Daily Archives: April 13, 2011

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi {OneShot}

FF Espresso, Diary Secangkir Kopi

Author : Ratri Ismaniah aka Chajeong JewElf

Genre : Romance

Lenght : One Shot

Rating : PG15

Cast : Choi Siwon (Super Junior), Jung Hyun Mi, Oh Chae Ri

Disclamir : Siwon punya dirinya sendiri.. Other Cast & Cerita imajinasi aku.. Jangan Copy Paste yah.. ^^

espresso

Cinta seperti kopi. Terasa pahit tapi menjadi candu bagi penikmatnya. Menikmati pagi dengan secangkir espresso menjadi kebiasaanku. Namaku Choi Siwon, mungkin kalian sudah mengenal diriku. Benar, aku salah satu member Super Junior. Tak banyak yang tahu mengenai kisah hidupku, disini aku ingin bercerita tentang kisahku, cinta yang dimulai rasa pahit.

____________________*****____________________

(Espresso = 100% sari kopi asli, kental dan pahit, bahan dasar dari racikan kopi)

Apa kalian punya cita-cita? Rasanya sangat bahagia jika bisa mewujudkan cita-cita. Yah, itulah perasaanku kini. Sekarang aku bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang penyanyi bersama Super Junior. Semakin hari karirku makin berkembang, kini aku mencoba dunia akting dan presenter. Jadwalku kian padat, tapi rasa bahagia selalu menjadi pengobat rasa lelahku.

Pada awalnya keluargaku tidak ada yang setuju cita-citaku menjadi artis. Ayahku ingin aku menjadi pewarisnya, aku beri tahu sebuah rahasia, sebenarnya aku anak dari pengusaha Hyundai Department Store. Berkat usaha kerasku meyakinkan mereka, akhirnya mereka mendukungku, rasanya sangat bahagia. Tapi roda terus berputar. Tak selamanya bahagia itu hinggap. Pagi ini akan mengubah takdir kehidupanku.

“Kau harus menyetujui pernikahan ini.”

Menikah dengan seseorang yang tak kau kenal, bukankah itu buruk. Appa ingin menjodohkanku dengan anak dari relasi bisnisnya. Dia orang yang sangat keras, sulit untukku membantah perkataannya. Tapi aku mempunyai alasan kuat untuk menolak perjodohan ini.

“Appa, Aku sudah punya yeojachingu. Kami saling mencintai.”

“Maksudmu Oh Chae Ri yang lawan main di dramamu itu. Appa tidak setuju kamu dengan dia. Carilah istri yang setia menunggumu di rumah dan dapat mengurus anak-anakmu kelak. Bukan wanita yang sibuk sepertimu. Bagaimana dia bisa mengurus keluarga kalian, jika dia sibuk dengan kegiatannya sendiri.”

Perkataan appa seperti sebuah tamparan bagiku. Benar, kesibukanku dan kesibukan Chae Ri membuat kami jarang bertemu. Chae Ri juga bukan tipe orang yang mau meninggalkan dunia yang membesarkan namanya ini dan menjadi istri yang sabar menunggu suaminya pulang ke rumah, bukan seperti menantu idaman Appa.

Bagimanapun juga aku sangat mencintainya, kami sudah menjalin hubungan selama 1 tahun walaupun tak pernah mengungkapkannya di depan publik. Bagaimana bisa aku menikah dengan orang lain?

“Tapi.. “

“Tidak ada tapi-tapian. Kali ini turuti permintaan appa. Jika kau masih tidak mau, berhentilah jadi artis dan kembali jadi pewaris keluarga kita. Apa kau mau seperti itu? Appa tahu mana yang terbaik untukmu, jadi ikuti kata-kataku.”

Dia beranjak pergi, aku masih terduduk sendiri di berada memikirkan setiap perkataannya. Terbaik untuk siapa? Untukku atau untuk Appa? Ini semua keinginan Appa tanpa mau mengerti perasaanku.

Aku tahu perkataannya tak main-main. Meninggalkan dunia artis yang menjadi cita-citaku atau menikah dengan seseorang yang tak kucintai. Cangkir kecil beradu dengan mulutku, espresso menjadi temanku pagi ini. Rasa pahitnya seperti kehidupanku saat ini, memilih antara cita-cita dan cinta. Sama-sama pahit jika aku kehilangkan salah satunya.

____________________*****____________________

(Macchiato = Espresso dengan campuran sedikit susu)

Gadis itu seperti orang Korea kebanyakan, kulitnya putih pucat, rambutnya panjang lurus, tubuhnya tidak terlalu tinggi, dan mata yang sipit. Saat setiap gadis mengagungkan kecantikan, pisau bedah tak menjamah satu inci pun dari tubuhnya. Namanya Jung Hyun Mi. Inikah gadis pilihan appaku? Calon istriku? Biasa saja, tak ada yang special dari dirinya.

Kalian pasti berpikir aku lebih memilih karir daripada cinta. Sebenarnya aku tak bisa memilih, aku tetap menikah dengan Hyun Mi dan tetap menjadi artis, tapi tanpa di ketahui siapapun aku masih menjalin hubungan dengan Chae Ri. Egois? Pasti kalian membenciku, tapi jika kalian ada diposisiku apa kalian bisa memilih?

Di awal pernikahan kami semua terasa berat, pemberitaan media tak henti-hentinya mengalir. Kekecewaan dari fans, hal ini juga berpengaruh menurunnya fans Super Junior dan penurunan karirku. Hal yang paling aku takuti selama ini.

Apertemen mewah menjadi tempat keluarga baru kami. Pagi ini aku membaca Koran seperti biasa, tapi tugas membuat kopi bukan lagi di kerjakan pembantuku, sekarang ada istriku yang menyediakan kopi dan sarapan di pagi hari.

“Kopi apa ini? Kenapa tidak buat espresso seperti biasanya?”. Aku memandang kopi yang berbusa tipis.

“Itu Macchiato. Rasanya sama seperti espresso tapi aku tambah sedikit busa susu. Cobalah, kau pasti suka.”

Dia tersenyum sangat manis. Awalnya aku memang bilang dia gadis biasa saja, tapi ku akui dia istri yang baik. Aku selalu tak pedulikannya, tak pernah menyentuhnya layaknya suami ke istri tapi dia selalu tersenyum padaku.

Kucicipi Macchiato buatan istriku. Rasanya pahit seperti espresso, tapi ada sensasi lembut dari busa susu di atasnya. Hidupku sekarang memang masih terasa sangat pahit dengan semua pemberitaan dan kemunduran karirku, tapi kelembutan yang ia berikan padaku memberi rasa nyaman.

____________________*****____________________

(Cappucino = Espresso yang di campur susu dengan perbadingan 1:2, diatasnya ditaburi coklat atau kayu manis)

Semua hal bisa terselesaikan oleh waktu. Setengah tahun waktu yang berat terlewati. Karirku sudah naik bahkan makin meningkat, fans-fansku tetap mendukungku walaupun statusku telah berubah. Akhirnya semua orang mengakuiku atas bakatku bukan sekedar ketampananku.

Setengah tahun hidup bersamanya membuatku makin terbiasa akan hadirnya. Setiap pagi aroma kopi kuat tercium olehku, kopi espresso buatannya membuat candu bagiku. Setiap malam Hyun Mi selalu menunggu kepulanganku, walaupun jadwalku tak pernah tentu, bahkan terkadang ia tertidur di sofa karena menungguku yang pulang larut malam.

Terkadang aku merasa sangat kasihan dan bersalah pada wanita itu. Dia yang mendapat amukan dan cacian dari fans-fansku tapi ia masih tetap tersenyum dan tegar. Mungkin karena sosoknya yang baik hati, membuat fans-fansku kemudian mendukung pernikahan kami.

Aku lah orang yang paling jahat. Tak bisa mencintai istriku Hyun Mi karena hanya Chae Ri yang selalu menjadi setiap anganku, berselingkuh memang hal yang paling menjijikan. Tapi pesona dirinya terlalu memabukkanku, membuat akal sehatku lumpuh.

Hubungan kami berawal saat membintangi drama yang sama. Entah bagaimana caranya cinta itu tumbuh, banyak yang bilang cinta lokasi. Yah, tak peduli apa namanya, yang aku pahami aku mencintainya. Sosoknya yang cantik dan senyum malaikatnya benar-benar membuat candu untukku. Seakan aku tak bisa hidup tanpa melihat wajahnya. Walaupun aku telah menikah, aku tak bisa melepasnya.

Suatu hari kami kembali berkencan di tengah kesibukan kami yang sangat padat, cafe yang menjaga privasi pengunjungnya menjadi tempat kami bertemu. Espresso menjadi menu andalanku, sedangkan ia selalu memesan cappuccino.

“Oppa, kenapa kau selalu memesan espresso?”

“Molla. Rasanya memang pahit, tapi aku menyukainya. Ada rasa yang sulit di jelaskan.”

“Kau mau mencoba minumanku, cappucinno terasa lebih manis.”

Ia menyodorkan gelasnya ke arahku, tapi ku tolak. Aku memang kurang menyukai cappuccino. Hari itu kami menghabiskan waktu bersenang-senang. Tawa selalu menyertai langkah kami.

Tapi tawa itu hilang beberapa hari kemudian, berubah menjadi kebencian. Media massa heboh dengan skandal Chae Ri berkencan dengan seorang pria. Hal yang membuatku marah karena pria itu bukan aku. Ternyata dibelakangku ia juga bermain hati dengan seseorang. Pertengkaran hebat kami pun terjadi. Hubungan kami yang sudah hampir 2 tahun ini kandas.

Dia benar-benar seperti cappuccino, kalian tahu mengapa aku tak menyukai cappuccino? Aroma cappuccino yang manis karena taburan coklat diatasnya bisa membuat orang tergila-gila. Sensasi busa susunya juga terasa lembut, tapi tak seperti kesan awalnya yang manis saat meminumnya akan tertinggal rasa pahit.

Rasa sakit ini mengingatkanku pada Hyun Mi. Bagaimana perasaannya jika ia tahu suaminya berselingkuh? Apa ia akan merasakan rasa sakit seperti yang kurasa sekarang? Tidak, gadis sebaik dia tak pantas mendapat rasa sakit seperti ini. Sejak hari itu aku berjanji akan mencoba mencintai Hyun Mi. Mengasihinya seperti layaknya seorang suami.

____________________*****____________________

(Caffe Latte = Espresso yang dicampur susu cair, kadar susu bisa 2-3x lipat dari espresso)

Hyun Mi seperti susu yang dimasukkan ke dalam secangkir espresso. Dalam hidupku yang terasa pahit ini, dia memberi rasa manis. Makin banyak susu yang dimasukkan menjadikan rasa pahit dalam kopi terasa lebih ringan. Sakit hatiku mulai terobati, lama-lama kehadirannya sudah menjadi candu dalam hidupku.

Saat ku buka mata di pagi hari sosoknya lah yang kucari. Aku ingin lebih cepat pulang karena ada seseorang yang menungguku di rumah. Saat jadwal show di luar negeri adalah hari-hari terberatku karena tak ada dia disisiku.

Di satu tahun pernikahan kami, kami baru merasa seperti pengantin baru. Terkadang disaat jadwal kosongku, aku mengajaknya berkencan. Aku tak perlu lagi berkencan diam-diam, semua orang juga sudah tahu dia istriku.

Saat syuting, terkadang ia tiba-tiba datang membawa bekal makanan. Semua orang iri padaku memiliki istri sebaik dia. Appa memang tak pernah salah memilihkan pendamping hidupku. Walaupun ia tak cantik, tapi kebaikan hatinya yang membuat ia tampak istimewa.

____________________*****____________________

(Espresso yang baik akan meninggalkan kesan manis di mulut)

Pagi ini tak seperti biasanya, ia meminum espresso. Walaupun setiap pagi ia selalu membuatkanku secangkir espresso, tapi ia tidak menyukai espresso.

“Sudah bangun?”

Ia tersenyum padaku, senyum yang paling kunantikan setiap waktu. Aku mengecup pucuk kepalanya, kebiasaanku akhir-akhir ini. Sarapan pagi sudah tersusun rapi di meja makan, aku langsung duduk disampingnya, secangkir espresso juga sudah tersedia untukku.

“Kenapa kau minum espresso juga? Biasanya minum susu”, tanyaku yang masih heran melihatnya menikmati secangkir espresso.

“Aku ingin tahu rasanya espresso yang membuatmu ketagihan. Saat aku minum, Espresso ini benar-benar mirip sepertimu.”

“Maksudmu aku pahit?!”, raut mukaku berubah masam saat ia berkata itu.

“Memang rasanya pahit, tapi saat ku teguk ada rasa manis padahal tidak aku tambah gula. Aku jadi ingin meminumnya lagi. Sama sepertimu, awalnya kau itu sangat dingin padaku, aku tahu kau tidak mencintaiku. Tapi kau membuat candu di hidupku, aku bertahan diantara rasa pahit sampai akhirnya aku menemukan rasa manis dalam dirimu. Sarangheyo.”

Senyum lebar terpasang dibibirku. Ku kecup bibirnya sekilas dan berbisik, “Nado, Sarangheyo.”

“Tapi ini pertama dan terakhir kalinya aku minum kopi. Aku tak ingin menyakiti seseorang. Sepertinya aku mulai membagi cintaku dengan orang lain.”, ia mengelus-elus perutnya yang membuatku terkejut seketika.

“Kau hamil?!”

Ia mengangguk mantap, aku langsung memeluknya erat. Kebahagiaan apa yang lebih sempurna dari ini.

____________________*****____________________

Sekarang kalian tahu mengapa aku sangat menyukai espresso? Karena dalam secangkir espresso yang pahit ada rasa manis yang alami. Sama seperti cinta ini yang dimulai dari rasa pahit, tapi diakhiri dengan rasa manis. Sampai disini dulu ceritaku, jika aku bercerita lebih banyak lagi kalian akan bosan padaku.

Oh, iya. Jangan lupa tetap dukung aku dan Super Junior. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sarangheyo.

Choi Siwon.

____________________END____________________

 

Yang udah baca, comment please.. Coz comment kalian penting untukku.. ^^

Categories: Fanfiction, OneShot, Other, Romance | Tags: , | 74 Comments

FF EunCha – My Lovely Star {Ficlet}

Eunhyuk1
EunCha itu kisah Eunhyuk Chajeong.. karna bias-ku Eunhyuk, jadi ada FF ini.. 😀

FF ini aku buat September 2010.. FF ini aku tujuin buat saeng aq yang sesama Jewel.. Mereka galau gara-gara gosip Eunhyuk punya pacar & marah sama Eunhyuk.. Aq cuma ingin bilang, apapun yang terjadi Eunhyuk akan selalu jadi bintangku, ini hasil kegalaukanku saat itu..

____________________*****____________________

Aku sangat mengukai kerlipan bintang, sinarnya membawa kebahagiaan digelapnya malamku. Walaupun ku tau takkan pernah ku menggapainya karena mereka jauh diatas langit. Banyak bintang yang berkelip indah, tapi ada satu bintang yang sangat kusukai. Bintangku ini mudah bersedih, tapi aku menyukainya karena jika melihatnya aku dapat tersenyum dan tertawa.

Beberapa hari yang lalu aku berhenti menatapnya karena aku marah padanya. Tapi marahku tak berlangsung lama, saat ku menatapnya lagi kusadari ada yang berbeda, sinarnya meredup. Ku bertanya ada apakah gerangan? bintangku apa kau dengar tanya hatiku ini.

Malam harinya aku bermimpi berkelana ke negeri awan. Aku dapat melihat bintangku dari dekat, aku dapat berbicara dengannya. Tapi kenapa bintangku tetap meredup, apa ia sedang bersedih. Akhirnya aku bisa bertanya padanya, pada bintangku, Eunhyuk…

Me : Oppa, apa kau sedang bersedih?

Hyuk : Kenapa kau bisa tau?

Me : Aku rasakan sinarmu meredup. Waeyo, oppa?

Hyuk : Akhir-akhir ini banyak manusia yg marah padaku, kecewa padaku. Karena itu aku bersedih. Beberapa hari yang lalu kau juga sempat tidak mau melihatku lagi. Kureyo?

Me : Mianhae oppa. Aku marah sama oppa. Karena beberapa hari yang lalu oppa terlihat sangat dekat dengan bintang-bintang yang lain.

Hyuk : Apa karena itu kamu membenciku?

Me : Aniyo. Aku memang marah karena cemburu. Aku cemburu karena aku sangat menyukaimu. Bagaimana mungkin aku membencimu. Bahkan aku bertanya-tanya mengapa sinarmu meredup. Aku ingin menghiburmu saat kau sedih. Tapi ternyata aku yang membuatmu bersedih. Ini salahku oppa.

Hyuk : Aniyo. Aku gembira saat kau mengatakan kau tidak membenciku. Itu sudah cukup bagiku.

Me : Oppa, ada yang sejak dulu ingin kutanyakan padamu. Kau selalu bersedih saat kau merasa sangat bahagia, kau selalu bersedih saat teman bintangmu bersedih, dan saat ini kau bersedih saat kami merasa marah padamu. Tapi aku tak pernah melihatmu bersedih untuk dirimu sendiri. Waeyo oppa??

Hyuk : Karena aku tak mau melihat manusia bersedih karena diriku. Aku ingin mereka selalu tersenyum dan tertawa jika melihatku.

Me : Oppa, kau selalu membuatku tersenyum dan tertawa, kau mengusir kegelapanku dengan sinarmu. Dengan segenap jiwa raga kau berusaha menerangiku untuk membahagiakanku. Karena aku terlalu memujamu, jiwaku dipenuhi ego, aku dengan mudahnya marah padamu hanya karena cemburu. Tanpa ku sadari kau pun bersedih karena aku. Setiap hari aku selalu meminta kau terangi malamku, tanpa ku sadari aku tak pernah melihat sisi gelapmu. Apa aku salah padamu karena aku terlalu banyak meminta padamu?

Hyuk : Chajeong-ah. Kau tau kenapa aku dapat bersinar terang dilangit ini?

Ratri : Mollayo, oppa.

Hyuk : Aku dapat kekuatan dari manusia yang mendukungku. Aku dapat berdiri diatas langit ini karena banyak manusia yang ingin melihatku. Aku dapat bersinar terang karena aku memiliki kalian yang mencintaiku. Karena itu, aku ingin membagi cahaya yang kudapat untuk membahagiakan kalian juga.

Me : Oppa, jika kau selalu membuatku tertawa, lalu siapa yang akan buatmu tertawa? Jika kau tidak pernah menunjukkan sisi gelapmu, siapa yang akan menghilangkan kegelapan yang ada padamu? Lalu apa yang dapat aku lakukan untuk membahagiakanmu?

Hyuk : Teruslah melihatku. Karena dengan senyummu, tawamu, cintamu aku dapat terus bersinar untukmu.

Aku tiba-tiba terbangun dari mimpiku. Terngiang-iang kalimat terakhirnya seakan semua itu nyata. Aku sadar jawaban terakhirnya tak sepenuhnya menjawab pertanyaanku. Aku hanya bisa berharap semua bintang dilangit sana selalu menemanimu menghapus sisi gelapmu yang tak dapat ku lihat.

Akhirnya dapat aku pahami, bintangku yang gampang bersedih, bintangku yang bersinar terang, ternyata adalah bintang terbaik yang selalu berusaha melakukan hal terbaik untukku.

Mungkin aku akan terus egois memintanya menerangi gelap malam ku. Tapi, aku berjanji akan terus melihatnya, karena itu satu-satunya hal yang dapat kulakukan untuk membuatnya bahagia.

Teruslah bersinar Bintang-ku… Eunhyuk Oppa…

____________________*****____________________

Yang udah bersedia baca, comment please.. Comment kalian sangat berharga buat aq.. ^^

Categories: EunCha, Fanfiction, Fantasy, OneShot | Tags: , | 12 Comments

FF Monkey Prince {Part 6-END}

FF MONKEY PRINCE Part 6-END

Author             : Ratri Ismaniah aka Shin Cha Jeong
Genre              : Comedy
Leght              : 6 Part
Rating             : General
Main Cast        : Eunhyuk, Siwon
Other Cast       : Super Junior
POV                : Author



Monkey Prince
____________________*****____________________

“Pertandingan berikutnya adalah beladiri yang akan dilaksanakan besok. Jenis beladiri yang dipertandingkan akan ditentukan besok melalui undian. Pertandingan besok adalah pertandingan penentu karena skor kalian seri, sama-sama telah memenangi 1 pertandingan. Jadi persiapkan diri kalian masing-masing. Selamat berjuang.” Kata King Lee Teuk setelah menyerahkan tanda pemenang pertandingan kedua kepada Eunhyuk.

Keesokan harinya, diputuskan kedua Prince harus melakukan pertandingan karate. Di ruang ganti, Siwon memberikan nasihat-nasihat kepada Eunhyuk agar menang.

“Ingat, pertahanan yang utama. Klo dia pandai karate kau harus banyak menghindar. Gunakan kelincahanmu untuk menghindari serangannya dan menyerang balik.”

“Tapi aku tidak pernah memukul orang, kata umma kekerasan itu hanya dilakukan orang jahat.”

“Maksudmu aku juga termasuk orang jahat karena sering memukulmu??”

“Iya. Tapi Siwon juga baik, banyak membantuku. Jadi kau itu jahat atau baik yah??” kata Eunhyuk sambil berpikir.

“Sudahlah, aku tidak akan memukulmu lagi, asalkan hari ini kau mau menjadi orang jahat, besok kau bisa jadi orang baik lagi.”

“Apa bisa begitu?? Sekarang jahat, besok baik.”

“Iya, lagipula tenang saja aku sudah membuat rencana sebelum ini.” Kata Siwon tersenyum sinis.

Eunhyuk yang telah memakai baju karate memasuki aula pertandingan bersama Siwon. Disana sudah banyak orang yang menunggunya. Beberapa saat kemudian Prince Yesung memasuki ruangan dengan masih memakai pakaian pangerannya.

“Apa kalian sudah siap bertanding??” Kata King Lee Teuk.

“Aku Siap” Jawab Eunhyuk tegas dan disemangati Siwon dari belakang.

“Aku ingin mengundurkan diri.” Kata Prince Yesung tiba-tiba. Semua orang terkejut mendengar keputusannya.

“Kenapa kau ingin mengundurkan diri?? dengan begitu posisi Putra Mahkota akan diberikan kepada Prince Hyuk Jae.” Kata King Lee Teuk.

“Karena ini pertandingan karate. Bagaimana jika kuku punyaku rusak, rambutku juga akan rusak ditarik-tarik dia, kulitku tidak akan mulus lagi jika ada banyak luka, apalagi jika wajahku tidak ganteng lagi klo kena pukul. Dia iri sama ketampananku, makanya dia mau balas dendam di pertandingan ini dengan merusak ketampananku. Tubuhku ini adalah aset yang sangat berharga.”

Semua bengong mendengar penjelasan Prince Yesung. Siwon tersenyum, rencananya berhasil. Sebelum pertandingan Siwon menemui Prince Yesung, dia menakut-nakutinya dengan bilang Eunhyuk pandai berkelahi dan akan merusak ketampanan Prince Yesung.

“Karena Prince Yesung mengundurkan diri, maka pertandingan ini di menangkan oleh Prince Hyuk Jae. Dengan ini saya menyatakan Prince Hyuk Jae menang melawan Prince Yesung dengan 2x menang dan 1x kalah.” Kata King Lee Teuk.

“Horeee.. Hidup Prince Hyuk Jae..” teriak semua orang.

“Tapi bukan berarti kau sudah menjadi putra mahkota. Karena masih ada syarat ketiga yang harus kau jalankan.”
____________________*****____________________

“Benar tidak apa-apa kau kesana sendiri??” tanya Siwon.

“Gwenchana. Aku pernah tinggal didesa dan bercocok tanam.” Kata Eunhyuk.

“Desa itu berbahaya. Disana tidak ada apa-apa, tidak ada jaringan komunikasi, aku tidak dapat mendeteksi keberadaanmu. Kalau kau sakit siapa yang akan merawatmu, rumah sakit aja jauh. Kalau ada binatang buas, kau bisa mati dimakannya. Kerja disana sangat berat, kau harus mengurus kebun anggur seluas 10 Hektar.” Cemas Siwon.

“Dia tidak akan selamanya disana, hanya perlu sampai panen tiba. Lagipula ada beberapa orang pegawai yang akan membantunya disana. Jadi kau tidak perlu terlalu mencemaskannya.” Kata King Lee Teuk.

“Iya, sudah ku bilang tidak apa-apa.” Eunhyuk membenarkan perkataan King Lee Teuk.

Siwon pasrah mendengarnya. Dia sedang mencemaskan nasib Eunhyuk di syarat terakhir ini. Syaratnya Eunhyuk harus pergi sendiri ke desa terpencil dan menjaga kebun anggur seluas 10 Hektar milik kerajaan, Eunhyuk akan diangkat jadi Putra Mahkota jika dia bisa mengasilkan panen yang baik dari kebun itu. Mungkin itu cara satu-satunya agar Eunhyuk bisa menjadi Putra Mahkota dengan kemampuannya sendiri.

“Disana kau juga dapat makan anggur sepuasnya.” Kata King Lee Teuk.

“Apa disana ada pisang juga??” tanya Eunhyuk.

“Pisang?? Kau bercanda. Disana tentu saja tidak ada pisang.” Kata King Lee Teuk setengah tertawa, tapi membuat raut muka Eunhyuk berubah.

“AKU TIDAK MAU KESANA.” Kata Eunhyuk tegas.

“Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran??” tanya King Lee Teuk heran.

“Mianhamnida. Saya harus berbicara dengan Prince Hyuk Jae sebentar.” Siwon segera menariknya dan berbicara berdua dengan Eunhyuk.

“Apa maksudmu tidak mau kesana?? Tadi kau suruh aku tidak mencemaskanmu!!”

“Karena disana tidak ada pisang”

“Sudah banyak hal yang kita lalui supaya kau dapat menjadi putra mahkota. Kita sudah mencari diratusan buku untuk memecahkan misteri halaman 198. Ikut pelelangan, mencuri, mengasuh Changmi, bertanding dengan Prince Yesung. APA KAU AKAN MELEPASKANNYA BEGITU SAJA.”

“Aku tidak peduli. Tidak apa-apa jika tidak jadi Prince, aku cuma mau cari tau asal-usulku saja, siapa orang tuaku. TAPI AKU TIDAK BISA HIDUP TANPA MAKAN PISANG.” Siwon kaget Eunhyuk dapat berteriak padanya.

“Tapi coba kau pikir. Jika kau dapat menjadi seorang putra mahkota dan akan menjadi raja, kau dapat membeli pisang sebanyak yang kau mau.”

“Benarkah??” Eunhyuk mulai tertarik perkataan Siwon.

“Kure. Bayangkan kau dapat memakan pisang sepuasnya.”

“Wah, surga pisang. Pasti enak”

Eunhyuk membayangkan dirinya menjadi pangeran sedang memakan pisang dan dikelilingi oleh tumpukan pisang.

“Makanya bertahanlah disana, hanya beberapa bulan saja. Jika sudah panen kau dapat pulang dan akan ada banyak pisang yang menunggumu.”

“Baiklah aku akan melakukan syarat terakhir.” Eunhyuk termakan rayuan Siwon. Siwon hanya tersenyum kemenangan.

Akhirnya Eunhyuk pergi kedesa terpencil itu dan menjalani kehidupan sebagai orang desa. Dia tidak terlalu kesulitan dalam menjaga kebun anggur. Orang-orang desa pun sangat menyukainya karena kebaikan hatinya, dia tidak sombong meskipun dia seorang Prince. Beberapa bulanpun berlalu sampai akhirnya panen anggur pun tiba. Panen anggur sangat bagus berkat kerja keras Prince Hyuk Jae. Semua orang di Hwang An Dal bersiap-siap melaksanakan penyambutan calon Putra Mahkota mereka.

Siwon bersiap diluar Hwang An Dal menunggu kedatangan Eunhyuk. Mobil yang menjemput Eunhyuk pun tiba. Eunhyuk keluar dari mobil.

“Selamat datang Prince Hyuk Jae.” Kata Siwon hormat sambil membungkukkan badannya.

“Siwon-ssi.. lama tidak jumpa. Tidak usah bicara formal padaku.” Eunhyuk langsung memeluk Siwon.

“Kenapa penampilanmu seperti ini??” Siwon heran melihat perubahan Eunhyuk menjadi kurus, hitam, tidak terawat, pakaiannya juga seperti orang desa.

“Apa ada yang salah denganku??”

“Tentu saja. Kau harus berpakaian seperti pangeran saat acara pengangkatanmu sebagai putra mahkota.”

Siwon segera mengajak Eunhyuk untuk merubah penampilannya dan berpakaian pangeran. Mereka pun datang ketempat perayaan. Disana sudah dibuat pesta yang sangat meriah dan kedatangannya sudah ditunggu oleh banyak orang yang hadir disana termasuk King Lee Teuk.

“Selamat datang kembali Prince Hyuk Jae. Aku memberimu syarat agar kau dapat menjadi pangeran yang sesungguhnya. Mengasuh bayi, layaknya seorang ayah mengasihi anaknya, seperti itulah harusnya sikapmu pada rakyat kita. Bertanding melawan Prince Yesung agar semua orang mangakui kau memang pantas menjadi pangeran. Menjaga kebun anggur agar kau paham aset kerajaan kita dan dapat menghargai kerja keras orang-orang yang bekerja untuk kerajaan ini. Karena kau sudah melaksanakan 3 syarat dariku, maka aku nyatakan Prince Hyuk Jae sebagai Putra Mahkota di kerajaan ini.” Kata King Lee Teuk serta disambut sorak sorai dari seluruh orang yang berada disana.

“Kalau begitu, aku sudah bisa makan pisang sepuasnya??” tanya Eunhyuk

Sebagian orang tertawa mendengar lelucon Eunhyuk, tapi Siwon tahu Eunhyuk berkata serius, karena tujuan Eunhyuk menjadi pangeran hanya untuk dapat memakan pisang sepuasnya.

Akhirnya Prince Hyuk Jae menjadi Putra Mahkota dan akan menjadi raja berikutnya menggantikan King Lee Teuk. Tapi hal itu masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuannya masih belum memadai. Siwon tetap membantu Prince Hyuk Jae dalam melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal dipikiran Prince Hyuk Jae.

Suatu hari ia bertanya kepada Siwon.

“Bagaimana kabar Prince Yesung??”

“Dia sudah pulang ke Inggris.”

“Sudah kuduga, dia itu pangeran Inggris.”

“Bukan, dia bermain teater drama musical disana.”

“Oh, iya. Siapa kau sebenarnya?? Kau dapat berubah sewaktu-waktu menjadi pegawai perpustakaan, detective, ninja, baby sister, guru, dan lainnya. Kau juga mempunyai banyak mata-mata.”

“I’m your Bodyguard, Prince Hyuk Jae.”
____________________THE END____________________

 

Akhirnya selesai sudah aq publish FF Monkey Prince ini.. FF ini karya pertama aq, aq buat bulan Agustus 2010.. Selesai 2 hari.. Klo dibaca lagi sekarang malu.. (>///<)

FF ini dulu buat lomba iseng2 di salah satu grup FB.. ternyata jadi FF favorit, Haengbokhae.. Bukan masalah menangnya, tapi senang karya Perdana ini banyak yg komentarin & banyak yg suka.. Makanya aq termotivasi buat terus nulis sampai sekarang..

Gimana tanggapan kalian tentang FF aq ini?? Comment please..

Categories: Adventure, Chaptered, Comedy, Fanfiction, Monkey Prince | Tags: , , , , | 10 Comments