Daily Archives: April 18, 2011

FF Paris, I’m Coming {OneShot}

FF Paris, I’m Coming {Sequel Secret}

Author             : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre              : Romance

Leght               : One Shoot

Rating             : PG15

Cast                :

Lee Hyuk Jae as  Eunhyuk

Park Sun Young as  Luna

Other Cast       : Donghae, Sulli, Siwon, Krystal

POV                : Eunhyuk

FF ini Sequel FF Secret.. kalian bisa langsung baca, tp klo pengen tau FF Secret bisa baca disini..

Part1 .. Part 2 ..

____________________*****____________________

Paris. Kota dengan sejuta keindahan. Kisah romantis banyak bermunculan dari kota yang menjadi ikon fasion dunia ini. Disini lah gadis yang selama ini kucari tinggal. Di salah satu tempat yang belum aku ketahui letaknya.

Salju menutupi bahu jalan, suhu udara sudah mencapai minus 20 derajat, tapi tak surut menghentikan niatku menapaki setiap jalan dikota ini. Kurapatkan jaket melindungi hawa dingin yang menusuk. Sebuah foto keluar dari balik jaket, lama kupandang foto tersebut. Sosok gadis Korea cantik berambut panjang terekam jelas di foto itu, senyumku mengembang.

“Pasti aku akan menemukanmu, Luna.” Gumamku pelan. Pikiranku melayang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu saat aku benar-benar kehilangan cintaku.

*Flash Back*

“Sarangheyo.”

Detakan jantungku kian meningkat. Bibirku menjadi kelu, aku tak pernah mengira akan adanya hari ini. Luna gadis yang kupuja dua tahun ini mengungkapkan perasaannya padaku tepat dihari kelulusan kami.

Hanya ada kami berdua saling bertatapan di taman belakang sekolah, teman-teman sedang merayakan kelulusan ditempat lain begitu juga kekasihku, Sulli. Deg, dadaku terasa perih mengingatnya. Kekasih, ya, aku telah memiliki kekasih.

“Mianhae, Eunhyuk-ssi. Aku tahu ini salah, kau namjachingu Sulli, sahabatku sendiri. Tapi, untuk pertama dan terakhir kalinya, aku hanya ingin kau tahu selama ini aku mencintaimu. Jeongmal Mianhae.”

Ia membungkukkan badannya meminta maaf padaku. Tampak raut penyesalan dari wajah cantiknya. Luna, andai kau tahu aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Aku sangat mencintaimu. Hati ini sangat perih karena mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu.

Tak ada yang tahu, aku berpacaran dengan Sulli karena aku merasa bersalah sama sahabatku Donghae. Ia sangat mencintai Sulli, aku yang berniat menyatukan mereka malah membuat Sulli jatuh cinta padaku. Aku telah merebut cinta sahabatku sendiri. Saat ia menyuruhku berpacaran dengan Sulli aku menyanggupinya, ini untuk menebus dosaku padanya.

Tapi cinta tak dapat di paksa. Walaupun setahun sudah kami berpacaran, tapi aku tak bisa mencintai Sulli, hatiku tetap terpaut pada seseorang yang kini berdiri di depanku. Cintaku ini harus di relakan untuk menebus dosaku. Sakit, kau tak tahu betapa sakitnya diriku saat ini mendengar kau menyatakan cinta padaku.

“Nado Sarangheyo.”

Kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku, membuat ia tersentak tak percaya menatapku. Aku tak kuasa lagi memendam luapan gelombang asmara yang ku kubur selama ini. Kurengkuh tubuhnya dalam pelukanku.

Cukup sudah. Aku tak mampu bersandiwara lagi. Ingin kuteriakan biar dunia tahu, Aku mencintaimu, Luna. Akan kuterima semua resiko dari perbuatanku ini. Sulli, Donghae, jeongmal mianhae. Tapi kurasakan dorongan dari tubuhnya, melepaskan pelukanku. Dan sebuah tamparan halus mendarat dipipiku.

“Ya~ LEE HYUK JAE. Apa yang kau lakukan?! Jangan mempermainkanku, kau itu namjachingu-nya Sulli.”

Tatapan tajamnya mengisyaratkan ketidakyakinan padaku. Tak sanggup lagi, akhirnya aku menceritakan alasan aku berpacaran dengan Sulli, dan aku yang mencintainya sejak awal. Matanya berkaca-kaca mendengar kisahku.

“Walaupun benar kau mencintaiku, kita tak bisa bersama.”

“Wae? Apa karena Sulli?”

Kepalanya mengangguk pelan. Bulir bening menetes dari matanya yang indah. Hatiku sakit melihatnya menangis. Aku mengerti ia tak mungkin menghianati sahabatnya sendiri. Jika aku memutuskan tali ikatan dengan Sulli dan kami benar-benar bersama. Tak mungkin kami dapat bahagia diatas penderitaan orang lain. Ya tuhan, kenapa semua terasa rumit.

Sungguh aku bingung dengan keadaan ini. Kupegang kedua pipinya, kuhapus air matanya. Kini tangannya menahan tanganku. Matanya memandangku tajam, Ekspresinya berubah drastis.

“Kita tak bisa seperti ini. Kita tak bisa bersama, aku tak bisa menyakiti Sulli, tapi aku juga tak sanggup melihatmu bersama Sulli. Kita harus mulai hidup baru. Kau harus lupakan aku dan mencintai Sulli. Aku juga ingin melenyapkan cinta ini.”

“Hajiman. Aku tak bisa melakukan itu. Kau juga tak bisa. Kita sama-sama tahu tak bisa mengingkari cinta ini. Jika kita bisa saling melupakan, tak ada hari ini.”

“Sejak awal aku hanya ingin mengatakan perasaanku, aku tak ingin memilikimu. Setelah acara kelulusan ini aku harus pindah, entah kapan bisa kembali lagi. Kau harus jaga diri baik-baik. Jaga Sulli untukku. Sarangheyo.”

Ia berlari meninggalkanku. Kejam. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan ini padaku. Setelah mengatakan cinta, ia pergi meninggalkanku. Mengobrak-abrik hatiku, otakku terasa lumpuh, aku tak dapat berpikir, kejadian ini bagaikan mimpi. Aku hanya bisa terduduk dibangku taman tanpa melakukan apapun.

Saat pikiranku kacau, Donghae menghampiriku langsung memukulku. Ia mengira aku berselingkuh dengan Luna. Emosiku makin memuncak, ini pertama kalinya kami bertengkar, aku memukulnya, aku menyalahkannya atas semua yang menimpaku.

Tangisku pecah. Tak sanggup lagi. Sesak. Perih. Semua rasa bercampur jadi satu. Tanpa kusadari ada sosok yang ikut menangis, Sulli, ia mendengar semua pertengkaran kami. Hatiku tambah perih. Apa yang sudah kulakukan, membiarkan Luna pergi, bertengkar dengan sahabat terbaikku Donghae, dan membuat Sulli menangis.

Sulli memutuskan hubungan kami. Memang itu yang seharusnya ia lakukan untuk seorang pembohong cinta sepertiku. Disaat terakhir bahkan ia sempat mendorongku untuk mengejar cintaku, Luna. Tapi apa daya, semua terlambat. Luna telah pergi tanpa jejak, tak seorangpun tahu keberadaannya, meninggalkanku dalam penyesalan.

*Flash Back End*

Sejak hari itu aku tak pernah bertemu Donghae dan Sulli, malu rasanya bertemu mereka. Kuputuskan pergi dari kisah rumit ini, aku melanjutkan studi ke Amerika. Hanya satu hal yang tak dapat kulepaskan, Luna.

Aku terus mencari tau kemana cintaku pergi. Tak bisa jika bukan dia. Hatiku cuma satu, hanya bisa untuk mencintainya. Rinduku padanya sudah tak tertahankan lagi, tidakkah ia merindukanku??

Luna, aku disini. Di Paris. Aku memutuskan pindah kuliah ke Paris setelah mendapat berita Luna berada disini. Setiap hari, di sepanjang jalan, di setiap tempat aku terus mencarimu. Suatu hari, tak akan lama lagi aku pasti akan menemukanmu.

____________________*****____________________

“Eunhyuk-a, ppali. Kita hampir terlambat kuliah.”

“Ne, Siwon-a. Aku ambil tasku dulu.”

Segera kuambil tas yang berada dimeja kamarku. Aku tersenyum melihat foto yang terpajang manis. Ada foto diriku, Donghae, Sulli, dan Luna tertawa bersama. Suatu hari mungkin kami akan tertawa bersama seperti saat itu.

Kupercepat langkahku mengejar Siwon. Ia temanku baikku selama di Paris. Kami cepat akrab karena kami satu jurusan, ia juga berasal dari Korea, sekarang kami juga tinggal 1 apartemen. Stasiun selalu ramai dipagi hari. Kami menaiki Metro (subway) untuk sampai dikampus Sorbonne, tempat kami menuntut ilmu.

Warna kecoklatan sudah memenuhi halaman kampus. Daun-daun gugur dengan anggunnya menandakan musim gugur tiba. Tak terasa hampir satu tahun aku berada disini, tapi tak kunjung jua aku menemukannya. Aku tak boleh berputus asa, pasti akan aku temukan.

Kuliah hari ini hanya sampai siang hari. Siwon mengajakku ke Café tak jauh dari kampus. Ia memesan Espresso kesukaannya, aku tak begitu menyukai coffee tapi diudara yang mulai dingin ini kuputuskan memesan cappucino.

“Eunhyuk-a. Besok aku mau mengajak kencan Krystal, yang anak Desain itu. Aku akan menyatakan cinta di menara Eiffel.”

“Mwo?! Kenapa harus di menara Eiffel?? Harusnya menyatakan cinta pakai candle light dinner biar romantis.”

“Ya~ menara Eiffel juga romantis, banyak yang melamar gadisnya disana. Menara Eiffel itu mempunyai kekuatan magis menyatukan dua insan yang saling mencintai. Pasti sangat menyenangkan berkencan disana.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Diabad ini dia masih percaya hal-hal takhayul seperti itu.

“Oh, ya. Apa kau masih mencari gadis itu?? Kau tidak berhasil menemukannya kan?? Lupakan saja dia, gadis disini tak kalah cantik darinya. Kalau kau mau aku bisa mengenalkan beberapa gadis padamu.”

Dia memang tahu tentang kehidupanku. Bagimana aku mencari Luna. Bahkan sesekali ia juga membantuku mencarinya. Walaupun kadang-kadang ia mengejekku orang gila karena cinta.

“Gomawo. Tapi tujuanku kesini untuk menemukannya. Aku tak bisa mencintai gadis lain, hanya dia. Sudah 3 tahun ini aku mencarinya. Hatiku tak bisa berhenti mencintainya, dari 5 tahun yang lalu, sampai kapanpun tak akan berubah.”

Itu perbincangan singkat antara aku dan Siwon. Keesokan harinya Siwon sukses menjadi pacar Krystal. Wajahnya selalu terlihat berseri-seri. Waktu berputar dengan cepatnya, udara mulai terasa makin dingin. Suatu sore aku dikagetkan dering telepon, kulirik no-nya, Simba Calling.

“Yeobseo.”

“Eunhyuk~a. Kau ada dimana??”

“Di apertement. Wae??”

“Aku ada di Menara Eiffel. Kau cepat kesini. Pokoknya harus cepat datang. Klo tidak, kau akan menyesal. Ara!!” Tuut.. Tuut.. Tuut..

“Ya~ Siwon-a. Aissshhh. Kenapa ditutup. Ada apa sih?? Tidak biasa-biasanya dia berteriak seperti tadi.”

Aku segera memakai sweeter dan syal. Kupercepat langkah menuju stasiun Metro, untuk kesana aku harus pindah line. Stasiun Bir Harkeim di line 6 menjadi tujuanku. Keluar dari stasiun aku berjalan dengan tergesa-gesa menuju Menara Eiffel yang letaknya tak begitu jauh dari stasiun.

Pandanganku menyapu di taman sekitar Menara Eiffel. Aiisshhh, sejauh mata memandang hanya ada orang pacaran. Benar kata orang-orang aku bodoh jika datang ke menara Eiffel sendirian. Tapi aku kan kesini mencari Siwon. Tempat ini luas, dimana dia?? Aku segera menelpon Siwon.

“Ya~ Siwon-a. Aku sudah ada di Menara Eiffel. Kau ada dimana?? Ada apa sih suruh aku cepat-cepat datang.”

“Tidak usah banyak komentar. Cepat naik ke atas. Aku ada dilantai 2.”

Aiissshhhh, belum sempat aku selesai biacara ia sudah tutup teleponnya lagi. Napasku terengah-engah menaiki banyak anak tangga supaya sampai di lantai 2, menunggu antrian lift pasti lama makanya aku terpaksa naik tangga. Ah, itu dia Siwon, dia bersama Krystal.

“Siwon-a. Ada ap…”

Kalimat yang akan kuucapkan terasa menyangkut ditenggorokan. Aku menatap tak percaya sosok perempuan disamping Siwon dan Krystal. Perlahan aku melangkah mendekati mereka, Kutajamkan pandanganku, ini bukan halusinasi.

“Luna..” kataku lirih. Orang yang kupanggil hanya tersenyum kearahku. Senyum yang kurindukan.

“Luna. Ini loh orang yang aku ceritakan tadi, dia hampir gila mencarimu 3 tahun ini. Eunhyuk, ngapain kau bengong begitu. Ini Luna yang kau cari-cari itu kan.”

“Jagi. Kita tinggalkan saja mereka. Kita hanya pengganggu saja disini. Kajja”

Krystal menarik lengan Siwon menjauh dariku dan Luna. Aku masih menatapnya tak percaya. Ya Tuhan, benarkah dia Luna. Penampilannya sedikit berubah, rambutnya sekarang berwarna blonde sepundak dan tampak lebih dewasa. Gurat kecantikannya juga makin bersinar.

“Luna.. benarkah itu kau??”

“Ya~ Lee Hyuk Jae. Tentu saja aku Luna. Bogoshipeo..”

“Nado. Jeongmal Bogoshipeo.”

Kuberanikan diri memeluknya. Ia membalas pelukanku. Kudekap ia erat, seakan aku tak mau kehilangan ia lagi. Kini kulonggarkan pelukanku untuk menatapnya.

“Jahat. Kenapa kau meninggalkanku tanpa kabar apapun.”

“Jeongmal mianhae. Saat itu aku pikiranku kacau, aku tak menyangka kau juga menyukaiku. Sedangkan kau itu pacar Sulli dan aku juga mau pergi. Jadi kuputuskan untuk melupakanmu.”

“Apa kau bisa melupakanku??”

“Aniyo. Aku tersiksa harus berjauhan denganmu. Tapi aku juga tidak mau mengganggu hubunganmu dengan Sulli. Jadi kuputuskan tidak pernah menghubungi kau, Sulli, dan teman-teman. Aku benar-benar tidak tahu kau putus dengan Sulli sesudah kepergianku dan aku juga tidak tahu selama ini kau mencariku. Siwon yang menceritakan semuanya padaku tadi.”

“Bagaimana kau bisa bertemu Siwon??”

“Aku temannya Krystal, aku kuliah di jurusan Desain. Krystal mengenalkanku pada pacar barunya, Siwon. Saat dia melihatku, dia langsung mengenaliku sebagai Luna. Lalu menceritakanmu. Aku juga sempat tidak percaya kau ada disini, mencariku.”

“Ne. Aku mencarimu seperti orang gila. Aku pindah kuliah ke Paris juga demi mencarimu. Menanyakan kesetiap orang yang berjalan apakah mengenal gadis Yeoppo asal Korea yang sudah mencuri cinta Eunhyuk.” Dia tertawa kecil. Aku mecubit pipinya pelan.

“Apa yang kau tertawakan gadis jahat. Apa setelah ini kau mau hilang ke kutub utara??”

“Molla. Tapi kurasa aku tidak bisa pergi lagi. Kau sudah mengikatku terlalu kencang dengan cintamu. Bagaimana bisa aku lepas??”

“Tentu saja, setelah ini kau tidak akan kubiarkan pergi lagi. Sarangheyo.”

“Nado, sarangheyo.”

Kami kembali berpelukan. Menara Eiffel menjadi saksi menyatunya 2 hati yang saling mencintai. Benar kata Siwon, Menara Eiffel itu romantis dan mempunyai kekuatan magis. Tempat ini akan menjadi tempat paling bersejarah untukku.

____________________*****____________________

Hamparan rumput yang sangat kurindukan, beberapa murid sedang berlarian mengejar bola. Saat gol tercipta, mereka bersorak-sorai, mengingatkanku kembali pada masa-masa SMA 7 tahun lalu. Setelah 5 tahun, akhirnya aku kembali ke Seoul. Sekarang aku berada di lapangan SMA Shinjo.

Seseorang memasuki lapangan, memakai pakaian training dan peluit yang terkalung dibajunya. Ia terperangah melihatku. Aku hanya tersenyum melihatnya datang. Akhirnya orang yang kutunggu-tunggu datang.

“Pelatih. Kau sangat lamban. Murid-muridmu sudah latihan sejak tadi.”

“Eunhyuk..”

“Lee Dong Hae. Apa seperti itu sambutanmu terhadap kapten tim.”

Aku menghampirinya dan memeluknya singkat. Ia masih terlihat sedikit syok melihatku. Setelah sekian lama kami tak bertemu pantas lah ia terkejut melihatku. Tapi aku ingin merangkai lagi hubungan yang dulu telah rusak. Agar suatu hari aku, Luna, Donghae, dan Sulli dapat berfoto sambil tertawa lagi.

Tak ada yang tak mungkin, selama ada niat dan usaha pasti bisa terwujut. Seperti hubunganku dan Luna perlu waktu 3 tahun aku mencarinya baru mendapatkan cintaku kembali. Kini aku dan Luna tak lama lagi akan naik ke pelaminan. Aku menginginkan sahabat-sahabatku juga merasakan kebahagiaan yang kurasakan.

____________________THE END____________________

Awalnya gak mau bikin Sequel Ff Secret.. Tp gak enak bgt di demo terus2an bikin lanjutan FF Secret.. Susah dapet feel bikin Eunhyuk sama cwe lain.. Makanya sequel-nya agak lama, aq buat akhir bulan Febuari 2011..

Aq gak pernah ke Paris, jd nyari tentang tau tentang Paris lewat google.. Berharap ntar Eunhyuk ke Paris lg sama aq.. *Ngarep*

Ini Sequel Pertama, nanti ada Sequel Kedua judulnya Come Back To Me, tp masih lama tahap pengerjaan, lum jadi..

Gimana tanggapan kalian tentang FF qu ini?? dapet gak Feel-nya?? Jangan lupa comment yah..

Gamsahamnida.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , , , , , | 28 Comments

FF EunCha – Saengil Chukahamnida {Ficlet}

FF ini aq buat bukan karena pengen eksis.. Tapi pas aq bikin FF ChulRa Couple, semua pada minta aq buat FF EunCha Couple.. Jadi aq buat FF ini tuk Ultah My Monkey.. 😀
Tapi beneran malu deh bikin FF ini, makanya pas di buat di FB gak aq tag ke siapapun, tp banyak banget yg baca.. hahaha..
Klo gak suka EunCha (Eunhyuk Chajeong) couple lebih baik jangan baca, coz aq gak suka bashing pairing.. ^^

____________________*****____________________
To: My Monkey 4 April 2011 – 01.10 AM
Saengil Chukhahamnida Mr. Monkey. Sombong. Huh. 😡 

From: My Monkey 4 April 2011 – 01.13 AM
Gomawo. Mana kadoku? Sombong kenapa?

To My Monkey 4 April 2011 – 01.28 AM
Gak ada kado-kadoan. Kenapa gak pernah telepon selama disana? Klo bukan aku yang sms duluan juga kamu gak akan sms. Chajeong emang orang yang gampang dilupakan. Disana banyak gadis cantik yah? Terus aja maintain no. HP gadis-gadis lain, pacarnya sendiri di lupain. 😥 

From My Monkey 4 April 2011 – 01.39 AM
Aniya, aku gak minta no. HP gadis2 sini. Kau tau sendiri biaya telepon beda Negara mahal, jadwalku disini juga padat. Jangan marah lagi jagi. Masa kita marahan pas ulang tahunku.

To My Monkey 4 April 2011 – 01.41 AM
Araseo. Aku cuma kangen kamu jagi.

From My Monkey 4 April 2011 – 01.44 AM
Nado, Bogoshipeo. Ya~ jadi gak ada kado buatku nih. Pokoknya klo aku pulang, aku minta kado.

To My Monkey 4 April 2011 – 01.49 AM
Pemaksa. Mau kado apa sih? Kamu kan udah banyak dapat kado, apalagi dari fans-fansmu itu.

From My Monkey 4 April 2011 – 01.53 AM
Beda jagi. Aku minta kadonya kita bikin baby aja. Kkkk~

To My Monkey 4 April 2011 – 01.56 AM
YA~ KAU MINTA DICEKEK MR. YADONG!!! SHIRO!!!

From My Monkey 4 April 2011 – 01.59 AM
Hahaha. Bercanda jagi. Terserah, apa aja kadonya aku terima. Yang penting itu dari kamu, pasti jadi yang special untukku.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.04 AM
Gombal. Kadonya gak usah yang mahal-mahal yah. Ku dengar kau dapat bintang, Fansmu itu boros sekali, harusnya tuh uang bisa buat beli barang-barang yang lebih berguna atau di sumbangin. Banyak orang kelaparan tapi mereka menghambur2kan uang begitu saja. Aku sih mana mau habisin uang banyak untuk orang sepertimu.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.12 AM
Hahaha. Aku tidak tau apa2, hanya menerima hadiah saja. Ada salam nih dari ikan. Kami baru selesai party. Mereka melempariku kue. 😦

To My Monkey 4 April 2011 – 02.15 AM
Cih. Kue mahal-mahal & susah bikinnya malah buat mainan kayak gtu. Kalau tau buat lempar2an harusnya tuh kue gak aku kirim kesana.

From My Monkey 4 April – 02.17 AM
Kue itu darimu? o.O

To My Monkey 4 April – 02.22 AM
Iya, aku yang buat. Tadi Kyupa kirimin foto2 party kalian. Jelek banget sih kamu. Hahaha.

From My Monkey 4 April – 02.26 AM
Gomawo, jagi. Kuenya enak. :*
Klo tau kue itu dari kamu, gak akan aku biarkan mereka makan juga.
Kyuhyun. Aishhh. Dia pasti kirim foto yang aneh2. Awas aja bocah setan itu. Hei, kau belum tidur jagi?

To My Monkey 4 April 2011 – 02.32 AM
Hahaha. Pokoknya fotonya fenomenal banget deh. ;P
Aku lagi di lokasi syuting. Pacarnya Chulpa ikut syuting juga loh. Jadi cameo aja sih. Wah, enaknya mereka udah di publikasiin hubungannya.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.36 AM
Mian, hubungan kita belum bisa dipublikasiin dulu jagi. 😦
Kau kan tau Tira itu bukan pacar beneran Heechul hyung, cuma skandal yang sengaja dibikin perusahaan.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.39 AM
Araseo. Tapi sepertinya Tira beneran jatuh cinta sama Chulpa. Dari sorot matanya aku langsung tau. Mereka juga cocok, harusnya jadi pasangan beneran. Udahlah, kamu tidur aja. Pagi ini ada jadwal lagi kan?

From My Monkey 4 April 2011 – 02.42 AM
Ne. aku juga ngantuk. Aku jadi gak sabar pulang ke Korea, kado bikin baby tetep berlaku kan? ;P

To My Monkey 4 April 2011 – 02.45 AM
Pulang kesini, kau gak akan selamat jagi. AWAS berani macam2 sama aku.

From My Monkey 4 April 2011 – 02.47 AM
Hahaha. Kau jangan lupa istirahat yah. Syutingnya gak bisa ditunda besok aja. Ini udah hampir pagi, masa gak ada istirahat.

To My Monkey 4 April 2011 – 02.49 AM
Syutingnya udah selesai jam 1 tadi. Tapi masih ada yang harus ku urus sama Sutradara di lokasi untuk penggambilan gambar nanti. Kau juga jaga kondisi baik2. Jangan nakal, biasain makan makanan disana. Saranghae. :*

To My Monkey 4 April 2011 – 02.51 AM
Nado, saranghae. :*
____________________END____________________

FF ini juga untuk Clue lanjutan FF ChulRa, Chajeong bakal muncul di FF Skandal Oh No..

Aq juga sempet bikin games dari FF ini. Pertanyaannya, “Apa profesi Chajeong di FF ini?”

Jawabannya “Penulis Naskah/ Skrip Wraiter”, yg menang Fenny Rahayu.. Hadiahnya aq bakal bikinin dy FF dengan pairing Donghae.. *tp lum jadi* 😛

Kapan2 ketemu lagi sama EunCha Couple.. Kita main Clue FF & games lagi.. 😀

Klo udah rela baca, harus rela comment juga donk.. Gamsahamnida.. ^^

Categories: EunCha, Fanfiction, OneShot, Romance | Tags: , | 25 Comments