FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 1}

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Chajeong

Genre : Romance

Rating : PG13

Cast : Shin Chajeong

Kei Suzuki

 

“Ini FF di ambil dari Perjalanan kisah cinta Kei-Chajeong Couple dari Sekolah Suju.. Chajeong itu aku sendiri, pendiri Sekolah Suju & Professor juga.. Aku punya couple Kei, salah satu murid disana.. Kami sempat menang award Couple Termesra.. Ini kisah kami.. FF ini aq persembahin buat KeiCha Couple..”

 

 

Warning: Biarpun di ambil dari kisah nyata.. Tapi ini funfiction, jadi tetep fiksi.. Posternya itu Jiro & Cyndi “Momo Love”, bukan foto kami.. XD

=====KeiCha=====

Sebuah bangunan megah dihiasi patung 13 orang pria disesaki puluhan siswa berseragam Sekolah Suju. Hari ini penerimaan siswa baru angkatan kedua, seluruh siswa sudah berbaris rapi di dalam Aula Sekolah tetapi masih banyak terdengar riuh suara saling mengenalkan diri dan bercerita.  Seketika mereka terdiam saat 7 Professor memasuki dan berdiri di panggung Aula. Satu dari mereka maju mendekati Podium.

 

“Welcome to Sekolah Suju. Selamat naik kelas untuk angkatan satu dan selamat bergabung untuk siswa angkatan kedua. Di Sekolah ini kalian akan tinggal di dorm, semua siswa sudah dibagi menjadi 4 dorm, SJ-T, SJ-H, SJ-M, dan SJ-KRY…”, siswa-siswa bersorak saat nama dorm mereka disebut.

 

“Sebelumnya, saya perkenalkan dulu staf pengajar disini. Saya sendiri Prof. Chajeong, Kepala Sekolah disini. Wakil Kepala Sekolah, Prof. Vi. Kurikulum, Prof. Cinde. Kepala Asrama SJ-T, Prof. Chullie. Kepala Asrama SJ-H, Prof. Chinju. Kepala Asrama SJ-M, Prof. Yosii. Dan Kepala Asrama SJ-KRY, Prof. Pu3Kyu..”

 

Chajeong memperkenalkan seluruh staf kepada siswa dan mulai menjelaskan Kegiatan, Pelajaran, dan Peraturan Sekolah Suju. Selesai acara siswa baru mulai berhamburan keluar menuju dorm masing-masing dengan dipandu para Sunbae dan Kepala Asrama mereka. Sebagai Kepala Sekolah, ia sesekali berkeliling sekolah dan asrama untuk mengecek semua kegiatan siswa. Ia mengumpulkan kembali semua Prof. untuk laporan.

 

Chinju dengan semangat berkata, “Akhirnya SJ-H kedatangan namja tahun ini. Asrama lagi heboh kenalan sama namja itu.”

 

Yosii menanggapi dingin, “Di SJ-M lebih heboh lagi. Ada namja Bule dari Australia. Tapi ternyata dia pacaran sama anak satu dorm juga.”

 

Chullie langsung antusias mendengarnya, “Di SJ-T juga ada namja baru lagi. Ihsan sekarang lagi pusing gak bakal jadi namja tertampan lagi. KepSek kali ini Daebakkk, pintar menyaring siswa-siswa namja.” Chajeong hanya balas tersenyum.

 

Cinde terlihat berpikir dan bertanya, “Jadi sebenarnya berapa namja di Sekolah kita?”

 

Sekolah Suju yang mayoritas siswa yeoja, jadi pembincaraan tentang berapa banyak siswa namja selalu menjadi topik yang menarik dikalangan para siswa, bahkan para professor. Chajeong kembali tersenyum, “Aku menyaring siswa secara adil kok, kebetulan saja tahun ini banyak namja. Di SJ-M, SJ-H, SJ-T ada 1 namja baru, di SJ-KRY ada 2 namja baru.”

 

Pu3Kyu langsung meralat pernyataan Chajeong, “Di KRY ada 3 namja baru. Alkindy, Erwin, dan Kei.”

 

“Kei… Aku baru mendengarnya. Saat keliling dorm, aku tidak pernah melihatnya.”

 

“Dia memang cuma muncul sekali. Sering menyendiri dan suka pergi tanpa pamit.”

 

Chajeong mengerutkan kening, tampak berpikir. Bagaimana bisa dia tak mengenal siswanya sendiri? Menyendiri? Sekolah ini buat tempat bersosialisasi, bahkan mereka diharuskan tinggal di dorm agar lebih akrab. Selesai rapat, ia langsung mencari berkas siswa baru. Satu kertas diambilnya, diperhatikan semua data disana. “Kei Suzuki..”, diucapkan lirih olehnya saat ia mengeja nama siswa yang membuatnya penasaran.

 

=====KeiCha=====

 

Waktu bunga-bunga bermekaran adalah waktunya awal tahun ajaran baru. Chajeong dengan bosan berkeliling sekolah yang sudah sepi, matahari sudah tampak kemerahan, semua siswa sudah kembali ke dorm masing-masing. Bau serbuk bunga dari taman belakang sekolah membuat ia ingin ketempat itu. Seperti dugaannya ratusan bunga warna-warni tampak serempak bermekaran menimbulkan bau yang khas.

 

Sesaat ia melihat jalan setapak yang diapit puluhan Pohon Pinus di kanan kirinya. Sore itu hatinya tergerak menelusuri jalan Hutan Pinus yang menuju bukit kecil di belakang Sekolah. Matanya terkadang terpejam dan menghirup udara yang mulai mendingin. Diatas bukit kecil itu terdapat satu pohon pinus besar kesukaannya, pohon yang sudah berumur ratusan tahun, kokoh dan menjulang tinggi seolah ingin menggapai langit.

 

Ia tersadar ada seseorang dibalik pohon itu. Seorang namja, tubuhnya terbaring dirumput dengan mata terpejam dan earphone ditelinganya. Chajeong memperhatikan lekuk wajah namja itu, tampak asing dimatanya. Dari seragamnya sudah pasti ia siswa di Sekolah ini, tapi Chajeong yakin belum pernah melihatnya. Ia tersadar satu nama yang sudah membuatnya penasaran selama ini.

 

Tanpa sadar ia meneriakkan nama itu, “KEI!!!”. Mendengar teriakan Chajeong namja itu membuka matanya dan dengan acuh bertanya, “Nuguya?”

 

Chajeong menatap tak percaya namja dihadapannya. Bagaimana bisa ada siswanya yang tak mengenal dirinya?! Dengan geram ia menjitak kepala namja itu sampai membutnya meringis. “Ya!!! Kau itu siswa Sekolah Suju bukan sih? Masa Kepala Sekolah sendiri gak kenal?”

 

Kei memperhatikan wajah yeoja didepannya yang tampak masih muda. Mana mungkin yeoja yang terlihat seumur dengannya seorang Professor, bahkan Kepala Sekolah?! Tapi jika diperhatikan lagi ia memakai jas biru yang dipakai Professor dan name tag Prof. Chajeong. Ia sadar yeoja itu tak berbohong.

 

“Mianheyo Prof. Saya murid baru, jadi tidak kenal anda.” Kei membungkuk sopan, tapi membuat Chajeong tertawa.

 

“Ya!!! Ini diluar jam sekolah, jangan panggil Prof. Bahkan umur kita aja sama. Hukumanmu karena tidak mengenalku, sekarang traktir aku makan.”

 

Kei terkejut dengan sikap Kepala Sekolah yang diluar perkiraannya, “Mwo? Traktir?!”

 

“Ne. Wae?” Kei langsung tertawa, “Ani. Hanya aneh melihat ada Kepala Sekolah yang minta di traktir siswanya.”

 

Chajeong berkacak pinggang, “Kamu belum kenal aja. So, ayo traktir aku makan dan kenalan sama Kepala Sekolah paling gaul ini. Kajja.”

 

Kei tersenyum saat Chajeong menarik tangannya. Tadinya ia berpikir sekolah adalah kegiatan yang membosankan. Tapi pemikirannya berubah, mungkin akan terasa lebih menyenangkan.

 

=====KeiCha=====

 

Musim telah berganti, udara terasa semakin panas, tetapi rimbunan pohon pinus tetap hijau menyejukkan. Di bukit belakang sekolah menjadi saksi saat Kei dan Chajeong sering menghabiskan waktu berdua. Tak ada lagi batasan seorang Guru dengan Muridnya saat mereka bersama.

 

Tapi tak seperti biasa, kali ini mereka bersama dalam diam. PSP terlihat tak pernah lepas dari pandangan Kei, sedangkan Chajeong hanya bersandar di bawah pohon melepas beban yang dirasakannya.

 

“Kau sering pergi dengan Narra?” tanya Kei dengan mata yang tak lepas dari PSPnya. Chajeong hanya memandangnya sekilas, “Ne. Waeyo?”

 

“Apa hubunganmu dengannya?” tanya Kei lagi dengan penasaran, dipandangnya yeoja itu. Chajeong balik menatap heran, “Aku memang dekat dengannya dari dulu. Waeyo?”

 

Kei terlihat agak emosi, ia kembali fokus ke PSPnya. “Kalian jadian aja, biar aku bisa mendekati yeojachingunya Narra.”

 

Sebuah jitakan mampir dikepala Kei, “YA!!! Narra sudah aku anggap jadi namsaeng. Jangan ganggu hubungan mereka. Lebih baik kita aja yang pacaran.”

 

Kei langsung tersenyum, “Baiklah, kita pacaran.”

 

=====KeiCha=====

 

Cinta, tak pernah ada yang tau kapan datangnya, dimana terjadinya, dan dengan siapa akan jatuh cinta. Logika seakan tak berfungsi. Mereka sadar hubungan mereka terlarang, tak seharusnya Kepala Sekolah memiliki hubungan khusus dengan siswanya, ini rahasia. Tapi gossip seperti hembusan angin, menggelitik telinga dan cepat sekali berhembus.

 

Terdengar bisik-bisik dari berbagai penjuru Sekolah tentang gossip Kepala Sekolah yang berpacaran dengan siswanya dan Kepala Sekolah yang pilih kasih. Para Prof lain tak bisa tinggal diam melihat situasi yang mulai memanas. Prof. Chullie yang paling dekat dengan Chajeong langsung masuk ke ruangan Kepala Sekolah.

 

Chullie langsung duduk dihadapan Chajeong, “Kau berpacaran dengan Kei? Siswa baru itu?”

 

“Ne, waeyo?” jawab Chajeong acuh tapi membuat Chullie kaget.

 

“Ya! Kau.. pacaran dengan murid? Apa yang akan dikatakan orang jika berita ini tersebar? Murid-murid disini sudah menggosipkan kedekatan kalian? Aisshhh…” Chullie memijat kepalanya, menatap frustasi yeoja yang tetap acuh di depannya.

 

Chajeong tersenyum misterius, “Jika aku bukan Kepala Sekolah, apa aku bisa tetap bersamanya?”

 

“MWO?! Kau jangan bercanda.”

 

Chajeong membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah amplop besar. Ia menyodorkan amplop itu ke Chullie. “Aku menerima tawaran penelitian di Amerika. Ini sudah lama aku tunggu. Pasti aku akan bolak-balik Amerika-Korea, jadi aku tak bisa lagi jadi Kepala Sekolah disini.”

 

“Wow, Chukhae. Tapi kenapa harus berhenti, kau masih bisa menjadi Kepala Sekolah kan?”

 

Chajeong berjalan ke sisi jendela, ia berkata dengan mata menerawang ke luar jendela. “Sampai kapan hubunganku dengannya akan disembunyikan? Suatu saat pasti akan terbongkar. Aku tak mau nama Sekolah kita tercemar karena Kepala Sekolah sepertiku..” Ia berbalik menghadap ke Chullie dan tersenyum, “Sebelum semua terbongkar, aku sendiri yang akan mengakuinya di depan semua siswa. Jika mereka tidak menginginkanku lagi, aku akan pergi. Tapi aku tak akan melepaskan Kei.”

 

=====KeiCha=====

 

“Ke Amerika?” Kei sangat terkejut mendengar berita ini tiba-tiba.

 

“Ya!!! Jangan pasang ekspresi seakan aku mau pergi selamanya. Aku akan sering pulang ke Korea.”

 

Kei menyenderkan lagi tubuhnya ke pohon pinus tempat biasa mereka bertemu. Chajeong tampak gelisah, ia memainkan jari jemarinya, tapi ia putuskan untuk mengatakannya.

 

“Hmmm. Kei..” panggilnya lirih. Kei melirik Chajeong sekilas, “Apa?”

 

“Aku tidak bisa lagi jadi Kepala Sekolah karena Penelitianku ini. Gwenchanayo?” Kei mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. Chajeong melanjutkan perkataannya, “Jika aku bukan Kepala Sekolah lagi, apa kita masih tetap pacaran?”

 

Chajeong menundukkan kepalanya, takut jawaban yang akan diterimanya adalah berita buruk. Kei menarik dagu Chajeong agar menatapnya, “Yang aku cintai Shin Chajeong. Kepala Sekolah, Professor itu hanya jabatan. Tanpa jabatan itu, Chajeong tetap Chajeong. Seseorang yang aku cintai.”

 

Mereka tersenyum bersama, hilang semua kegelisahan. Chajeong memeluk Kei meluapkan semua kebahagiannya.

 

“Kapan kita menikah?” tanya Chajeong tiba-tiba.

 

“Mwo?! Menikah? Kita kan baru pacaran sebentar, masa mau langsung menikah?”

 

“Pacaran lama gak jamin bisa menikah kan? Aku hanya ingin menikah dengan Kei dan bersama denganmu selamanya.” Kei terseyum mendengar penuturan Chajeong.

 

Ia membelai lembut rambut Chajeong, “Kau mau kita menikah kapan?”

 

Chajeong membulatkan matanya, “Hah. Jeongmal? Kau mau menikah denganku?” Kei mengangguk pasti. “Benar? Kei Suzuki mau menikah dengan Shin Chajeong?” tanya Chajeong lagi masih tak percaya.

 

“Ya!!! Kalau kau tanyakan lagi. Aku tidak mau menikah denganmu.”

 

“Ne. Aku gak tanya lagi. Kita akan menikah secepatnya. 1 bulan lagi, ah tidak. itu terlalu lama. 1 minggu lagi, sebelum aku berangkat ke Amerika! Aigooo, aku masih gak percaya. Kita akan menikah!” Seru Chajeong gembira.

 

“Tapi, kau jangan coba-coba untuk selingkuh. Aku tidak akan segan-segan untuk mencekikmu.” Ujar Chajeong lagi. Kei tertawa melihat ekspresi Chajeong pura-pura mencekiknya. Tapi sesaat kemudian pandangan matanya tertuju pada pohon pinus disebelah mereka.

 

“Tidak akan, selama kau juga tidak selingkuh. Aku ingin cinta kita seperti pohon ini, berdiri kokoh, tak bercabang. Di setiap musimnya Pinus tak akan pernah berubah, daunnya akan tetap hijau.”

 

Chajeong ikut menatap pohon disampingnya. Ia mengeluarkan curter dari tasnya dan membuat sebuah pahatan di pohon itu. Kei memandangnya bingung. “Kau sedang buat apa?”

 

“Membuat label. Menandakan ini pohon kita.” Chajeong menunjukkan ukiran yang dibuatnya, ‘Kei Love Cha’.

 

Kei tersenyum simpul, “Ireon.” Ia mengambil curter dari tangan Chajeong dan menambahkan kata-kata disana ‘Will Never End’.

 

“Kei. Masa aku terus-terusan memanggilmu Kei?”

 

Kei mengerutkan kening, “Memangnya kau mau memanggilku apa?”

 

Chajeong tampak berpikir, “Hmmm. Jagi? Ah, pasaran. Honey? Darling? Isshhh, menjijikan. Appa? Aboji? Haraboji? Ah, gimana kalau aku panggil Haraboji?”

 

“MWO?! Shiro!!! Aku belum tua. Jagi aja.”

 

“Pasaran. Hampir semua orang pacaran panggil Jagi.” Kata Chajeong cemberut.

 

“Shiro!!! Aku gak suka panggilan-panggilanmu itu.” seru Kei tak mau mengalah.

 

“Kau itu menyebalkan, papi-ku sayang~” ujar Chajeong dengan nada mengejek.

 

“Kau lebih menyebalkan, mami-ku sayang~” ejek Kei lagi.

 

“Sepertinya panggilan itu lebih bagus.”

 

=====KeiCha=====

 

“Beberapa hari lagi Sekolah akan masuk liburan musim panas. Sebelum itu, saya akan memberikan pengumuman tentang beberapa hal. Pertama-tama, saya akan mengatakan bahwa saya akan melakukan penelitian di Amerika. Tentu akan sulit bagi saya untuk memantau Sekolah ini. Karena hal itu, jabatan Kepala Sekolah saya serahkan ke Prof. Chullie.”

 

Aula Sekolah langsung riuh mendengar pengunduran diri Kepala Sekolah yang terdengar tiba-tiba. Tapi hening kembali saat Kepala Sekolah melanjutkan ucapannya.

 

“Pengumuman selanjutnya mengenai gossip belakangan ini. Saya, Prof. Chajeong akan segera menikah dengan Kei Suzuki. Jadi jangan ada yang coba-coba mendekatinya.”

 

Suasana hening untuk beberapa saat, tak percaya atas pendengaran mereka. Tapi langsung berubah jadi sorak-sorai dari setiap sudut aula saat tau pengumuman itu benar. Kei tak ada disana, ia sering sekali membolos saat kegiatan-kegiatan Sekolah. Ia sangat kaget saat berjalan menuju kelas, semua siswa menyalami dan memberinya selamat. Pasti ada yang tak beres, langkahnya terhenti di depan madding Sekolah.

 

‘Prof. Chajeong mengumumkan akan segera menikah dengan siswa Sekolah Suju, KEI SUZUKI.’

 

Kei terkekeh membaca artikel tersebut, “Ireon.” Akhirnya ia sadar sumber penyebab semua siswa bertindak aneh terhadapnya.

 

Tak ada pesta mewah, pernikahan itu berlangsung sederhana di Kapel kecil Sekolah. Hanya dihadiri siswa-siswa, tanpa adanya pihak Keluarga. Suasana terkesan sangat sakral saat dua pasang insan itu mengucapkan janji setia di hadapan Tuhan. Cincin melingkar di jari mereka, menandakan resminya sepasang suami istri.

 

Pernikahan. Apa ini akhir kisah bahagia? Seperti kisah dongeng yang akan berakhir saat mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Tidak. Ini bukan akhir, tapi awal bagi mereka. Cobaan yang sebenarnya sedang menunggu mereka. Mempertanyakan Janji sehidup semati, bagaimana mereka akan mempertahankan cinta yang tak akan pernah berakhir?

 

=====KeiCha=====

 

Di part ini aq belum muncul konflik.. masih cerita awalnya kenalan kami, proses pacaran, & nikah.. hahaha..

Konflik baru muncul di part 2.. Udah baca, commentnya donk..

Gamsahamnida.. ^^

Advertisements
Categories: Chaptered, Fanfiction, KeiCha, Romance | Tags: , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 1}

  1. Pingback: Page not found « .:: ChaJeong Story ::.

  2. unnie, bogoshipo~~~
    senang ada postingan baru hehe
    aku senyum2 sendiri bacanya
    kkkk
    unnie, minta ciri2nya Kei dong! 😀
    Kei seperti apa sih? *penasaran*

  3. yayaya cepet bgt dah nikah,
    omo~ cinta speedy #tanpahambatan
    kekekek 😀

  4. Pingback: FF KeiCha ‘Will Never End’ {Part 3} « .:: ChaJeong Story ::.

  5. kebayang si Kei secakep Jiro XD
    itu nikahny d.sklh,eonn?
    hebaat 😀

  6. Jisankey

    seruuu prof. :’)*terharu kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: