We Got Married EunCha Vers. {Part 4}

We Got Married EunCha Vers. {Part 4}

 

Author: Dina ‘minnikey’ Fivesjoliezt

Editor: Chajeong JewElf

Genre: Romance, Comedy

Cast : Shin Chajeong

Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Super Junior

Comeo: Leeteuk Super Junior

FF ini yang bikin Dina, aq cuma sebagai editor aja.. Gomapseumnida buat Dina.. Nih FF udah selesai dibuat tapi baru aq edit sampe part 4.. hehehe..

***

“Ya~, oppa tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku ini sudah dewasa jadi aku bisa menjaga kesehatanku sendiri.” Chajeong mengerucutkan bibirnya, kesal karena suaminya terlalu khawatir.

 

“Ne, aku tahu. Tapi kau ini sudah sering sekali keluar masuk Rumah sakit, jadi bagaimana bisa aku percaya kalau kau bisa menjaga kesehatan mu sendiri jagiya!”. Sentak Eunhyuk tidak terlalu keras, ia masih memandang khawatir.

 

“Ne~ oppa, aku salah, mianhaeyo” balasnya dengan menunduk, ia takut jika suaminya sudah marah.

 

Eunhyuk mulai mengendurkan urat-urat di wajahnya. “Ya sudah lupakan saja jagi, aku harap kau tidak mengulanginya lagi, arrachi?” ujarnya sambil menarik tangan Chajeong.

 

Chajeong menatap bingung, “Odi gayo?”

 

***

CHAJEONG POV

Ternyata Eunhyuk oppa membawaku ke lantai dua di dekat perapian, dan lalu dia  langsung menyalakan musik akustik lewat piringan hitamnya. “Would you dance with me?” Eunhyuk oppa mengulurkan tangannya di hadapanku.

 

Aku menatapnya bingung, “dance?”

 

“Ne…, kajja, naikkan kakimu ke atas telapak kakiku.” Ujarnya sambil tersenyum, aissshhh, aku mau meleleh melihat senyumnya itu.

 

Dengan segera aku langsung menuruti perintahnya, kupeluk leher Eunhyuk oppa, dan dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Kami pun mulai berdansa dengan di iringi musik akustik yang mewarnai suasana malam itu.

 

“Kau ingat saat kita berdansa seperti ini jagi?” Tanyanya dengan mempererat pelukannya di tubuhku.

 

Teringat lagi kejadian saat kami pertama kali kencan dulu. Eunhyuk oppa mengajakku berkencan di dorm karena tidak ada lagi tempat yang bisa kami datangi untuk menghindari publik. Tentu saja aku harus memaklumi semuanya, itulah resiko memiliki namjachingu dari kalangan artis.

Padahal aku ingin sekali kami seperti pasangan-pasangan lain di luar sana, mereka bisa mengisi waktu bersama dengan berjalan-jalan di kota Seoul.

 

“Ne~, oppa, tentu saja aku ingat.” Sahutku tersenyum sambil memandang kedua matanya. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa memandangnya seperti ini. Aku takut suatu hari nanti tiba-tiba aku akan meninggalkannya. Tidak sadar air matakupun mulai mengalir di pipiku.

 

Dansa kami terhenti, oppa memandangku dengan wajah cemas, “jagi, kenapa kau menangis?”

 

Kupaksakan tersenyum untuk menutupi resah hatiku. “Aku hanya sedang bahagia oppa.”

***

 

@Morning

 

Love oh baby my girl…

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon Naui shinbu shini jushin suhnmul

*ponselku berdering*

 

Ji Woon? Tumben sekali namja babo itu menelponku pagi-pagi begini. Langsung saja aku mengangkat dan menggepitkan ponselku dipundak, Karena waktu itu aku sedang membuat jus strawberry milk kesukaan Eunhyuk oppa. “Yoboseyo.”

 

Terdengar suara khasnya yang rada cempreng dari seberang sana. “Noona, jangan lupa hari ini kau kontrol kesehatanmu ke dokter.”

 

Oh, ternyata ini tujuannya menelponku pagi-pagi, good boy. Bayangan buruk terlintas dikepalaku mengingat dokter itu. ‎”Bolehkah aku mencari dokter lain, Ji woon-ah?”

 

Aku mendengar ia menghela napas. “Aku tahu dengan perasaan noona, tapi Joon Ki hyung itu dokter yang sangat ahli dalam menangani penyakit noona, jadi noona tidak perlu mencari dokter lain.”

 

Hah! Dia tau! Jadi namja babo itu tau tentang Joon Ki dan dia tetap menyuruhku berobat dengannya. Babo! Dia terus membujukku untuk menemui Joon Ki lagi. Tak ada pilihan lain, mau tak mau aku tetap harus bertemu namja masa lalu itu. Entah sudah berapa kali aku menghela nafas frustasi. Hal ini makin membingungkan.

***

 

@Kitchen

 

“Jagi, buatkan aku sesuatu, aku lapar sekali.” Rengek Eunhyuk oppa sambil memelukku dari belakang dan mencium leher jenjangku.

 

Aku mencoba melepaskan pelukannya. “Oppa kan tahu aku tidak bisa memasak, jadi untuk apa meminta hal itu kepadaku”

 

“Ya pokoknya masak saja, nanti aku pasti menghabiskannya.” Paksanya.

 

Aku memutar bola mataku. “Jinjja?”

 

“Ne, palli, aku tunggu dimeja makan ya, jagi.” Ujarnya lagi dengan mencium pipiku yang pastinya langsung bersemu merah.

 

Apa yang harus aku masak buat nya? Aiiisshhh, aku mengacak rambut frustasi. Isi kulkas mulai ku obrak-abrik, yang ada hanya kentang ,wortel, dan kimchi. Ya sudah lah, aku buat sup saja.

 

30 menit kemudian….

 

“Nah, sudah selesai.” Aku pun menyodorkan semangkuk sup dihadapannya.

 

“Jal mokessemnida” Ucap Eunhyuk oppa sebelum menikmati makanannya.

 

Saat mencoba hasil eksperimenku tiba-tiba raut wajah yang sudah bisa aku tebak sebelumnya terjadi juga pada suamiku itu. Horor!

 

“eottokhe?,hhe”

 

“uhuk..uhuk…” Ucap si machine dancer itu tersedak.

 

“Palli, minum jus nya!”. Aku segera menyodorkan segelas jus kepadanya. Gila aja jika besok ada berita Super Star dari Korsel mati karena memakan masakan istrinya. OMG.

 

“ja..jagi, ini sup apa?”. Tanyanya hati-hati.

 

“Na molla, aku kan hanya asal mencampurkan bahan-bahan yang ada di kulkas saja.” Sahutku dengan tertawa kecil.

 

“apa kau sendiri sudah mencobanya?”

 

Buru-buru aku menggelengkan kepala. “Aniyo, aku tidak mau mati keracunan karena makanan yang aku buat sendiri, ha ha ha”

 

“YA~, jadi kau mau membunuhku ya”. Sentaknya, aku hanya menjulurkan lidahku.

 

“Palli, habiskan sup nya! Tadi oppa bilang akan menghabiskan makanan buatanku kan?”

 

“Aissh, kau ini jahat sekali” Kena kau Hyukpa. Salahnya sendiri tadi mintaku masak, sudah tau aku paling anti urusan dapur.

Chajeong POV END

***

 

Eunhyuk terlihat rapi pagi ini, ia mengancingkan lengan kemejenya, siap berpergian. “Mmh jagi, hari ini aku dan member yang lain akan memulai persiapan album ke-6 Suju, jadi nanti aku akan pulang terlambat, gwaenchanayo?”

 

“Ne, gwaenchana. Tapi untuk apa oppa menanyakannya kepadaku? Aku kan sangat mengerti pekerjaan oppa.” Balas Chajeong pengertian.

 

“Ani, aku hanya merasa tidak enak dengan mu. Kita kan baru menikah, tapi aku akan sering  meninggalkan mu karena jadwalku yang mulai padat”.

 

“Kan sudah kubilang oppa, gwaenchansemnida.” Chajeong mendorong lembut suaminya. “Yasudahlah, lebih baik oppa pergi sekarang.”

 

“Geraeyo, aku pergi dulu ya”. Pamit Eunhyuk oppa sambil mengecup singkat bibir istrinya.

 

“Ne, josimae.” Balas Chajeong dengan lambaian tangan.

 

Setelah suaminya pergi, Chajeong langsung membersihkan meja makan lalu mencuci piring. “Selesai. Saatnya membersihkan kamar.” ujar chajeong yang menikmati tugas rumah tangganya itu.

 

@Room

“Loh, kenapa dia meninggalkan laptop keramatnya(?) disini?” Ujar Chajeong saat melihat laptop milik suaminya terletak di atas dimeja rias mereka. “BINGO, sepertinya aku beruntung sekali hari ini.ha ha ha.” Chajeong tertawa evil.

 

Baru saja mengangkat laptop putih itu,, Tiba-tiba…

 

kLEK…..

Pintu terbuka…

 

Eunhyuk POV

Diseperempat perjalanan menuju SMent, aku teringat sesuatu,,,, LAPTOP,,, Ya! laptopku tertinggal,,, Aissshhhh, babo!

 

Aku pun langsung memutar arah tujuanku kembali ke rumah. Ketika masuk kekamar, aku mendapati Chajeong yang sedang membawa laptopku dan dia terlihat sangat terkejut atas kehadiranku.

 

“Oppa!!!” teriaknya terkaget sedang tertangkap basah.

 

Aku menyipitkan mata menatapnya, “Jagi, kau sedang apa?” Dia langsung gugup, lucu sekali. “Aku…aku hanya memindahkan laptop ini saja.”

 

“Kau tidak sedang mencoba membuka laptopku kan jagi?” Godaku sambil mendekatinya.

 

“Bagaimana aku ingin membukanya sedangkan aku saja tidak tahu passwordnya.” Elaknya.

 

Aku mengambil barang keramat ini dari tangannya dan tertawa puas. “Hahaha,, kau benar,, lagi pula tidak akan ada yang pernah tahu passwordku apa..ha ha ha.”

 

“Kenapa oppa tidak mau memberitahukan password nya kepada ku? Aku kan sudah menjadi istri oppa. Jadi tidak ada yang perlu dirahasiakan lagi di antara kita.” Ujar Chajeong yang mulai memanyunkan bibir pinknya. Menggemaskan, langsung saja aku mengecup kilat bibirnya.

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberitahu ke orang lain bahkan dengan istriku sendiri, aku sudah susah payah sekali membuat passwordnya, hehe.”

 

“Aissh”.

 

Aku sangat puas melihat wajah kesalnya. Sebenarnya aku ingin memberitahukan passwordnya kepada Chajeong, tapi setahuku dia tidak suka kalau aku menyimpan file-file yang berbau y*dong, jadi aku yakin dia pasti akan menghapus file-file berhargaku ini. Disamping itu, aku kan memakai password dengan namanya, jika dia sampai tahu habislah aku.

 

“Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu sweetheart”. Senyumku masih mengembang walau sudah berlalu dari hadapannya.

Eunhyuk POV END

***

 

Setelah jadwal mengajar Chajeong di kampus selesai, yeoja manis itu langsung pergi menuju rumah sakit SEOUL untuk memulai terapi pengobatannya.

 

Chajeong POV

 

@SEOUL HOSPITAL

“Aissh, sampai kapan aku harus mencium tempat yang dipenuhi obat-obatan ini? I hate hospital.” Gumanku saat memasuki tempat yang harus terus aku datangi untuk waktu kedepan.

 

@Joon Ki’s Room

“Annyeonghasimnika.” Ucapku agak cuek ketika masuk keruangan dokter khusus yang menangani penyakitku itu.

 

“Chajeong-ah, aku kira kau tidak akan datang.” Sahutnya senang.

 

“Kalau aku tidak datang, Ji Woon pasti akan menceramahiku nantinya”.ujarku memberikan alasan.

 

“Geraeyo? Wah, bagaimana kabar Ji Woon? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya.” Ujarnya antusias, membuatku sebal.

 

“Ya~ Joon Ki-ssi, aku datang kesini untuk memulai terapi pengobatanku, bukan untuk bernostalgia.”

 

“Ha ha ha, ternyata kau masih galak seperti dulu. Kajja, berbaringlah.” Ia menyuruhku berbaring di tempat tidur samping kami. Ini memang standar pemeriksaan seorang dokter. Tapi…

 

DEG…

DEG…

DEG…

 

“Apa terasa sakit Cha Jeong-ah?” tanyanya masih dengan penuh senyum. Omo, kenapa jantungku jadi berdegub kencang begini? Untuk apa aku canggung karena Joon Ki memegang perutku? Whuaaaaaaaa.

 

“Chajeong-ah,. Shin Chajeong….” Panggil Joon Ki yang membuyarkan lamunanku.

 

“Oh, eh, wae?” Gugupku.

 

“Aku bilang,,apa perutmu terasa sakit?”

 

“Mmh,, sedikit.”

 

“Geraeyo,,sudah selesai, sekarang kau boleh bangun.”

 

“Ne~” Hufff, selesai juga masa mendebarkan ini. “Eottokhe? Aku tidak perlu dirawat di rumah sakit kan?”

 

“Ani, untuk sekarang kau hanya harus mengkosumsi obat-obatan yang aku berikan.” Ujar Joon Ki sambil memberikanku secarik kertas yang berisikan resep obat.

 

Aku menatapnya horror. “Mwo? Sebanyak ini? Apa kau tidak salah dokter Lee?”.

 

“Kalau kau mau cepat sembuh, ya kau harus meminum nya!” tegasnya.

 

“Aissh, aku harus minum obat 15 tablet dalam sehari!” ujarku frustasi.

 

“ha ha ha, kalau kau bisa menjaga kesehatanmu dari dulu, kau pasti tidak perlu melakukan ini” balasnya dengan mengacak pelan rambutku.

 

“Joon Ki-ssi?”.ucapku kaget dengan perlakuannya dan membalas menatapnya tajam.

 

“Ah, jeongmal mianhae. Aku tidak sengaja, aku hanya kebiasaan melakukan itu kepadamu dulu.”

 

Aku mulai merasa canggung dengan situasi ini. “Mmh, geraeyo, bolehkah aku keluar sekarang?”

 

Dia mengganguukkan kepalanya, tetapi saat hendak keluar dari ruangannya, ia memanggilku. “Chajeong-ssi, jankaman!”

 

Aku berbalik menatapnya, “Waeyo?”

 

“Kalau kau tidak sibuk mampir lah kerumahku. Nae eomma sangat merindukan mu”.

 

“Joona ahjumma?” tanyaku memastikan dan dibalas anggukannya.

 

Joona ahjumma,,, Ya dia adalah ibunya Joon Ki. Sewaktu kami berpacaran dulu, aku sering menemui Joona ahjumma. Dulu hubungan kami sangat dekat bahkan aku sudah menganggap beliau seperti ibu kandungku sendiri, tapi semenjak Joon Ki pergi meninggalkanku tanpa kabar, aku mulai jarang menemui Joona ahjumma. Aku memang sengaja melakukan itu karena jika aku menemui beliau, hatiku terasa sakit karena aku pasti akan mengingat Joon Ki. Bukan bermaksud menyakiti Joona ahjumma, melainkan aku tidak bisa terus-terusan terpuruk dalam kesedihanku karena terbayang-bayang oleh namja yang sempat mengisi hatiku itu..

 

“Geraeyo, kalau aku ada waktu, aku akan mampir.” Sahutku lagi sambil keluar dari ruangan Joon Ki.

***

 

Ahjumma, aku juga sangat merindukannya. Bagimana kabar ahjumma sekarang, aku mencoba mengingat-ingat yeoja paruh baya itu. Baru beberapa langkah berjalan menuju apotik, tiba-tiba ada namja yang memanggilku dari belakang. “Chajeong-ah….”

 

Eeteuk oppa, namja paling berkharisma di boyband yang sama dengan suamiku. “Oh, oppa, annyeong.” sapaku dengan membungkukkan badan.

 

“Kenapa kau keluar dari ruangan dokter ahli penyakit dalam? bukannya penderita anemia tidak perlu menemui dokter khusus?” tanyanya memastikan.

 

Omona, kenapa Eeteuk oppa mendapatiku keluar dari ruangan itu? Apa yang harus aku jawab?

***

TBC……..

Advertisements
Categories: Chaptered, Comedy, EunCha, Fanfiction, Romance | Tags: , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “We Got Married EunCha Vers. {Part 4}

  1. Yopvie

    baguuss unni..
    Lebih bagus lagi kalo cepet di lanjut 😀 ^.^v

  2. mkin penasaran,,
    mna leeteuk oppa udh tw,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: