Daily Archives: April 16, 2011

FF Skandal, Oh No {Part 3}

FF Skandal, Oh No!!! Part 3

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance

Leght        : Chaptered

Rating       : PG15

Cast          : Kim Hee Chul as Heechul (Super Junior)

Tira M. Petal as Hwang Tira

Disclamir    : Super Junior & F(x) milik dirinya sendiri.. Tira dan cerita ini semua imajinasi Author..

____________________*****____________________

*Author Pov*

“Tira, ada yang berusaha sabotase acaramu. Kaset untuk backsound lagumu dirusak seseorang. Pihak Inkigayo sedang menelusuri masalah ini. Tapi kita tak punya waktu lagi, acara akan segera dimulai, tidak akan keburu meminta kaset candangan yang berada di perusahaan.”

Tira terdiam mendengar ucapan manajernya. Ekspresinya marah, syok, dan berbagai macam lagi. Ada seseorang yang ingin menghancurkan karirnya, skandal yang dibuat perusahaan dengan menjadikannya pacar bohongan seorang Super Star Kim Hee Chul banyak mengundang resiko. Tujuannya jelas tercapai, dirinya sedang menjadi sorotan banyak pihak dan popular tapi resikonya adalah menghadapi serangan dari anti fansnya yang pasti akan banyak sekali bermunculan.

“Eottoke?? 10 menit lagi acara dimulai. Harusnya onnie jadi opening, kita tak bisa merubah jadwal, pasti yang lain belum siap untuk perform.”

Sulli tampak sangat panik. Ia salah satu MC di Inkigayo, ia sangat paham tak ada waktu lagi untuk mengatur ulang susunan acara. Heechul menyela pembicaraan mereka.

“Suruh pihak acara menyediakan piano. Aku yang akan bermain piano dan mengiringinya bernyanyi. Beberapa kali aku sudah mendengar lagunya, aku hapal not-nya.”

“Aniyo. Ini perform promo laguku, aku ingin menunjukkan kemampuanku sendiri.”

“YA~ sekarang tak ada waktu lagi. Bagaimana kau bernanyi tanpa music.”

“Gamsahamnida oppa sudah berniat membantuku. Tapi aku ingin semua orang melihat kemampuanku. Hyo Mi onnie, tolong sediakan piano. Aku yang akan bermain piano sambil bernyanyi.”

Hyo Mi, manajer Tira langsung pergi menyiapkan setting panggung baru dengan piano. Sulli juga langsung keluar, karena dia akan segera membuka acara. Tira segera bersiap-siap di belakang panggung.

Tangannya gemetar, ini pertama kalinya ia harus bermain piano sambil bernyanyi di depan umum. Ia harus membagi konsentrasi bernyanyi sambil menekan tuts piano. Apalagi lagu Love Me Not yang akan dinyanyikannya membutuhkan penghayatan yang mendalam. Ia harus berkonsentrasi penuh pada penampilan kali ini. Tapi rasa gugup itu tetap ada.

Tira merasakan seseorang menggenggam tangannya yang dingin. Ia sangat kaget dengan sikap namja yang berstatus pacar bohongannya itu.

“Kau pasti bisa. Yakin saja, pasti bisa. Aku akan melihatmu dari sini.”

Senyum Tira mengembang, perasaan takut dan gugupnya sekejap menghilang. Ia melangkahkan kaki memasuki panggung saat namanya dipanggil. Dengan anggun, ia duduk di depan piano yang terletak di tengah panggung. Alunan denting piano mengalun lembut. Suara jernih terdengar melantunkan lagu Love Me Not, menyihir suasana studio menjadi sunyi.

“I smile like an idiot, when I was falling in love

I cried like a baby, when I was falling in love

Please tell me how? How could u love me

But your love is not mine

Love me not.. Yeah~… Love me not..”

Suara yang indah, penghayatan yang kuat, dan detingan piano yang dingin membuat semua orang yang mendengarnya ikut merasa sesak turut menghayati makna lagunya tentang rasa sakit karena orang yang dicintainya tak pernah sadar akan kehadirannya.

Mata Heechul tak pernah sedetikpun berpaling dari sosok yang sedang bernyanyi di tengah panggung. Sampai ia dikejutkan oleh Sulli yang juga berada di belakang panggung bersamanya.

“Ini penampilan terbaik Tira onnie. Suaranya membuatku merinding. Dia memang penyanyi yang hebat. Oppa, aku harap kau dapat menjaganya. Kau pasti sadar, ini semua pasti ulah fans fanatikmu. Hidupnya sudah cukup susah selama ini, ia kesepian dan butuh seseorang disampingnya. Jangan pernah mengecewakannya. Seumur hidupnya dia hanya mencintai oppa. Aku percaya oppa bisa menjaga onnie. Yah, penampilannya mau selesai, aku harus ke panggung lagi.”

Sulli tersenyum manis ke Heechul sebelum ia pergi. Tira mengakhiri performnya diiringi tepuk tangan yang luar biasa. Tira sempat melirik ke arah Heechul dan tersenyum. Heechul bertepuk tangan dan bergumam lirih, “Aku pasti menjaganya.”

*Author Pov End*

____________________*****____________________

NEWS

‘Penampilan Tira di Inkigayo pada tanggal 20 Febuari 2011mengundang banyak tanggapan positif dari Netizen’

‘Tira menunjukkan kebolehannya bernyanyi dan bermain piano di acara Inkigayo’

‘Pengamat music di Korea memuji penampilan Tira di Inkigayo’

Ternyata tanggapan penampilan dadakanku itu sangat luar biasa. Ini semua berkat Heechul oppa, perkataannya selalu menyihirku. Yakin bisa, aku pasti bisa, kata-kata itu yang membuat kepercayaan diriku tumbuh dan merasa ia akan terus memandangku membuatku ingin mempersembahkan perform yang terbaik.

Mengenai sabotase, tentu saja hal itu tak akan menyebar luar ke media karena hal itu akan menurunkan citra Inkigayo. Selesai acara pihak Inkigayo sudah menangkap pembuat onar itu. Seperti dugaan kami, dia itu fans Heechul oppa yang tidak suka dengan keberadaanku. Kami menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa campur tangan hukum dan media.

Dia seorang member ELF resmi. Sejak kejadian itu, keanggotaannya sebagai ELF dicabut dan masuk blacklist orang-orang yang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan Super Junior. Jujur, aku iba sama dia. Aku juga fans Heechul, pasti sedih sekali tidak diperbolehkan melihat pertunjukkan idola sendiri. Menjadi anggota ELF resmi itu sangat susah harus melalui berbagai prosedur dan seleksi. Tapi memang sudah sepantasnya juga ia dikeluarkan karena sudah melanggar peraturan keanggotaan ELF yaitu mengganggu kehidupan pribadi idola dan mengganggu kelancaran sebuah acara.

Sejak kejadian itu pihak perusahaan lebih berhati-hati lagi. Tidak ada misi selanjutnya dalam skandal ini, kami harus menenangkan public agar kemarahan fans mulai mereda. Tak ada misi artinya tak bertemu Heechul oppa. Aku sadar ini hanya sandiwara, tapi menghadapi kenyataan aku tak dapat menemuinya lagi membuatku dadaku sesak.

Hari ini jadwalku kosong. Apa yang mau ku lakukan?? Aku tak punya teman yang dapat di ajak pergi bersama. Aku dekat dengan Sulli dan Onew, tapi mereka juga punya kesibukan masing-masing. Tinggal di apartemen sendirian membosankan. Ku dengar bel berbunyi. Mungkin Hyo Mi onnie yang datang. Dengan malas kubuka pintu, tapi ternyata di luar perkiraanku.

“Oppa..”

“Aisshhh. Lama sekali buka pintunya. Kau tidak mempersilakanku masuk?”

Aku mempersilakannya masuk dan duduk di sofa kecil. Karena tinggal sendiri, apartemenku ini tidak terlalu besar. Ada apa Heechul oppa datang kesini? Bukannya kami tidak boleh bertemu dulu. Aku membawakan segelas minuman dingin untuknya.

“Ada perlu apa oppa kesini?”

“Aku butuh bantuanmu. Kau tau kan hubungan kita ini cuma boleh diketahui direktur, manajer, dan member Super Junior. Kelurgaku tidak tau kita hanya pura-pura berpacaran. Mereka memintaku mengajakmu kerumah.”

“MWO?! Menemui orang tuamu?”

“Ne. Kau harus membantuku, ini semua juga gara-gara kau, aku harus terlibat skandal ini. Jadi hari ini kau harus menemaniku menemui mereka. Aku sudah menghubungi manajermu, katanya kau tidak ada jadwal hari ini. Jadi tak ada masalahkan.”

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian. Kita berangkat sekarang. Cepat siap-siap, aku tidak suka menunggu lebih dari 10 menit.”

Aissshhh. Namja ini egois, pemaksa. Tapi mana mungkin aku melawannya, dia menyeramkan. Aku buru-buru mengganti pakaianku dengan dress semi formal berwarna biru muda, tak sempat mengatur rambut jadi ku kuncir saja, make up juga ku oles seadanya. 10 menit mana cukup untuk berdandan lebih.

Sepanjang perjalanan aku hanya memikirkan apa yang harus kulakukan ketika bertemu calon mertua. Uppsss, aku kan hanya pacar bohongan jadi mereka bukan calon mertuaku. Tapi tetap saja aku gugup menemui keluarga orang yang kucintai ini. >.<

Saat kami sudah berada di depan rumahnya, aku merapikan bajuku dan bertanya, “Oppa, bagaimana penampilanku?”

“Sudahlah. Kau tidak bisa mengalahkan kecantikanku.”

Aissshhh. Menyebalkan. Kapan sih namja ini berhenti narsis. Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan kami. Aku tau itu ibunya, sebagai fans fanatiknya tentu saja aku tau keluarganya. Tapi baru kali ini aku menemuinya secara langsung. Aku langsung memperkenalkan diriku.

“Annyeonghaseyo, ajumma. Jeoneun Tira imnida.”

“Aigooo. Ini yeojachingu-mu? Neomu yeoppo.”

“Tentu saja umma. Pacar Kim Hee Chul harus cantik.”

Mukaku terasa panas mungkin sudah memerah. Kami masuk kedalam rumah, disana sudah ada ayahnya Heechul, Heejin onnie (kakak Heechul) beserta suami dan anaknya. Jangan sebut aku Petal no. 1 kalau tidak tau anggota keluarganya Heechul oppa. Mereka semua sangat ramah kepadaku.

“Akhirnya kau punya pacar juga. Ku pikir kau ada kelainan.”

“Ya~ nuna. Aku masih normal.”

Kami tertawa mendengar pertengkaran kakak adik itu. Mungkin ini rasanya mempunyai keluarga, aku hidup sendiri selama bertahun-tahun, lupa rasanya mempunyai keluarga. Di tengah-tengah mereka ada kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku. Suatu rasa yang kurindukan selama ini, airmataku hampir mengalir tapi kutahan. Aku memutuskan membantu ajumma memasak, sedangkan Heechul oppa sedang bermain dengan keponakannya.

“Aigooo. Apa yang kau lakukan disini Tira-ya. Masa tamu ikut bantu memasak.”

“Gwenchana ajumma. Aku juga senang memasak, bolehkan aku bantu?”

“Tentu saja. Sini, bantu ajumma potong sayuran.”

Aku langsung membantu ajumma memasak sambil mengobrol. Ia menceritakan tentang masa kecil Heechul oppa yang terkadang membuat kami tertawa, sampai akhirnya ia bertanya, “Sejak kapan kalian berpacaran?”

Haruskah aku berbohong padanya, ada perasaan bersalah saat kujawab, “Belum terlalu lama. Baru beberapa bulan ini.”

Ajumma, mianheyo. Aku tak bermaksud membohongimu tapi aku juga tak tau harus menjawab apa, karena statusku hanya Pacar Bohongan. Kami harus menyembunyikan kenyataan ini. Walaupun rasanya sesak, aku ingin diakui sebagai pacar sebenarnya. Terlalu egois kah jika aku mengharapkan hal seperti itu??

“Baru kali ini Heechul mengenalkan pacarnya ke kami. Dia tidak pernah cerita tentang pacarnya, bahkan kami tau tentang dirimu lewat media massa. Makanya ku suruh dia membawamu kesini. Tidak salah Heechul memilihmu. Walaupun artis, kau pandai sekali memasak.”

“Sejak SMP aku sudah tinggal sendiri. Jadi terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri.”

“Kemana orangtuamu?”

“Appa bekerja di Amerika. Aku ingin jadi penyanyi jadi aku tak mau ikut appa ke Amerika. Sedangkan umma.. dia.. dia meninggal saat umurku 10 tahun.”

Air mataku tak dapat ditahan lagi mengingat appa dan umma, aku merindukan mereka. Ajumma langsung memelukku.

“Uljima. Kau boleh memanggilku umma. Sekarang kami keluarga barumu. Jangan menangis lagi.”

“Umma…”

Aku membalas pelukannya. Ia membelai kepalaku lembut, saat ini kurasakan kasih sayang seorang ibu yang lama tak kurasakan. Tuhan, tolong hentikan waktu saat ini, aku tak ingin kembali ke alam nyata. Biarkan aku abadi dalam setetes kasih ini, aku tak ingin kebahagiaan ini terenggut.

____________________*****____________________

Masakan yang kubuat bersama umma sudah jadi. Aku dan Heejin onnie menata meja makan, sedangkan umma memanggil Heechul oppa, suami beserta anak Heejin onnie, dan appa (aku disuruh memanggil ajusshi dengan sebutan appa).

“Wah. Aku sudah lapar.”

“Oppa. Jangan dimakan dulu. Nasinya masih panas.”

Aku merebut mangkuk nasi dari tangannya. Kutiup-tiup nasi itu hingga dingin dan memberikannya kembali. Heechul itu tidak bisa makan masakan panas.

“Ternyata dongsaengku sudah ada yang perhatiin. Kapan kalian akan menikah?”

Sumpit yang kupegang terjatuh sangking kagetnya mendengar pertanyaan Heejin onnie. Mwo? Me.. menikah..

“Jangan bertanya sembarangan nuna. Kami baru berpacaran. Tira, cepat selesaikan makanmu. Kita harus cepat kembali. Aku harus siaran di Youngstreet.”

Ekspresi Heechul oppa datar dan perkataannya sangat dingin. Moodnya gampang sekali berubah, tadi ceria sekarang dingin. Sepanjang perjalanan pulang, ia juga tak berbicara sepatah katapun padaku. Apa aku berbuat salah?

____________________*****____________________

Pagi ini badanku terasa pegal-pegal. Semalaman susah tidur karena memikirkan sikap Heechul oppa. Bel berbunyi berkali-kali. Pagi-pagi sudah mengganggu saja. Paling Hyo Mi onnie. Tapi saatku buka tak ada siapapun, hanya ada kado yang tergeletak di depan pintu.

Kado dari siapa ini? Heechul oppa?? Tak mungkin. Paling dari fans. Tapi kenapa harus sembunyi-sembunyi memberikannya. Kado itu berbentu kotak dan terbungkus kertas yang cantik. Tapi isinya membuatku menjerit dan langsung ku lempar.

“Ige Mwoya!!!”

Dengan jijik aku mengambil kembali kado yang berisi katak mati yang sudah dioyak-oyak isinya. Ada sebuah surat di sampingnya, aku mengambil surat itu dan membacanya.

‘Jauhi Kim Hee Chul. Atau nasibmu akan sama seperti katak itu.’

Keringat dingin langsung mengucur di tubuhku. Tanganku gemetar. Tubuhku berasa lemas. Surat Ancaman. Aku langsung tersentak saat ku dengar bel berbunyi lagi. Siapa lagi yang datang, apa orang yang niat jahat padaku lagi. Saat kubuka, aku bisa bernafas lega ternyata Hyo Mi onnie.

Tanpa menyapaku Hyo Mi onnie langsung masuk dan duduk di sofa. Tampaknya ia sedang sangat kesal. Ia melempar sebuah Koran.

“Baca ini!”

Mataku langsung melotot membaca Headline di Koran ini.

‘Kim Hee Chul akan segera menikah dengan Tira.’

‘Pada dini hari kemarin (20/2) Kim Hee Chul (28th) anggota Super Junior menjemput pacarnya, penyanyi pendatang baru Tira (21th) di apartemen sang pacar. Mereka menuju kediaman orang tua Heechul di kawasan Kangdonwo. Hal ini mengungkapkan keseriusan hubungan kedua selebritis yang tengah menjalin asmara dan kedekatan pada masing-masing keluarga. Apa dengan ini menunjukkan keduanya akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?’

Disurat kabar itu juga terdapat foto-foto saat aku dan Heechul oppa keluar dari apartemenku, dan ada pula foto saat kami memasuki rumah oppa. Jadi kemarin ada wartawan yang mengikuti kami. Tapi itu semua tidak seperti yang mereka pikir.

“Mwo? Berita apa ini!”

“Harusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan kemarin hah? Sudah ku bilang, kalian jangan bertemu dulu. Skandal ini harus tenang, agar kemarahan fans mereda. Jika skandal makin memanas, yang ada anti fansmu bertambah. Kalian itu harusnya mengikuti skenario perusahaan, agar semuanya berjalan sesuai keinginan kita. Sudah bagus kemarin media massa mulai melirik kemampuanmu, tapi sekarang seluruh berita penuh skandal lagi. Aisshhh. Aku harus segera menghubungi Seunghwan oppa. Di bawah sudah dipenuhi wartawan. Kau jangan mengeluarkan pernyataan apapun, kau harus jinak-jinak merpati di hadapan wartawan. Biarkan mereka yang mengejar-ngejarmu, tapi kau jangan berikan pernyataan apapun.”

Hyo Mi onnie menuju dapur untuk mengambil minum. Tapi ku dengar teriakannya.

“Kyaaa~ Ige Mwoya?!”

Aku langsung menghampirinya yang mematung membaca surat ancaman yang kuterima tadi. Mungkin teriakannya karena melihat katak yang mati mengenaskan.

“Ini masalah serius Tira. Aku harus segera ke SM dan bertemu Seunghwan oppa untuk membicarakan hal ini. Kau jangan pergi kemanapun di luar pengetahuanku. Dan ingat, jangan menemui Kim Hee Chul dulu, kau tidak boleh dilihat media sedang bersamanya sekarang. Araseo?!”

Hyo Mi onnie langsung pergi membawa kado tak mengenakkan itu. Pasti saat ini Seunghwan oppa (manajer Super Junior) juga sedang sama sibuknya seperti Hyo Mi onnie. Aku sudah menyusahkan banyak pihak. Pikiranku kacau, berita yang beredar pasti menui berbagai macam komentar, ancaman itu juga bukan main-main, dan lebih parahnya aku tidak boleh bertemu Heechul oppa. Apa yang harus ku lakukan?

____________________TBC____________________

Akhirnya bisa Publish Part 3.. Udah jadi dari Minggu lalu, tp FB aq eror gak bisa liat Note.. Aq pikir Note aq ilang semua, makanya aq buat Blog.. Nah, setelah ini lanjutan FF Skandal, Oh No! Aq akan bikin di blog..

Buat yg terus-terus nanya, kapan lanjutan FF Hijrah ke Seoul dan FF Come Back To Me sabar yah.. Aq nyambi2 nih bikin FF-nya.. Nanti lanjutan 2 FF itu juga aq publish di blog..

Aq harap Reader aq yg udah terbiasa baca FF aq di FB, semoga mau baca di Blog.. Aq terima kasih bgt sama kalian yg udah selalu menuhin comment FB aq sampe rekor 1 note bisa lebih dari 120 comment & buat aq bingung terus siapa yg bakal kena tag & gak kena tag.. hehehe..

Buat yg udah baca jangan lupa tinggalin comment, coz bagi aq comment kalian sangat penting.. Kalian yg selalu motivasi aq buat terus nulis.. Terus kasih Kritik & Saran buat aq yah, aq selalu perhatiin setiap comment kalian kok.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Chaptered, Fanfiction, Romance, Skandal, Oh No! | Tags: , , | 98 Comments

FF Secret {Part 2-END}

FF SECRET Part 2-END

 

Author     : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong

Genre       : Romance, Angst

Leght        : 2 Shoot (±3000 words)

Rating       : PG13

Cast          : Lee Dong Hae as Donghae

Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

Choi Ji Rin as Sulli

Cameo       : Luna, Jessica

POV           : Donghae

____________________*****____________________

Beberapa bulan berlalu. Aku sudah resmi sebagai wakil ketua klub Sepak Bola, dan Eunhyuk sebagai ketuanya. Walaupun dia baru di klub ini tapi kemampuannya memang sangat hebat, dan dia juga cepat akrab dengan anggota lain, dia bisa menumbuhkan semangat anggota tim, layak sebagai pemimpin. Kami pasangan tak terkalahkan di lapangan.

Hubunganku dengan Sulli jauh lebih baik sekarang. Tapi aku masih belum bisa mengatakan aku mencintainya dan aku juga tidak berani menanyakan apa dia masih menyukaiku?? Jadi, aku sendiri pun tak tahu apa arti kedekatan kita selama ini baginya.

Makin hari kurasakan sahabatku itu juga kian dekat dengan Sulli. Kudengar dari setiap cerita-cerita Eunhyuk, ia juga dekat dengan keluarga dan sahabat-sahabat Sulli, termasuk Luna. Tak jarang kami pergi bersama, aku, Sulli, Eunhyuk dan Luna.

Tapi, aku merasakan sesuatu yang berubah dari diri Sulli. Aku bukan lagi menjadi sahabat tempatnya mencurahkan seluruh keluh kesahnya. Kini posisi itu telah di tempati Eunhyuk. Dia lah tempat gadis tercintaku berkeluh kesah. Dan Eunhyuk seperti biasa melaporkan apapun yang mereka lakukan dan bicarakan.

Tak jarang aku mendengar Eunhyuk juga berkeluh kesah ke Sulli. Terkadang aku merasa ada jarak dengan mereka. Aku seperti orang ketiga diantara mereka. Udara mulai terasa dingin menusuk, pertanda musim dingin akan tiba. Hatiku juga ikut membeku di musim dingin ini saat Sulli berbicara padaku sebagai sahabat. Akhirnya aku menyadari arti hadirku dimatanya.

“Hae, aku sedang suka dengan seorang namja. Tapi aku tidak tau apa dia juga menyukaiku.”

Kata-kata itu bagai petir di siang hari. Begitu menghujam. Sakit. Aku tahu, aku dapat merasakannya. Kau menyukai pria lain. Tapi kau tak pernah tahu aku masih sangat mencintaimu, sehingga dengan mudahnya kau meminta pendapatku. Ku coba untuk tersenyum dan berkata,

“Jika kau menyukainya sebaiknya kau katakan terus terang.”

“Tapi aku seorang yeoja, masa aku yang mengatakannya terlebih dahulu.”

“Yang penting perasaanmu tersampaikan. Kau akan lebih menyesal jika menunda-nunda. Katakan seluruh isi hatimu sebelum semuanya terlambat. Sungguh beruntung sekali namja yang kau sukai.”

“Gomawo, Hae. Kau memang sahabat terbaikku.”

————————-*****————————-

Keesokan harinya aku mendengar berita yang sudah kuduga, tapi tetap membuat hatiku hancur. Kenapa harus dengan sahabat terbaikku, Eunhyuk. Sahabatku ini berkali-kali minta maaf padaku. Di antara kami tak ada rahasia. Dia dengan jujur menceritakan kejadiannya yang makin membuat hatiku hancur berkeping-keping.

“Jeongmal Mianhae. Aku benar-benar tidak tahu akhirnya seperti ini. Tadi Sulli mengatakan cintanya padaku. Aku tak bermaksud menghianatimu. Jawab aku Hae, aku harus bagaimana??”

Sesaat aku masih terdiam. Sakit. Perih. Itu yang kurasa dan kau masih menanyakan apa yang harus kau lakukan. Aku ingin menjerit, SULLI MILIKKU, JAUHI DIA. Tapi tak ku ungkapkan. Aku tahu kau tak bermaksud menghianatiku dan sekarang namja yang di cintai Sulli bukan aku tapi kamu. Kenapa harus kamu?? Berkali-kali aku bertanya dalam hati.

“Apa kau menyukainya?? Jawab jujur!”

Sekuat tenaga aku menahan amarah.

“Entahlah. Kau tahu kan siapa yang ku suka. Tapi akhir-akhir ini tak bisa ku pungkiri aku merasa nyaman dengan Sulli. Aku tak tahu ini perasaan suka atau bukan. Harusnya aku menolaknya dengan tegas. Aku harus memberitahu dia, kau masih mencintainya.”

“JANGAN..  jangan katakan apapun tentang ini. Jika kau menyukainya juga, tentu aku akan merestui kalian berdua.”

Aku merasa bibir ini bukan milikku lagi, suara itu keluar entah perintah siapa. Tapi benar diriku yang mengatakannya.

“Sudah ku bilang. Aku sendiri tak tahu apa ini perasaan cinta atau bukan. Kau juga tahu aku menyukai Luna.”

“Ya, tapi sejauh ini tak ada tanda-tanda Luna menyukaimu kan. Jangan sampai kau menyesal jika menolak Sulli. Dia yeoja paling baik, kau pasti mengakui itu juga. Kau pasti bisa mencintainya seiring berjalannya waktu.”

Salahku, sungguh semua ini salahku. Aku yang menggali lubang kubur diriku sendiri, sahabat terbaikku, dan juga yeoja yang paling ku cintai. Mianhae, Hyuk. Aku bukan sahabat terbaikmu, aku tak memikirkan perasaanmu saat itu. Yang ku pikirkan hanya Sulli, aku hanya berpikir Sulli akan bahagia denganmu. Harusnya aku sadar, kau tersiksa atas semua ini. Aku yang membuatmu pacaran dengan Sulli, seseorang yang belum sepenuhnya kau cintai. Dan hatimu masih milik yeoja lain.

————————-*****————————-

Beberapa hari mereka pacaran. Eunhyuk selalu bercerita padaku mengenai hubungan mereka. Dia selalu meminta saran padaku. Hei sobat, apa kau sudah lupa aku sangat mencintai Sulli, bagaimana mungkin kau dengan teganya meminta nasihat dariku tentang hubungan kalian.

Ini lah kelemahanku, lagi-lagi aku berpikir demi Sulli, demi kebahagiaan Sulli. Aku memberitahu Eunhyuk semua hal yang disukai dan tidak disukai Sulli, kebiasaannya Sulli, all about Sulli. Sedetikpun aku tak memikirkan apa yang kau rasa, sampai akhirnya dipenghujung musim dingin kau berkata jujur padaku.

“Hae, Eottoke?? Aku belum bisa mencintai Sulli. Dia terlalu baik untukku. Setiap hari dia membawakan bekal makanan. Selalu perhatian padaku, tapi aku jadi merasa bersalah padanya karena hatiku masih untuk Luna.”

Hyuk, aku ingin memukulmu. Itu yang ku rasa. Bagaimana mungkin kau pacaran dengan seorang bidadari (dimataku) seperti Sulli, tapi kau tidak bisa mencintainya. Bahkan aku sangat iri padamu. Tapi masih bisa ku redam amarah. Mungkin kau butuh waktu, pikirku.

“Kau baru pacaran dengan Sulli, jadi butuh waktu. Pasti lama-lama kau bisa mencintainya. Dia wanita yang baik, kau pasti bahagia bersamanya.”

Saat itu aku tak tahu mengatakan tentang kebahagiaan siapa, Eunhyuk kah?? Atau Sulli?? Sungguh picik, Bagaimana bisa aku bertindak seperti Tuhan yang menakdirkan kebahagiaan seseorang, manusia tak sempurna sepertiku harusnya tak punya andil dalam kehidupan orang lain.

————————-*****————————-

Makin hari aku tak sanggup. Melihat mereka bergandengan tangan di depanku membuat mataku perih, bahkan aku tak pernah menggandeng tangannya. Eunhyuk dan Sulli silih berganti bercerita padaku, meminta pendapatku. Sahabat, benarkah kalian anggap aku sahabat?? Aku merasa akulah orang ke tiga diantara kalian. Sutradara dibalik hubungan kalian.

Tidakkah kalian pikirkan perasaanku, perasaan yang tak aku ungkapkan. Sungguh egois, aku meminta kalian mengerti diriku tapi aku tak pernah menceritakan apa yang aku rasa. Entah sejak kapan diriku di penuhi rahasia, tak ada satupun tempat aku mencurahkan hati.

Kita telah sama-sama kelas 3. Kita resmi mundur dari tim Sepak Bola yang menyatukan kita. Perlahan, ku tarik diriku dari hubungan segitiga ini, yah mungkin aku sendiri yang menganggapnya seperti itu. Tapi aku benar-benar tak sanggup melihat orang yang sangat ku cintai bermesraan dengan sahabatku, di depan mataku.

Waktupun bergulir lagi dengan cepatnya, hari-hariku dipenuhi dengan belajar, kerja sambilan. Sebisa mungkin aku menyibukkan diriku agar tak berpikir tentang kalian. Duniaku hanya untuk diriku sendiri.

Tiba saatnya hari yang paling menggembirakan, upacara kelulusan. Tapi ternyata dunia terbalik, di hari itu semua menjadi suram saat ku lihat yeoja yang paling kucintai tertunduk terisak di dalam kelas yang sepi. Dengan ragu aku menghampirinya, perlahan kusentuh bahunya. Langsung dihapus bulir bening dimatanya saat melihatku.

“Ada apa Sulli??”

“Tidak ada apa-apa.”

Dia mencoba kuat di depanku. Kau pikir aku bisa di bodohi olehmu. Tak pernah aku melihatmu menangis, pasti ada sesuatu.

“Ada apa?? Kau bisa cerita padaku. Kau masih mengganggapku sahabatmu kan??”

“Eunhyuk..”

“Ada apa dengan Eunhyuk??”

“Dia selingkuh.. dengan Luna. Aku melihatnya, mereka berpelukan tadi di taman belakang.”

“EUNHYUK..”

Pikiranku kosong. Amarah meluap-luap membakar habis diriku. Tak peduli dia sahabatku atau bukan. Dia telah menyakiti Sulli. SULLI-KU. Tak bisa dimaafkan, aku akan memberinya pelajaran. DIMANA DIA!!

Kakiku melangkah cepat menyusuri lorong sekolah. Aku tak pedulikan larangan Sulli, jiwaku telah mengamuk. Kutanyai satu persatu orang mencari keberadaanmu, HEI SOBAT. Akhirnya kulihat kau di taman sendiri. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyerbumu dengan bogem mentah.

“ADA APA HAE??”

“Ada apa. Kau bilang ADA APA? Harusnya aku yang bertanya padamu, kau apakan SULLI-KU?? JAWAB, BEDEBAH!”

Iblis sudah menguasai diriku. Akal sehat sudah menguap entah kemana. Dia. DIA. Dia yang ku anggap bisa membahagiakan Sulli-ku, tapi malah membuat bidadari-ku menangis. TAK BISA KUMAAFKAN.

“Aku tak mengerti perkataanmu? Ada apa sebenarnya?”

“Kau selingkuh dengan Luna?”

“Selingkuh?? Tapi aku tidak selingkuh.”

“Kau masih mengelak. Dia melihatmu memeluk Luna, BODOH!”

Satu pukulan kembali kulayangkan, membuatnya jatuh tersungkur. Amarahku mencapai puncaknya.

“Harusnya aku yang marah padamu!”

Bukkk. Nyuuttt. Aku merasakan sakit dipipiku. Rasa asin darah bisa kucicipi. Dia membalas pukulanku.

“Karena kau, HAE. AKU KELIHANGAN ORANG YANG KUCINTAI!”

“A.. Apa maksudmu?”

Untuk beberapa detik, Jantungku berhenti berdetak. Apa maksudnya gara-gara aku??

“Dari awal kau tahu, aku mencintai Luna. Sekarang dia akan pergi jauh, sesaat setelah kami sadar saling mencintai. Demi dirimu, aku mendekati Sulli. Sesuai perkataanmu, aku pacaran dengan Sulli. Itu karena aku merasa bersalah padamu. Aku juga pernah bercerita padamu aku tak bisa menyukai Sulli. Aku berusaha menyukainya, tapi tak bisa. Aku tetap tak bisa menghapus sosok Luna dihatiku. Jika aku tak pacaran dengan Sulli, aku bisa mengungkapkan perasaanku pada Luna lebih awal dan kami bisa bersama. Tapi semuanya terlambat, walaupun akhirnya aku tahu Luna juga menyukaiku, dia tak mungkin menghianati Sulli. Dan sekarang ia ingin pergi jauh untuk melupakan aku. Arrrgggghhhh, Eunhyuk PABO. PABO. PABO.”

Mulutku langsung membisu. Tubuhku lemas, aku tak tahu harus melakukan apa. Sahabatku berteriak meluapkan emosinya dan memukulkan tangannya di tanah yang berumput, tangisnya pun pecah. Aku tak layak menjadi sahabatnya, sungguh ini semua kesalahanku. Aku ingin menghentikan tanganmu yang mulai berdarah memukul tanah yang keras, biarlah kau pukul aku seribu kalipun aku tak apa. Tapi tubuh ini tak dapat bergerak sedikitpun.

“Eunhyuk, Hentikan..”

Kulihat seseorang memegang tangan Eunhyuk dengan hidung dan mata yang memerah, pipinya terus dialiri tetesan-tetesan Kristal bening. Apa dia mendengar semuanya??

“Sulli..”, kataku lirih.

“Sudah. Hentikan.  Kau jangan menyakiti dirimu lagi. Aku yang salah. Harusnya aku sadar kalau kau tidak mencintaiku. Tapi mataku, telingaku, hatiku selalu ku tutup rapat. Aku tak peduli kau mencintaiku atau tidak. Sungguh, aku tak tahu itu sangat menyiksamu. Jeongmal Mianhae, Eunhyuk.”

Sosok bidadari yang rapuh itu menangis memegang jemari Eunhyuk yang terkoyak bercampur merah darah. Aku tahu, kau sangat sakit, jauh lebih sakit daripada yang kurasa. Walaupun aku tahu, tapi aku tak dapat melakukan apapun untukmu. Karena, akulah penyebab semua penderitaan ini.

————————-*****————————-

Tak terasa sudah 5 tahun sejak kejadian itu. SMA Shinjo, aku kembali lagi kesini sebagai pelatih tim sepak bola. Setiap inci lapangan ini selalu membuatku teringat dengan mereka, sahabat dan gadis tercintaku. Aku tak pernah lagi menemui mereka sejak kejadian itu.

Saat itu Sulli memutuskan hubungannya dengan Eunhyuk dan menyuruhnya mengejar Luna. Tapi terlambat, Luna telah pergi tanpa jejak meninggalkan Eunhyuk dalam penyesalan. Sulli pun sangat menderita karena harus kehilangan sahabatnya Luna dan kekasihnya Eunhyuk. Lalu bagaimana denganku?? Sang sutradara gadungan, yang membuat kisah tak lucu ini. Semua pergi meninggalkanku dalam kesendirian dan penyesalan tak berujung.

Aku melakukan itu semua atas dasar cinta. Tapi, di luar dugaanku tak ada satupun dari kami bahagia. Apa artinya cinta yang tulus?? Aku pikir aku telah berkorban untuk semua orang. Picik, terlalu dangkal pikiranku. Cinta bukanlah sesuatu yang dapat dipaksa. Cinta juga bukanlah belas kasihan.

Kami semua menapaki jalan kesendirian dengan terpasung perasaan bersalah. Cintaku tetap ada untuk seorang yeoja yang hatinya telah ku sakiti. Sampai detik ini pun aku masih tak dapat ungkapkan rasa cinta ini. Tak ada kesempatan lagi untukku mengungkapkannya. Selamanya, cinta ini hanya jadi rahasia hati.

____________________THE END____________________

Aq cerita dikit.. Ini FF Romance pertama aq buat bulan Januari 2011.. Publish di FB banyak banget yg protes, kebanyakan protes gara2 sad end & ngegantung endingnya.. Semua pada minta aq bikin Sequel FF ini, awalnya aq gak mw bikin Sequelnya..

Tapi reader pada demo, setiap aq OL pasti pada nyuruh bikin Sequel.. Jujur, susah banget pengen bikin Sequel-nya, coz aq gak begitu suka bayangin Eunhyuk sama cast cewe lain.. hahaha..

Tapi akhirnya aq bikin Sequel-nya.. Ada 2 Sequel, ada cerita tentang Eunhyuk yg di buat OneShot.. Satu lagi FF Donghae di buat Chaptered, sampai sekarang lum kelar.. hehehe..

Nah, aq pengen tau kesan Reader disini gimana?? Apa perlu dibuat Sequel or gak?? Klo gak perlu Sequel-nya aq gak publish di blog.. ^^

Ayo comment.. Boleh kritik, saran, tp jangan bashing Pairing.. Coz klo gak suka Pairing-nya jangan dibaca.. ^^

Gamsahamnida.. 😀

Categories: Angst, Chaptered, Fanfiction, Other, Romance | Tags: , , , , | 25 Comments