FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 5}

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Chajeong

Genre : Romance

Rating : PG15

Cast : Shin Chajeong

Suzuki Kei

Lee Hyuk Jae

Ini FF di ambil dari Perjalanan kisah cinta Kei-Chajeong Couple dari Sekolah Suju.. Chajeong itu aku sendiri, pendiri Sekolah Suju & Professor juga.. Aku punya couple Kei, salah satu murid disana.. Kami sempat menang award Couple Termesra.. Ini kisah kami.. FF ini aq persembahin buat KeiCha Couple..

 

Warning: Biarpun di ambil dari kisah nyata.. Tapi ini fanfiction, jadi tetep fiksi.. Posternya itu Jiro & Cyndi “Momo Love”, bukan foto kami.. XD

Yang belum liat Part sebelumnya klik disini.. Part 1 .. Part 2 .. Part 3 .. Part 4 ..

=====KeiCha=====

Pelajaran di Sekolah Suju sedang berlangsung. Siswa sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Prof. Chajeong. Sesekali yeoja itu melirik seorang siswa yang masih sibuk dengan soal-soalnya. Sebuah ide muncul di kepalanya, ia mengambil sebuah kertas dan menuliskan sesuatu disana.

Bel berdetang tanda pelajaran telah usai. Kelas mulai ribut, ada yang santai-santai, ada yang pusing tak dapat menjawab soal, sampai ada yang berusaha mencari contekan. Chajeong berjalan mengelilingi kelas. “Kumpulkan tugasnya sekarang juga.” Ia berhenti tepat disamping meja Kei. “Suzuki Kei. Bawakan tugas-tugas ini.” ujarnya sambil berlalu.

Kei menatapnya bingung, kenapa harus dia bukan ketua kelas? Matanya tertuju pada secarik kertas diatas mejanya. Dibukanya kertas yang bertuliskan ‘Temui aku dibelakang sekolah.’ Senyuman mengembang dibibirnya. “Nde. Sonsaengnim!” teriaknya sesaat sebelum Chajeong meninggalkan kelas.

Setelah Kei mengantarkan tugas-tugas ke ruang Guru, ia tak kembali ke kelas melainkan menuju belakang sekolah, menelusuri rimbunan pohon pinus. Sudah lama sekali ia tak ke tempat ini. Chajeong sudah menunggunya disana. “Kenapa menyuruhku kesi..” belum sempat Kei melanjutkan ucapannya, ia sudah dipeluk guru sekaligus istrinya itu.

Kei merasa ada yang aneh dengan istrinya. “Mami kenapa?” tanyanya bingung dan memeluk balik Chajeong.

“Bogoshipeo.” Ujar Chajeong dengan mengeratkan pelukannya. Ia hanya ingin mencari ketenangan dipelukan suaminya, menghilangkan semua rasa khawatir akan ancaman yang ia dapat tapi masih belum bisa ia ceritakan pada suaminya. Ujian Kenaikan Kelas akan berlangsung, ia tak mau menjadi beban suaminya. Walaupun ia berusaha tegar, jauh di dalam lubuk hatinya takut kehilangan orang ini.

“Baru berapa menit yang lalu kita bertemu, mami udah kangen? Apa ada masalah mi?” Chajeong langsung menggelengkan kepalanya, menyangkal pertanyaan Kei. “Ani. Aku hanya kangen saat-saat kita disini.”

Kei tau bukan hal itu alasannya, tapi ia tak mau menanyakan lebih lanjut lagi membiarkan istrinya tenang. Akhirnya mereka berdua duduk dibawah pohon, Kei memasangkan earphone sebelahnya dikuping Chajeong. Mereka mendengarkan lagu dalam diam dengan tangan saling terpaut, tak mempedulikan pelajaran yang masih berlangsung, hanya ingin merasakan waktu hanya milik mereka berdua.

Tanpa mereka sadari waktu berjalan sedemikian cepat, sudah saatnya pulang. Kei memintanya pulang bersama, Chajeong menuruti permintaan suaminya. Saat mereka berjalan keluar sekolah, sudah ada seorang namja yang menunggu Chajeong. Namja itu melambaikan tangan saat melihat Chajeong, sontak membuat Chajeong terkejut. “Oppa!” teriaknya dengan sumigrah dan menghampiri namja itu.

Kei memasang muka masam saat melihat istrinya menghampiri namja yang tak ia kenal. Ia berjalan menghampiri kedua orang itu. “Nuguya?” tanyanya sinis.

“Pi. Kenalin dia ini Lee Hyuk Jae, dia yang menolong aku waktu di Jepang. Oppa, kenalkan ini suami yang aku ceritakan itu.” jelas Chajeong sambil memperkenalkan satu sama lain.

Hyuk Jae mengulurkan tangannya, “Kenalkan. Aku mantan pacarnya Chajeong.” Kei mendelikkan matanya, ia membalas jabatan tangan Hyuk Jae dengan erat. “Aku suaminya. Senang berkenalan denganmu.”

Mereka saling bertatapan tajam, Chajeong tau situasi mulai tak mengenakkan. “Oppa. Kapan kau tiba di Korea?” tanya Chajeong memcoba mencairkan suasana.

“Chajeong-ah. Bisa kita bicara berdua? Ada hal yang ingin aku bicarakan. Kei, bisa aku pinjam dulu istrimu sebentar?”

Chajeong menatap Kei meminta persetujuan, dengan berat hati Kei menggukkan kepalanya. “Tapi hanya sebentar. Jika sudah selesai, kau cepat pulang.”

=====KeiCha=====

Chajeong meminum sedikit cappuccino-nya, sedangkan Hyuk Jae hanya terdiam memandangnya. Kini mereka berdua sedang berada di café, belum ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Hyuk Jae, hanya memandangnya tajam membuat Chajeong canggung.

“Oppa mau bicara apa? Tadi katanya ada yang mau dibicarakan?” Chajeong mulai membuka pertanyaan agar lepas dari suasana yang canggung ini.

“Berpisahlah dengannya.” Ujar Hyuk Jae tegas. Chajeong mendelik, tak menyangka orang yang di depannya akan berbicara seperti itu. “Ke.. Kenapa oppa tiba-tiba bicara seperti itu?” tanyanya tergugup.

“Apa kau sudah mengenal dia? Keluarganya? Suzuki Kei. Berasal dari Minato-ku, Jepang. Putra pertama pengusaha Suzuki Toma yang sekarang sedang mengembangkan usahanya di Jerman. Dari berita yang kudengar ia akan di jodohkan dengan putri pengusaha juga.”

Chajeong syok mendengar penjelasan Hyuk Jae. Matanya menatap dengan penasaran. Bagaimana namja itu bisa tau banyak tentang suaminya? Bahkan hal-hal yang tak ia ketahui.

“Tidak perlu tau aku dapat info ini darimana.” Ujar Hyuk Jae seakan tau pertanyaan Chajeong, ia memajukan sedikit tubuhnya. “Kau sadarkan pernikahan ini tak akan bisa diterima masyarakat. Bagaimana jika public tau skandal ini?”

Angin dingin seperti menghempas tubuh Chajeong. Ia tau, sangat tau apa akibatnya.

“Kei tak akan kena masalah, dengan kekuasaan ayahnya ia bisa pergi dan tak akan terkena dampak skandal ini. Tapi kau…” Hyuk Jae menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. “Kau. Karirmu akan hancur, tak akan ada yang mau mempekerjakanmu, bahkan sekolah yang kau rintis ini juga akan hancur.”

Hati Chajeong mencelos mendengar penuturan Hyuk Jae. Ia tau, tapi sangat menyakitkan jika hal ini dikatakan oleh orang lain. Hatinya terasa mulai goyah lagi.

“Berhentilah. Lepaskan dia. Kembalilah padaku.” Ucap Hyuk Jae tegas dan menggenggam tangan Chajeong. Mencoba meyakinkan Chajeong jika itu keputusan yang harus ia ambil.

=====KeiCha=====

Chajeong membuka pintu rumahnya, tampak tak bersemangat. Tanpa disadari ia melewati begitu saja suaminya yang menunggunya dengan cemas berjam-jam. Kei merasa kesal karena diabaikan, ia mengikuti istrinya menuju dapur.

“Kenapa baru pulang? Kenapa mantanmu itu menemuimu? Kalian bicara apa saja?” Kei mencecar Chajeong dengan banyak pertanyaan. Tapi Chajeong masih acuh terhadap dirinya, malah sibuk minum.

Tanpa menjawab pertanyaan Kei, ia berjalan hendak meninggalkan dapur tapi tangannya dicekal Kei. “Kenapa tidak jawab pertanyaanku?!” sentak Kei.

Chajeong menatapnya enggan, “Aku lelah pi.” Chajeong melepaskan tangan Kei, ia mulai melepaskan syal dan mantel yang dikenakan tanpa menghiraukan suaminya. Kei tampak kesal sekali melihat tingkah istrinya.

“YA! Ada apa denganmu, hah?!” Kei menyusul Chajeong ingin menanyakan lagi perubahan drastis sikap istrinya. Tiba-tiba kepalanya sakit kembali, ia tak mampu menopang tubuhnya dan jatuh. Chajeong yang menyadari itu langsung berlari ke Kei. “Papi! Papi kenapa?”

Chajeong berjongkok disamping suaminya dengan raut wajah yang amat cemas. “Kepala aku sakit banget.” Ringis Kei menahan sakit membuat Chajeong makin panik. “Kita ke Rumah Sakit yah pi.”

“Ani. Aku hanya pusing biasa. Tidah usah ke Rumah Sakit.” Sanggah Kei segera. Ia tak mau jika ke Rumah Sakit pasti nanti Chajeong akan tau penyakitnya.

“Ya udah. Papi istirahat aja.” Chajeong memapahnya ke kamar. Ia segera membuatkan minuman panas dan diminum suaminya. Ia mulai tenang saat Kei sudah tak tampak terlalu kesakitan. Tangannya membasuh keringat yang keluar disekujur tubuh Kei, perlahan ia membelai pipi Kei, menatapnya dengan berkaca-kaca.

Kei memegang tangan Chajeong dipipinya. “Mami tidur juga.” Chajeong mulai beranjak berbaring di samping Kei dengan mata yang tak lepas memandangnya. Kei memeluk tubuh Chajeong. “Gomawo.” Ujarnya lirih dikuping Chajeong.

Chajeong hanya menenggelamkan kepalanya di pelukan Kei. Jika ia bisa menghentikan waktu, inginnya waktu berhenti sekarang membiarkannya abadi dipelukan seseorang yang amat dicintainya.

=====KeiCha=====

Ditatapnya layar Hp dengan cemberut. Sudah berhari-hari ia tak bisa menghubungi yeoja yang sudah seperti adiknya. Ryeotha sudah lama tak masuk sekolah tanpa kabar, membuatnya sangat cemas. Chajeong melihatnya heran, tapi ia tau apa yang ada dipikiran suaminya.

“Apa dia tidak menghubungimu?” Kei kaget mendengar pertanyaan Chajeong yang tiba-tiba itu. “Belum. Aku rindu dia.” Ucapnya setengah sadar.

Chajeong menghela napas. Ia sudah berjanji pada dirinya untuk percaya pada Kei. Ia juga paham Kei hanya mengganggap Ryeotha seperti adiknya, tapi terkadang sikap namja itu yang terlalu memperhatikan yeoja lain selain dirinya membuatnya panas. Apalagi belakangan ini sejak Ryeotha tak masuk sekolah tanpa kabar, Kei tanpa sadar selalu berbicara tentang adiknya itu.

“Nanti juga dia hubungin kamu lagi.” Ujar Chajeong acuh.

“Tapi biasanya dia gak pernah hilang tanpa kabar seperti ini. Jika ada masalah biasanya dia selalu bicara padaku.”

Chajeong terlihat mulai kesal, “Bisakan gak bicarakan dia lagi.”

Kei menatap istrinya, “Mami cemburu?” Chajeong membuang muka dan menjawab pertanyaan Kei, “Cemburu lah, papi perhatian sama yeoja lain.”

“Mami aneh. Masa cemburu sama adik aku sendiri. Lagipula papi kan juga perhatian sama mami.” Ucap Kei acuh.

Chajeong menghela nafas menahan kesal. “Papi. Daripada mikirin orang lain. Sekarang papi belajar buat Ujian Kenaikan Kelas. Udah sering bolos, klo lagi pelajaran gak di perhatiin, cuma ikut absen doank.”

“Gak ah mi. Males.” Rengek Kei.

Tapi Chajeong tidak tinggal diam, ia mengambil buku-buku pelajaran dan diletakkan di depan Kei. “Papi harus belajar. Biarpun aku istri kamu, aku gak akan bantu ujian papi. Tapi papi juga jangan malu-maluin aku, masa suaminya Professor gak naik kelas. Cepat belajar!” bentak Chajeong dengan memukulkan penggaris di tumpukan buku.

“Aissshhh. Punya istri galak banget.” Gumam Kei.

“Papi bilang apa tadi?” tanya Chajeong sinis. Kei langsung menggelengkan kepalanya. “Ani..yo. Papi belajar sekarang.”

=====KeiCha=====

Ujian Kenaikan Kelas berjalan lancar. Tak terasa waktu sudah berputar sedemikan cepat. Tahunpun telah berganti. Chajeong memeriksa lagi hasil siswa yang naik kelas. Ia tersenyum melihat nama Suzuki Kei ada disana, tak sia-sia ia selalu meminta suaminya itu untuk belajar. Dilihatnya lagi daftar itu, nama Kim Ryeotha tak ada dideretan nama disana. Yeoja itu tak mengikuti Ujian. Sudah saatnya ia bertindak.

Menurut informannya, Ryeotha sudah lama tidak tinggal di asrama. Ia mencari rumah yeoja itu. Kepalanya menatap sekeliling mencari rumah yang alamatnya tertera di secarik kertas yang dibawanya. Saat merasa sudah pasti tak salah rumah, ia menekan bel.

“Prof.” ujar Ryeotha kaget saat membuka pintu. Ia tak menyangka akan kedatangan  Professornya.

Tha mempersilakan Chajeong masuk dan mereka berbincang di ruang tamu. “Tha. Bogoshipeo.” Ujar Chajeong jujur, biarpun dia kesal karena Kei sangat perhatian yeoja di depannya tapi dia memang juga merindukan kehadiran yeoja itu di kelasnya.

“Nado, bogoshipeo eonnie.” Jawab Tha. Ia tak perlu sungkan lagi memanggil Professornya dengan eonnie di luar Sekolah.

“Kenapa kau tidak pernah masuk Sekolah lagi, tidak ikut ujian, dan tidak ke asrama? Apa ada masalah?” tanya Chajeong langsung.

“Gwenchana. Gak kenapa-napa. Eonnie, jika aku tidak ikut ujian apa aku akan di keluarkan dari Sekolah?” tanyanya datar membuat Chajeong terkejut dan paham maksud yeoja itu.

=====KeiCha=====

Chajeong membanting pintunya saat masuk ke rumah. Ia masih amat kesal mengingat percakapan dirinya dengan Ryeotha tadi. Kei bingung menghadapi istrinya yang tiba-tiba terlihat kesal. “Ada apa?” tanyanya penasaran.

Chajeong menghempaskan tubuhnya di sofa. “Aku kesal. Tadi aku bertemu Tha. Ternyata dia tidak masuk sekolah dan ikut ujian biar di D.O. dari Sekolah. Dia anggap sekolah itu apa? Kenapa gak sekalian ngundurin diri, kenapa harus nunggu di keluarin?! Jadi seakan-akan aku yang jahat, yang bakal pecat siswa.”

Kei duduk disamping Chajeong berusaha menenangkannya. “Nanti aku coba bicara dengannya. Mungkin dia ada masalah. Kau tak tau, dia punya banyak masalah di keluarganya.”

Bukannya tenang tapi Chajeong makin emosi. “Semua orang juga punya masalah pribadi masing-masing pi. Tapi apa caranya harus begini? Kamu gak bisa mikir di posisi aku. Aku yang mendirikan sekolah itu. Rasanya sakit saat ada siswa yang mengundurkan diri, tapi jauh lebih sakit lagi jika dia sengaja menggunakan peraturan sekolah supaya aku yang mengeluarkan dia. Dia membuat aku diposisi orang jahat. Terjebak sama peraturan yang sudah aku buat. Sakit.”

Mata Chajeong mulai berkaca-kaca. Dengan kasar ia menghapus butir air matanya. Kei mengatupkan kedua tangannya. “Maafkan dia. Mami jangan benci dia yah. Aku bakal bicara sama Tha.”

Chajeong makin emosi, ia bangkit dan membentak Kei. “Kenapa papi yang minta maaf!”

Kei tak mengerti maksud istrinya, ia masih tetap minta maaf, “Mianhae.”

“JANGAN MINTA MAAF PADAKU!” Chajeong sangat kesal. Ia meninggalkan Kei dan mengunci dirinya dikamar, tak mempedulikan Kei yang mengetuk pintu dari luar. Sakit rasanya, apalagi melihat tingkah Kei yang terlalu berusaha melindungi Ryeotha.

Hpnya bergetar, keningnya berkerut saat ia lihat panggilan dari rumahnya. Tumben kedua orang tuanya menghubungi dia. Chajeong mengatus nafasnya, menenangkan diri sebelum mengangkat telepon.

“Yeobseo. Eomma, bagaimana kabar eomma?” tanya Chajeong riang. Tapi tak ada jawaban. “Eomma..” panggilnya lagi.

“Kau pulang sekarang juga.” Ujar Eomma Chajeong tajam. Chajeong merasakan ada sesuatu yang tak beres. “Ada apa eomma?”

“Ada apa? Harusnya eomma yang tanya ada denganmu hah? Bagaimana bisa kau berpacaran dengan muridmu tanpa sepengetahuan kami?!” bentak eomma Chajeong sambil menepuk-nepuk dadanya menenangkan diri.

Tangan Chajeong bergetar, bagaimana orang tuanya tau hal ini? Ia teringat seseorang. Pasti orang itu. “Eomma harus mendengarkan penjelaskanku dulu.”

“Ya! memang banyak yang harus kau jelaskan. Cepat datang kesini. Appamu sudah sangat marah.”

Chajeong tergidik membayangkan Appanya yang marah besar. Sudah pasti akan marah tau anak yang dibangga-banggakannya melakukan hal ini. Kepalanya terasa amat pening sekarang.

“Ne. Aku sekarang akan segera kesana eomma.” Ujar Chajeong sebelum menutup sambungan teleponnya.

Ia langsung memakai kembali mantel dan syalnya. Menyambar tas yang tadi dikenakannya. Saat ia membuka pintu, tak mau melirik sedikitpun ke Kei. Masih merasa kesal dengan kejadian tadi.

Kei menatap heran istrinya yang mau pergi, ia mencegat kepergian istrinya, “Mami mau kemana?”

Chajeong menatapnya tajam dan berkata sinis, “Menenangkan diri.”

“Kemana?” tanya kei yang mulai cemas.

“Sudahlah papi. Biarkan aku menenangkan diri dulu. Aku hanya mau jalan-jalan keluar.” Ucap Chajeong berbohong.

Chajeong pergi begitu saja, Kei tak dapat menahannya karena ia merasa istrinya butuh waktu untuk menenangkan diri. Ia tak tau Chajeong berbohong agar bisa pergi ke rumah orang tuanya, menghadapi amukan orang tuanya seorang diri.

=====To Be Continue=====

 

Part ini udah mulai aq masukin fiksi, udah campur antara nyata & fiksi.. Hyuk Jae itu sebagai pengganti mantan aq, tapi aq males pakai nama dia jadi diganti Hyuk Jae aja.. 😀

 

Ada yang tanya KeiCha pernah berantem gak? Kami pasangan biasa, jadi pernah beberapa kali tengkar.. Tapi kami terpilih jadi pasangan termesra.. hahaha..

 

Aq kangen saat-saat bolos Sekolah bareng Kei.. Sangking gak pernah ngikutin pelajaran di Sekolah Suju, dia pernah tanya Heebum itu siapa? #gubrakkk..  Maklum ELF baru.. ==a

 

Yang udah baca comment please.. Boleh disini, di FB, or di Twitter.. Gamsahamnida.. 😀

Advertisements
Categories: Chaptered, Fanfiction, KeiCha, Romance | Tags: , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 5}

  1. Kayaknya pertikain segera di mulai,,
    KeiCha semangattttt pasti ada jalan keluarnyaa 🙂

  2. Pingback: .:: ChaJeong Story ::.

  3. udh mulai bnyak konflik ni,,
    tpi ttep seru,eonn 🙂
    ngomong2 kei elf jga?

  4. Jisankey

    seru… konfliknya juga udahh muncul xD
    like it!

  5. Pingback: FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 9} « .:: ChaJeong Story ::.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: