FF Super Junior Island {Part 6}

FF SUPER JUNIOR ISLAND Part 6

Author : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre : Adventure, Fantasy

Leght : 10 Part + 1 Special Part

Rating : SU

Cast:

Kyu Hyun = Pengelana

Hangeng = a Ladin

Eun Hyuk = Om Jin

Kangin = Bapak Tiri Cinderelli

Siwon = Pangeran Won-won

Kibum = Snow White

Ryeowook = Wookie Potter

Lee Teuk = Panterpan

Donghae = Kapten Hooky

Sungmin = Putra Duyung

Shindong = Paman Kelinci

Heechul = Pria Berkerudung Merah

Yesung = Turtle Prince

+ Author = Komentator

++ Cameo = Yunho as Peri Hutan

____________________*****____________________

Super Junior Island adalah pulau impian semua orang. Konon siapapun yang dapat tinggal di pulau tersebut akan hidup bahagia. Tapi tak ada yang tahu dimana pulau itu berada, pulau tersebut pun tidak terdapat di Peta.

Mungkin orang menganggapnya sebagai legenda saja, tapi aku benar-benar percaya pulau itu memang ada. Impian terbesarku adalah pergi dari dunia ini dan hidup bahagia di pulau tersebut.

————————-*****————————-

“Terima kasih Wookie. Kalau tidak ada kamu bisa-bisa aku mati.”

“Iya. Tapi jika tidak di beritahu Kyu, aku tidak akan kesini tepat waktu. Apa yang membuatmu seperti ini?? Aku tidak meracunimu.”

Wookie Potter yang di bilang penyihir jahat telah menyadarkan Snow White. Semuanya mengira Wookie Potter lah yang meracuni Snow White. Karena setelah memakan apel pemberian Wookie Potter, Snow White langsung membeku. Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan Snow White membeku dan hampir mati??

“Saat aku memakan apel pemberianmu, apel itu tersangkut di tenggorokanku dan tidak dapat tertelan. Aku menjadi kesulitan bernapas, aku tidak dapat mengendalikan kekuantan ku, aku mulai hilang kesadaran dan membeku.”

(Jadi gara-gara keselek apel, Snow White hampir mati dan mengancam keselamatan dunia?? Aku baru tahu apel begitu menakutkan..)

“Lain kali aku tidak akan memberimu apel lagi.”

“Iya. Aku rasa mulai sekarang aku tidak mau memakan apel lagi. Oh, kamu yang menyelamatkanku. Namamu Kyu?? Sepertinya aku baru pertama kali melihatmu??”

Snow White memandangku. Terlihat dia seseorang yang dingin. Tetapi kebaikan hatinya terpancar saat dia tersenyum. (Omo.. Dewa Cupit memanah ribuan panah cinta kehati ku saat Prince Snow White tersenyum.. *Author lebay.. Inget, udah punya Om Jin..*)

“Iya, namaku Kyu. Aku pendatang baru disini.”

“Terima kasih Kyu. Bagaimana aku membalas kebaikanmu??”

“Aku memang sedang butuh bantuanmu. Aku dengar kau juru kunci disini. Aku ingin keluar dari tempat ini, karena aku ingin ke Super Junior Island.”

“Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa membantumu. Kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, jadi aku tidak dapat membuka pintu untukmu. Tapi ada orang yang dapat menolongmu.”

————————-*****————————-

Puri Wookie Potter sangat ajaib. Sapu, kain pel, dan kemoceng melayang membersihkan puri ini sendiri. Seperti di taman, di dalam sini juga terdapat piano, biola, terompet, dan alat music lainnya tanpa ada orang yang memainkannya tetapi membuat alunan nada yang indah. Wookie Potter mungkin sangat menyukai music.

Aku kembali ke Puri ini bersama Wookie Potter. Di tempat ini tersembunyi pintu yang akan mengantarkanku kembali ke lorong pintu tempat Om Jin berada. Snow White memberitahuku ada juru kunci selain dia, orang itu adalah Wookie Potter. Dia juga tak keberatan membantuku keluar dari sini.

(Penyihir jaman sekarang baik-baik yah, ganteng lagi.. klo gtu mah aku gak takut lagi sama penyihir..)

“Kau juru kunci juga??”

“Ya, begitulah. Nah, disini pintunya.”

Kami telah menaiki tangga spiral sampai ke puncak puri ini dan terlihatlah Pintu berbentuk bintang yang sama saat aku akan memasuki dunia ini.

“Kau masuklah.”

“Terima kasih Wookie. Jika kau kesepian lagi, kau dapat memainkan ini.”

Aku membuka sorban yang menutupi kepalaku dan memberikan PS-P. (Omo.. Kyu kayak tukang sulap aja.. Lagi itu keluar teko dari balik rok, sekarang keluar PS-P dari balik sorban..)

“Apa ini??”

“Ini games. Begini cara mainnya.”

Aku memberikan contoh memainkannya. Muka Wookie Potter langsung bersinar, menatap takjub ke PS-P pemberianku.

“Ini.. Untukku.. Terima kasih Kyu.”

“Sama-sama. Kita berpisah disini sekarang. Sebaiknya kau menghapuskan sihir Pangeran Yesung.”

“Baiklah. Semoga kau sampai ke Super Junior Island. Kita akan bertemu lagi disana.”

Aku tak begitu mendengar perkataan terakhir Wookie Potter. Lorong penuh pintu dikanan kiri, aku kembali lagi ke sini. (asiiiikkkkk… gak sabar ketemu om jin lagi..)

————————-*****————————-

“Ini pintu terakhir yang bisa saya bukakan untuk tuan. Jika tuan salah memilih pintu lagi, saya tidak bisa membantu tuan untuk ke Super Junior Island lagi.”

(Om Jin.. Aku padamu.. Bogoshipeo.. *Mata Author bersinar-sinar liat Om Jin*)

Jangtungku berdegup kencang. Sesuai kata Om Jin ini kesempatan terakhirku menuju Super Junior Island. Aku telah 2 kali memilih pintu yang salah. Untuk ketiga kalinya aku memperhatikan pintu-pintu ini.

Pintu yang terbuat dari coklat, pintu dari akar, pintu berukirang tengkorang, pintu bamboo, pintu seukuran lubang tikus, atau pintu yang lainnya. Yang mana?? Yang mana pintu menuju Super Junior Island?? (Tenangin dirimu Kyu.. Ini kesempatan terakhir..)

Mataku menjelajahi setiap pintu. Kuambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ku tunjuk sebuah pintu besar yang terbuat dari akar yang berwarna hijau. (Yakin itu pintu yang benar Kyu..)

“Baiklah saya akan membukakan pintu ini. Tugas saya sudah selesai, tuan bukan majikan saya lagi.”

            (Andweee.. baru ketemu sebentar, masa mau pisah lagi.. Sini buat aku aja teko Om Jin biar aku jadi majikan Om Jin yang baru.. *Plakkkk*)

“Terima kasih Om Jin. Tanpa Om Jin aku tak bisa merasakan begitu dekat dengan mimpiku. Apa ini pertemuan terakhir kita??”

“Jika tuan dapat ke Super Junior Island, tuan dapat bertemu dengan saya lagi. Terima kasih, teko pemberian tuan sangat nyaman. Sekarang tuan masuklah.”

             (Andweee.. aku gak mau pisah sama Om Jin.. nanti Om Jin harus sering-sering telpon aku.. *Emangnya Om Jin udah punya HP??*)

————————-*****————————-

Ku mantapkan kaki menginjak dunia di balik pintu besar berlilit akar hijau. Hal pertama yang langsung menarik perhatianku, aku melihat lagi paman bertelinga kelinci yang ku temui di pinggir hutan dekat desaku.

Kenapa Paman kelinci itu ada disini?? Mau pergi kemana lagi paman kelinci itu?? Aiiisshhh, Paman kelinci itu berlari cepat masuk ke Hutan. Aku segera mengejar paman kelinci itu.

“Paman.. Paman kelinci..!!!”

Paman kelinci itu segera berhenti mendengar panggilanku. Aku segera menyusul paman kelinci itu.

“Ada perlu apa?? Aku sedang terburu-buru.”

“Paman kenapa ada disini?? Aku melihat paman di dekat Hutan Keramat. Aku mencari-cari paman di Hutan Keramat, orang-orang desa tidak percaya aku melihat paman bertelinga kelinci.”

“Kau orang desa disana?? Bagaimana bisa orang biasa sepertimu sampai ke tempat ini??”

Aku menceritakan pertemuanku dengan a Ladin saat mencari paman kelinci hingga aku dapat ke tempat ini berkat bantuan Om Jin.

“Kau memasuki pintu yang salah. Disini bukan Super Junor Island. Ah, aku hampir terlambat.”

Paman kelinci segera pergi meninggalkanku sendiri. Tak dapat ku percaya, aku memasuki pintu yang salah lagi. Tempat apa ini?? Apa aku harus hidup selamanya disini?? (Uwaaaa.. Kyu terjebak di sini donk.. Klo Kyu gak bisa ke Super Junior Island, aku gak bisa ketemu sama Om Jin lagi.. *Author gak mikirin nasib Kyu, cuma mikirin Om Jin*)

————————-*****————————-

Pepohonan disini sangat besar, dahannya membentang seolah ingin menggapai langit. Akar besar yang muncul ke permukaan menjadi tempat dudukku. Sinar matahari mengintip melalui dedaunan. Kepalaku tertunduk memandang tanah berlumut yang lembab.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?? Aku tak dapat kembali ke desa dan tak dapat ke Super Junior Island. Plek, seseorang menyetuh pundakku. Aku terkejut tanpa ku sadari tiba-tiba muncul sosok di depanku.

“Kenapa kau terlihat murung?? Siapa namamu??

“Namaku Kyu. Aku sedang bingung, tak tau mau kemana. Kau siapa??”

“Aku Panterpan. Jangan bersedih, aku tak suka melihat orang bersedih.Untuk sementara kau bisa tinggal di tempatku sampai kau punya tempat yang di tuju. Selamanya tinggal bersamaku juga tak apa.”

(Aku juga boleh ikut nginep juga donk.. Aku mau tidur bareng Panterpan aja, bosen sama Kyu terus.. *Plakkk*)

Panterpan ini kira-kira remaja, ku rasa lebih muda sedikit dari aku. Dia memakai pakaian serba hijau dengan topi dan sepatu yang berbentuk runcing. Dia memiliki senyum yang sangat ramah, orang yang sangat bersahabat.

“Ayo, aku akan mengantarkanmu berkeliling daerah sini.”

Aku mengikuti Panterpan, seseorang yang baru ku kenal. Aku tak bisa berpikir apa-apa lagi. Setidaknya ada seorang teman dapat mengengeyahkan perasaan gundah dihatiku.

Kami berjalan melewati padang bunga edelweiss. Sempat terpikir olehku, bunga edelweis, bunga lambang keabadian bukannya hanya tumbuh di puncak gunung. Kami mulai memasuki lagi hutan yang dikelilingi pohon-pohon besar.

“Ini adalah kediaman peri hutan. Disini tempat tinggalku. Dan rumah yang disana itu rumahku.”

Di padang rumput yang dikelilingi ketat pohon-pohon besar, Rumah-rumah melayang diatas kepalaku, dari dalam rumah keluar masuk orang-orang bersayap transparant, mungkin itu yang dimaksud peri-peri hutan.

Hanya ada satu rumah yang tak melayang. Sebuah pohon paling besar yang ku temui disini berdaun rimbun berwarna putih, pada batangnya yang berwarna hijau terlihat samar sebuah pintu, rumah Panterpan.

“Hei.. Yunho, kesini kau.”

Panterpan memanggil seorang peri yang sedang terbang. Peri itu langsung menuju tempat kami berdiri.

“Kau bawa siapa kesini??”

“Dia Kyu, dia akan tinggal disini. Kyu, kenalkan ini teman dekatku, Yunho. Nanti kau bisa berkenalan dengan peri-peri yang lain. tenang saja, mereka sangat ramah, kau pasti betah tinggal disini.”

“Selamat datang Kyu. Maaf aku tak bisa lama, aku ada urusan penting.”

Yunho terbang meninggalkan kami. Dia sama seperti peri yang lainnya, memiliki sayap transparant dipunggungnya. Aku rasa ada yang aneh disini. (Apa yang aneh Kyu??)

“Katamu disini tempat tinggal peri hutan. Semua peri bersayap, tetapi hanya kau saja yang tak memiliki sayap??”

           (Iya, yah.. Panterpan gak punya sayap..)

“Memang aku tak punya sayap, aku tak bisa terbang tapi aku bisa berlari sangat cepat.”

Panterpan langsung berlari seperti hembusan angin sampai aku tak dapat melihat sosoknya saat ia berlari. Dia sudah sampai di rumah pohonnya.

             (Ohh.. pantes namanya Panterpan, larinya secepat Panter.. Apa dia juga makan hewan mentah?? Aku mual bayanginnya.. *Makanya jangan bayangin yang macem-macem, Author*)

————————-*****————————-

Sudah seminggu aku tinggal disini. Di dalam pohon berdaun putih ini terdapat rumah Panterpan yang ku bilang cukup luas untuk ukuran di dalam pohon. Kehidupan disini sangat menyenangkan, aku diajak bermain tiap hari oleh Panterpan.

Aku juga sudah berkenalan dengan peri-peri yang tinggal di sini. Seperti kata Panterpan, mereka sangat ramah. Aku dengan mudah berbaur dengan mereka, walaupun aku berbeda dengan mereka. Tapi, jauh di lubuk hatiku tak bisa kulupakan mimpi ke Super Junior Island.

“Kenapa kau ingin ke Super Junior Island??”

Aku terkejut oleh pertanyaan Panterpan. Kami berdua sedang di rumah pohon, Panterpan menyadari aku sedang melamun. Aku menceritakan impianku ke Super Junior Island dan sampai aku di tempat ini. Tapi baru kali ini ada yang menanyakan alasan aku ingin pergi kesana.

“Aku.. Aku juga tidak tahu. Aku mendengar cerita tentang Super Junior Island dari orang tuaku sebelum mereka meninggal. Aku percaya pulau itu ada dan dapat memberikanku kebahagiaan seperti yang di ceritakan oleh orang tuaku.”

“Kebahagiaan itu apa?? Apa mempunyai harta yang melimpah, mempunyai kedudukan yang tinggi, atau dikelilingi bidadari?? Kebahagian seperti apa yang kau cari??”

Pertanyaan yang di keluarkan oleh seorang yang umurnya lebih kecil dariku tepat menghujam jantungku. Aku tak pernah memikirkan kebahagiaan itu seperti apa. Jadi selama ini apa yang ku kejar dari Super Junior Island??

Sebelum aku sempat menjawab pertanyaan Panterpan, tiba-tiba Yunho membuka pintu dengan kasar dan berteriak.

“Keadaan gawat!!! Dia datang.. Kita harus bersiap berperang!!!”

          (Siapa yang datang?? Apa Kyu akan ikut perang??..*penasaran*.. Kyu akan terus hadir dengan petualangannya.. tapi ceritanya bersambung ke part 7.. hehehe…)

____________________TBC____________________

Gak sabar pengen Publish part 7.. part 7 itu part yang paling aq suka.. FF ini aq publish lagi disini coz aq suka banget sama FF ini.. Aq paling suka FF Fantasy, tp sekarang2 malah bikin Romance.. hehehe..

Udah baca kan, Nah klo udah capek2 baca tinggalin comment juga donk.. Comment kalian itu penting banget buat aq.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Advertisements
Categories: Adventure, Chaptered, Fanfiction, Fantasy, Super Junior Island | Tags: , , , , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “FF Super Junior Island {Part 6}

  1. *udah baca* hahahahahaha!!

    *disekap eonni di KM*

    eon: ini reader sarap ganggu z…!!

  2. keren aku suka bacanya… semua pantasi ada d sini ..

    happy ending yh…

    harus lebih keren lagi yah..hhehhehehhe

    pokonya aku suka baca ff keren… keren…^^

  3. a2kyu

    semakin bgus nih ceritanya..
    Semakin penasaran..

  4. Liana aka kimHyeNa *akakkaakak*

    hahahahahahahah keren,, ff’y
    ada” za infirasi’y cckckckckcckck keren chajeong,,
    msh lnjut nech,, aq tgu lanjutan’y ckckckcckck

    gomawo ^^

  5. tafriziyah

    keren, part 7 ny belum di publish eon?

  6. yah 😦
    kyu slah msuk pntu lgi 😦
    tpi gx kbyang bang yunho pke sayap xD
    kok tba2 mw perang?
    aku lngsung bca part selanjutnya ya eonn 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: