Tidak, ia tak bisa. Eottokhae?!

=====KeiCha=====

Seorang yeoja memakai sepatu hak bertali hitam berjalan ragu memasuki sebuah ruangan yang tampak ramai. Gaun merah mini dengan punggung terbuka terlihat elegan di kenakannya. Rambut panjangnya disampirkan di belakang kuping. Riasan tipis membuat aura cantiknya lebih terpancar.

Ia mencari tempat duduk di sudut. Di genggam erat tas hitam kecil miliknya untuk menutupi rasa gugup. Satu persatu orang-orang disana sedang memperkenalkan diri, ia sepertinya datang agak telat. Rasa gugupnya bertambah besar saat gilirannya untuk memperkenalkan diri tiba.

“A.. Annyeonghaseyo. Jeoneun Shin Chajeong imnida. 22 tahun. Saya berkerja sebagai Pengajar. Bangapseumnida.” Ujarnya lantang diiringi tepuk tangan yang riuh. Ia membungkukkan badannya singkat sambil menahan sisi rambutnya agar tak jatuh tergurai.

Chajeong menghela nafas lega selesai perkenalan dirinya. Ia merasa hampir gila atau memang sudah gila. Bagaimana bisa ia berada disini, di tempat berkumpulnya orang-orang yang mencari couple, sedangkan dia….

Namja dan Yeoja sekarang saling mengakrabkan diri satu sama lain, sedangkan Chajeong masih terpaku ditempatnya. Ada perasaan enggan untuk mengakrabkan diri dengan yang lain, lalu untuk apa ia datang ke acara ini selain untuk mencari couple? Ia cuma ingin lenyapkan sosok Kei dari benaknya, tapi ia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Pabo!

“Prof?” Chajeong tersentak ada yang memanggilnya Prof. Jangan-jangan… Tubuhnya langsung kaku memikirkan kemungkinan itu.

Seorang gadis berambut pirang gelombang dan bemata biru menghampirinya, “Benarkan? Prof. Chajeong?” tanya gadis itu memastikan.

Chajeong menyengir kaku. “O~ Miladis?” tanya Chajeong juga memastikan gadis itu salah satu muridnya dari asrama SJ-M. Padahal ia sendiri tau, sudah pasti gadis itu Kanissa Miladis, tampilannya yang keturunan Belanda pasti dengan mudah di bedakan.

“Ya, Prof! Kenapa ada disini? Bukannya Prof udah men… uffff!!!” Chajeong langsung membekap mulut Kanissa sebelum gadis itu membongkar identitas dirinya yang sudah menikah. Ia menarik Kanissa jauh dari kerumunan.

Chajeong menengok kanan kiri memastikan tak ada orang di sekitar mereka. Saat ia merasa sudah aman, tangannya ia sedekapkan ke dada, mencoba mengintrogasi salah satu muridnya itu. “Kanissa. Kenapa kau ada disini? Ini bukan acara untuk anak seumurmu?!”

Kanissa menundukkan kepalanya, “Jeosonghamnida, Prof.” Tapi ia segera menyadari sesuatu, menatap gurunya ingin mengintrogasi balik. “Prof. sendiri kenapa ada disini? Bukannya Prof. udah menikah?”

Chajeong memalingkan mukanya. “Kami.. mau bercerai..” Katanya tak yakin.

“MWO?! Prof. Chajeong dan Kei Oppa mau bercerai? Waeyo?” tanya Kanissa lagi meminta penjelasan.

Sepertinya Chajeong sudah tertangkap basah, mau tak mau ia menjelaskan masalahnya. “Dia itu suka sama yeoja lain. Buat apa aku pertahankan dia jika di hatinya ada yeoja lain. Lebih baik kami berpisah.” Ujar Chajeong dengan wajah sendu.

“Nuguya? Murid Sekolah Suju juga?” tanya Kanissa penasaran dan di balas anggukan Chajeong. “Prof. yakin mau ikut acara biro jodoh ini? Yakin bisa mencintai namja lain selain Kei oppa?”

Chajeong mengangkat bahunya lemah. “Molla. Aku sendiri juga tak yakin.” Ia menghirup kemudian menghembuskan napasnya perlahan, mengumpulkan keberanian. “Tapi aku harus melepaskannya untuk kebaikannya. Aku cuma ingin dia bahagia bersama yeoja yang benar-benar ia cintai, walaupun bukan aku.”

Kanissa menatapnya tak yakin. Siapa sih murid Sekolah Suju yang tak tau kisah KeiCha Couple, pasangan paling fenomenal yang kemesraannya membuat iri semua orang.

“Kau sendiri kenapa disini?” Chajeong mulai membalikkan pertanyaan.

Semburat merah jambu timbul di pipinya, lucu. “Aku naksir namja yang disana.” Kannisa menujuk seorang namja tinggi yang cukup tampan seperti artis, tentu saja sedang di kerubuti banyak yeoja.

“O~ Cho Kyuhyun yang kuliah di Kyung Hee University?” tanya Chajeong santai.

Kanissa membelalakkan matanya. “Prof kenal?”

“Ani. Aku cuma tadi dengar saat dia mengenalkan diri.” Cengir Chajeong. “Kenapa kau tak dekati dia aja?” lanjutnya.

“Aku malu Prof.” Ia menutup mukanya yang bersemu. “Lagipula sepertinya dia sudah banyak penggemar, mana mau dia berpasangan denganku.” Kata Kanissa putus asa.

“Gimana bisa tau klo belum di coba.” Chajeong berjalan ingin menghampiri Kyuhyun tapi di cegah Kanissa. “Prof. mau ngapain?”

“Udah, tenang aja.” Ia tetap menghampiri Kyuhyun dan berbincang-bincang dengan pria itu.

Kanissa memandang mereka penasaran, cemas, gugup, campur aduk lah. Di putar-putar ujung gaunnya untuk menghilangkan kecemasannya, sesekali ia melirik kearah dua orang itu. Kyuhyun memandangnya sekilas, Kanissa memalingkan mukanya menahan malu. Pasti mereka sedang membicarakan dirinya.

Chajeong sepertinya sudah selesai bicara dengan Kyuhyun dan kembali menemui Kanissa. “Aku sudah mendapatkan no. teleponnya. Katanya klo kamu mau menemuinya lagi hubungi saja dia.”

“Kyaaa~~~ Gomapseumnida Prof.” Kanissa langsung memeluk Chajeong kegirangan. Aktifitas mereka daritadi ternyata diperhatikan oleh seorang yeoja.

“Chajeong eonnie?” tanya seorang yeoja berambut pendek yang manis.

“Ne. Nuguseyo?” Chajeong menatap heran, ada lagi yang mengenal dirinya?!

“Min imnida.” Ujarnya sambil membungkukkan badan. “Aku sudah lama jadi penggemar eonnie. Karya-karya novel yang eonnie buat sangat inspiratif, aku tidak menyangka yang menulisnya seorang Professor muda yang cantik.” ujarnya antusias.

Selain jadi Professor, Chajeong juga seorang novelis. Tapi ia tak pernah menyangka akan menemui penggemarnya dalam situasi yang *errr~* unik ini. “Gomawo.” Jawabnya kikuk.

“Aku ingin sekali punya kakak yang pintar, cantik, dan baik seperti eonnie. Eonnie lagi cari pasangan kan? Aku ingin kenalkan eonnie sama oppa-ku.” Katanya lagi lebih antusias.

Chajeong dan Kanissa saling berpandangan bingung. Chajeong hanya iseng ke tempat seperti ini, mungkin untuk sejenak melupakan Kei. Ia tak pernah bermaksud benar-benar mencari pasangan. Dia masih terikat pernikahan dengan Kei, walaupun belum resmi secara hukum. Lagipula dia juga masih di pusingkan dengan perjodohannya dangan Hyuk Jae. Sekarang ada seorang yeoja yang serius ingin menjodohkannya dengan oppa-nya. Eotthokhae?!

=====TBC=====

Kayaknya ini part paling bertele-tele.. tapi klo ada kisah yang aku potong bakal berasa ada yang kurang di part selanjutnya..

Pasti ada yang nanya klo cerita ini dibuat dari kisah asli, kenapa ada Eunhyuk dan Kyuhyun muncul? Ada beberapa tokoh yang namanya gak bisa aku sebut karena beberapa faktor, jadi aku ganti cast idol aja..

Kenapa masalah KeiCha bertele-tele banget? karena emang gtu kenyataannya.. Kita tengkar paling lama yah bagini ini, gak selesai2.. Cuma gara2 Brother Complex..

Apa kesan, pesan ada setelah baca FF ini?? Comment please.. 😀

Advertisements
Categories: Chaptered, Fanfiction, KeiCha, Romance | Tags: , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 7}

  1. Pingback: FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 8} « .:: ChaJeong Story ::.

  2. aku setuju klo eonni cemburu,,
    wajar kok,,
    #knpajdingelantur
    tpi ff.ny ttep seru kok 🙂

  3. Jisankey

    nice FF ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: